Mulusnya Ibuku Nikmatnya Kakakku // Part 2

RAKSASAPOKER ?Kamu nakal..? kata kakakku setelah memuntahkan semua pejuhku ke selembar tissu.
?Mbak cantik sih..? kataku merayu.

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
?Sudah tidur sana.?
?Lain kali lagi ya? kataku lagi.
?Idih maunya?? jawabnya.

Aku langsung tertidur dengan senyum kepuasan. Keesokan harinya kulihat kakakku bersikap biasa seperti tak dulu terjadi apa apa.


Tapi yang beralih justru aku, saya kini jadi makin binal karena saya jadi suka sekali memperhatikan lekuk tubuh ibuku dan kakakku. Hampir setiap malam saya mengintip aktivitas Ayah dan Ibu. Rupanya mereka doyan terhitung nyaris tiap malam saya saksikan mereka melaksanakan itu. Pantas tiap hari ibuku tentu mandi basah. Sedangkan saya sendiri makin kerap curi-curi peluang untuk lihat keseksian tubuh ibuku dari dekat.

Pernah suatu selagi saya memperhatikan ibuku yang sedang pindah pakaian. Dan pada selagi itu saya memahami kenapa saya terlampau tergila gila pada tubuh ibuku. Tubuh ibuku terlampau ideal kendati sedikit gemuk. Ia terlampau rajin merawat tubuh, ia kerap luluran agar kulitnya putih bersih. Yang saya suka dari tubuh ibuku adalah kulitnya yang putih dan pahanya yang gempal. Ibuku sebetulnya suka ceroboh dan ceroboh agar hari-hariku selalu saya menggunakan untuk memperhatikan kemulusan tubuh ibuku. Kalau malam saya selalu melampiaskannya pada kakakku nyaris tiap malam saya melaksanakan dengan kakakku, kendati kami melakukannya sampai bugil kami saling merawat agar tidak sampai memasukkannya ke di dalam memeknya.

Pernah suatu selagi kami coba memasukkan ke lubang pantatnya namun tidak jadi karena terlampau sakit katanya agar saya tidak tega meneruskan. Kakakku terlampau cantik dan mulus sekali agar disaat lihat ia telanjang saja saya udah terlampau terangsang. Jadi nyaris setiap malam saya dipuaskan oleh kakakku dengan langkah oral. DAFTAR ID PRO PKV


Sampai pada th. lantas selagi persiapan pernikahan kakakku. Kakakku meminta pengertian dari saya untuk langsung menghentikan jalinan terlarang ini, saya sepakat saja. Tapi ini hanya bertahan dua bulan. Waktu itu suami Kakak Saya ke luar kota untuk suatu urusan kakakku menginap dirumah kami. Saat itu sebetulnya saya lumayan kikuk di dalam bersikap dengan kakakku (mengingat kami udah berjanji). Lalu pada malam itu kami lagi tidur di dalam sekamar. Kami sama-sama kikuk. Aku terlampau gelisah dan tidak bisa tidur, saya memperhatikan begitu terhitung kakakku.

?Belum tidur Tok..??? kata kakakku.
?Iya nih kesusahan banget tidurnya..? jawabku.

Lalu tiba tiba kakakku pindah keranjangku sambil berbisik.

?Pingin.. Ya..?
?Tapi kan udah janji..?
?Nggak apa deh Mbak terhitung lagi pingin nih? katanya sambil capai kontolku.

Akupun tak menginginkan kalah langsung kulucuti bajunya langsung pula kuraih susunya dan saya jilati putingnya. Kini ia merosot sampai bawah perutku dan langsung memasukkan kontolku ke di dalam mulutnya. Segera saya menggenjotnya lantas ia menahan pinggulku agar menghentikan genjotanku.

Lalu ia berkata, ?Masukin sini aja tok..? katanya sambil menunjuk memeknya.

Wah asyik nih.. Ini yang saya menanti menanti pikirku. Maka langsung saja saya menyita posisi siap tembak. Lalu pelan-pelan Mbak Atik mengarahkan kontolku ke memeknya. Aku bisa merasakan betapa sempit dan hangatnya vagina kakakku ini.

?Pelan pelan Tok.. Agak sakit..?
?Soalnya mempunyai kamu lebih gede dari mempunyai Mas Ari..?

Memang sih saya bisa merasakan sempit sekali dan tetap berasa seperti kretek.. kretek.. Lama-lama saya goyang terus dan saya lagi bertanya.. ?Enak nggak Mbak??
Lalu ia menjawab, ?Iya Tok udah mulai sedap lebih mulai dari mempunyai Mas Ari..?

Aku genjot terus sampai kira kira lima belas menit selagi mau nampak tiba tiba ia berbisik.

?Jangan di keluarin di dalem tok nanti saya hamil anakmu..?

Maka disaat saya menginginkan orgasme cepat-cepat saya cabut dan saya kocok di atas perutnya agar pejuhku menyembur ke perut dan susunya.

Hari itu kakakku menginap di rumahku selama seminggu jadi setiap malam saya puaskan birahiku dengan kakakku sampai pagi. Akhirnya saya bisa benar benar menikmati vagina kakakku tanpa risau perawannya rusak. Untuk merawat agar tidak hamil saya selalu tumpahkan pejuhku di luar dan kadang kadang dimulutnya. Berbagai macam gaya dan variasi saya praktekkan dengan kakakku namun dengan pelan pelan taku didengar Ayah Ibu. Kakakku ini nafsunya terlampau besar seperti ibuku ia maunya tiap malam tentu mengajakku untuk mengulanginya lagi.

Sekembalinya kakakku ke rumahnya saya lagi kesepian. Sekarang hari hariku kuisi dengan mengintip ibuku yang tetap tampak seksi di usianya yang kepala lima sambil onani, namun aktivitas ini kuanggap mengasyikkan terhitung saya makin betah tinggal di rumah, kadang jikalau siang saya lihat Ibu tidur siang dengan rok yang menyingkap menginginkan sekali saya meraba pahanya yang mulus namun saya tidak berani melaksanakan itu. Sesudah itu saya melaksanakan onani di kamarku sepuas puasnya.

Pernah suatu selagi saya kepergok ibuku selagi onani dan saya lupa mengunci pintu kamarku. Ibu nyelonong masuk saya cepat-cepat menutupi kontolku dengan bantal. Ibu pura pura tidak memahami dan berkata, ?Ibu kira kamu keluar.. Tok?
Sejak selagi itu saya selalu mengunci kamarku jika menginginkan onani. Kini saya selalu menanti selagi selagi kakakku bisa menginap di tempat tinggal kami (biasanya satu bulan sekali).