Pacarku Yang Binal // Part 2

RAKSASAPOKER Kemudian terasa kontolku kian hangat serta basah di dalam vaginanya. Warnanya Dina sudah orgasme, 

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
gerakannya mulai terasa amat lama- lama, tetapi tanganku terus mengangkut pantat Dina naik turun sebab saya pula nyaris orgasme, kesimpulannya kontolku memuncratkan spermaku ke dalam vaginanya,

Dina turut bergerak lagi membantuku menggapai puncak kenikmatan. Rasanya pahaku basah kuyup kena cairan orgasme kami berdua. Setelah itu Dina berdiri kemudian jongkok di depanku,


tangannya mengocok kontolku, lidahnya sekali- kali menjilati sisa spermaku, benar benar sesuatu kenikmatan yang tidak sanggup terucap dengan perkata.

Sehabis berakhir serta kontolku mulai merenggang, Dina duduk di sebelahku, kepalanya bersandar di bahuku sedangkan tanganku membelai rambutnya. Kami berdua berupaya mengendalikan napas sehabis kecapekan bercinta. Kemudian kami mengenakan baju kami kembali. Kami berdua tidak ketahui jika terdapat yang mengintip kami lagi bercinta tadi di kursi.

“ Yo, jangan anggap Dina wanita bandel ya..? Pintanya manja padaku.

“ Enggak kok, saya gak sempat beranggapan begitu sama kalian..” jawabku menenangkan hatinya, kemudian Dina tersenyum manis sembari memelukku lebih erat.

“ Yo.. Udah jam 10 nih, kalian kembali dahulu ya, tetapi janji esok kalian wajib ke mari pagi- pagi ngantar Dina ke kampus..!” pintanya padaku, saya hanya mengangguk.

Kesimpulannya saya kembali ke rumah serta langsung tidur sebab letih.

Besoknya..

“ Waduh.. Gimana nih, udah jam 2 belas siang..!” umpatku sebab bangun kesiangan, kemudian saya bergegas mandi serta langsung berangkat ke rumah Dina, berharap ia belum berangkat ke kampus.

Sesampainya di rumah Dina saya langsung masuk sebab saya ketahui ibu dan bapaknya belum kembali dari luar kota. Tidak sangat susah menciptakannya sebab di rumahnya hanya terdapat 3 kamar. Nampak di depanku Dina lagi berbaring di ranjang. Dina hanya tersenyum melihatku.

“ Lho kalian telah kembali kuliah ya? Sorry ya tadi pagi gak ngantar kalian.. Abis kecapekan kemarin bercinta ama kalian sih..” alasanku biar ia gak marah.

“ Gak apa- apa kok Yang.. Lagian Dina pula gak ke kampus sebab kecapekan kemarin..” jawabnya santai.

“ Mari, rebahan di samping Dina, kangen nih..” ajaknya manja.

Saya langsung berbaring di sampingnya sembari memeluknya.

“ Yo.. Emm.. Bercinta lagi ayo?” ajaknya mengagetkanku, saya langsung saja mengiyakan kegirangan.

“ Tetapi saat ini pemanasannya yang lama ya..?” pintanya manja. DAFTAR ID PRO PKV


Saya hanya tersenyum serta langsung mengambil posisi di atas badannya. Setelah itu kami langsung berciuman sangat hot serta bernafsu, tetapi terasa terdapat yang beda serta aneh, sebab tindakannya berbeda dengan yang kemarin malam. Tetapi saya tidak hirau, pikirku yang berarti bercinta. Dina kali ini terasa agresif waktu berciuman, lidahku digigit lumayan keras sedangkan tangannya mencakar punggungku, saya tidak hirau, pikirku Dina saat ini amat bernafsu ML.

“ Slow aja Dina..”, ujarku, tetapi ia seolah tidak hirau, setelah itu tangannya mendesak kepalaku ke dasar, pas di atas gundukan vaginanya.

Nampak Dina sangat nafsu menggesek- gesekkan kepalaku di vaginanya yang amat basah, terasa hidung serta bibirku basah kena cairannya, lidahku langsung kumainkan menjilati klitorisnya sambil tanganku meremas- remas puting susunya.

