Menggodanya Saat Di Pantai // Part 2

RAKSASAPOKER “Mas Anton… jangan siksa Ika dong… cepet copot baju dan celana mas juga” pinta Ika seperti memelas. “Sebentar sayang, mas sudi membuang air kecil dulu ya” kataku sambil berlalu ke kamar mandi.

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Aku mencopot baju dan celanaku serta celana dalamku sambil mengelus penisku “sabar ya sayang, nanti kukenalkan pasanganmu” kataku bergumam senang. Ika terpekik tertahan lihat kondisiku yang bugil, sambil menutup mulutnya.

“Mas Anton… kok gede banget penisnya? kira-kira muat gak ya unya saya?” tanyanya. “Kamu masih perawan Ka?” tanyaku mendekatinya. “Udah enggak sih… semata-mata dah lama gak kemasukan, lebih-lebih segede miliki emas?” jawabnya senyum dikulum.


“Ya sudah nikmatin dulu deh miliki emas ini ya” kataku sembari menyodorkan penisku ke wajahnya. Ikapun bangkit dan menyentuh penisku sembari dijilatinya, kemudian memasukkan batang penisku ke dalam mulutnya, muncul sesak tatkala dia memasukkan batangku.

Aku tersenyum melihatnya terbelalak-belalak. “Cape nih mas mulut Ika, pegel!” protesnya. “Ya udah, saat ini giliran emas sudi cium vegi Ika ya” kataku meredakan protes Ika. Kemudia Ika ulang tiduran sembari mengangkangkan ke-2 pahanya, kudekatkan kepalaku di selangkangan Ika yang sesungguhnya luar biasa bersihnya kemaluan ika bersama dengan rambut sedikit dirapikannya, kumulai mengulum kemaluan Ika. Kedua tangan Ika menjambak rambut di kepalaku. “Achhh… terus masss… yesss… gigit masss…” erang Ika seperti cacing kepanasan. Gila aja cowok goblok itu, barang sebagus ini disia-siakan bathinku bicara sembari terus menjilat dan sesekali kumasukkan lidahku kedalam liang vegi Ika. “Maasss… aaakkkuu… nyammpeee…!” jerit Ika sembari menghimpit kepalaku ke dalam vaginanya. Tubuh Ika bergetar hebat, dari lubang kemaluan Ika muncul lendir orgasme yang lansung tak kusia-siakan untuk menyedotnya ternyata gurih sekali cairan orgasme Ika. Setelah lebih dari satu selagi Ika tergolek lemas seperti tak bertenaga, kudekati Ika dan berbaring di sisinya, kukecup keningnya dan kubelai rambut Ika, “Gimana rasanya sayang?” tanyaku. Ika tak menjawab, cuma tatapan sendu serta senyuman Ika yang mewakili sejuta kata-kata yang mewakili dirinya capai puncak kenikmatan. DAFTAR ID PRO PKV


Kemudian aku bangkit, melumuri penisku bersama dengan air ludah, agak kuangkat Ika untuk agak menepi dari ranjang. Perlahan aku arahkan penisku ke tengah selangkangan Ika. “Pelan-pelan ya mas…” pinta Ika memohon. Pertama ku sibak bibir vagina Ika, kemudian kutempelkan kepala helm penisku di tengah vaginanya, perlahan-lahan kudorong masuk ke dalam. Dengan orgasmenya Ika tadi, seolah sudah siap untuk menerima kedatangan penisku, tetapi tetap saja agak sempit.

Kulihat Ika agak meringis, “Kenapa Ka?, sakit ya?” tanyaku. “Sedikit mas, tetapi gak pa pa kok, Ika tahan”. Aku gak sudi buru-buru, sedikit demi sedikit kukeluar masukkan batang penisku ke dalam vagina Ika. Setelah masuk setengah, kudiamkan sejenak untuk memberi selagi vagina Ika sesuaikan bersama dengan batang penisku, kulihat Ika menatapku, “Kenapa berhenti mas? aku dah merasa merasa enak kok rasanya” kata Ika sedikit protes atas perbuatanku. Memang aku penjahat kelamin, kata teman-temanku, sesungguhnya aku sendiri gak sepakat sebab menurut diriku sendiri aku adalah penyayang kelamin, gak sudi asal aja make love dan wanita merasa sakit, sebab prinsipku hubungan sex itu adalah kepuasan pada dua insan berlainan jenis.
Setelah kulihat Ika sudah terbiasa bersama dengan penisku, mulailah kumaju mundurkan senjataku tersebut, sambil melirik Ika. Ternyata Ikapun sudah menikmati muncul masuknya penisku di vaginanya. Sekitar lima menit kemudian Ika kontraksi, rupanya dia sudah sudi capai orgasme lagi. Massssss…akkkuuu… nyammmppeee… erangnya sambil memeluk erat tubuh serta menjepit keras pinggulku. Aku imbangi orgasme Ika bersama dengan menancapkan batang penisku dalam-dalam.

