Majikan Paruh Baya Ganteng // Part 2

RAKSASAPOKER Dengan charger di tangan, saya bergerak ke anggota belakang Hotel dan melacak cottage Bu Sherly. Di malam hari suasana cottage itu syahdu benar, dengan tanaman rindang, 

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
lampu redup di seputar cottage dan deburan ombak laut tak jauh berasal dari cottage. Aku mengetuk pintu cottage.

?Masuk saja, tidak dikunci!?terdengar nada Bu Sherly. Aku tak berani segera masuk. Ragu saya berdiri di depan pintu.
?Masuk, Albert? nada Bu Sherly agak meninggi, setengah memerintah.


Aku mendorong pintu, Bu Sherly berdiri di dekat jendela yang menghadap ke pantai dengan segelas soft-drink dengan rambut terurai dan senyum manis. Berdebar saya melihatnya, tank-top merah ketat yang dikenakan melepaskan lekuk-lekuk dadanya terlihat jelas. Belahan dada yang indah itupun tak terseumbunyikan. Aku menatap kakinya yang jenjang, Short putih yang teramat pendek itu menyajikan sepasang paha mulus yang kencang.
?Ini chargernya, Bu Sherly, saya taruh sini,ya!? kataku gugup. Bu Sherly terjadi menghampiriku. Iya ampun! cara terjadi itu, demikian menggetarkan dada. Seksi banget orang satu ini.
?Kamu nampak gugup,? kata Bu Sherly tenang, menatapku dengan pandangan penuh, tak dulu dia memandangku sedemikian rupa sebelumnya.
?Lihat sekeliling. Sebuah kamar yang nyaman dengan lampu redup, dan nada debur ombak. sempurna sekali, bukan?? Kata Bu Sherly dalam kerlingnya. Aroma wangi-wangian mahal itu menyergap hidungku. Aku tak jelas Bu Sherly berkata apa, namun saya menjawabnya.
?Ya, benar. Sempurna,? kataku. Aku mundur lebih dari satu langkah. Bu Sherly tambah dekat ke arahku.
? Apa yang anda pikirkan sekarang?? tanya Bu Sherly. Wajahnya tak jauh berasal dari wajahku.
?Saya?eh?saya, wajib segera balik. Saya tidak inginkan mengganggu kesempurnaan suasana ini? kataku.
?Begitu?? kata Bu Sherly pelan, meletakan gelas di meja yang tersedia di sebelahnya. ? Kalau begitu, balikkan badan dan tutup pintu itu,? katanya kemudian, Aku menuruti perintahnya. Aku membalikan badan, dan menutup pintu.
?Tidak begitu, Albert. Tutup berasal dari dalam, bukan berasal dari luar!? ujarnya Bu Sherly.
?Aku terkejut.?Dari dalam?maksud Ibu???
?Iya, berasal dari dalam. Dan kau tetap disini. Kita hanya berdua di kamar yang romantis ini. Tidak bisakah kau menyaksikan ranjang itu? tidak kah kau jelas kenapa saya memanggilmu ke sini? tidak bisakah kau menyaksikan betapa saya menginginkanmu??

Aku diam terpaku. Tapi tersedia benda yang mulai mulai mekar di selangkanganku. Bu Sherly mendekatiku dan mengalungkan kedua tangannya ke leherku. ?Panggil saja saya Sherly saja. Bawa saya ke ranjang itu, saya inginkan anda cumbui aku. bercintahlah denganku. Aku ingin sekali!? Belum sempat saya mengucapkan sepatah kata. Bibir Sherly ?telah mendarat di bibirku. ?Dilumatnya saya dengan rakus dan beringas. Entah kenapa saya tak kembali ragu. Aku pun membalas lumatan bibir itu dengan tak kalah beringas. Sungguh manis dan segar bibir itu. Sherly segera melepaskan kaosku dan melepaskan tank-topnya sendiri, mengimbuhkan dada indah nya telanjang. Aku segera menyergap dada indah itu. Kukulum kan dan kuhisap habis-habisan puting susu Sherly. Aku percaya itu yang dia puas dan dia senang sekarang, dan saya benar. Dia menggerang dan mendesah dan melepaskan saya mengeksplorasi dada dan lehernya dengan bibir dan lidahku. Kukulum lembut puting merah jambu itu dan kuremas-remas dengan ritme yang lembut pula. Tubuh Sherly bergetar hebat, dengan ciuman bertubi-tubi dan stimulan dadanya pula, dia menggerakan saya ke arah ranjang dan menindihku dengan gencar, masih dengan ciumannya yang tambah beringas.

