Kado Ultah Untuk Kekasihku // Part 2

RAKSASAPOKER “Lho Ton, ngapain kamu”

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“Ini surprisenya, sayang, nah sekarang anda baring aja di atas selimut, saya ambil madu dulu”

“Wah kayaknya saya bakalan orgy gila-gilaan nih”


“Iya say, tunggu aja” teriakku sambil mengambil alih madu dari kulkasnya.

Sekembalinya ke kamar, kulihat Asmi tetap berbaring, selanjutnya saya duduk di atas pahanya, kubuka botol madu selanjutnya kutuang di atas badannya, kulihat dia terkejut sedikit, kemungkinan akibat dinginnya madu tersebut, kugosok-gosok madu tersebut di semua tubuhnya, lebih-lebih di buah dadanya.

“Aaahh.. Ton.. sshhss..” erang si Asmi dikala kuusap-usap permukaan dadanya rata terbungkus madu kalau putingnya.

“Sshh.. teruss.. Ton ciumin dong..” Dia menggigit bibirnya sendiri.

Wah, ternyata dia bahagia surprisenya, saya cium putingnya sambil memainkan lidahku melilit-lilit puting merah muda itu, sesudah itu kugigit manja.

“Aahh.. sshhss.. saya mao nampak Ton.. sshshh bagaimana nih..” erangnya.

Segera kugosokkan madu ke arah paha dalamnya secara perlahan konsisten sampai mendekati area lipatan yang sangat hangat itu.

“Ahh.. sshshs.. Ton.. jilat dong.. udah nggak tahan nih.. ss..” lirihnya.

“Sshh hmm.. kok diam.. please..” rengek Asmi.

“Tunggu ya..” jawabku.

Kemudian segera kujilati lubang kemaluannya sambil mengusap-usap pAsmidaranya, dan merasa kujilati bibir luar vaginanya

“Ahh.. Ton.. konsisten sshh.. kamu.. di situ.. sshh,” erangnya.

Dengan lidah kukait-kait klitorisnya sambil kutelusuri garis bibir vaginanya. Sambil menggoyangkan pinggulnya kiri-kanan Asmi berkata,

“Yess.. di situ.. ahh.. sshs..” katanya dikala merasa kuhisap dan menjilati klitorisnya.

Setelah membesar, saya tusuk-tusukkan lidahku di liang senggamanya namun tak kuduga reaksinya.

“Aahh.. shshshsh mmhh ss.. teruss hhmm,” Asmi menggelinjang-gelinjang sambil memaju-mundurkan pinggulnya, vaginanya seolah-olah merebut lidahku untuk masuk lebih di dalam kerongga nikmat itu, saat batang kemaluanku udah merah padam dari tadi mendambakan segera mengambil alih lidahku.

“Ahh.. teruuss.. teruuss.. lebih cepaat.. ssh..” gelinjang Asmi makin lama cepat.

“Shshss.. saya hampiirr.. shshh.. mmyamyam memem.. ss,” suaranya makin lama kacau.

Pantatnya makin lama cepat mengocok lidahku, agar selimut di lantai itu berantakan. Ketika gerakan lubang kemaluannya makin lama rutin, segera kuhentikan dan kutarik lidahku, nampak alis si Asmi mengkerut layaknya sedang bertanya-tanya, saat dadanya tetap naik-turun bersama dengan cepat. Tanpa tunggu lebih lama lagi, secepatnya kuposisikan kepala penisku ke lubang hangat dan basah itu.

“Ahh.. sshsh mm..” erang manja si Asmi. Memang penisku tidak sangat besar, cuma kepalanya agak besar dan melengkung ke atas layaknya terompet namun panjang.

Badan Asmi jadi kaku seakan menantikan sesuatu

“Rileks sayang.. sebentar kita lanjutkan perasaanmu,” bisikku.

Kemudian kudorong perlahan kepala penisku. Setelah kepala penisku masuk, secara bertahap kudorong batangku agak dalam, kutarik kembali sedikit, dorong lebih dalam, tarik sedikit, sampai.. “Bluess.. duk..” kiranya udah mentok kebentur ujung rahimnya, padahal belum seutuhnya masuk lho. Terasa di tangan kiriku lebih kurang tetap tiga lebar jariku namun efeknya

“Ssshh.. mmhh.. aahh.. auh!” jerit tertahan Asmi.

Kurasakan agak banjir di di dalam sana dan jepitan di sepanjang kepala penis sampai hampir semua batangku itu makin lama erat.

“Ahh.. ssh shshss..” saya cobalah konsentrasi sebab vagina yang nikmat dan sangat sempit ini mencoba menarik semua spermaku agar kepala penisku membesar dan berdenyut-denyut menghambat kenikmatan yang hampir memancar. DAFTAR ID PRO PKV


Kemudian saya cobalah goyang secara perlahan, makin lama lama makin lama cepat. Kupraktekkan rumus ini-itu sambil membuatnya nikmati tiap-tiap gesekan penisku dan juga mengalihkan pikiranku untuk melewatkan nikmatnya lubang kemaluan Asmi, sempitnya vaginanya. Tubuhnya yang sempurna, pAsmidaranya yang ranum dan kencang yang tertekan dadaku.

