Diajari ML Sama Mamaku // Part 1

RAKSASAPOKER Marlina (nama samaran), 35 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak, Penampilan Marlina benar-benar menarik. Sebagai wanita yang tinggal di kota besar, 

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Bandung, cara berpakaiannya selamanya sexy. Tidak sexy murahan tetapi berkelas dan menarik.

Dengan tubuh tinggi semampai, dada 36, dan kulit yang putih, kendati sudah menikah dan miliki anak yang sudah cukup dewasa, tetapi tetap banyak laki laki yang selamanya menggodanya.


Anaknya yang paling besar, Jimmy (nama samaran), 19 tahun, seorang anak yang yang baik dan penurut pada orang tuanya.

Anak kedua, Yenny (nama samaran), 18 tahun, seorang anak yang sudah jadi beranjak dewasa. Sedangkan suami Marlina, Herman (nama samaran), adalah seorang suami yang cukup baik dan perhatian pada keluarga.

Bekerja sebagai seorang PNS di suatu instansi pemerintah. Kehidupan sexual Marlina sebetulnya tidak ada kasus sama sekali dengan suaminya. Walau banyak laki laki yang menggoda, tak sedikitpun ada tekad dia untuk mengkhianati Herman.

Tapi ada suatu hal yang beralih didalam diri Marlina kala suatu hari dia secara tidak sengaja memandang anak lelakinya, Jimmy, sedang berpakaian sehabis mandi. Dari balik pintu yang tidak tertutup rapat, Marlina dengan memahami memandang Jimmy telanjang.

Matanya tertuju pada kontol Jimmy yang dihiasi dengan bulu-bulu yang tidak benar-benar lebat. Sejak waktu itu Marlina pikirannya selamanya teringat pada tubuh telanjang anak lelakinya itu. Bahkan seringkali Marlina menyimak Jimmy seumpama sedang makan, sedang duduk, atau sedang apa pun seumpama ada kesempatan.

“Ada apa si Mam, kok liatin Jimmy terus?” bertanya Jimmy kala Marlina memperhatikannya di ruang tamu.

“Tidak ada apa-apa, Jim.. Hanya saja Mama jadi suka karena memandang kamu tambah besar dan dewasa,” ujar Marlina sambil tersenyum.

“Kamu sudah miliki pacar, Jim?” bertanya Marlina si mama nakal.

“Pacar formal sih belum ada, tetapi kalau hanya kawan jalur sih ada beberapa. Memangnya kenapa, Mam?” bertanya Jimmy.

“Ah, tidak. Mama hanya pingin memahami saja,” ujar Marlina.
“Kamu pernah kissing?” bertanya Marlina.
“Ah, Mama.. Pertanyaannya bikin malu Jimmy ah…” ujar Jimmy sambil tersenyum.

“Yee.. Tidak apa-apa kok, Jim.. Jujur saja pada Mama. Mama juga pernah muda kok. Mama memahami dapat maunya anak muda kok…” ujar Marlina sambil menjewer pelan telinga Jimmy. Jimmy tertawa.

“Ya, Jimmy pernah ciuman dengan mereka,” ujar jimmy.
“ML?” bertanya Marlina lagi.
“ML apa sih artinya, Mam?” bertanya Jimmy tidak mengerti.

“Making Love atau ngentot …” ujar Marlina si mama nakal sambil mempraktekkan ibu jarinya diselipkan satu diantara telunjuk dan jari tengah.

“Wah kalau itu JImmy belum pernah, Mam.. Tidak berani. Takut hamil…” ujar Jimmy. Marlina tersenyum mendengarnya.

“Kenapa Mama tersenyum?” bertanya Jimmy.

“Karena kamu tetap benar-benar polos, sayang…” kata Marlina si mama nakal sambil mencubit pipi Jimmy, lantas bangkit untuk menyiapkan segala sesuatunya karena Herman dapat segera pulang.

Malam harinya, Marlina, Jimmy, dan Yenny asyik melihat TV, sedang Herman sedang mengerjakan suatu hal di meja kerjanya.

“Ciuman rasanya gimana sih?” bertanya Yenny kala memandang adegan ciuman di televisi.

“Ah, kamu.. Masih kecil! Tidak perlu tahu,” ujar Jimmy sambil mengucek-ngucek rambut Yenny.

“Tidak boleh begitu, Jim.. Adikmu perlu memahami tentang apa pun yang dia tidak mengerti. Biar tidak keliru cara nantinya…” ujar Marlina sambil menatap Jimmy.

“Begini, Yen…” ujar Marlina. DAFTAR ID PRO PKV


“Ciuman itu tidak ada rasa apa-apa.. Tidak manis, pahit atau asin. Hanya saja, kalau kamu sudah besar nanti dan sudah merasakannya, yang jadi hanya perasaan nyaman dan tambah sayang kepada pacar atau suami kamu…” ujar Marlina si mama nakal lagi.

“Ah, nggak ngerti…” ujar yenny.
“Mendingan Yenny tidur saja, ah.. Sudah ngantuk…” ujar Yenny.

“Ya sudah, tidurlah sayang,” ujar Marlina. Yenny sesudah itu bangkit dan segera menuju kamar tidurnya.

Ketika memandang adegan ranjang di televisi, Marlina bertanya kepada Jimmy, “Apakah kamu sudah itu dengan pacarmu?”.

“Jimmy belum miliki pacar, Mam.. Mereka hanya hanya kawan saja,” jawab Jimmy.
“Tapi kok kamu dapat ciuman dengan mereka?” bertanya Marlina si mama nakal kembali sambil tersenyum.
“Ya namanya juga saling suka…” jawab Jimmy sambil tersenyum juga.
“Sudah sejauh mana kamu laksanakan suatu hal dengan mereka?” bertanya Marlina.

“Tidak apa-apa kok, Jim.. Bicara terbuka saja dengan Mama,” ujarnya Marlina lagi. Jimmy menatap mata ibunya sambil tersenyum.

“Ya begitulah…” kata Jimmy.
“Ya begitulah apa?” bertanya Marlina si mama nakal lagi.

“Ya begiutlah.. Ciuman, saling pegang, saling raba…” ujar Jimmy malu malu. Marlina tersenyum.

“Hanya itu?” bertanya Marlina lagi.

Jimmy melirik ke arah ayahnya yang sedang repot mengerjakan suatu hal di meja kerjanya.

“Mama jangan bilang ke Papa ya?” ujar Jimmy.

Marlina tersenyum sambil mengangguk. Jimmy lantas beringsut mendekati Marlina.

“Jimmy pernah oral dengan lebih dari satu kawan wanita…” ujarnya sambil berbisik.

Marlina tersenyum sambil mencubit pipi Jimmy.

“Nakal juga ya kamu!” ujar Marlina si mama nakal sambil tersenyum.
“Rasanya bagaimana?” bertanya Marlina sambil berbisik.
“Sangat enak, Mam…” ujar Jimmy.

“Tapi Jimmy dengar, katanya kalau miliki Jimmy dimasukkan ke miliki wanita rasanya lebih enak.. Benar tidak, Mam?” bertanya Jimmy.

Marlina kembali tersenyum tetapi tidak menjawab..

“Kamu mau memahami rasanya, Jim?” bertanya Marlina sambil selamanya tersenyum. Jimmy mengangguk.

“Sini ikut Mama…” ajak Marlina sambil bangkit lantas pergi ke ruang belakang. Jimmy ikuti dari belakang.

Sesampai di ruang belakang, Marlina menarik tangan Jimmy agar mendekat.

“Ada apa sih, Mam?” bertanya Jimmy.