Tergoda Oleh Guruku Yang Ganteng // Part 2

RAKSASAPOKER Pada kala makan saya bertanya, ?Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Emang sempat dibaca semua, ya Pak??.

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Dia menjawab sambil memasukan sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya, ?Yaa..aah, belum semua. Lumayan buat iseng-iseng?.

Lalu saya memancing, ?Kok, tadi tersedia yang begituan?.


Dia bertanya lagi, ?Yang begituan yang mana?.

Aku bertanya bersama agak malu dan tersenyum, ?Emm.., Ya, yang begituan, tuh. Emm.., Majalah jorok?.
Kemudian dia tertawa, ?Oh, yang itu, toh. Itu dulu oleh-oleh dari kawan saya kala dia ke Eropa?.

Selesai makan kita ke area depan kembali dan kebetulan sekali Pak Irfan tawarkan saya untuk melihat-lihat koleksi bacaannya.

Lalu dia tawarkan diri, ?Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk?.

Akupun langsung beranjak ke sana. Aku langsung ke kamarnya dan kuambil kembali majalah porno yang tergeletak di atas daerah tidurnya.

Begitu tiba di didalam kamar, Pak Irfan bertanya lagi, ?Betul kamu tidak malu??, saya hanya menggelengkan kepala saja. Mulai kala itu termasuk Pak Irfan bersama santai terhubung celana jeans-nya dan nampak olehku sesuatu yang besar di dalamnya, kemudian dia menindihkan dadanya dan tetap makin lama kuat supaya menyentuh vaginaku. Aku ingin merintih namun kutahan.

Pak Irfan bertanya lagi, ?Sakit, Dya?. Aku hanya menggeleng, entah kenapa sejak itu saya mulai pasrah dan mulutkupun terkunci mirip sekali. Semakin lama jilatan Pak Irfan makin lama berani dan menggila. Rupanya dia udah serius terbius nafsu dan tidak ingat kembali akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Aku hanya dapat mendesah?, aa.., aahh, Hemm.., uu.., uuh?.

Akhirnya saya lemas dan kurebahkan tubuhku di atas daerah tidur. Pak Irfan pun naik dan bertanya.

?Enak, Dya??

?Lumayan, Pak?. DAFTAR ID PRO PKV


Tanpa bertanya kembali langsung Pak Irfan mencium mulutku bersama ganasnya, begitupun saya melayaninya bersama nafsu sembari salah satu tanganku mengelus-elus penis yang perkasa itu. Terasa keras sekali dan rupanya udah berdiri sempurna.

Mulutnya mulai mengulum kedua puting payudaraku. Praktis kita berdua udah tidak berbicara lagi, seluruhnya udah penting terbius nafsu birahi yang buta. Pak Irfan berhenti merangsangku dan menyita majalah porno yang tetap tergeletak di atas daerah tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar cowok memasukkan penisnya ke didalam vagina seorang cewek yang kelihatan pasrah di bawahnya.

?Boleh saya layaknya ini, Dya??.

Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Mungkin Pak Irfan berpikiran saya sepakat dan langsung dia mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar dan duduk di hadapan vaginaku. Tangan kirinya berusaha terhubung belahan vaginaku yang rapat, namun tangan kanannya menggenggam penisnya dan mengarahkan ke vaginaku.

Kelihatan Pak Irfan agak ada masalah untuk memasukan penisnya ke didalam vaginaku yang tetap rapat, dan saya mulai agak kesakitan sebab barangkali otot-otot sekitar vaginaku tetap kaku. Pak Irfan memperingatkan, ?Tahan sakitnya, ya, Dya?.

Aku tidak menjawab sebab menahan tetap rasa sakit dan, ?Akhh.., bukan main perihnya kala batang penis Pak Irfan udah mulai masuk, saya hanya meringis namun Pak Irfan tampaknya udah tak acuhkan lagi, ditekannya tetap penisnya sampai masuk semua dan langsung dia menidurkan tubuhnya di atas tubuhku. Kedua payudaraku agak tertekan namun mulai nikmat dan lumayan untuk mengimbangi rasa perih di vaginaku.