“Gimana sayang?” tanyaku. “Waduh mas luar biasa deh” jawabnya sambil terengah-engah. Kemudian Ika aku suruh telentang di atas rajang, kemudian aku naik di atas tubuh Ika, kujilati kira-kira payudara Ika yang sesungguhnya sudah basah oleh keringatnya. Kemudian kusuruh ke-2 tangan Ika untuk menjepit ke-2 payudaranya, sehabis itu batang penisku aku tusukkan di tengah jepitan payudaranya. Ika tersenyum memahami bersama dengan perbuatanku dan menanyakan “Kenapa gak dikeluarin di dalam vagina Ika aja mass?” tanyanya. “Enggaklah, nanti anda hamil lagi” jawabku. Ikapun tersenyum manis. Kukocok kemaluanku di jepitan payudara Ika, tak berapa lama merasa tersedia suatu hal yang dapat meledak dari ujung kemaluanku, Ika menengadah ke arah payudaranya, “Kaaa… masss sudi sammmpe juga nihhh…” erangku. Kulihat Ika terhubung mulutnya, seolah sudi menampung muncratan orgasme ku. Melihat hal itu buru-buru ku copot penisku dari jepitan payudara Ika dan kumasukkan ke mulut Ika, disambutnya penisku dan di kulumnya. Meledaklah semua spermaku di mulut Ika sampai tetes mani terakhir. “Enak kok mas, gurih… Ika seneng sama sperma emas?” kata Ika sambil tersenyum. Akupun seperti habis berlari berpuluh-puluh meter, nafasku tersengal tetapi senyumku masih bisa kupaksakan untuk Ika. Kupeluk tubuh bugil Ika, kuciumi wajah, pipi, dan kamipun beciuman mesra, kamipun tertidur pulas sampai pagi tanpa sehelai benang nempel di ke-2 tubuh bugil kami.

Pagi pun merangkak ke siang, aku terjaga dan kulihat di sebelahku Ika sudah tidak ada. Dengan perasaan malas aku bangun dan menuju ke kamar mandi. Sesampai di sana kulihat Ika membelakangi pintu dan tengah menyikat gigi, perlahan kudekati dan kupeluk dari belakang, tak lupa tanganku datang di ke-2 buah dada Ika.

“Eh dah bangun ya mas?” sapa Ika. Kurasakan penisku menegang lagi, bersama dengan posisi demikian kurenggangkan ke-2 kaki Ika dan perlahan kumasukkan penisku dari belakang. Ika mengerang lirih dan berpegangan terhadap tepi bak mandi, sampai kelanjutannya Ika capai orgasmenya.
Setelah itu ia jongkok di depanku dan merasa mengulum penisku sampai capai orgasme yang ditelan Ika sampai habis.

Setelah mandi dan sarapan, kami berdua bersantai di beranda depan losmen. Kemudian Ika menanyakan bersama dengan perasaan sedih, “Mass, kira-kira besok-besok gimana ya hubungan kita..” tanyanya sedih. “Mau anda gimana Ka? balasku menanyakan lagi. “Mau Ika kami gak buru-buru putus mas, sehabis moment semalam sampai hari ini, kayaknya Ika senang deh sama mas Anton?” katanya sambil merasa meneteskan air mata. Aku bangkit dan memeluk dirinya, ku elus punggung dan rambutnya. “Mas juga sama kok perasaannya bersama dengan anda sayang” kataku menghibur. “Kita lihat besok aja ya, dan aku janji tetap menghubungi anda ya Ka.” kataku kemudian. Ika cuma mengangguk lemah.AgenBandarCeme

Sejak itu sesuai bersama dengan janjiku, aku tetap mengunjunginya dan kami masih berhubungan intim terus, seandainya tidak di kostanku ya di kostnya Ika. Sampai suatu selagi dia bilang jikalau dilamar oleh cowoknya yang dulu, di mana cowoknya sudah mengakui kesalahannya dan berjanji tidak dapat menyakiti Ika lagi. Aku pun agak goncang, tetapi gimana lagi, aku sendiri masih kuliah, masih nodong orang tua, selagi cowok si Ika sudah bekerja, kelanjutannya kuihklaskan kepergian Ika. Sebelum berpisah Ika kuajak ke Tawangmangu sepanjang dua hari, berdua memuaskan hasrat sebelum akan berpisah. Memang Ika sendiri tidak bisa menampik cowok tersebut yang masih juga famili jauhnya, sehabis kunasihati kelanjutannya Ika sudi memahami dan menerima lamaran cowoknya.
Kini aku jomblo lagi, selagi cewekku dulu sudah aku putus kemarin-kemarin, yah semoga bro-bro masih sudi membaca kisah petualanganku yang lain di lain cerita.