PESTA BONDAGE / Part 1

 RAKSASAPOKER Panggil saja saya Fire. Karena saya tidak ingin menjadi barang siapa termasuk jika menjadi api. Yang selalu membakar dan menggairahkan. Awalnya saya tidak mengetahui bakat (atau kelainan) ku ini. 

Aku adalah seorang gadis yang baik-baik saja berasal dari kecil sampai dewasa. Namun dikala pertama kali saya mengenal seks, saya temukan yang hilang didalam diriku.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Kulepaskan keperawananku terhadap pacar pertamaku. Vega namanya. Sejak awal ia sesungguhnya hanya iseng padaku. Teman-temanku berbicara bahwa ia hanya bakal memacariku sampai saya membiarkan keperawananku padanya. Saat itu, 

pulang sekolah, seperti biasa ia menjemputku. Kebetulan orang tuaku sedang nampak kota. Aku mengetahui bahwa ia tidak bakal mengantarku pulang.

Ternyata benar. Ia membawaku ke sebuah motel. Dengan gayanya yang sok Don Juan, ia membiarkan pakaianku. Saat itu yang tersedia didalam kepalaku hanya perasaan ingin tahu. Lalu Vega menelanjangiku, dan menidurkan saya ke atas ranjang. Kubiarkan ia meremas remas payudaraku yang besar (36B). Ada rasa aneh seperti menggelitik sementara itu. Vega menciumi dan menjilati puting susuku. Lalu tangannya yang satu lagi menjalar ke vaginaku. ?Akhh..? tak jadi saya mendesah. Lidah Vega menjilati putingku lalu beralih ke payudaraku yang satu lagi. Kedua putingku mengeras.

Tiba-tiba kurasakan jari Vega masuk ke didalam vaginaku. Dan ia memain-mainkan jarinya. Aku jadi nikmat, tetapi termasuk sedikit sakit. ?Oohh.. Sakit, Veg..? ujarku. Vega tetap menjilat dan menyedot putingku. Aku menggeliat-geliat sementara tanganku menjambak rambutnya. Saat itu Vega langsung terhubung pakaiannya. Kami berdua kini sama-sama telanjang. Aku mampu lihat penisnya yang menegang, tersembul dikala ia membiarkan celana dalamnya. Bulu-bulu lebat memenuhi kemaluan dan pahanya. Tanpa basa-basi, Vega langsung memasukkan penisnya ke didalam vaginaku. ?Aaww!!? Aku jadi kesakitan. Aku mengupayakan mendorong Vega, tetapi ia terlalu kuat. Kelihatan sekali bahwa ia terlalu bersusah payah untuk memasukkan kemaluannya.

Vega merentangkan ke dua pahaku dan lagi mengupayakan memasukkan penisnya. ?Akhh.. Sakit, Veg..? Lalu, bles.. tiba-tiba penisnya telah masuk ke didalam vaginaku. Dengan cepat ia menggesek, mendorong penisnya didalam vaginaku. ?Kamu puas nggak, sayang. Kamu puas nggak mirip punyaku?? ujarnya sambil tetap mendorong penisnya tanpa menyimak saya yang mengerang dan menjambaki rambutnya. Ditengah-tengah rasa sakitku, sesungguhnya saya merasakan kenikmatan. AgenBandarCeme DAFTAR ID PRO PKV

Lalu tiba-tiba Vega mencengkram bahuku dan tiba-tiba ia mengerang dan mengeluarkan penisnya dan menjulurkannya ke atas dadaku. Creett.. Sperma menyembur dan membawahi dadaku. Kulihat kepuasan di muka Vega. Aku tak mengetahui apa yang berjalan sementara itu. Kemudian Vega menggeletakkan dirinya di sebelahku. Aku bangkit dan membersihkan sperma di dadaku. Saat itu saya lihat darah sedikit di atas sprei. Saat itu termasuk saya mengetahui bahwa saya tidak perawan lagi. Benar juga, seperti kata teman-temanku, Vega sesungguhnya memutuskan aku, lebih dari satu hari setelah itu. Anehnya, saya tidak menyesal. Malahan sementara itu saya jadi bahwa saya menjadi berlainan dan lebih kuat.

Selang lebih dari satu tahun setelah itu, saya berpacaran dengan lebih dari satu rekan lelakiku dan selalu berhubungan initim. Begitu lepas SMA, Papa mengirim saya ke UK untuk sekolah manajemen. Di sana saya tinggal sendiri di sebuah apartemen punya kerabat Papa. Ada sebuah bar di sana yang bernama Lorga. Setiap akhir pekan saya selalu ke sana. Lama-lama, para bertender di sana kenal denganku. Saat itu saya serius suntuk dengan kehidupan seksku. London terlalu bebas. Aku dulu tidur dengan bermacam macam lelaki. Black, White, Chinese, Japan, nyaris segala ras dulu saya pacari dan getting laid. Pink, tidak benar satu bartender di Lorga, yang kebetulan dulu getting laid denganku memberi saran untuk mampir ke sebuah pesta spesial temannya.

Lalu saya pun pergi ke sana. Rupanya pesta itu adalah sebuah pesta seks. Tanpa mengetahui temannya, saya pun bergabung dengan keramaian di sana. Ketika saya datang, semua orang telah saling melekat dan tersedia pula yang telah memulai. Musik underground terdengar memenuhi dadaku. Awalnya saya bingung hendak apa.

Akhirnya saya bergabung dengan sebuah group di sebuah sudut, lima orang lelaki dan dua orang wanita, semuanya telanjang. Aku lepaskan semua pakaianku dan bergabung dengan mereka. Ketika saya mendekat, mereka semuanya tidak tersedia yang terganggu. Salah satu pria di situ, seorang pria latin (Namanya Ronnie, berasal dari Itali) punyai penis yang terlalu besar ?menganggur?. Yang lain, penisnya sedang di jilat oleh ke dua wanita itu. Aku meremas penis pria itu. Pria itu sedang menjilati puting tidak benar satu wanita di situ. Aku pun jadi mengulum penisnya.

Tiba-tiba kakiku direnggangkan oleh seorang lelaki. Aku merasakan basah di vaginaku. Rupanya seorang lelaki Negro sedang menjilati vaginaku. Tanganku jadi menekan-nekan penis pria itu sementara pria Negro itu menyedot vaginaku. Dan seorang lelaki yang sedang bercinta dengan seorang wanita lain menjilati puting payudaraku. Sungguh hebat dan nikmat. Aku terlalu terangsang.

Tiba-tiba pria yang sedang saya sedot penisnya menarik kepalaku. Ia menatapku lalu menciumi bibirku. Kelihatannya ia ingin memasukkan penisnya ke didalam vaginaku, tetapi mereka mengeroyokku. Tiba-tiba si Negro membalikkan tubuhku. Rupanya ia ingin doggy tipe denganku. Ia memasukkan penisnya yang terlalu besar ke didalam lubang vaginaku. Lalu ia mengocok penisnya ke didalam vaginaku. Aku terlalu terangsang. Pria Itali itu memperhatikanku. Entah mengapa saya seperti tertantang. Terlihat seorang wanita di depanku baru selesai disetubuhi oleh seorang lelaki. Aku langsung menciumi puting wanita itu dan menciumi bibir wanita itu. Pria Itali itu mendekati kita dan memasukkan penisnya ke didalam vagina wanita itu. Doggy tipe juga, mirip seperti si Negro denganku. AgenBandarCeme