Tante Pemuas Nafsuku // Part 1

RAKSASAPOKER Sehabis saya lulus SMA, saya melanjutkan riset di Bandung. Kebetulan saya diterima di suatu PTN yang populer di Bandung. 

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Menimpa hubunganku dengan tante“ U” di kota asalku telah berakhir semenjak kepindahan keluarga Oom U ke Medan, 2 bulan menjelang saya tes akhir SMA.

Tetapi kami masih senantiasa kontak melalui pesan ataupun telepon.


Perpisahan yang sangat berat, paling utama bagiku; bisa jadi untuk tante U, perihal itu telah biasa sebab ikatan sex buat ia cuma ialah sesuatu kebutuhan biologis semata, tanpa mengaitkan perasaan. Tetapi lain halnya denganku, saya pernah merasa kesepian serta rindu yang amat sangat terhadapnya, sebab semenjak awal kali saya tidur dengannya, hatiku telah terpaut serta mencintainya. Semenjak saya memahami tante U, saya mulai memahami sebagian perempuan sahabat tante U, mereka seluruhnya telah berkeluarga serta umurnya lebih tua dariku. Perempuan lain yang kerap kutiduri merupakan tante H; serta tante A seseorang janda Tiongkok yang menawan. Jadi sejak kepindahan tante U ke Medan, merekalah yang jadi sahabat kencanku. Sebab tante H serta tante A telah berstatus janda, hingga tidak terdapat ke- sulitan untuk kami buat mengendalikan kencan kami.

Nyaris tiap hari saya menginap di rumah tante H, dengan tante H boleh dikata tiap hari saya melaksanakan ikatan seksual tidak memahami waktu, serta tempat. Pagi, siang sore ataupun malam, di kamar, di ruang tamu, di dapur apalagi sempat di teras balik rumahnya. Teradang kami main bertiga, ialah saya, tante H serta tante A. Di rumah tante H betul- betul diperas tenagaku. Sesekali waktu saya wajib melayani temen tante H yang tiba ke situ buat menghirup tenaga mudaku. Saya telah tidak hirau lagi warnanya saya dijadikan gigolo oleh tante H. Pokoknya asal saya suka mereka, hingga langsung kulayani mereka.

Sesuatu dikala saya berjumpa dengan seseorang wanita. Menawan serta sexy banget bodynya. Dian namanya temen adik perempuanku. Dengan keahlianku, hingga kurayu serta kupacari Dian. Sesuatu hari saya sukses mengajaknya jalan- jalan ke sesuatu tempat tamasya. Di sesuatu motel kesimpulannya saya sukses menidurinya, Saya agak kecewa, warnanya Dian telah tidak perawan lagi. Tetapi perasaan itu saya pendam saja. Kami senantiasa melanjutkan ikatan, serta tiap kali berjumpa hingga kami senantiasa melaksanakan ikatan badani.

Warnanya Dian betul- betul ketagihan denganku. Tidak malu- malu ia mencariku, serta apabila berjumpa langsung memintaku buat menggaulinya. Tetapi aneh, Dian tidak sempat menga- jakku apalagi melarang saya tiba ke rumahnya. Kami biasa melaksanakan di motel ataupun hotel melati di kotaku, sebagian kali saya mengajak Dian ke rumah tante H. Kuperkenal- kan tante H bagaikan familiku, serta pastinya saya tidak ingin menyia- nyiakan peluang buat bercumbu dengannya di kamar yang kerap saya serta tante H pakai bercumbu.

