Goyangan Tante Donna // Part 1

RAKSASAPOKER Kejadian ini adalah lebih dari satu berasal dari kisah nyataku, yang berlangsung tidak cukup lebih 4 th. yang lalu.

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Terus terang, saya terlampau menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun, dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini terlampau menarik, bahkan jika ?jam terbangnya? telah tinggi, agar pintar dalam bercinta.

Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, saya miliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut.


Hal ini yang mendorong saya untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ?full body massage?. Uang bagiku tidak masalah, gara-gara saya berasal berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, tetapi kepuasan yang ku bisa jauh berasal dari itu. Sehingga saya tidak menempatkan tarif untuk jasaku itu, diberi berapapun kuterima.?Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, lebih dari satu berasal dari mereka hanya iseng belaka, atau hanya dambakan ngobrol. Di sore hari, tidak cukup lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.

?Hallo dengan Ivan?? suara merdu terdengar berasal dari sana.
?Ya saya sendiri? jawabku.
Dan seterusnya dia mulai bertanya ciri-ciriku. Selanjutnya, ?Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya anda punya?? katanya.
?Yah normal sajalah kurang lebih 18 cm dengan diameter 6 cm.? jawabku.
?Wah cukup juga yach, lalu apakah jasa anda ini juga semuanya,? lanjutnya.
?Apa saja yang anda butuhkan, anda pasti senang dech..? jawabku. Dan yang agak mengejutkan adalah bahwa dia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditonton suaminya. Namun kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.

Akhirnya dia memintaku untuk segera singgah di sebuah hotel ?R? berbintang lima di kawasan Sudirman, tak jauh berasal dari kantorku. Aku menduga bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang bisa membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, sebuah president suite room telah ada di hadapanku. Segera kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih berasal dari 40 th. membukakan pintu untukku.

?Ivan?? katanya.
?Ya saya Ivan,? jawabku. Lalu ia mencermatiku berasal dari atas sampai bawah sebelum akan ia mempersilakan saya masuk ke dalam. Pasti dia tidak dambakan sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.
?OK, masuklah? katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku lihat sekeliling, sebuah TV berukuran 52? tengah perlihatkan blue film. DAFTAR ID PRO PKV


Lalu saya lihat ke arah daerah tidur. Seorang wanita yang kutaksir umurnya tak lebih berasal dari 30 th. berbaring di atas daerah tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum padaku sambil menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. ?Kamu pasti Ivan khan? Kenalkan saya Donna? katanya lembut.
Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku tetap terpana dan mencegah liurku, kala dia berbicara ?Lho kok bingung sich?.
?Akh enggak..? kataku sambil membalas salamnya.
?Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,? katanya.
?Oke tunggu yach sebentar,? jawabku sambil melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya hanya lihat berasal dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera sehabis itu kukenakan celana pendek dan kaos.

Aku melangkah keluar, ?Yuk kami mulai,? katanya.
Dengan sedikit gugup saya menghampiri daerah tidurnya. Dan dengan bodohnya saya bertanya, ?Boleh saya lepaskan pakaianku??, dia tertawa kecil dan menjawab, ?terserah kau saja..?.
Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam keadaan polos, ?Ahk.. ehm..? dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. ?Kamu cantik sekali Donna? kataku lirih.
Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang dulu kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya saya ini. ?Ah anda bisa saja,? kata Donna.

Segera saya masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. Kedua bulatan payudaranya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantung dengan indahnya, di antara keremangan saya tetap bisa lihat dengan terlampau sadar betapa indah kedua bongkah susunya yang nampak begitu terlampau montok dan kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. ?Yaa aammpuunn..? bisikku lirih tanpa sadar, ?Ia terlampau sempurna? kataku dalam hati.

?Van..? bisik Tante Donna di telingaku.
Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, muka cantiknya itu begitu dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu mulai menerpa daguku. Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai berasal dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok, bayangan bundar kedua buah payudaranya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang nampak begitu menonjol berasal dari balik bed cover. Hmm.., betapa nikmatnya nanti sementara batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, dapat kutumpahkan sebanyak bisa saja air maniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.

?Van.. mulailah sayang..? bisik Tante Donna, membuyarkan fantasi seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit nampak begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah 1/2 terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang 1/2 terbuka. Begitu mulai hangat dan lunak. Kupejamkan kedua mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, mulai manis.

Selama tidak cukup lebih 10 detik saya mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Donna yang tetap berada di hadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku.
?Apa yang bisa kau melakukan untukku Van..? bisiknya lirih 1/2 nampak malu.
Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, mulai sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa mulai jemari kedua tanganku telah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik, ?Tante pasti sadar apa yang dapat Ivan lakukan.. Ivan dapat puaskan Tante sayang..? bisikku pelan. Jiwaku telah terlanda nafsu.

Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh.. mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang mulai kenyal padat berasal dari balik bed cover. ?Oouuhh..? Tante Donna mengeluh lirih.
Bagaimanapun juga anehnya saya sementara itu tetap bisa mencegah diri untuk tidak bersikap over atau kasar terhadapnya, meskipun nafsu seks-ku sementara itu mulai telah diubun-ubun tetapi saya dambakan sekali beri tambahan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas saya kembali melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecil terdengar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. Kedua jemari tanganku tetap mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang mulai hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan saya membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh.., mulai begitu nikmatnya. Dengusan pelan nafasnya berkompetisi dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir berkompetisi mesra dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Donna telah memutari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengusap mesra rambut kepalaku.