Memuaskan Mbok Dan Mbah Ku // Part 2

                 
RAKSASAPOKER Mengetahui penisku telah menegang sempurna, mak menyuruhku menindih tubuhnya layaknya mbah tadi . 

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Tangannya menuntun penisku untuk memasuki lubang memeknya. Aku telah tahu dan aku langsung menekan batang penisku dikala menjadi penisku telah menjadi memasuki lubang hangat.

?pelan-pelan, sakit,? kata emak.
Aku turuti perintahnya dan pelan-pelan kutekan penisku memasuki lubang memeknya yang terhitung menjadi hangat dan menjepit.


Setelah semua masuk aku menjadi menggenjot. Nikmat luar biasa dan aku lupa pada kondisi sekeliling. Perhatianku hanya tertuju pada kenikmatan yang sekarang tengah menjalar ke semua tubuhku.

Aku tetap menggenjot makku sampai dia berteriak-teriak layaknya orang kesakitan. Tapi dikala aku tanya dia mengkomandoiku sehingga jangan berhenti dan tetap menggenjot. Mak ku telah layaknya orang hilang ingatan. Badannya kelojotan dan bergerak tidak karuan sampai beberapa kali penisku terlepas dari memeknya. Dia buru-buru raih penisku untuk dimaskukkan lagi ke lubang memek. Tiba tiba dia berteriak ? aaaaaah aaaah aduhhh aaaaah aduh. ? kedua tangannya menarik pantatku sehingga semua batang penisku tenggelam. Aku turuti kemauannya dan penisku menjadi layaknya berkali-kali dicengkeram oleh memeknya. Aku berdiam sampai agak lama, sampai tidak tersedia lagi kurasakan kedutan di lubang memeknya.

Sepertinya mak ku telah siuman. Dia kutanya dengan penuh keheranan, apakah kesakitan. Dia menggelengkan kepala sambil tersenyum ditariknya wajahku ke wajahnya dan diciuminya semua wajahku. Penisku tetap tertancap dalam memeknya. Naluriku mendorong aku melaksanakan lagi gerakan naik turun layaknya tadi. Mak lagi mendesah-desah dan menjerit kecil. Aku pun tambah stimulus memompa dan birahiku tambah terangsang mendengar erangan itu. Sepertinya aku akan lagi merasakan sperma akan terlihat , gerakanku tambah kupercepat dan mak tambah keras mengerang, sampai kuingat mbahku mengusap-usap rambut emakku. Aku tidak perduli apa-pun terkecuali langsung raih puncak kenikmatan. DAFTAR ID PRO PKV


Ketika puncak kenikmatan terlihat kubenamkan dalam-dalam penisku ke dalam memek mak dan ku tembakkan spermaku berkali-kali. Mak ku menarik tubuhku rapat rapat dan kurasakan penisku dijepit-jepit. Luar biasa sensasi kenikmatan yang kurasakan.
Aku berdiam sebentar sampai akhirnya penisku terlihat dengan sendirinya dari lubang memek gara-gara menyusut. Aku tergolek di samping emakku dan rasa lemas dan ngantuk yang luar biasa. Kulihat makku telah tertidur dan mendengkur halus. Mbah melaksanakan tugasnya membersihkan penisku dan memek mak ku. Selanjutnya aku tidak ingat lagi.

Aku terbangun gara-gara desakan ingin kencing. Di sisi dapur tempat tinggal kita sebetulnya tersedia semacam wc kecil tertentu untuk membuang air kecil. Penisku menegang menghambat desakan ingin kencing, tetapi setelah air seni dilepas, penisku tetap selalu gemuk. Dia tambah keras dikala aku mengingat perihal yang baru aku alami.

Ketika aku masuk aku memandang mak dan nenekku tidur tanpa penutup di anggota bawah. Makku telah terkapar, tetapi nenek ku tetap manyapaku untuk tidur di sebelahnya. Aku turuti dan aku langsung tidur memeluk nenekku, tanganku langsung meremas kedua bongkahan payudara nenek yang menjadi tetap kenyal. Puting susunya aku pelintir-pelintir dan kadang kala aku usap. Nenek merintih ? rintih aku perlakukan begitu. Dia lantas memintaku untuk menindihnya lagi. Aku telah tambah tahu dan kuarahkan penisku ke lubang di anggota bawah badannya. Pelan-pelan aku tekan sehingga melesak lah semua penisku ke dalam memeknya.

Awalnya aku menggenjot perlahan-lahan, tetapi bersamaan dengan erangan nenek aku menjadi tambah bersemangat menggenjot lebih cepat. Nenek sama layaknya mbok ku, dia menjerit jerit nikmat dan lantas kedua kakinya merangkul pinggangku erat sekali sampai aku tidak sanggup bergerak. Kurasakan memeknya berkedut-kedut. Aku tidak bergerak sampai nenek melonggarkan kuncian kakinya. Aku lagi mengenjot nenek dengan gerakan lamabat dan cepat. Tidak lama lantas nenek lagi mengunci tubuhku dan aku lagi merasakan penisku dijepit-jepit oleh memek mbah. Seingatku pada pas itu mbah berkali-kali begitu sampai akhirnya dia memintaku berjenti, gara-gara katanya dia telah tidak kuat dan badannya lemas.