“Ouch.. sshh.. hemm..” sulit rasanya menghadapi kenyataan nikmat ini, apalagi setelah puncak kenikmatannya yang tertunda itu kembali melanda Asmi, ini terbukti bersama dengan goyangan pinggul dan pantatnya berputar dan sekarang maju-mundur, menentang tiap-tiap gerakanku yang makin lama cepat tusuk dan tarik.

“Aahh..”

Kucium dan kulumat bibirnya, kulilit lidahnya, kulihat dia tidak dapat menghambat kenikmatan yang melanda itu, agar Asmi pun membalas ciumanku bersama dengan ganasnya. Geregetan, rangsangan, kenikmatan, itu yang kemungkinan ada di pikirannya.

Setelah hampir 1/2 jam kita goyang (kurasa Asmi udah senang orgasme) dan selanjutnya vaginanya merasa menjepit dan mengurut penisku cepat sekali. Dengan nafasnya yang memburu dan gerakan pinggulnya,

“Aaahh.. aku.. keluar.. sshhmm.. saya nampak sayang.. sshs hh shsh,”

Asmi merasa meracau tidak karuan sambil kakinya mengitari pinggangku dan menekan pantatku keras seakan-akan dia dapat menelan penis panjangku agar kurasa bahwa tiap-tiap kutusuk vaginanya merasa ada benturan dan konsisten memutar di ujung di dalam kenikmatannya.

“Sshshs aasshh.. enak sekali.. sshh.. aduhh.. sshshsh..” jerit tertahan Asmi.

Aku pun makin lama mempercepat gerakanku, saya goyang dan memaju-mundurkan agak kasar liang vagina sempit ini,

“Duk..bluess.. duuk.. bluess..” kulihat pangkal penisku agaknya hampir seutuhnya masuk,

“Sssh shh shh.. teruss.. Ton.. sshh,”

“Aku puas.. sshh hmm.. Ton.. cepat.. sshh,” lanjutnya.

“Tubuhmu seksi.. dan sempurna.. sayang..apa boleh..” saya berbicara ngos-ngosan.

“Di.. dalam.. saja.. shsh shh mmhh..” Asmi memotong sambil meningkatkan pinggulnya sambil menekan pantatku dan juga membenamkan semua penisku seluruhnya

“Aaahh.. ssmmhh hhmm..”

Kurasakan vaginanya berdenyut-denyut keras menyebabkan nada becek goyangan kita yang makin lama keras.

Aku udah tidak kuat lagi, ilmuku seakan hilang, kesadaranku melayang. Kemudian sambil melenguh kutarik pinggulnya lengket ke pangkal penisku dan kujilat dan juga kugigit putingnya, kulepas semua spermaku,

“Aaahh.. sshh..”

“Crot.. crot.. crot..” Hampir enam atau delapan kali semprotan maniku melesat ke di dalam rahimnya.

“Aaahh ss mm.. hmm.. enak.. hangat..” Asmi mengerang-erang, sambil konsisten menggoyangkan pinggulnya berputar-putar.

Dalam keheningan nikmat, kubiarkan penisku di di dalam vaginanya yang tetap merasa sempit, kucium lembut bibirnya dan Asmi pun membalas manja, sesudah itu kutatap matanya sambil tersenyum. Sambil bersikap manja Asmi memeluk diriku dan juga menggigit hisap leherku. Wah.. merah nih jadinya.

Aku sesudah itu mengangkat tubuhnya dan mengajaknya ke balkon untuk cari angin.

“Mau ngapain di balkon Ton?”, bertanya Asmi terheran-heran.

“Aku ingin menutup surprise-ku bersama dengan mandi’in kamu”, kataku lagi.

“bagaimana mandi’innya?, bertanya Asmi tambah heran namun nurut saja dikala kurebahkan tubuhnya di atas kursi panjang tanpa senderan di balkon yang sepi itu. Tanpa tunggu lama, segera kuakhiri surpriseku bersama dengan mandi kucing, yakni bersama dengan menjilat-jilat lembut semua permukaan tubuhnya yang bermandi peluh bercampur madu dan berkilat terkena cahaya rembulan yang membuatnya makin lama indah bersama dengan posisinya yang menelentang pasrah itu. Asmi bahagia sekali bersama dengan perlakuanku itu, dan sambil mendesah kenikmatan dia berkata,

“Ton, kalau dapat anda sering-sering nginap di sini, saya bahagia dijilati layaknya ini.”

Kira kira ada 10 menit saya menjilatnya, selanjutnya kugendong dia ke kamar mandi, dan kita pun saling membersihkan badan, saling menggosok satu mirip lain. Setelah selesai, kita pun masuk ke kamarnya, sebab udah penat sekali kita tidur nyenyak sambil berpelukan di dalam suasana bugil.

