Disetubuhi Oleh Pesulap // Part 1

RAKSASAPOKER Dalam kehidupanku gak ada kasus dalam tempat tinggal tangga maupun lingkungan kerjaku. Suamiku termasuk terlampau pengertian dan mencukupi segala kebutuhanku baik lahir maupun batin.

HOKIRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Akupun dilahirkan dalam lingkungan yang memegang teguh agama dan kebiasaan jawa.

Dan tidak heran setamat kuliah saya dan Mas Rojali menentukan untuk nikah, dikarenakan kita sudah lama pacaran.


Dalam kehidupanku boleh dibilang berkecukupan, tak hanya ayahku yang seorang pamong di daerah jawa tengah, orang tua Mas Rojalipun terbilang orang lumayan berada dan menetap di jakarta.

Dalam kehidupanku gak ada kasus dalam tempat tinggal tangga maupun lingkungan kerjaku. Suamiku termasuk terlampau pengertian dan mencukupi segala kebutuhanku baik lahir maupun batin. Akupun dilahirkan dalam lingkungan yang memegang teguh agama dan kebiasaan jawa.

Dan tidak heran setamat kuliah saya dan Mas Rojali menentukan untuk nikah, dikarenakan kita sudah lama pacaran. Dalam kehidupanku boleh dibilang berkecukupan, tak hanya ayahku yang seorang pamong di daerah jawa tengah, orang tua Mas Rojalipun terbilang orang lumayan berada dan menetap di jakarta.

Setelah menempuh hidup bersama dengan dalam tempat tinggal tangga kita selama 1,5 tahun, maka kita merencanakan menunda miliki anak. Mas Rojali menghendaki saya mencurahkan perhatianku kepada pekerjaan dan menghendaki selalu menikmati kehidupan berdua dulu tanpa di ganggu anak dulu. Saat ini usiaku menginjak 27 tahun. tinggiku 158cm dan rambut sebahu. kulitku kata teman2ku sawo matang, dikarenakan terkecuali putih tentu kalah denagn orang chines.

Tidak heran selama saya kuliah dulu di daerah surakarta,banyak kawan sekampusku yang cobalah endekati, tetapi hatiku terpaut pada Mas Rojali saja. Bukan materi yang saya kejar pada dirinya, tetapi dikarenakan sikapnya yang santun thdp aku.

Teman2 bilang saya terlampau pilih2,namun semua itu salah, dan kebetulan Mas Rojali mampir kekostku slalu pake BMW kadang mercy punya orang tuanya. Tapi saya lebih senang terkecuali ia mampir dan jemput pake sepeda motor saja. Bukan apa2, di kampungku orangtuaku termasuk miliki mobil seperti itu. DAFTAR ID PRO PKV


Kehidupan sexualku normal dan Mas Rojalipun tau ttg seleraku. Ia terlampau memahami kapan kita mampu berhubungan badan dan kapan tidak. Akupun tidak berkenan Mas Rojali terlampau memporsir tenaganya untuk melakukan kewajibannya. Sebagai wanita jawa saya dituntut untuk nrimo dan pasrah saja.

Kami tinggal di surakarta dan mendiami tempat tinggal perlindungan orang tua Mas Rojali. Di tempat tinggal yang luas dan asri ini, kita tinggal dan ditemani dua orang pembantu suami istri. Kedua pembantu itu sudah lama ikut bersama dengan orang tua Mas Rojali.

Umur mereka kira2 65 tahun. yang perempuan bernama mak imah dan pak bidin. Kami mempercayakan tempat tinggal kepada mereka terkecuali kita pergi kerja. Setiap hari saya kekantor kadang diantar Mas Rojali dan kadang saya nyetir sendiri.

Suatu saat saya pulang kantor dan berkenan kerumah, saya tanpa sengaja menyerempet sebuah sepeda yang dikemudikan oleh seorang pria paro baya. Pria itu jatuh dan saya dikarenakan cemas dan kaget, maka saya larikan saja mobilku kearah rumah. Sesampai dirumah aku, masukkan mobil dan diam di kamar.

