Janda Muda Yang Agresif // Part 1

RAKSASAPOKER Janda Muda Yang Agresif - Dengan hanya mengenakan handuk, saya coba menggoda Varia. Dengan terkejut ia lalu meladeni olok-olokanku.

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Aku makin berani mengolok-oloknya. Akhirnya ia mengejarku. Aku pura-pura mengupayakan mengelak dan coba masuk ke kamarku.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Eh.. ternyata dia tidak menghentikan niatnya untuk memukulku dan turut masuk ke kamarku.


“Awas kau.. entar kuperkosa baru tahu..” gertaknya.

“Coba terkecuali berani..” tantangku penuh harap.

Aku menatap matanya, kulihat, ada kerinduan yang sepanjang ini terpendam, oleh jamahan lelaki. Kemudian, tanpa dikomando ia menutup kamarku. Aku yang sesungguhnya terhitung menahan gairah tidak membuang-buang kesempatan itu.

Aku raih tangannya, Varia tidak menolak. Kemudian kita sama-sama berpagutan bibir. Ternyata, wanita cantik ini sangat agresif. Belum ulang saya sanggup berbuat lebih banyak, ternyata ia menyambar handuk yang kukenakan. Ia terkejut saat menyaksikan kejantananku sudah 1/2 berdiri. Tanpa basa-basi, ia menyambar kejantananku serta meremas-remasnya.

“Oh.. ennaakk.. terussh..” desisanku ternyata menimbulkan gairahnya untuk berbuat lebih jauh. Tiba-tiba ia berjongkok, serta melumat kepala kontolku.

“Uf.. Sshh.. Auhh.. Nikmmaat..” Ia sangat mahir seperti tidak menambahkan kesempatan kepada untuk berbuat tanya.

Dengan semangat, ia tetap mengulum dan mengocok kontolku. Aku tetap dibuai bersama dengan sejuta kenikmatan. Sambil tetap mengocok, mulutnya tetap melumat dan memaju-mundurkan kepalanya.

“Oh.. aduhh..” teriakku kenikmatan. DAFTAR ID PRO PKV


Akhirnya nyaris 10 menit saya merasakan ada suatu hal yang mendesak hendak muncul berasal dari kontolku.

“Oh.. tahann.. sshh. Uh.. saya mau kkeluaar.. Oh..”

Dengan saat itu juga muncratlah air maniku ke di dalam mulutnya. Sambil tetap mencok dan mengulum kepala kontolku, Varia mengupayakan bersihkan segala mani yang masih tersisa.

Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Varia tersenyum. Lalu saya mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya tetap dimasukkan ke di dalam mulutku. Aku sambut bersama dengan mengulum dan menghisap lidahnya.

Perlahan-lahan kejantananku bangkit kembali. Kemudian, tanpa kuminta, Varia melewatkan seluruh pakaiannya terhitung bra dan CDnya. Mataku tak berkedip. Buah dadanya yang montok berwarna putih mulus bersama dengan puting yang kemerahan merasa menantang untuk kulumat. Kuremas-remas lembut payudaranya yang makin bengkak.

“Ohh.. Teruss Ted.. Teruss..” desahnya.

Kuhisap-hisap pentilnya yang mengeras, semnetara tangan kiriku menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya saya sukses raih belahan yang berada di celah-celah pahanya. Tanganku mengesek-geseknya. Desahan kenikmatan makin melenguh berasal dari mulutnya. Kemudian ciumanku beralih ke perut dan tetap ke bawah pusar. Aku membaringkan tubuhnya ke kasur. Tanpa dikomando, kusibakkan pahanya. Aku menyaksikan vaginanyaberwarna merah muda bersama dengan rumput-hitam yang tidak begitu tebal.

Dengan penuh nafsu, saya menciumi memeknya dan kujilati seluruh bibir kemaluannya.

“Oh.. teruss.. Ted.. Aduhh.. Nikmat..”

Aku tetap mempermainkan klitorisnya yang memadai besar. Seperti orang yang tengah mengecup bibir, bibirku merapat dibelahan vaginanya dan kumainkan lidahku yang tetap berputar-putar di kelentitnya seperti ular cobra.

“Ted.. oh.. teruss sayangg.. Oh.. Hhh.”