Cumbuan Arya Yang Menggairahkan // Part 2

RAKSASAPOKER Val terasa pahanya bergetar lembut dikala lidah Arya terasa menjalar mendekati selangkangnya. Panas dan basah rasanya lidah itu, meninggalkan jejak sensasi selama perjalanannya. 

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Val menggeliat kegelian dikala akhirnya lidah itu sampai di tepi bibir kewanitaannya yang sudah terasa menebal. Ujung lidah Arya menelusuri lepitan-lepitan di situ, meningkatkan basah semua nya yang sesungguhnya sudah basah itu.

Terengah-engah, Val mencengkeram rambut Arya bersama dengan satu tangan, perlahan menekan, memaksa pria itu langsung menjilatnya di area yang paling sensitif.


Dengan satu tangan lainnya, Val menguak lebar bibir-bibir basah di bawah itu, membuktikan liang kemerahan yang berdenyut-denyut, dan sebuah tonjolan kecil di anggota atas yang sudah mengeras. Lidah Arya menuju ke sana, perlahan sekali. Val mengerang,

?Come on?. come on..?, bisiknya gelisah. Rasanya lama sekali, memicu Val bagai layang-layang yang tengah diulur pada selagi harusnya ditarik. Val mati angin. Tak berdaya, tapi sekaligus menikmati ketidakberdayaan itu.

Arya akhirnya menjilat anggota kecil yang menonjol itu, menekan-nekan bersama dengan ujung lidahnya, memutar-mutar sambil menggelincirkannya. Val menjerit tertahan, ke-2 tangannya melayang lantas jatuh mencengkram sprei. Geli sekali rasanya, ia sampai menggeliat mengangkat pantatnya, menyorongkan lebih banyak ulang kewanitaannya ke mulut Arya. Serasa seluruh tubuhnya berubah menjadi cair, menggelegak bagai lahar panas.

Arya kini menghisap-hisap tonjolan yang seperti tengah lari bersembunyi di balik bungkus kulit kenyal yang membasah itu. Tubuh Val berguncang di tiap-tiap hisapan, selagi mulutnya tak berhenti mengerang. Terlebih-lebih dikala satu jari Arya menerobos liang kewanitaannya, lantas mengurut-urut dinding atasnya, mengirimkan jutaan rasa geli bercampur nikmat ke seluruh tubuh Val. Kedua kakinya yang indah terbuka lebar, terkuak sejauh-jauh mungkin, karena Val mendambakan Arya menjelajahi seluruh anggota kewanitaannya. Semuanya!

Maka Arya pun melakukannya. Ia tidak hanya menjilat dan menghisap, tapi termasuk menggigit pelan, memutar-mutarkan lidahnya di di dalam liang yang panas membara itu, mendenguskan nafas hangat ke dalamnya, memicu Val berguncang-guncang merasakan nikmat yang sangat. Dua jari Arya kini bermain-main di sana, keluar-masuk bersama dengan bergairah, menggelitik dan menggosok-gosok, menekan-nekan dan mengurut.

Cairan-cairan hangat memenuhi seluruh kewanitaan Val, terasa membasahi bibir dan dagu Arya. Jari-jari yang keluar-masuk itu pun sudah basah, mengakibatkan nada berkecipak yang seksi. Val menggelinjang tak tahan lagi, merasakan puncak birahi melanda dirinya. Matanya terpejam menikmati sensasi yang meletup-letup di sela-sela pahanya, di pinggulnya, di perutnya, di dadanya, di kepalanya, di mana-mana!

Arya merasakan kewanitaan Val berdenyut liar, bagai punyai kehidupan tersendiri. Warnanya yang merah basah, kontras sekali bersama dengan rambut-rambut pirang di sekitarnya, dan bersama dengan tubuhnya yang putih seperti pualam. Dari jarak yang amat dekat, Arya bisa lihat betapa liang kewanitaan Val membuka-menutup dan dinding-dindingnya berdenyut-denyut, sepertinya jantung Val sudah pindah ke bawah. DAFTAR ID PRO PKV


Arya termasuk bisa lihat betapa otot-otot di pangkal paha Val menegang seperti tengah menghindar sakit. Kedua kakinya terentang dan sejenak kaku sebelum akhirnya melonjak-lonjak tak terkendali. Arya terpaksa mesti Mengenakan seluruh bahu anggota atasnya untuk menekan tubuh Val supaya tak tergelincir jatuh. Begitu hebat puncak birahi melanda Val, sampai dua menit lamanya perempuan yang menggairahkan ini bagai tengah dilanda ayan. Ia menjerit, lantas mengerang, lantas menggumam, lantas hanya terengah-engah.

Arya bangkit sehabis Val muncul agak tenang. Berdiri, ia membiarkan celana dalamnya. Kelaki-lakiannya langsung muncul tegak bergerak-gerak serasi jantungnya yang berdegup keras. Val masih menggeliat-geliat bersama dengan mata terpejam, menampakkan pemandangan amat seksi di atas hamparan sprei satin mewah berwarna biru muda. Tangan Val mencengkram sprei bagai menghindar sakit, ke-2 pahanya yang indah terbuka lebar, kepalanya mendongak menampakkan leher yang mulus menggairahkan, rambut pirangnya terurai bagai membingkai wajahnya yang tengah berkonsentrasi menikmati puncak birahi. Arya memasang dirinya di antara kaki Val, lantas mengangkat ke-2 paha Val, memicu kewanitaannya makin lama terbuka.

