Gede Om Reza // Part 1

RAKSASAPOKER Reva adalah nama panggilanku sebagai seorang gadis yang memasuki umur 23 tahun sudah sepantasnya ke dua orang tuaku menyakan hubunganku bersama dengan Galih.

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Ya saya memang terjalin dengannya sejak masih sebagai pelajar di SMU yang sama. Kini kita sudah sama-sama lulus berasal dari kampus yang mirip pula, Galih bersama dengan mudahnya mampu pekerjaan karena papanya memang punyai sebuah perusahan sendiri.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Sedangkan saya masih harus melamar berasal dari perusahaan yang satu bersama dengan yang lainnya.


Sebenarnya mama menyuruhku untuk membantunya saja di minimarket punyai keluarga kami, tapi saya bertekad untuk melacak pekerjaan. Aku lihat kerja di kantoran lebih menarik, sampai lebih dari satu kali saya coba melayangkan surat lamaran dan melalui lebih dari satu wawancara tapi belum terhitung ada yang memanggilku.

Untuk menghalau rasa jenuhku seharian di tempat tinggal akupun menunjang mamaku, bahkan sekarang saya lihat Galih jarang mengajakku jalan bahkan untuk menghubungiku saja saya rasa dia sudah jarang melakukannya. Dan saya pikir dia pasti tengah sibuk bersama dengan pekerjaaanya, saya mengerti pekerjaan kantor memang selau sibuk. Tak ada kesangsian didalam hatiku untuk Galih.

Karena kita sudah bahkan sering melakukan adegan layaknya didalam cerita sex, menjadi tidak kemungkinan dia bakal menghianati cintaku, dan saya percaya bakal hal itu. Hingga sebulan kemudian Galih mengajakku jalan bareng saya bahagia sekali, ternyata dugaanku benar dia masih sayang padaku dan saya mengerti diapun masih mencintaiku. Dari tempat tinggal saya dandan memadai rapi dan berangkat menuju area janjian kami. DAFTAR ID PRO PKV


Sampai di sana saya lihat Galih sudah duduk di satu kursi cafe itu ?Mau pesan apa?? Katanya dan saya hanya tersenyum kendati didalam hati saya merasa ada yang aneh bersama dengan sikapnya, kebanyakan dia sudah mengerti minuman kesukaanku dan kebanyakan sudah ada di meja sebelum akan saya datang. Dan benar saja hari itu Galih menemuiku bukan untuk jalan bareng tapi meutuskan untuk meninggalkan aku.

Aku tidak mempercayainya tapi dia beralasan jika dia bakal sibuk belakangan ini. Akupun coba memberinya pengertian ?Aku mengerti Galih.. dan saya bakal mengerti saya nggak bakal nuntut lebih berasal dari kamu..? Tapi rupanya rengekanku tidak di respon oleh Galih, dia tetap menentukan kami. Meskipun saya sedikit menghendaki pertanggung jawabannya karena kita pernah melakukan adegan layaknya didalam cerita sex.

Namun Galih tetap ngotot untuk meutuskan jalinan kami. Dengan alasan dia sibuk dan tidak mampu membagi waktunya untukku, akhirnya akupun menerima keputusannya kendati saya merasakan kecewa yang teramat sangat. Apalagi jika saya ingat jika kita pernah sering melakukan jalinan layaknya sepasang suami istri layaknya didalam cerita sex, saya benar-benar kecewa di buatnya.

Hingga dua bulan sudah berlalu sejak hari itu, kini saya sudah punyai sebuah pekerjaan. Sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta, singkatnya akupun mengenal ayah Galih secara tidak segera disaat saya tengah rapat di sebuah hotel. Dan kebetulah perusahaan ayah Galih yang menjadi partner usaha perusahaan kami, dan saya biasa memanggilnya pak Reza.