Kenikmatan Yang Tak Terlupakan // Part 2

RAKSASAPOKER Tan.. Tan..
Dengan bermalasmalas Tante Githa mulai terbangun. Sebab aku dengan posisi duduk persis di sampingnya, otomatis Tante Githa menyandar ke bahu aku. 

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Dengan perasaan yang sangat kikuk, tidak terdapat lagi yang bisa aku jalani. Dengan usaha sekali lagi aku bangunkan Tante Githa.

Tan.. Tan..
Meski telah dengan mengelus tangannya, Tante Githa bukannya bangun, apalagi saat ini tangannya pas di atas paha aku.


Aduh gimana ini..? gumam aku dalam hati, Gimana nantinya ini..?

Entah setan apa yang sudah hinggap, kesimpulannya tanpa disadari aku telah berani membelai rambutnya serta mengelus bahunya. Belum puas dengan bahunya, dengan sedikit hatihati aku elus tubuhnya dari balik dengan sedikit menyenggol buah dadanya.

Aduh.., adik aku langsung lancang depan. Dengan tegangan besar, nafsu telah kepalang naik, serta dengan sedikit keberanian yang besar, aku dekatkan bibir aku ke bibirnya. Tercium sejenak bau harum mulutnya.

Pelanpelan aku tempelkan dengan gemetaran bibir aku, tetapi anehnya Tante Githa tidak bereaksi apaapa, entah menolak ataupun menerima. Dengan sedikit keberanian lagi, aku julurkan lidah ke dalam mulutnya. Dengan sedikit mendesah, Tante Githa mengagetkan aku. Ia terbangun, tetapi entah mengapa bukannya aku ketakutan malah keluar pujian.

Tante Githa menawan udah ngantuk ya..? Mmuahh..! aku kecup bibirnya dengan lembut.

Tanpa aku sadari, aku telah memegang buah dadanya pada ciuman ketiga.

Tante Githa membalas ciuman aku dengan lembut. Ia telah ahli soal gimana metode ciuman yang nikmat, ialah dengan merangkul leher aku ia menciumi langitlangit mulut aku. 10 menit kami silih berciuman, serta saat ini aku telah mengeluselus buah dadanya yang sekal.

Ahk.. ahk..! dengan sedikit tergesagesa Tante Githa telah menarik celana aku yang tanpa celana dalam, serta dengan kilat ia menciumi kepala penis aku.

Ahkk.. ah..! nikmatnya tidak tergambarkan, Ahkk..!

Aku juga tidak ingin kalah, aku singkapkan dasternya yang tipis ke atas. Alangkah terkejutnya aku, warnanya Tante Githa telah tidak menggunakan apaapa lagi di balik dasternya. Dengan agak kasar aku ciumi gunung vaginanya, terus mencari klistorisnya.

Akh.. akh.. hus..! desahnya.

Tante Githa telah terangsang, nampak dari vaginanya yang membasah. Aku wajib membangkitkan nafsu aku lebih besar lagi.

30 menit telah kami pemanasan, serta saat ini kami telah berbugil ria tanpa sehelai benang juga yang lengket di tubuh kami. DAFTAR ID PRO PKV


Tanpa aku perintah, Tante Githa merenggangkan pahanya lebarlebar, serta langsung aku ambil posisi berjongkok pas dekat kemaluannya. Dengan sedikit gemetaran, aku arahkan batang kemaluan aku dengan mengeluselus di bibir vaginanya.

Akh.. huss.. ahk..! sedikit demi sedikit telah masuk kepala penis aku.

Akh.. akh..! dengan sedikit dorongan, Bless.. ss..! masuk seluruhnya batang kejantanan aku.

Sehabis aku diamkan semenit, secara langsung Tante Githa menggoyanggoyang pinggulnya ke kiri serta ke kanan. Tanpa diperintah lagi, aku majumundurkan batang kemaluan aku.

Akh.. uh.. terus Sayang.., mengapa tidak dari dahulu kalian puasin Tante..? Akh.. blesset.. plup.. kcok.. ckock.. plup.. blesset.. akh.. aduh Tante ingin keluar nih..!

Tunggu Tante, aku pula udah ingin tiba..!

Dengan sedikit hentakan, aku majumundurkan kembali batang kemaluan aku.

Telah 15 menit kami silih berlomba ke bukit kenikmatan, kepala penis aku telah mulai terasa gatal, serta Tante Githa teriak, Akh..!

Bertepatan kami meledak, Crot.. crot.. crot..! begitu banyak sperma aku muncrat di dalam kandungannya.

Tubuh aku langsung lemas, kami terkulai di karpet ruang tamu.

Tante Githa setelah itu mengajak aku ke kamar tamu. Sesampainya disitu Tante Githa langsung mengemut batang kemaluan aku, entah mengapa penis aku belum mati dari tegangnya sehabis menggapai klimaks tadi. Langsung Tante Githa mengakanginya, memusatkan kepala penis aku ke bibir vaginanya.

Akh.. huss..! semacam kepedasan Tante Githa dengan liarnya menggoyanggoyangkan pinggulnya.

Blesset.. crup.. crup.. clup.. clopp..! suara kemaluannya kala dimasuki berulangulang dengan penis aku.

30 menit kami silih mengadu, entah telah berapa kali Tante Githa orgasme. Datang saatnya lahar panas ingin keluar.

Crot.., crot..! walaupun telah memuncratkan lahar panas, tidak lepas lepasnya Tante Githa masih menggoyang pantatnya dengan teriakan kencang, Akh..!

Setelah itu Tante tertidur di dada aku, kami menikmati sisasisa kenikmatan dengan batang kejantanan aku masih terletak di dalam vaginanya dengan posisi miring sebab pegal. Dengan posisi ia di atas, seakanakan Tante Githa tidak ingin membebaskan penis aku dari dalam vaginanya. Begitulah malam itu kami habiskan hingga 3 kali bersetubuh.

Jam 5 pagi aku ngumpatumpat masuk ke rumah aku di sebelah, serta tertidur akibat keGithahan satu malam kerja berat. Begitulah kami melaksanakan nyaris tiap malam hingga Om itu kembali dari kerjanya.

Serta sepulangnya adik aku dari Kalimantan, kami tidak bisa lagi dengan bebas bercinta. Begitulah kami cuma melaksanakan satu kali. Dalam 2 hari itu juga kami jalani dengan menyelinap ke dapurnya. Kebetulan dapurnya yang terdapat jendela itu berketepatan dengan kamar mandi kami di rumah sebelahnya.

3 bulan setelah itu Tante Githa berbadan dua serta sangat bahagia. Seluruh keluarganya memestakan anak yang mereka tunggutunggu 8 1/ 2 tahun. Tetapi entah mengapa, Tante Githa tidak sempat berkata apaapa menimpa kadungannya, serta kami masih melaksanakan kebutuhan kami.