Majikan Paruh Baya Ganteng // Part 1

RAKSASAPOKER Sebuah cerita dewasa yang sangat menggairahkan yakni kala berhubungan sex dengan wanita 1/2 baya yang bisa memicu kami menjadi lebih bergairah dan sangat bernafsu. 

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Tulisan di bawah ini menceritakan pertalian sex antara seorang supir dengan majikannya yang cantik dan genit serta haus dapat belaian seorang lelaki, mari kami lihat cerita di bawah ini.

Aku sangat lemas mendengar ketentuan pihak manajemen perusahaan. Bulan selanjutnya perusahaan telah mengemukakan rencananya untuk kurangi sejumlah karyawan, juga pengemudi.


Hari ini aku juga yang kena di PHK. Istriku tak banyak bicara dikala kutunjukan surat pemutusan pertalian kerja yang diberikan oleh perusahaan. Dia hanya memandangi bayi kami yang baru saja berusia tiga bulan. Terbayang di pikiran kami bagaimana cara menghidupi bayi kami ini tanpa adanya pekerjaan. Uang pesangon yang diberikan oleh perusahaan tak seberapa jumlahnya pasti tak dapat bertahan lama.

Aku pun menjadi berupaya untuk memperoleh pekerjaan, selama seminggu aku menyibukan diri dengan iklan lowongan pekerjaan di koran dan mendatangai beraneka macam perusahaan untuk mencari kerja. Hasilnya nihil dan aku pun menjadi di mana ulang aku wajib melamar pekerjaan. Untungnya sorenya istriku mempunyai kabar gembira. Majikan pak Mady butuh supir ?baru segera, gara-gara pak Mady, laki laki tua yang tinggal tidak jauh berasal dari rumah kami kena stroke. Pak Mady pun wajib butuh banyak istirahat keseluruhan dan berhenti menyupir untuk majikannya. Istriku mengangsurkan secarik kertas bertuliskan nama dan alamat majikan Pak Sulaiman.Besok paginya aku langsung meluncur ke rumah Pak Ando, mantan majikan Pak Mady. Rumah Pak Ando luar biasa besar dan mewah. Pembantu Pak Ando membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan aku menunggu di area tamu. Kemudian Pak Ando menemuiku. dia seorang laki laki Cina tua, bos sebuah perusahaan Bahan baku kampas rem mobil di Jakarta.

?Kamu tetangga Pak Mady?? tanya Pak Ando.
?Benar, Pak Ando. Nama aku Albert?
?Kamu kelihatan muda sekali. Berapa umurmu?? tanya Pak Ando.
?Umur aku 25 tahun, Pak?
?Sudah lama jadi supir??
?Saya telah 3 th. jadi supir di perusahaan lama aku Pak.?
?Kenapa anda keluar berasal dari perusahaan lama kamu?? tanya Pak Ando
?Perusahaan tengah mengalami penurunan dan kurangi sejumlah karyawan, Saya pun di PHK?
?Ooh oke, Albert. Langsung saja, anda aku menerima bekerja di saya. Kamu dapat jadi supir spesial istri saya. Istri aku adalah Area Manager perusahaan. Dia wajib banyak berkeliling ke cabang-cabang perusahaan di kota-kota lain di Jawa dan di Indonesia,? jelas Pak Ando.? Gaji tiga bulan pertama Rp 2.2 juta. Setuju??
?Setuju, Pak?
?Kamu menjadi kerja hari ini? kata Pak Ando DAFTAR ID PRO PKV


Seminggu telah aku jadi supir Nyonya Ando. Dari karyawan kantor, aku jelas nama Nyonya Ando adalah Sherly, sebuah nama yang elok. Di kantor, para karyawan demikianlah segan dan hormat padanya, dan tak dulu tersedia yang bicara tidak baik tentang perempuan luar biasa ini. Di mobil, dikala tak tengah menelepon, Bu sherly tak banyak bicara. Seperti pagi ini di dalam perjalanan ke Bandung, menuju ke kantor cabang. Dia hanya bicara beberapa patah kata bilamana aku sangat cepat dan sangat pelan mengemudi.

Kami hingga di Bandung sebelum saat tengah hari. Bu Sherly langsung memimpin rapat para karyawan. Aku sendiri langsung menuju warung makan di depan kantor. Setelah 3 jam menunggu, perutku mulas. Pasti gara-gara aku umumnya makan sambal pecel lele. Aku mencari WC. Kata Karyawan kantor, WC supir tersedia di anggota belakang. Aku langsung ?menyelinap kebelakang mencari WC yang dimaksud, lewat lorong-lorong sempit ?tumpukan stok barang perusahaan.Setelah selesai dengan urusanku di kamar kecil, aku punya niat ulang ke depan lewat lorong-lorong sempit yang tadi aku lewati. Dinding tidak benar satu lorong itu ternyata adalah Kaca tidak benar satu area kantor. Tirai dinding kaca itu terbuka sedikit, dan tak sengaja berasal dari celah kecil itu aku lihat sebuah adegan seru, yang telah pasti bukan kegiatan kantor terhadap umumnya. Seorang laki laki muda tengah asik memeluk, mencium dan dengan lidahnya menelusuri dada perempuan yang aku kenal betul, yakni Bu Sherly. di atas sebuah sofa diruang kantor kepala pemasaran cabang Bandung. Bagian atas blus Bu Sherly terbuka lebar, menampakkan dadanya yang penuh di balik BH yang terurai sebelah. Bu Sherly kelihatan begitu menikmati itu. kepalanya terdongak dengan mata terpejam bibirnya terbuka. Kalau tak tersedia dinding kaca ini, aku pasti bisa mendengar desah desah nikmatnya. Aku terpaku menikmati adegan kecil di celah sempit itu. Tak sengaja lututku menyentuh tumpukan stok barang. setumpuk kampas rem yang telah terbentuk terjatuh dan menimbulkan suara yang pasti terdengar berasal dari di dalam ruangan. Kulihat aksi Bu Sherly dan laki laki itu terhenti seketika. Aku lari menjauh, tak wajib repot-repot menata ulang barang yang jatuh.