Sesuatu hari, entah mengapa seketika Dian memintaku buat main ke rumahnya, katanya ia kesekian tahun. Dengan bawa seikat bunga serta suatu kado saya ke rumahnya. Saya pencet bel pintu serta Dian yang membukakan pintu depan. Saya dipersilahkan duduk di ruang tamu. Lekas Dian bergegas masuk serta memanggil mamanya buat diperkenalkan padaku. Saya kaget serta tergugu memandang mamanya; karena wanita itu.. ya.. mamanya Dian telah sebagian kali tidur denganku di rumah tante H. Mama Dian nam- pak pias mukanya tetapi lekas mama Dian dapat kilat menanggulangi kondisi. Mama Dian berlagak seolah- olah tidak mengenalku, sementara itu segala bagian tubuhnya telah sempat kujelajahi. Sebagian dikala mama Dian menemani kami ngobrol. Dengan perilaku tenangnya akupun jadi tenang pula serta sanggup menanggulangi kondisi. Kami ngobrol sembari bercanda, serta terlihat nampak kalau mama Dian betul- betul seseorang Bunda yang sayang pada gadis tunggalnya itu.

Keesokan harinya, mama Dian menemuiku. Di ruang tamu rumah tante H mama Dian menginterogasiku, mau ketahui telah sepanjang mana hubunganku dengan Dian. Saya tidak ingin lekas menanggapi, tanganku lekas menarik tangannya serta menggelandang badannya ke kamar. Ia berupaya membebaskan peganganku, tetapi percuma tanganku kokoh mencekal, sehingga tidak kuasa ia membebaskan tangannya dari genggamanku. Kukunci pintu kamar serta lekas saya angkat serta rebahkan badannya di atas kasur. Lekas kulucuti pakaianku sampai saya telanjang bundar, serta lekas kutindih badannya. Ia meronta serta memintaku buat tidak menidurinya; tetapi permintaanya tidak kuindahkan. Saya terus mencumbunya serta satu persatu pakaiannya saya lucuti, serta kesimpulannya saya sukses memasukkan kontolku di vaginanya. Begitu penisku melesak masuk, hingga mama Dian bereaksi, mulai memba- las serta mengimbangi gerakanku. Kesimpulannya kami berpacu mengumbar nafsu, hingga kesimpulannya mama Dian hingga pada puncak kepuasan. DAFTAR ID PRO PKV


Peluhku bercucuran menjatuhi badan mama Dian, kuteruskan hunjaman kontolku di memeknya.. Mama Dian mengerang- erang keenakkan, hingga kesimpulannya orgasme kedua dicapainya. Saya terus genjot penisku, saya bener- bener jengkel serta marah padanya, sebab saya ketahui dengan peristiwa itu hingga bakalan usai hubunganku dengan Dian, pada- hal cinta mulai bersemi dihatiku.

Sembari terus kugenjot kontolku di memeknya, kukatakan padanya kalau Dian pula telah kerap saya tiduri, tetapi saya sangat menyayangi, mencintai apalagi mau menika- hinya. Saya katakan seluruh itu dengan tulus, sembari tidak terasa air mataku menetes. Kesimpulannya dengan hentakan yang keras saya mengejan kokoh, menumpahkan seluruh rasa yang saya pendam, menumpahkan segala air maniku ke dalam memeknya. Badanku tera- sa lemas, kupeluk badan mama Dian sembari sesenggukan menangis di dadanya. Air mata- ku mengalir deras, mama Dian membelai kepalaku dengan penuh rasa sayang; setelah itu dikecup serta dilumatnya bibirku.

Tubuhku berguling telentang di samping kanan badannya, mama Dian merangkul tubuh- ku menyilangkan kaki kiri serta meletakkan kepalanya didadaku. Terasa memeknya hangat serta berdahak melekat diperutku, tangan kirinya mngusap- usap wajahku. Tidak henti- hentinya mulutnya menciumku.

Sembari bercumbu saya ceritakan seluruh cerita romanceku, sampai saya hingga ikut serta dalam pergaulan leluasa di rumah tante H. Dengan tabah didengarnya segala kisahku, sesaat setelah itu kembali penisku mengencang keras. Lekas tanganku bergerilya kembali di memeknya, berikutnya kembali kami berpacu mengumbar nafsu kami. Kami bercumbu betul- betul semacam sejoli pengantin baru saja seperti. Seakan tidak terdapat puasnya. Hingga kesimpulannya kami kembali menggapai puncak kepuasan sebagian kali.

