PERMAINAN MENYENANGKAN // Part 2

RAKSASAPOKER Untuk kesekian kalinya saya menggeliat dan menjerit nikmat diperlakukan begitu bernafsu oleh ke dua tamuku ini, sulit untuk dibayangkan kenikmatannya dikala dua lidah secara bersamaan menari nari di puting dan vagina. 

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Aku meminta pertahananku dapat bertahan dari gempuran birahi yang begitu hebat, kalau sampai kebobolan juga berarti perjalanan panjang akan makin merasa panjang dan terjal.

?Ed, saya rela berduaan pernah serupa Lily sebelum kita keroyok dia, tadi kamu kan udah, oke?? pinta Raymond.


?No problem, you are my guest? jawab Edward disela sela jilatannya.

Bersamaan bersama itu, Raymon sudah menggeser posisinya disamping temannya, bersiap memulai babak pendahuluan, saya hanya pasrah ikuti permainan mereka sambil membayangkan penis Raymon yang gede itu segera mencukupi vaginaku, pasti akan lebih nikmat dibanding memiliki Edward.

?Wait..wait..wait, sebelum kamu acak acak dia, saya rela 69 dulu? kata Edward seraya sesuaikan posisinya di atasku.

?Lily yang di atas dong? atur Raymon, Edward hanya menuruti perintah temannya tanpa banyak komentar.

Untuk kesekian kalinya penis Edward isikan mulutku, ternyata Raymon tak rela jadi penonton, dia menyodorkan penisnya saat saya masih mengulum temannya, akupun menurutinya, bergantian penis penis itu nampak masuk mengocok mulutku bersamaan sapuan lidah Edward yang tak kalah nikmatnya menyusur vaginaku. Entah sampai berapa lama kita ber-69 kalau saja Raymon tidak menghentikan kami.

Aku telentang bersiap untuk Raymon, dia terhubung kondom tetapi segera kurebut. ?Sini saya pasangkan? kataku, bersama mulut saya memasukkan kondom itu ke penisnya, dia memuji ketrampilanku ini. Raymon menindih tubuhku, kita berciuman sambil menyapukan penis gede itu ke bibir vaginaku, kupejamkan mataku saat penisnya merasa menyeruak masuk, merasa penuh sesak. Meski bukan yang terbesar yang pernah kurasakan, tetapi dalam sehari ini rasanya penis itu begitu besar seolah nggak muat vaginaku menerimanya, bahkan dibandingkan penis Edward yang sebagian saat lalu kurasakan. DAFTAR ID PRO PKV


Kubuka kakiku selebar mungkin saat dia memulai gerakan mengocoknya, hanya sebagian kali kocokan pelan sehabis itu beralih jadi cepat dan keras sambil ditekankan ke pinggulku. Aku mendesah makin keras, sesekali kulirik Edward yang nonton kita sambil memegangi kejantanannya, nampak kecil dibanding penis yang sedang berada di vaginaku.

Kocokan Raymon makin liar, saya tak sempat lagi menyimak Edward, sorot mata Raymon begitu menyala penuh nafsu, tubuhnya menindihku, makin rapat saya dalam dekapannya, seolah tubuh telanjang kita menyatu dalam ikatan emosi yang sama, saling memberi kenikmatan. Meski merasa begitu nikmat, saya tak rela orgasme duluan, perjalanan masih sangatlah panjang, bahkan masih ada penis lain yang menunggu, pasti memadai memalukan seumpama minta istirahat hanya pada putaran pertama.
Kakiku sudah bergantian turun naik di pundak Raymon, tetapi belum juga dia turunkan temponya.

Mau tak mau, kocokan nikmat dari Raymon membawaku perlahan mendaki puncak kenikmatan, meski saya berupaya menahannya lebih lama. Sebelum terlanjur benar-benar jauh, saya menyita inisiatif, kudorong tubuh Raymon menjauh sampai dia rebah telentang, kunaiki tubuhnya, bersama posisi di atas saya dapat pegang kendali permainan. Tak lama kemudian tubuhku sudah turun naik bergoyang di atas Raymon, penis besar itu serasa mengaduk aduk isikan vaginaku, tetapi justru makin nikmat.

Sambil tetap bergoyang dan mendesah, kupanggil Edward mendekat, sudah saatnya dia gabung, sudah memadai Raymon sendirian menikmatiku. Edward berdiri mendekati kami, kuminta dia naik ke ranjang, sepertinya dia tak mengerti mesti berbuat apa atau mesti merasa dari mana.

?Tuh atasnya masih kosong? teriak Raymon pada temannya yang terlihat kebingungan.

Edward berdiri di atas ranjang, kuraih penisnya dan kumasukkan ke mulutku, dua penis isikan lubang tubuhku bersamaan, atas dan bawah. Kembali kurasakan sensasi yang berlebihan menghadapi situasi ini, suatu sensasi yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, meskipun sering kulihat di film porno, tetapi kini saya mengalami sendiri, bercinta bersama 2 orang secara bersamaan, orang bilang threesome atau 2 in 1 atau MMF atau gangbang.

Mulanya agak kerepotan juga saya sesuaikan gerakanku meng-handle 2 penis sekaligus, bahkan ke dua penis itu bergerak memadai liar di lubangnya masing masing. Kenikmatan yang kurasakan sungguh jauh dari apa yang kubayangkan, saya kewalahan dibuatnya. Seringkali hanya terdiam menerima kocokan nikmat dari mereka di atas dan dibawah.

Perlahan saya dapat menguasai gejolak emosiku dan gerakanku merasa dapat saya kendalikan mengimbangi kocokan kocokan itu, bahkan saya makin berani aktif bergoyang pantat dan kepala. Kami semua saling bergoyang bersama irama permainan yang sama, tiga gerakan berpadu jadi suatu sensasi dan kenikmatan yang benar-benar tinggi.

Tak ada desahan dari mulutku kalau dengus napas kenikmatan yang nampak dari hidung, hanya desisan mereka berdua yang terdengar bersahutan. Remasan remasan Raymon pada buah dadaku makin membawaku terbang tinggi.

Edward memintaku dogie, melanjutkan yang tadi sebelum temannya datang. Aku merasa ada yang tidak cukup dikala penis Edward memasuki liang vaginaku, begitu beda bersama penis Raymon yang gede. Pergantian penis yang begitu cepat, hanya dalam hitungan detik, pasti belum dapat mengakibatkan vaginaku berkontraksi sesuaikan besarnya penis Edward, serasa begitu longgar saat dia merasa mengocok, saya yakin dia juga merasakan hal yang sama, tetapi saya tak berani menanyakannya.