Satu jam lantas Bu Sherly keluar berasal dari kantor dan minta balik ke Jakarta. Aku tak berani banyak bicara di dalam mobil. Bu sherly juga tidak, tetapi dia kelihatannya enjoy sekali. Aku bertanya tanya di dalam hati apakah dia jelas aku mengintipnya. Sekitar selang beberapa menit lantas Bu sherly mengeluarkan suatu hal berasal dari tasnya.

?Albert, berapa umurmu?? tanya Bu Sherly tiba-tiba.
?25 tahun, Bu?
?Sudah menikah??
?Sudah Bu, aku miliki bayi umur 3 bulan?
Tiba-tiba Bu Sherly melemparkan satu amplop tebal ke kursi desebelahku. sejumlah lembaran seratus ribuan kelihatan berasal dari ujung amplop yang terbuka.
?Itu untuk anda dan anakmu. 10 juta rupiah!? kata Bu Sherly.
?Untuk saya?? tanyaku heran.
?Iyah, untuk kamu,? tegas Bu Sherly.
?Wah, untuk apa ini ya bu?? tanyaku tak mengerti. Aku melihatnya berasal dari kaca spion. Bisa kulihat Bu Sherly tersenyum berasal dari kaca itu.
?Ini uang tutup mulut. Aku jelas anda mengintip aku tengah bermesraan dengan Dody tadi.
tidak boleh tersedia yang jelas ini. Kalau Pak Ando tahu, itu berarty berasal dari kamu. Dan kau pasti dapat kehilangan pekerjaan. Kunci mulutmu dengan uang 10 juta itu, dan anda selalu bisa bekerja.
Aku terdiam sejenak. Kuberanikan bicara,
?Ibu tidak wajib berikan aku uang itu. Saya dapat tutup mulut. Ibu bisa pegang kalimat saya?
?Tidak! ambil saja! dan jangan bicara lagi!?
Itulah kalimat paling akhir Ibu Sherly. Selebihnya, dia tak bicara lagi. Besoknya aku menyetorkan uang ke tabunganku tanpa sepengetahuan Istriku. Dan selanjutnya, aku menutup mulut rapat-rapat. Hari hari berjalan layaknya biasa, tak banyak yang berubah. Yang sedikit beralih adalah kondisi di di dalam mobil. Belakangan ini Ibu Sherly sering sekali berubah tempat duduk. Kalau umumnya dia duduk pas di belakangku, kali ini dia lebih sering berubah ke kiri. Dia sering kali mengambil pandang ke arahku berasal dari duduknya di mobil. Entah kenapa dia begitu. Yang jelas aku tak dulu berani menatapnya berasal dari balik spion.

Pagi ini aku mengantar Bu Sherly ke bandara Soekarno Hatta. dia dapat bertugas memeriksa cabang Bali selama seminggu. Jadi, selama seminggu ini aku dapat stand-by dikantor Pak Ando sebagai supir cadangan. tetapi selepas siang sebuah sms masuk ke HP-ku. Itu berasal dari Bu Sherly. Bunyinya, ?Supir cabang Bali sakit. Kamu ke Bali siang ini. Sudah aku kirim uang bikin membeli tiket pesawat. Kamu langsung ke kantor Cabang Denpasar?.

Segera aku memperoleh uang tiket dan alamat kantor Cabang Denpasar berasal dari kantor Jakarta. Senang juga rasanya naik pesawat untuk pertama kalinya. 4 jam lantas aku telah berada di Kantor Cabang Denpasar.
?Saya lebih nyaman kalau anda yang nyupir, ?kata Bu Sherly begitu duduk di kursi belakang di mobil Cabang Denpasar. ?Kamu banyak jelas jalan-jalan Denpasar, kan?? tanya Bu Sherly.
?Iya, Bu. Saya menempuh SMA aku disini,? kataku
?Baiklah, langsung ke Hotel santika Kuta Beach,? perntah Bu Sherly

Setelah check-in di hotel, aku sempat membawakan barang ke kamar Bu Sherly, sebuah kamar cottage pas di tepi pantai Kuta.
?Ini uang bikin cari hotel kecil di kurang lebih sini. Mobil anda bawa. HP-kamu wajib stand-by. Kalau aku wajib keluar, aku dapat telepon,? kata bu Sherly
?Baik, Bu!?

Aku mendapat kan Hotel kecil tak jauh berasal dari Santika Kuta Beach. Jam tujuh malam kurang sedikit, setelah mandi, dan mengenakan t-shirt, teleponku bergetar. Bu Sherly kirim SMS.
?Charger aku ketinggalan di mobil. Bisa anda antar ke Hotel?? demikianlah bunyi SMS itu. Aku langsung beranjak. Ketika hingga di hotel, SMS Bu Sherly mampir lagi, ?Kamu telah hingga hotel?
Bisa langsung antar charger ke kamar saya??