Onani Bersama Tante Sange // Part 2

 RAKSASAPOKER ? Sssss? Oughh? ya situ, ? ucapnya setengah berbisik.

Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kelaminku. Akhirnya bibir kita saling berpagutan bersama dengan penuh nafsu yang amat membara. Dan dia menjadi menjulur-julurkan lidahnya di di dalam mulutku. 

Sambil berciuman tanganku menjadi bergerilya lewat celana trainingnya yang aku pelorotkan ke bawah.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Sesampai-nya pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya telah menjadi menghangat dan agak lembab. Aku membebaskan celana di dalam Tante Silvi ?. Satu persatu kita mengakses baju, supaya kita berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan Vagina-nya.

Dia tampak agak kaget dikala merasakan jariku bermain di daerah seputar clitoris-nya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, selanjutnya jari kedua,

? Aghhh? Ssssss? Oughhh? tetap Ndro, terus, ? ucap lirih Tante Silvi ?.

Ketika jariku menjadi mengenai akhir lubangnya, tubuhnya nampak agak bergetar,

? Eughhh? Ndro terus, Aghhh? Sssss? Aghhh? enak, sebentar lagi, Oughhh?, ? ujar Tante Silvi ?.

Seketika itu pula dia memeluk tubuhku bersama dengan amat erat sambil menciumku bersama dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku mengetahui bahwa dia sedang mengalami orgasme). Beberapa pas tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar bersama dengan hebatnya. Yang diakhiri bersama dengan terkulainya tubuh Tante Silvi ?yang nampak amat lemas di sofa,

? Aku kapan Tante, kan aku belum dienakin serupa Tante?, ? tanyaku.

? Nanti pernah yah sayang, sebentar, beri Tante pas untuk istirahat sebentar aja, ? ucap Tante Silvi ?.

Tapi karena telah amat terangsang, kuusap-usap bibir Vagina-nya sampai mengenai clitoris-nya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Silvi ?juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya.

Sehingga sesekali terdengar nada erangan dan desisan dari mulutnya yang Sexy. Aku usap-usapkan kelaminku yang telah amat amat tegang di bibir Vagina-nya sebelah atas. Sehingga kemudian bersama dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang Vagina-nya. Pelan-pelan aku dorong kelaminku supaya masuk semua.

Kepala Penis-ku menjadi menyentuh bibir Vagina Tante Silvi ?,

? Sssss? Aghhhh?. ? rasanya amat tidak dapat kubayangkan sebelumnya.

Lalu Tante Silvi ?mulai menyuruhku untuk memasukan kelaminku ke liang Vagina-nya lebih di dalam dan pelan-pelan. So wow Man? baru masuk kepalanya saja aku telah tidak tahan, selanjutnya Tante Silvi ?mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kelaminku yang perkasa ini dapat masuk lebih dalam.

Bagian di dalam Vagina-nya telah menjadi agak licin dan basah, tapi tetap agak seret, mungkin karena telah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Silvi ?tetap memaksakannya masuk,

? Oughhhh? Ndro, ? Desah Tante Silvi ?.

Saat itu rasanya sebetulnya amat luar biasa meskipun kelaminku agak sedikit menjadi ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar nada erangan Tante Silvi ?. Lalu Tante Silvi ?mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di di dalam Vagina-nya, yang membuatku tambah gila. Dia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan.

Beberapa menit kita begitu sampai suatu saat, layaknya tersedia suatu hal yang sebabkan liang Vagina-nya bertambah licin, dan tambah lama Tante Silvi ?terlihat layaknya sedang mencegah suatu hal yang sebabkan dia berteriak dan mengerang bersama dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya. Lalu tiba-tiba kejantanan-ku menjadi layaknya disedot oleh liang senggama Tante Silvi ?.

Tiba-tiba dinding-dinding Vagina-nya menjadi layaknya menjepit bersama dengan kuat sekali, bisa-bisa kecuali begini tetap aku dapat ngecrott cepet nih,

? Sssss? Aghhhhhhhhhhhhhh? Tante nampak ulang nih, ? ucapnya bersama dengan keras.

Saat itu terhitung tambah basahlah di di dalam Vagina Tante Silvi ?, tubuhnya mengejang kuat layaknya kesetrum, ia amat menggelinjang hebat, sebabkan gerakannya tambah tak karuan. Dan akhirnya Tante Silvi ?terkulai lemas, tapi kelaminku tetap selalu tertancap bersama dengan mantap.

Aku coba membuatnya terangsang ulang karena aku belum apa-apa.

Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap bersama dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya bersama dengan lidahku,

? Sssss? Oughhh? Aghhhh?, ? desah Tante Silvi ?sudah menjadi terdengar lagi.

Aku memintanya untuk bergeser posisi bersama dengan doggy style. Aku coba untuk menusukkan kelaminku ke di dalam liang Vagina-nya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Silvi ?agak menengok ke belakang dan matanya memandang mataku bersama dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk mencegah rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku cobalah untuk menekannya lebih dalam.

Kelaminku nampak telah tertelan seutuhnya di di dalam Vagina Tante Silvi ?, selanjutnya aku menjadi menggerakkan kelaminku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan style layaknya ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak layaknya style konvensional yang tadi.

Aku tetap menggerakkan pinggulku bersama dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, namun tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya supaya nampak lebih merangsang dan Sexy,

? Sssss? Aghhh? Oughhh? tetap Ndro? terus? Aghhh? Oughhh?, ? Tante Silvi ? tetap mengerang.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Silvi ? menjadi bakal orgasme ulang sambil mengerang bersama dengan amat keras supaya tubuhnya mengejang-ngejang bersama dengan amat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa bersama dengan amat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas melekat pada sofa itu.

Saat itu lututnya tetap menyangga pantatnya supaya selalu di atas, dan aku menjadi kelaminku menjadi berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal berikut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang nampak dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, supaya aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.

Aku merasakan tubuhku agak mengejang layaknya tersedia suatu hal yang tertahan, sepertinya seluruh tulang-tulangku bakal lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Silvi ?dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di di dalam liang Vagina Tante Silvi ?. Tubuhku menjadi amat lemas sekali.

Setelah kita berdua menjadi agak tenang, aku membebaskan kelaminku dari liang nikmat milik Tante Silvi ?. Dengan raca kecapaian yang luar biasa Tante Silvi ?membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku bersama dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan Vagina-nya. AgenBandarCeme

? Wah kok ngga ditarik sih Ndro, nanti aku hamil lho ?, tanyanya bersama dengan nada yang agak bergetar.

? Maaf tan aku lupa abis keenakan sih, ? jawabku

? Ya sudahlah? tapi lain kali kecuali telah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya ?, ? ujarnya menenangkan diriku yang nampak takut.

? I? iiya Tante, ? jawabku sambil menunduk.

? Ya santai aja aku sebetulnya telah minum pil kok Ndro, ? jawan Tante Silvi ?.

Wah rupanya nih tante telah pengalaman di dalam hal beginian, tapi ngga apa-apa dah gua belagak culun aja. Kemudian kita berpelukan di sofa, dan jalankan tingkah laku itu sekali ulang tapi di kamar mandi. Doggie jenis tetap bro, mantap. Itulah sepenggal cerita sex pada kehidupan nyataku yang telah aku curahkan.