Val tersadar berasal dari buaian orgasmenya, bersama dengan langsung menuntun kejantanan Arya memasuki gerbang kewanitaannya. Tak sabar, ia menjepit pinggang Arya bersama dengan ke-2 kakinya, memicu pria itu terhuyung ke depan, dan bersama dengan cepat kelaki-lakiannya yang tegang langsung melesak ke di dalam tubuh Val. Bagi Arya, rasanya seperti memasuki cengkraman licin yang panas berdenyut. Bagi Val, rasanya seperti diterjang batang membara yang membawa geli-gatal ke seluruh dinding kewanitaannya. Belum apa-apa, Val sudah terlanda gelombang puncak birahinya yang kedua. Begitu cepat!

Arya pun langsung jalankan tugasnya bersama dengan baik, mendorong, menarik kejantanannya bersama dengan cepat. Gerakannya ganas, seperti hendak meluluh-lantakkan tubuh putih Val yang tengah menggeliat-geliat kegelian itu. Tak kenal ampun, kejantanan Arya menerjang-nerjang, menerobos di dalam sekali sampai ke dinding belakang yang tengah berkontraksi menyongsong orgasme. Val menjerit-jerit nikmat, menyuruh Arya lebih keras ulang bergerak, mengangkat seluruh tubuh anggota bawahnya, supaya hanya bahu dan kepalanya yang tersedia di atas kasur.

Arya mengerahkan seluruh tenaganya untuk memenuhi permintaan Val. Otot-otot bahu dan lengannya tampak menegang dan berkilat-kilat karena keringat. Pinggangnya bergerak cepat dan kuat bagai piston mesin-mesin di pabrik. Suara berkecipak terdengar tiap-tiap kali tubuhnya membentur tubuh Val, ramai sekali di sela-sela derit ranjang yang bergoyang amat keras.

Val tak ulang paham tengah berada di mana. Ia berteriak bagai kesetanan merasakan kenikmatan yang ganas dan liar. Seluruh tubuhnya terasa dilanda kegelian, kegatalan yang memicu otot-otot menegang. Kewanitaannya terasa kenyal menggeliat-geliat, mendatangkan kenikmatan yang tak terlukiskan. Setiap kali kejantangan Arya menerobos masuk, ia terasa bagai tersiram berliter-liter air hangat yang memijati seluruh tubuhnya.

Setiap kali Arya menariknya keluar, Val terasa bagai terhisap pusaran air yang membawanya ke sebuah alam penuh kenikmatan belaka. Dengan mata konsisten terpejam, Val menjeritkan penyerahan sekaligus pengesahan atas datangnya puncak birahi yang tak terperi. Arya merasakan kejantanannya bagai tengah dipilin dan dihisap oleh sebuah mulut yang amat kuat sedotannya.

Ia pun tak tertahankan lagi, memuncratkan seluruh penantian panjangnya, memuntahkan seluruh rasa terpendamnya, bercipratan membanjiri seluruh rongga kewanitaan Val yang tengah megap-megap dilanda orgasme. Val mengerang merasakan siraman birahi panas yang seperti hendak menerobos tiap-tiap pori-pori di tubuhnya. Val mengerang dan mengerang lagi, sebelum akhirnya terjerembab bersama dengan tubuh bagai lumat di atas kasur. Arya menyusul roboh menimpa tubuh putih yang licin oleh keringat itu. Nafas mereka berdua tersengal-sengal bagai perenang yang baru saja menyelesaikan pertandingan di kolam renang.

?Oh, anda ganas sekali, Arya. Betul-betul ganas?? kata Val akhirnya, sehabis ia berhasil mengendalikan nafasnya yang memburu.

Arya hanya menggumam, menenggelamkan kepalanya di antara dua payudara Val yang besar dan lembut itu.
Setelah beberapa saat, Val bertanya, ?Berapa lama anda di sini, Arya??

?Aku mesti berangkat ulang Senin pagi?, jawab Arya diwarnai keengganan. Val terdiam.

Singkat sekali pertemuan ini, pikirnya. Sambil memeluk Arya, ia menggumam, ?Kalau begitu anda mesti menginap di sini.?

?Bagaimana kecuali aku tidak mau?? jawab Arya menggoda.
?Kalau begitu, aku yang menginap di rumah orang tuamu..? sahut Val cepat-cepat.

Arya tertawa, ?Kalau begitu, sebaiknya aku menginap di sini!?

Dengan gemas Val berguling menindih tubuh Arya, menggigit bahunya lumayan keras supaya Arya tersentak dan membalasnya bersama dengan menggulingkan ulang tubuh Val. Mereka berdua tertawa-tawa seperti anak-anak bermain gulat. Cairan-cairan cinta mereka berjatuhan menimpa sprei, menempel di tubuh mereka berdua, sebuah perpaduan tubuh putih mulus dan tubuh coklat. AgenBandarCeme

Malam itu mereka bercumbu tak henti-hentinya sampai pagi. Bagi Val, inilah percumbuan terpanjangnya bersama dengan Arya, dan justru berlangsung selagi mereka tak ulang tinggal bersama!