Keesokan paginya, antara jelas dan tidak, saya merasa layaknya ada suatu hal yang aneh pada diriku. Ketika kubuka mataku, eh, ternyata Asmi udah bangun, dan lebih kaget kembali kulihat Asmi sedang menghisap-hisap penisku. Melihatku udah bangun, Asmi berhenti sejenak dan tersenyum.

“Selamat pagi kekasihku, bagaimana tidurnya” bertanya Asmi manja sambil tangannya selamanya mengocok penisku.

“Wah enak banget, namun kok anda curang sih, saya khan nggak ngerasain isepan anda saat tidur” kataku sambil mengusap-usap buah dadanya.

“Abis anda tidurnya lelap sekali, saya kagak tega bangunin kamu, namun siapa jelas anda mimpi kembali diisepin ha ha ha” ia tertawa sambil konsisten mengocok penisku.

“Eh Ton, kok saat anda tidur, saya ngocokin anda kok penis anda dapat bangun sih”

“Ya dapat lah yaw, namanya terhitung penis orang, emangnya penis plastik, dapat aja kamu, namun terusin dong pake mulut kamu, Yu”

“Oooke boss, namun kalau anda senang keluar, bilang yah”

“Lho, emangnya kenapa?” tanyaku heran.

“saya senang pake sperma anda buat olesin muka dan dada saya, biar kulit saya tambah kencang”

Lalu Asmi kembali mengkaraoke penisku, oh, rasanya nikmat sekali, sesekali ia menatapku sambil tersenyum manis. Mulutnya bergerak maju mundur, sambil lidahnya menggelitik lubang kencingku, rasanya geli-geli nikmat. Tak lama kemudian, saya merasa dapat nampak lagi.

“Yu, saya senang nampak lagi, ohh aduuh” kataku sambil menghambat gemuruh di dadaku.

Langsung ia mengganti tangannya untuk mengocokku, dan akhirnya, “Aduuh ohh, Yu terruuss, enaakk”

Penisku selanjutnya memuntahkan sperma, namun tidak sebanyak kemarin, dan Asmi segera mengarahkan dadanya ke penisku, agar dadanya terkena muncratan spermaku, segera dia oleskan ke semua permukaan dadanya.

“Yaahh Ton, kok dikit banget sayang, muka saya kagak dapet nih” Asmi sedikit merenggut.

“Abis tiap hari bercumbu konsisten sih, ya udah sayang, mumpung penis saya tetap tegak, sekarang anda nunggangin saya aja, khan anda dapet enaknya juga”

“Nah begitu dong Ton, itu baru namanya pacar saya” Asmi tersenyum lagi.

Lalu ia duduk di atas pahaku sambil mengarahkan penisku ke lubang vaginanya. Perlahan namun pasti, penisku merasa memasuki lubang kenikmatannya. Aku sendiri heran terhitung kenapa hari ini penisku perkasa banget, namun saya tidak memikirkannya lagi, yang penting enaknya, bung. Asmi sendiri merasa bergoyang-goyang sambil meracau tak menentu, seolah olah sedang menunggang kuda, saat saya meremas remas dadanya yang bergerak naik turun. Lumayan lama terhitung saya bertahan, kira kira ada satu jam, saat kulihat Asmi sepertinya udah orgasme 2 kali, namun kulihat Asmi tidak berhenti juga, kemungkinan dipikirnya kapan kembali dapat dapat kesempatan layaknya ini. Tak lama kemudian, setelah Asmi orgasme ketiga kalinya, barulah saya merasa merasakan dapat orgasme.

“Yu, bangun sayang, saya udah senang nampak nih”

Langsung Asmi bangun dan mendekatkan mukanya ke penisku sambil tangannya mengocokku. Dan akhirnya,

“Aaarrgghh, aduuh, haahh” saya ngos-ngosan menghambat nikmat.

Akhirnya penisku menyemprotkan spermanya ke wajahnya, selanjutnya ia menggosoknya ke semua wajahnya sampai rata.

“Terima kasih sayang, saya bahagia banget hari ini, saya tidak menyangka dapat orgy sampe 3 kali, anda perkasa sekali” kata Asmi sambil berbaring memelukku.

“Abis bodi anda seksi banget sih, lebih-lebih dada kamu, apalagi tepat kembali nunggang saya, kelihatannya layaknya dewi dari langit yang kembali goyangin saya.”

“ah ah, dapat aja kamu” kata Asmi sambil mencubit hidungku.

Tanpa terasa, kita tertidur kembali sambil berpelukan, kemungkinan saking lelahnya bersenggama tanpa henti.

Begitulah seterusnya, tiap-tiap ada saat kosong saya dan Asmi segera main lagi, seolah-olah nafsu kita tidak dulu terpuaskan. Selama 3 hari yang kita jalankan cuma makan, main, tidur. Selama 3 hari itu pula kita layaknya Tarzan dan Jane, bugil terus. Rasanya anda para pembaca dapat membayangkannya sendiri bagaimana nikmatnya hidup layaknya itu. Tapi yang paling penting bagiku adalah cintaku padanya dan cintanya padaku, walau saya tetap belum jelas sampai kapan kita dapat hidup bersama.