Nafsu Melihat Keponakan Pembantu Yang Montok // Part 2

RAKSASAPOKER “Donn… mem*k mbak blom dapet jatah… mbak masih ingin nih, nikmatin sodokan punyai kamu yang berurat panjang besar membengkak itu menyanggah di dalam mem*k mbak….”

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
pinta mbak Dian sambil memelas. Mengharapkan supaya gw sudi memberikannya kenikmatan yang pernah ia rasakan sebelumnya.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

“Tenang aja mbak… mbak tentu sanggup kenikmatan yang lebih berasal dari terhadap sebelumnya, gara-gara punyai aku kembali lemes, jadi saat ini mbak isep lagi.


Terserak mbak pokoknya buat adik aku yang perkasa ini bangun kembali. Oke.”

Tanpa kembali menjawab perintah gw. Dengan trampil layaknya budak seks. Mbak Dian menambil posisi kepalanya tepat di atas kont*l gw, kembali mbak Dian menghisap hisap. Berharap keperkasaan gw bangun kembali. Segala usaha ia lakukan, tak luput terhitung rambut halus yang tumbuh mengelilingi batang kont*l gw itu dia hisap sampai basah lembab oleh air ludahnya.

Memang gw akuin kemahiran pembantu gw yang satu ini hebat sekali dalam memanjakan kont*l gw dalam mulutnya yang seksi ini. Alhasil kejantanan gw kembali mencuat dan mengeras untuk siap bertempur kembali.

Lalu gw terhitung gak sudi lama lama layaknya ini. Gw terhitung sudi merasakan kembali kont*l gw ini menerobos masuk ke dalam mem*knya yang montok gemuk itu. Mengaduk ngaduk isikan mem*knya.

Gw memberi aba aba untuk memulai ke tahap yang mbak Dian paling suka. Dengan posisi women on top, mbak Dian mengenggam batang kont*l gue. Menuntun menyentuh mem*knya yang berasal dari setadi sudah basah. kont*l gw di gesek gesek terlebih dahulu di bibir permukaan mem*knya. Menyentuh, mengesek dan membelah bibir mem*knya yang mengemaskan.

Perlahan kont*l gw menerobos bibir mem*knya yang montok itu. Perlahan lahan kont*l gw seutuhnya terbenam dalam liang kenikmatannya. Goyangan pinggulnya mbak dian sebabkan gw nikmat banget. Semakin lama semakin membara pinggul yang dihiasi bongkahan pantat semok itu bergoyang mempermainkan kont*l gw yang terbenam dalam mem*knya.

“uh… Donn. Punya kamu perkasa banget sih. Nikmat banget….” bersama mimik muka yang merem melek nikmati hujaman kont*l gw ke dalam liang senggamanya.
“mem*k mbak Dian terhitung gak kalah enaknya. Bisa pijit pijit punyai saya… mem*k mbak di apain sih… kok sedap banget.”

“Ih… sudi memahami aja. Gak penting diapain. Yang penting kenikmatan yang diberikan serupa mem*k mbak serupa kamu Donn….” sahut mbak Dian sambil mencubit pentil tetek gw.

“Donn… ooohh…. Donn…. mbak mmmmauu kluuuuaaarr… ooohh.” Ujar mbak Dian sambil mendahakkan kepalanya ke atas, berteriak gara-gara meraih puncak berasal dari kenikmatannya.

Dengan lunglai mbak Dian ambruk merebahkan tubunya yang telanjang tepat di atas badan gw. Untung saja posisi kamar mbak Dian jauh berasal dari kamar kamar saudara dan ortu gw. Takutnya teriakan tadi membangunkan mereka dan menangkap basah persetubuhan pada pembantu bersama anak majikannya. Gak kebayang deh jadinya kayak apa. DAFTAR ID PRO PKV



Lalu gara-gara gw belum meraih kenikmatan ini, maka bersama menyuruh mbak Dian mengangkatkan pantatnya sedikit tanpa perlu mengeluarkan batang kont*l gw berasal dari dalam liang kenikmatannya. Masih bersama posisi women on top. Kembali kini gue yang menyodok nyodok mem*knya bersama bringas. Sekarang gw gak perduli nada yang nampak berasal dari mulut mbak Dian dalam setiap sodokan demi sodokan yang gw hantam kedalam mem*knya itu.

“Donn…. kamu kuat banget Donn… aaah… uuuhhh… ssshhhh…. ooohhh…” erangan demi erangan nampak silih berubah bersama bersama keringat yang semakin mengucur di sekujur badan gw dan mbak Dian.
“Truuuus… Donn… sodok trusss mem*k mbak Doooonn. Jangan perduliin hantam truuuss.” Erangan mbak Dian yang memerintah semakin sebabkan darah muda gw semakin panas membara. Sekaligus semakin sebabkan gw terangsang.
“Suka aku ent*t yah mbak… kont*l aku enak’kan… hhmmm.” Tanya gw memancing birahinya untuk semakin meningkat lagi.
“hhhhhmmmm… suka….sssshhh… banget Donn. Suka banget.” Kembali erangannya yang tertahan itu terdengar bersama bersama nafasnya yang menderu dera gara-gara nafsu birahinya kembali memuncak.
“Bilang kecuali mbak Dian adalah budak seks Donny.” Perintah gw.
“Mbak budak seks kamu Donn, mbak sudi kendati kamu perkosa sementara itu…. Ohhhh… nikmatnya kont*l kamu ini Donn.”

Semakin kencang kont*l gw ent*tin mem*knya mbak Dian. Mungkin seusai pertempuran ranjang ini mem*knya mbak Dian lecet lecet gara-gara sodokan kont*l gw yang tak henti hentinya mengimbuhkan ruang untuk istirahat. Merasa sebentar kembali akan keluar, maka gw balikkan posisi tubuh mbak Dian dibawah tanpa perlu mengeluarkan kont*l yang sudah tertanam rapi dalam mem*knya. Gw peluk dia trus gw balikin tubuhnya kembali ke posisi normal orang jalankan hubungan badan.

Gw membuka lebar lebar selangkangan mbak Dian dan kembali memompa mem*k mbak Dian. Terdengar nada nada yang berlangsung gara-gara beradunya dua kelamin berlainan jenis. “plok… plok…” semakin kencang terdengar dan semakin cepat kekuatan sodokan yang gw hantam ke dalam liang vaginanya. Terasa sekali bila dalam posisi layaknya ini, kont*l gw layaknya menyentuh sampai rahimnya. Setiap di ujung hujangan yang gw berikan. Maka erangan mbak Dian yang tertahan itu mengeras.

Sampai saatnya mulai kembali denyut denyutan yang mula-mula gw rasakan, namun kali ini denyut itu semakin hebat. Seakan sudah di ujung helm surga gw. Gw tahan gak sudi permainan ini cepat cepat usai. Setiap sudi meraih puncaknya. Gw pendam dalam dalam kont*l gw di dalam lubang senggamanya mbak Dian.

Tiba tiba rasa nikmat ini semakin…. ooohhh….ssshhhh…