Aku tetap penasaran gara-gara belum raih puncak, Kulihat emakku tergeletak mengangkang. Aku beralih menindih mak. Dia terbangun hanya dengan mengakses matanya. Sementara itu penisku telah masuk kedalam memeknya. Aku tidak perduli apakah makku telah bangun atau tetap setengah tidur. Aku tetap menggenjot sampai lantas mak terhitung merintih-rintih. Mak tak lama lantas terhitung mengunci tubuhku dengan lilitan kedua kakinya sehingga aku tidak sanggup bergerak. Padahal aku menjadi telah nyaris raih puncak kenikmatan. Terasa memek makku menjepit ketat sekali berkali-kali. Ketika kuncian kakinya agak longgar aku memaksa menggenjot lagi sampai menjelang aku puncak makku lagi melilitkan kakinya dan aku dengan paksa tetap menggenjot meski gerakkannya pendek. Tapi itu telah sanggup menghantar puncak knikmatanku. Aku mengejang-ngejang menyemprotkan mani ke dalam memek mak dan mak mengunci tubuhku ketat sekali dan kedua tangannya terhitung memelukku erat sekali.

Aku tertidur sebentar dan terbangun gara-gara menjadi geli di penisku. Kulirik ke bawah ternyata mbah tengah duduk dan mempermainkan penisku. Keadaan tetap gelap. Aku kemungkinan baru tertidur satu jam, tetapi penisku telah berdiri lagi. Malam itu aku bermain berkali-kali sampai hari agak terang kemungkinan aku telah melepaskan spermaku 5 kali.

Paginya kita layaknya biasa mandi dengan dan saling menyabuni. Aku tidak berani menanyakan banyak, gara-gara mereka sama sekali tidak menyinggung moment tadi malam. Mak ku hanya mengingatkanku sehingga menjaga rahasia tempat tinggal tangga. Hari itu aku tidak sekolah gara-gara apa aku lupa, apakah gara-gara hari minggu atau hari libur sekolah. Mak dan Mbah setelah selesai membereskan urusan tempat tinggal tangga mereka mengakibatkan masakan sederhana, lalu kita sarapan pagi. Hari itu seingatku mak dan mbah tidak ke sawah, tetapi tambah masuk kamar tidur-tiduran.

Aku yang menjadi badanku lelah terhitung tertarik untuk gabung tidur dengan mereka. Kelanjutannya aku lagi ngembat mak dan mbah sampai aku terlihat 3 kali. Kami sempat tidur sebentar sebelum bangun gara-gara lapar di siang hari.

Mak dan mbah hanya mengenakan kemben sarung mempersiapkan makan siang, Kami makan siang di amben daerah tidurku. Perutku menjadi kenyang dan mata lagi mengantuk.
Aku memilih tidu di kasur empuk tempatnya mak dan mbah biasa tidur. Entah berapa lama aku tertidur lalu terbangun gara-gara menjadi tersedia yang menggelitik di kemaluanku. Ternyata mak dan mbahku memainkan penisku. Mereka berdua menimang-nimang penisku. Akhirnya sampai pas petang aku sempat menyemprotkan dua kali spermaku.

Malamnya aku tetap sempat menyemprotkan sperma setelah bergantian menindih mak dan mbahku. Selanjutnya nyaris tiap malam aku kudu melayani nafsu kedua orang tuaku sampai aku dewasa. Kami menyimpan rahasia itu serapat mungkin. Herannya mak dan mbahku tidak sampai hamil oleh pertalian kami. Mereka punyai resep rahasia untuk melaksanakan KB.
Meskipun keluarga kita miskin. Tetapi kehidupan kita terlalu bahagia. Aku meneruskan seolah sampai akhirnya sanggup raih S-1. Sejak aku kuliah aku jarang bersua mereka, gara-gara kau kudu pindah ke kota. Tapi tiap-tiap bulan aku mengunjungi mereka dan menggunakan pas akhir pekan dengan melampiaskan nafsu.

Sejak aku kuliah aku sempat merasakan beberapa memek cewek yang sebaya dan lebih muda dari ku. Harus dianggap bahwa memek cewek-cewek ku tetap kalah nikmat dibanding memek mak dan nenekku.
Nenekku meski usianya lantas telah memasuki 50 th. dan telah menopause, tetapi kelegitan memeknya tetap luar biasa. Mak ku memeknya terhitung legit banget. Mungkin gara-gara tubuh kedua orang tuaku yang kencang dan tidak gemuk, maka berpengaruh pada jepitan memeknya. Selain itu terkecuali kuperhatikan cairan memek mereka agak kental dan lengket, berbeda dengan cewek-cewek lainnya yang lebih cair dan licin.

Sejak aku kuliah aku membawa berbagai teknik baru dalam terjalin dengan mereka layaknya mengoral dan melaksanakan persetubuhan dengan berbagai posisi. Mulanya mak dan Nenek risih dikala kujilati memeknya, tetapi lama-lama gara-gara nikmat mereka menjadi ketagihan.