Wanita Yang Terlilit Hutang // Part 2

RAKSASAPOKER Di didalam kamar mandi, setelah aku hidupkan lampunya aku masukkan tangan ke didalam bak kamar mandiku. Huuuuhh? lumayan dingin, gumamku. 

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Dengan air kran yang mengalir, sedikit kurangi dingin suhu air. Aku bantu Ratih mengakses kemejanya.

Aku buka retsleiting celanaku, aku lepaskan dan aku gantung bersama kemeja yang Ratih pakai. Ratih juga gantungkan celana pendek yang dipakainya.


Dalam situasi telanjanhg bulat seperti itu, aku takkan bosan mengagumi keindahan bentuk tubuh Ratih. Tubuh sintal bersama kulit putih bersih. Bulatan belahan dadanya begitu sempurna bersama putting kecil yang berwarna merah kecoklatan. Lingkaran berwarna coklat mmuda di kurang lebih putingnya benar-benar mengundang lidahku menjilati. Pinggulnya membulat diimbangi bersama perut rampingnya membentuk lekukan huruf V di sedang selangkangannya. Berakhir di bulu-bulu tipis yang berurutan tumbuh mengarah ke samping kanan-kiri.

Sambil menunduk, aku cium bibirnya, tanganku mengambil air dari didalam bak. Aku guyurkan ke atas tubuh kami berdua. Ratih langsung memelukku erat sambil berteriak.

?Aaaaaah? Dingin, sayaaaang?? teriaknya megap-megap.

Aku tertawa melihat tingkahnya. Ratih memelukku erat sambil meloncat-loncat kecil. Air dingin yang aku guyurkan benar-benar menusuk kulit halusnya pikirku. Lalu aku ambil kembali dari didalam bak. Aku guyurkan kembali beberapa kali. Sambil mengulum bibirnya, aku sabunkan punggungnya. Sabun berganti-ganti dari tangan kiriku ke tangan kanan. Sambil aku sabuni punggungnya, aku remas-remas pantatnya bersama tanganku yang lain. Ratih membalas ciumanku sambil memeluk tubuhku. Ratih memelukku bersama ke dua tangannya masuk ke bawah ketiakku, dilingkarkan ke bahuku dari belakang melalui punggung. Tangannya menekankku agak menunduk. Ratih hanya setinggi bahukku.

?Ooooohhh? sayaaang? ? Ratih membiarkan ciumanku, mendesah bersama pelan sambil menyandarkan kepalanya ke dadaku.
?Enak banget ciuman kamu, sayang. Bikin horny berat? katanya sambil tersenyum menatapku.

Aku membalas senyumannya bersama meneruskan ciumanku. Sabun aku meletakkan di dinding bak, ke dua tanganku bebas meremas, mengelus bulatan pantat dan pinggulnya. Satu tangan Ratih mengelus punggungku, tangannya yang mencari batang kejantananku tang tertekan tubuhnya yang memelukku erat. Gesekan batang kejantananku di perutnya barangkali mengundang tangannya untuk mengukurs sudah ?seberapa keras berdiri. Ratih menggenggam sambil meremas-remas.

Lalu dikocoknya pelan-pelan. Ratih selamanya gemas tiap memegang batang kejantananku. Dia meremas kuat-kuat setelah mengelus dari sela pahaku naik ke batang otot keras yang mengacung berdiri di sela pahaku. Batang kejantananku yang bersih bulu itu barangkali membuatnya betah mengelus dan meremas bersama bebas. Tanpa terkendala oleh bulu-bulu selangkangan. Tubuh kami yang berhimpitan rapat menghimpit buah dadanya ke dadaku. Tergesek-gesek sebab gerakan tubuhnya yang nikmati aliran rangsangan ke selangkangan. DAFTAR ID PRO PKV


?Ooooohhhhh? Jilatin, sayang?? pintanya sambil menundukkan tubuhku lebih ke bawah.
Aku guyurkan dulu air dari didalam bak beberapa kali ke tubuhnya untuk membersihkan sabun yang dapat halangi kenikmatanku mengemut bibir belahan di sela pahanya. Lalu aku menunduk dan jongkok di depan Ratih sambil meletakkan satu kakinya di bahuku. Ratih merapatkan tubuhnya ke dinding bak. Satu tangannya pegangan di pinggir bak. Sambil meremas rambutku, Ratih mendesah-desah nikmati lidahku yang menggesek-gesek bibir dan belahan didalam di sela pahanya. Aku gesek-gesekkan gigiku pelan, aku hisap bibirnya lalu lidahku menjulur ke didalam sambil menggesek-gesek dinding kanan-kirinya. Aku keluarkan lidahku dari didalam belahan sela pahanya, aku jilatin gundukan tembem itu kea rah atas. Di anggota atas belahannya, lidahku berhenti lalu menekan-nekan lebih kuat daging kecil yang menonjol keluar di sela anggota atasnya.

?Ooooooohhhhh? Enak banget, sayaaaang?? Ratih melenguh keras. Tangannya meremas kuat rambutku. Tiap lidahku menghimpit atau menggesek area selangkangannya, pantat Ratih langsung bergerak maju-mundur dan berputar-putar. Terutama tiap mulutku mengemut sambil menghisap blehan sela pahanya itu.

?Ooooohhh? Enak, sayaaaang?? Ratih mendesah berulang-ulang. Aku melihat ke atas, kepalanya menengadah sambil memejamkan mata. Kakinya yang bersandar di bahuku bergerak menekan-nekan bahuku. Aku rasakan aliran cairan kental dari didalam sela pahanya. Sambil lidahku menggesek-gesek dinding belahan sela pahanya, aku jilat cairan kental itu. Lidahku terus menggesek-gesek dinding belahan sela pahanya sampai ke dalam-dalam. Tanganku mencengkeram pantat Ratih bersama kuat. Aku pegang sambil kuremas-remas.