Semakin lama rasa perih beralih ke rasa nikmat sejalan bersama gerakan penis Pak Irfan mengocok vaginaku. Aku terengah-engah, ?Hah, hah, hah,..?.

Pelukan kedua tangan Pak Irfan makin lama erat ke tubuhku dan spontan pula kedua tanganku memeluk dirinya dan mengelus-elus punggungnya. Semakin lama gerakan penis Pak Irfan makin lama berikan rasa nikmat dan mulai di didalam vaginaku menggeliat-geliat dan berputar-putar.

Sekarang rintihanku adalah rintihan kenikmatan. Pak Irfan kemudian agak mengangkatkan badannya dan tanganku ditelentangkan oleh kedua tangannya dan telapaknya mendekap kedua telapak tanganku dan menekan bersama keras ke atas kasur dan ouwww..,

Pak Irfan makin lama memperkuat dan mempercepat kocokan penisnya dan di wajahnya kulihat raut yang gemas. Semakin kuat dan tetap makin lama kuat supaya tubuhku bergerinjal dan kepalaku menggeleng ke sana ke mari dan kelanjutannya Pak Irfan agak merintih sejalan bersama rasa cairan hangat di didalam vaginaku. Rupanya air maninya udah nampak dan langsung dia mengeluarkan penisnya dan merebahkan tubuhnya di sebelahku dan kelihatan dia tetap terengah-engah.

Setelah seluruhnya tenang dia bertanya padaku, ?Gimana, Dya? Kamu tidak apa-apa? Maaf, ya?.
Sembari tersenyum saya menjawab bersama lirih, ?tidak apa-apa. Agak sakit Pak. Saya baru pertama ini?.
Dia berbicara lagi, ?Sama, saya juga?.

Kemudian saya agak tersenyum dan tertidur sebab sebetulnya saya lelah, namun saya tidak jelas apakah Pak Irfan termasuk tertidur.

Sekitar pukul 17:00 saya dibangunkan oleh Pak Irfan dan rupanya sewaktu saya tidur dia menutupi sekujur tubuhku bersama selimut. Tampak olehku Pak Irfan hanya manfaatkan handuk dan berkata, ?Kita mandi, yuk. Kamu wajib pulang kan??.

Badanku tetap agak lemas kala bangun dan bersama tetap didalam suasana telanjang bulat saya masuk ke kamar mandi. Kemudian Pak Irfan masuk membawakan handuk spesifik untukku. Di situlah kita berdua saling bergantian bersihkan tubuh dan akupun tak canggung kembali kala Pak Irfan menyabuni vaginaku yang sebetulnya di sekitarnya tersedia sedikit bercak-bercak darah yang barangkali luka dari selaput daraku yang robek. Begitu termasuk aku, tidak mulai jijik kembali memegang-megang dan bersihkan penisnya yang perkasa itu.

Setelah semua selesai, Pak Irfan membuatkan saya teh manis panas secangkir. Terasa nikmat sekali dan mulai tubuhku jadi fresh kembali. Sekitar jam 17:45 saya pamit untuk pulang dan Pak Irfan berikan ciuman yang lumayan mesra di bibirku.AgenBandarCeme

Ketika saya mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana suasana Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila perihal yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Tetapi saya cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.

Semenjak itulah, bila tersedia kala luang saya bertandang ke tempat tinggal Pak Irfan untuk nikmati keperkasaannya dan saya bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak dulu sampai bocor. Sampai sekarangpun saya tetap tetap nikmati genjotan Pak Irfan meskipun saya udah jadi mahasiswa, dan seolah-olah kita berdua udah pacaran.

Pernah Pak Irfan tawarkan padaku untuk mengawiniku bila saya udah selesai kuliah nanti, namun saya belum dulu menjawab. Yang penting bagiku saat ini adalah nikmati dulu keganasan dan keperkasaan penis guru bhs Inggrisku itu.