“ Ahh.. Ahh, terus yo, masukkan lidahmu ke dalam dong..” desahnya manja, langsung saja lidahku kumasukkan serta kuputar- putar di dalam vaginanya, terasa cairannya masuk ke dalam mulutku serta kutelan.

“ Ohh.. Iya gitu Yang..” rintihnya tanpa malu- malu.

Tangannya kian mendesak kepalaku, membenamkan wajahku ke vaginanya, saya terus menjilati vaginanya kian kilat, setelah itu terasa pahanya menjepit keras kepalaku, badannya bergetar keras, sambil tangannya menjambak rambutku. Setelah itu terasa mulutku kena semprot cairannya banyak sekali, bau khas perempuan orgasme, badannya kian mengejang hingga orgasmenya berakhir.

Sehabis itu Dina menarik tubuhku serta menjilati cairannya sendiri di mulutku, sehabis puas Dina langsung mendesak tobuhku, saya merebahkan diri di ranjang, sedangkan itu Dina bergerak liar melucuti pakaianku, kemudian meremas serta mengocok kontolku dengan kilat, mukanya nampak liar bernafsu dikala itu. Kemudian mulutnya mengulum kontolku, memasukkan batang kontolku ke dalam tenggorokannya, setelah itu menghirup, menyedot kontolku dengan sangat nafsu, saya hanya terpejam menikmati rangsangan yang luar biasa nikmat itu.

Kemudian kurebahkan badannya dengan agresif ke atas ranjang serta langsung menindihnya. Kontolku langsung kusodok- sodok dengan kilat ke dalam vaginanya.

“ Ahh.. Achh.. Achh” rintihnya menahan serangan kontolku.

Langsung saja kugoyang dengan kilat pantatku maju mundur. Dina terus menjadi merintih gak karuan, terus menjadi menaikkan nafsuku. Sehabis puas menindihnya, kubalikkan tubuhnya membelakangiku kemudian kusodok lagi dari balik dengan kilat, sedangkan tanganku meremas- remas buah dadanya.

“ Yo.. Masukin di lubang pantat Dina dong..!” ajaknya mengagetkanku.

“ Gak apa- apa nih..?” jawabku.

“ He.. Eh, Dina suka kok..” setelah itu kucopot kontolku, kemudian lubang pantatnya kubasahi dengan ludahku, Dina hanya mendesah keenakan campur geli.

Sehabis itu kugesekkan kontolku di pantatnya serta kusodok pelan- pelan, rasanya susah sekali masuk sebab lubang pantatnya sangat kecil, tetapi terus saja kusodok hingga kesimpulannya masuk separuh. Setelah itu kugoyang maju mundur supaya lebih masuk lagi, hingga kesimpulannya batang kontolku terbenam seluruhnya di dalam pantatnya. Terasa sangat nikmat sekali sebab lubangnya sangat kecil, kontolku berdenyut- denyut merasakan pijatannya hingga kesimpulannya terasa spermaku mengalir di dalam urat kontolku. Kemudian langsung menyemprot di dalam lubang pantatnya.

“ Ahh.. Ahh..!” desahku menikmati orgasme. Hingga kesimpulannya saya merebahkan diri sembari memeluknya sebab kecapekan.

“ Yo.. Edan kalian, mengapa kalian ama adikku..!!” terdengar suara yang sangat mengagetkanku, mataku langsung kubuka serta saya bimbang separuh mati memandang Dina terdapat 2.

Dengan perasaan bimbang kutoleh bergantian wajah mereka satu persatu, ya ampun mirip sekali keduanya, hanya yang membedakan satu mukanya nampak marah serta satunya lagi nampak ketakutan.

“ Lho.. Dinaku yang mana..?”, kataku kebimbangan.

Kesimpulannya saya ketahui jika saya sudah bercinta dengan adiknya serta Dina memaafkanku sebab tadinya gak berkata padaku jika ia itu kembar. Kami berdua senantiasa pacaran meski Dina tidak ketahui jika saya pula masih kerap bercinta dengan adiknya. Jadi yang membuatku dapat membedakan Dina dengan adiknya merupakan cuma tattoo kecil bertuliskan namaku di punggungnya..