Lalu aku berdiri, aku cium bibirnya sambil kuangkat satu kakinya. Ratih langsung melingkarkan ke dua tangannya di leherku. Kemudian aku angkat satu kembali kakinya sampai kelanjutannya aku gendong. Kedua kakinya kutahan di tanganku, tangannnya memeluk erat leherku. Sambil menggendong, aku sandarkan pantat Ratih sedikit di dinding bak mandi. Yakin poisi bercinta kami aman, sambil mengangkat-angkat tubuhnya, batang kejantananku jadi mngocok-ngocok liang kewanitaannya bersama cepat. Kedua kakiku aku lebarkan. Ratih menyandarkan kepalanya di bahuku sambil mendesah-desah.

?Oooooohhh, sayaaang? Ooooohhhhhhh, sayaaaang?? desahnya berulang-ulang.

Sambil melakukan perbaikan gendonganku, bersama tubuhnya yang sedikit terangkat, bibirku saat ini mampu menjangkau bibir Ratih. Dengan memeluk leherku erat-erat Ratih membalas ciumanku. Lidahnya terjulur ke didalam mulutku memilin dan menjilat lidahku. Bibirnya tak henti-henti menyedot bibirku. Aku balas bersama mengemut bibirnya juga. Lidahku juga kugesek-gesekkan bersama lidahnnya di didalam mulut. Tapi Ratih tak mampu menahan aliran kenikmatan dari belahan sela pahanya yang dikocok-kocok batang kejantananku.

?Oooooohhhh, sayaaaang? Aku senang keluar, sayaaaaang?? Ratih menjerit sedikit keras. Cepat-cepat aku cium kembali bibirnya. Meredam nada desahan kami yang sedang bercinta barangkali terdengar orang di luar kamar. Tapi Ratih benar-benar tidak mampu kembali menahan kenikmatan yang berkunjung bertubi-tubi merangsang belahan sela pahanya.

?Oooooohhhh, sayaaaaang? Oooooohhh, sayaaaang?. Ooooohhhhhhh?? Ratih mendongakkan kepalanya nikmati aliran kenikmatannya keluar dari dalam. Dijepitkan ke dua kakinya yang aku tahan bersama tanganku. Aku rasakan denyutan-denyutan bibir dan dinding belahan sela pahanya meremas batang kejantananku berulang-ulang. Cairan kental dari cinta kami berdua mengalir membasahi batang kejantananku yang terus mengocok-ngocok dari bawah.

?Ooooooohhhh? Enak banget, sayaaaang? ? Ratih menjatuhkan kepalanya bersandar di bahuku. Pelukan tangannya di leherku sedikit berkurang. Aku cium bibirnya bersama lembut. Berlawanan bersama kocokan batang kejantananku yang semakin kencang menyodok-nyodok dari bawah. Denyutan dinding belahan sela paha Ratih merangsang batang kejantananku. Aliran kenikmatan itu semakin mencukupi kepala batang kejantananku bersama cepat. Aku barangkali tidak mampu menahan lebih lama dorongan yang sudah terkumpul di kepala batang kejantananku. Pantatku berdenyut-denyut kencang. Aku kencangkan otot pantatku. Tapi aku tak sangup lagi.

?Aaaaaaaahhhh? Ratiiih? Oooooohhhh, sayaaaaaang?? aku mendesah kencang. Kuangkat pantatku menghimpit ke atas, masukkan batang kejantananku lebih didalam di belahan sela paha Ratih. Aliran kenikmatan yang aku tahan dari tadi menyembur bersama kencang ke didalam belahan liang kewanitaan Ratih yang benar-benar aku cintai. Sejenak aku diamkan batang kejantananku yang berdenyut-denyut memuncratkan cairan kental hasil percintaan kami malam ini. Aku tetap merasakan dinding belahan liang kewanitaan Ratih terus berdenyut meremas batang kejantananku yang tetap keras. Sambil nikmati aliran kenikmatan yang tersembur keluar hasil percintaan kami, aku cium lembut bibir Ratih. Lalu pelan-pelan aku menurunkan tubuhnya.

?Suka, sayang? Enak tadi?? tanyaku sambil mengguyurkan air dari didalam bak ke tubuhnya lalu ke tubuhku.
?Selalu sedap bercinta bersama kamu, sayang? katanya bersama gembira. Senyum lebar terkembang di bibirnya. Aku cium kembali bibirnya. Kami bersih-bersih dan langsung berpakaian.

Kami makan keluar malam ini sambil keliling bermotor berdua nikmati situasi malam di area Kuta, Bali. Sambil makan aku mencermati Ratih yang kenakan pakaianku. Akan banyak pengeluaranku untuk menata kembali hidup Ratih juga membeli pakaiannya. Ratih juga perlu bekerja. Karena bersama bekerja, hidupnya dapat semakin berkembang baik. Tapi hatiku gembira sebab aku perlu menyelamatkan hidup Ratih, seorang anak manusia yang butuh seseorang untuk membantunya menekuni perjalanan hidup. Aku perlu siap bersama segala beban dan resiko, pikirku sambil menghela nafas.

Sambil mengarahkan laju motor ke kost, aku nikmati hangatnya dekapan Ratih yang menyandarkan kepalanya di punggungku. Besok kami mempunyai banyak aktivitas yang sudah aku rencanakan untuk jaman depan Ratih. Aku sendiri tetap mempunyai dua hari kembali libur sebelum masuk kerja.