Masih terbayang olehku saat, pria itu jatuh dan memanggil manggil saya untuk berhenti, tetapi saya tancap gas. Dirumah perasanku tak tenang dan itu saya diamkan saja dari Mas Rojali. sesudah perihal itu besoknya saya minta diantar kekantor bersama dengan Mas Rojali.

hampir tiap malam saya bermimpi berjumpa bersama dengan pria yang ku tabrak itu. sampai2 Mas Rojali heran dapat sikapku yang beralih dingin dan gelisah. Lalu Mas Rojali menanyakan dikarenakan pergantian sikapku itu. Akupun berterus terang dan Mas Rojali memahaminya. Lalu ia sarankan saya untuk menagmbil seorang sopir, untuk mengantarku.

Akupun setuju, dikarenakan saya memang trauma sejak saat itu menyetir sendiri. Beberapa hari kemudian, datanglah sopir yang dicari Mas Rojali itu. Alangkah kagetnya aku, soalnya itu adalah orang yang saya tabrak tempo hari. Iapun kaget, tetapi saya mengupayakan menagatur sikapku, saya percaya iapun masih ingat denganku saat ku tabrak.

Supaya Mas Rojali tak ragu pada orang yang ku tabrak itu, maka saya sepakat saja terkecuali ia menjadi sopirku. Aku pikir itung2 balas jasa ataskesalahanku saat itu. Namanya Pak Rosyid, umurnya kira2 66 tahun, tetapi masih kuat dan sehat.

Sejak saat itu saya slalu diantar Pak Rosyid kemana saya pergi, baik kekantor atau belanja. Setiap pagi ia sudah ada di rumah, dan siap2 membersihkan mobilku. Sedang suamiku sudah akrab dgn Pak Rosyid. Suatu hari saat mengantar saya kekantor sambil bincang2 Pak Rosyid, bilang padaku.

?Bu.. terkecuali ndak salah ibu dulu, nabrak saya bersama dengan mobil ini kan??.. tanyanya. Aku terdiam dan Pak Rosyidpun berkata,

? ibu,,, kejam dan tidak bertanggung jawab?. Lalu ku jawab?

?maaf pak.. saat itu memang saya salah,, saya tergesa gesa saat itu?, jawabku.

? Alahhhh kalian orang kaya memang begitu.. berpikiran orang lain sampah?, lanjutnya.. Lalu ku jawab..

?janagn gitu pak? saya saat itu benar2 khilaf? kataku lagi. Lalu ia diam? Aku? pun diam saja saat itu, hingga hingga di rumah. Sejak perihal itu sikapnya terhadapku menjadi lain dan saya tidak ambil pusing.

Aneh memang kenapa sejak saat Pak Rosyid menanyakan kepadaku saat itu, saya merasakan adanya sensasi tersendiri dalam hatiku saat menatap matanya. Perasaanku kepada Pak Rosyid serasa menghendaki konsisten bersama dengan dengannya. Jika ia pulang sore harinya,aku merasa ada yang hilang dalam hidupku.

Dan pagi terkecuali ia mampir untuk mengantarku rasa itu menjadi senang dan seperti kasmaran. Perasanku kepada Mas Rojali biasa saja. Jum?at sore saat ia menjemputku, entah kenapa saya minta Pak Rosyid untuk mampir dulu untuk mampir di sebuah restoran. Disitu saya menyita daerah agak kesudut dan suasananya terlampau romantis.

Pak Rosyid kuajak makan. kita duduk berhadap hadapan, ia pandangngi konsisten mataku. Akupun demikianlah seperti saya memandang mas hedra. Tanpa ada kata2 ia genggam jemariku saat itu, saya merasa tenang seperti gadis remaja bersama dengan pasangannya. Pak Rosyid lalu raih tanganku dan menciumnya.