Sehabis babak terakhir kami selesaikan, mama Dian bangkit serta menggandengku mengarah kamar mandi, kami mandi berendam bersama di kamar mandi sembari bercumbu. Sembari berendam kami bersenggama lagi. Sehabis puas kami menumpahkan hasrat kami, kami keringkan badan kami serta lekas berpakaian. Terlihat cahaya puas membias di wajah mama Dian.

Dengan bergandeng tangan kami keluar kamar, kupeluk pinggangnya serta kuajak mengarah ke ruang tamu. Kami duduk berdua, setelah itu berbincang menimpa kelanjutan hubunganku dengan Dian. Mama Dian mau supaya hubunganku dengan Dian diakhiri saja, meski kami telah begitu jauh berhubungan, sekalipun Dian telah berbadan dua karenaku. Ia membagikan pemikiran tentang gimana bisa jadi saya menikahi Dian, sebaliknya saya serta mama Dian sempat berhubungan seperti suami istri, karena bagaimanapun kami hendak tinggal serumah. Gimana bisa jadi kami melupakan begitu sqaja affair kami; rasanya tidak bisa jadi.

Saya dapat paham serta menerima alibi mama Dian, tetapi saya bimbang gimana metode menarangkan kepada Dian. Saya tidak mampu jika wajib memutuskan Dian. Kesimpulannya saya ideku pada mama Dian. Berikutnya sepanjang sebagian hari saya tidak mene- muidan terencana menjauhi Dian. Mamanya memberitahu jika Dian dikala ini dalam kondisi berbadan dua 2 bulan akibat hubungannya denganku.

Pada sesuatu hari, saya di telepon mama Dian. Ia memberitahu jika Dian lagi mengarah ke rumah tante H buat menca- ri saya. Saya telah ketahui apa yang wajib saya jalani, dikala itu tante H lagi menyiram tumbuhan kesayangannya di kebun balik. Lekas kuhampiri ia serta saya ajak dia ke kamar yang biasa saya serta Dian gunakan buat berkencan.

Kulucuti segala baju tante H serta pula pakaianku sendiri, berikutnya kami bersenggama semacam umumnya. Tidak berapa lama Dian tiba serta langsung mengarah ke kamarku. Terdengar pekik tertahan dari mulut- nya dikala memandang adegan di atas ranjang; dimana saya serta tante H lagi asik bersenggama. Terdengar pintu kamar dibanting, Dian kembali ke rumah dengan hati yang amat terluka. Tante H merasa tidak tega dengan peristiwa itu, tante H memintaku buat lekas menyusul Dian; tetapi tidak kuhiraukan; apalagi saya terus menjadi keras serta kilat menghentakan penisku di memeknya. Tante H mengerang- erang keenakan, mengimbangi dengan gerakan yang membuat penisku terus menjadi kilat berdenyut. Kami menggapai orgasme nyaris bersama, saya berguling serta menghempaskan badanku ke samping tante H. Mataku menerawang jauh memandang langit- langit kamar, air mataku bergulir membasahi pipiku. Inilah akhir hubunganku dengan Dian, akhir yang amat menyakitkan. Dian berangkat dariku dengan bawa benih anaku di rahimnya.

Musnah telah impian serta harapanku buat membina rumah tangga dengannya. Tante H menghiburku; Ia menegaskan saya kalau saya telah membuat keputusan yang benar. Jadi tidak butuh disesali. Didekapnya tubuhku, saya menyusupkan mukaku ke dada tante H; terdapat sesuatu kedamaian disitu; kedamaian yang memabukkan; yang membangkitkan hasrat kelelakianku lagi. Sessat setelah itu kami berpacu lagi dengan hebat, sampai sebagian kali tante H menggapai puncak kepuasan. Saya memanglah tercantum jenis laki- laki hypersex serta sanggup mengendalikan timing orgasmeku, sehingga tiap perempuan yang tidur denganku tentu merasa puas serta ketagihan buat mengulangi lagi denganku.