?Susuku, saya senang kau hisap putingku lagi, telusuri sekujur dadaku, dan bikin saya nikmat dan melayang, Albert!?
?Kau bakal dapatkan yang anda mau, Sherly? kataku tersenggal.

Kuberi Sherly jilatan-jilatan rakus di puting dan seputaran susunya. Dia membalasnya dengan gerakan yang benar-benar terlatih dan terampil. Dibalasnya saya dengan menghisap dan menggigit kecil putingku, dan debur ombak pantai Kuta layaknya mendadak membimbing Sherly untuk memintaku melepaskan celana pendek yang dikenakan itu, dan dia tak sabar mendukung saya melepaskan celana jeansku. DAFTAR ID PRO PKV


?Lepas celanaku, Albert. Lepas dan beri saya kejantananmu,?Sherly mendesah saat mulai kuraih celana itu untuk kulorotkan. Tempik indah dan manis perempuan Cina itu menyembul dengan kerumunan rambut halus yang menyemut di sekitarnya.
?Kamu senang saya menggerayangi ini dengan lidahku?? tanyaku.
?Itu yang saya mau. Do it!? kata Sherly

Dia mendukung dirinya sendiri terlentang dan meraih kepalaku. kubenamkan wajahku di tempik Sherly dan kumainkan lidahku, merangsek sedalam mungkin ke seantero vagina yang basah dan lapar itu. Sherly merintih, mengerang, mendesah dan mengaduh nimat. ?Ohhhh! ?ooouhhhh! ouuuhhh, Albert! That?s good. Terussss. Terusss. Ouhhh!? Sherly terus mengerang di pada debur ombak pantai. Sejenak kemudian, dia mengangkat kepala dan meraih penisku. ?Sekarang kau wajib merasakan balasanku,? sloroh Sherly, dia menelan bulat-bulat penisku dan mengulumnya penuh nikmat. Dia pun menarik penisku maju mundur mulai berasal dari kecepatan rendah, tengah dan kecepatan tinggi dengan jepitan mulutnya. Aku terengah-engah dibuatnya. Sungguh pakar perempuan ini mengimbuhkan kenikmatan pada penisku. Benar-benar mabuk saya dibuatnya. Tak sabar kembali aku, libidoku udah naik ke ubun-ubun. Aku menindihinya, menyerang susunya sekali kembali dan membawa dampak Sherly menggelinjang liar di daerah tidur itu. Sherly lebih tak sabar lagi. dia membetot penisku dan membantuku melacak tempik basahnya.

?Senangkan aku, bahagiakan aku, Albert. Aku senang anda sejak pertama saya menyaksikan kamu?
?Kamu benar-benar banyak meminta, Sherli? kataku.

Kubenamkan penisku ke dalam vaginanya yang basah menantang. Kupompa dengan penuh kelembutan dengan gerakan yang kusesuaikan dengan debar nafas Sherly. Kubiarkan penisku melacak titik-titik nikmat vagina Cina seksi ini. Kuberi dia bonus gigitan-gigitan kecil diputingnya dan sekujur susunya. ini membawa dampak Sherly puas bukan main. Tak bisa kujelaskan rintihan desahan dan erangan Sherly.

Aku dan Sherly bercinta semalam suntuk. Sherly cuma memberiku istirahat sejenak sebelum akan dia mulai menyerang saya lagi. Dia punya banyak tehnik permainan yang membuatku terperangah. Dan dia tetap meminta, meminta dan meminta. Ini membawa dampak saya wajib mengimbanginnya terus, berapa kalipun dia memintanya.

Kami berada di Bali seminggu penuh. Sherly pandai bikin alasan untuk tidak wajib mampir ke kantor Cabang. Dia cuma senang saya mencumbunya terus dan terus ga ada habis. pada malam paling akhir sebelum akan kami pulang ke Jakarta. Aku dan sherly bercinta di dalam sleeping-bag selepas tengah malam di pantai yang sunyi.

Begitu pulang ke Jakarta, Sherly terus minta saya memuaskannya dikamar rumahnya saat Pak Ando dan seisi rumah tengah keluar, dan dimana saja. Kami pergi ke hotel di Malang, Jogja, Madiun, Bandung bahkan Singapura. Sering pula Sherly minta saya mencumbunya di dalam mobil dimana saja dia menjadi horny. Aku tak jelas kapan ini bakal berhenti. Sepertinya Sherly tak bakal dulu inginkan untuk mengakhiti ini semua.