Desahan Gadis Perawan // Part 2

RAKSASAPOKER Setelah memegang penis aku, bersama dengan sigapnya seluruh celana aku di turunkannya tanpa malu-malu kembali oleh Venti yang memicu penis aku yang agak besar untuk ukuran 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
indonesia yakni berukuran 20 cm bersama dengan diameter 9 cm tersembul muncul yang memicu mata Venti melotot lihat sambil memegangnya, dan aku menghendaki

Venti mengisap penis aku dan bersama dengan malu-malu pula ia mengisap dan mengulum penis aku,


namun penisku cuma sanggup masuk sedalam 8 cm dimulut Venti dan akupun memaksakan untuk masik lebih di dalam kembali hingga menyentuh tenggorokannya dan itu memicu Venti hampir muntah, kemudian ia menjadi menjilatinya bersama dengan pelan- pelan selanjutnya mengulum-ngulumnya sambil mengocok-ngocoknya, dihisap- hisapnya sembari matanya menatap ke wajahku, aku hingga merem melek merasakan kenikmatan yang tidak ada tara itu.

Cepat-cepat tangan kananku meremas bukit kembarnya, kuremas-remas sambil ia tetap mengisap-isap penisku yang sudah menegang makin lama menegang lagi. Kemudian aku menyuruh Venti mengurut penisku bersama dengan manfaatkan bukit kembarnya yang masih berukuran sedang itu yang memicu bukit kembar Venti makin lama kencang dan membesar. Dan menunjukan warna yang makin lama merah.

Setelah puas, aku rebahkan tubuh Venti disofa dan aku mengambil bantal sofa dan meletakan dibawan bokong Venti (gaya konvensional) dan aku membuka ke-2 selangkangan Venti yang memicu memiawnya yang sudah membesar dan belum ditumbuhi bulu-bulu halus itu merekah supaya muncul klitorisnya yang sudah membesar. Batang penisku yang sudah tegang dan keras, siap menyodok lubang sanggamanya.

Dalam hati aku membatin, “Ini dia saatnya… lo akan habis,Venti..!” menjadi pelan-pelan aku memasukkan penisku ke liang surganya yang menjadi basah, tapi terlampau sulit sekali, sebagian kali meleset, hingga bersama dengan hati-hati aku angkat ke-2 kaki Venti yang panjang itu kebahu aku, dan barulah aku sanggup memasukan kepala penisn aku, dan cuma ujung penisku saja yang sanggup masuk pada anggota permukaan memiaw Venti. DAFTAR ID PRO PKV


“Aduhhhhhh Omm.. aughhhhghhhhh… ghhh… sakit Omm…” jerit Venti dan muncul Venti menggigit bibir bawahnya dan matanya muncul berkaca-kaca sebab kesakitan. Aku selanjutnya menarik penisku kembali dan bersama dengan hati2 aku dorong untuk coba memasukannya kembali tapi itupun percuma sebab masih rapatnya memiaw Venti walau sudah basah oleh lendirnya.

Dan sesudah sebagian kali aku coba akhirnya sekali hentak maka sebagian penis aku masuk juga. Sesaat kemudian aku terlampau sudah menembus “gawang” keperawanan Venti sambil teriring suara jeritan kecil. “Oooooohhhhgfg….. sa… kiiiit…. Sekkkallliii…. Ommmmm….”, dan aku maju mundurkan penis aku kedalam memiaw Venti “Bless, jeb..!” jeb! jeb! “Uuh…, uh…, uh…, uuuh…”, ia mengerang. “Auuuuuggggkkkk…” jerit Venti. “Ommm Ahh…, matt.., maatt.., .ii… aku…” Mendengar erangan selanjutnya aku selanjutnya berhenti dan membiarkan memiaw Venti jadi biasa bersama dengan benda asing yang baru saja masuk dan aku menjadi penis aku di urut dan di isap oleh memiaw Venti,namun aku selalu diam saja sambil mengisap bibir mungilnya dan membisikan

“Tenang sayang nanti termasuk hilang sakitnya, dan anda akan jadi biasa dan menjadi enakan.” Sebelum Venti sadar bersama dengan apa yang terjadi, aku menyodokkan kembali penisku ke di dalam memiaw Venti bersama dengan cepat tapi sebab masih sempit dan dangkalnya nya memiaw Venti maka penisku cuma sanggup masuk sejauh 10 cm saja, supaya dia berteriak kesakitan ketiga aku paksa lebih di dalam lagi.

“Uhh…, aahh…, ugghh…, ooohh”. “Hmm…, aumm…, aah…, uhh…, ooohh…, ehh”. “Ooommm…,sakkkitt…… uuhh…, Ommm…,sakitttt……….. ahh”. “Sakit sekali………… Ommm…, auhh…, ohh…” “Venti tahan ya sayang”. Untuk tingkatkan daya nikmat aku menghendaki Venti menurunkan ke-2 kakinya ke atas pinggulku supaya jepitan memiawnya pada penisku makin lama kuat.. Nyaman dan hangat sekali memiawnya..! Kukocok muncul masuk penisku tanpa ampun, supaya setiap tarikan masuk dan tarikan muncul penisku memicu Venti merasakan sakit pada memiawnya. Rintihan kesakitannya makin lama tingkatkan nafsuku. Setiap kali penisku bergesek bersama dengan kehangatan alat sanggamanya membuatku menjadi nikmat tidak terkatakan.

Kemudian aku mencapai ke-2 gunung kembar yang berguncang-guncang di dadanya dan meremas-remas daging kenyal padat selanjutnya bersama dengan kuat dan kencang, supaya Venti menjerit setinggi langit. Akupun langsung melumat bibir Venti membut tubuh Venti makin lama menegang.

“Oooom…., ooohh…, aahh…, ugghh…, aku…, au…, mau…, ah…, ahh…, ah…, ah…, uh…, uhh”, tubuh Venti menggelinjang hebat, seluruh anggota badannya bergetar dan mengencang, mulutnya mengerang, pinggulnya naik turun bersama dengan cepat dan tangannya menjambak rambutku dan mencakar tanganku, tapi tidak kuperdulikan. Untunglah dia tidak punya kuku yang panjang..! Kemudian Venti memeluk tubuhku bersama dengan erat. Venti sudah mengalami orgasme untuk yang kesekian kalinya.

“Aaww…, ooww…, sshh…, aahh”, desahnya lagi. “Aawwuuww…, aahh…, sshh…, tetap Ommm, terruuss…, oohh” “Oohh…, ooww…, ooww…, uuhh…, aahh… “, rintihnya lemas menghindar nikmat ketiga hampir 18 cm penisku masuk kedalam memiawnya dan menyentuh rahimmnya. “Ahh…, ahh…, Oohh…” dan, “Crrtt…, crtr.., crt…, crtt”, air maninya keluar. “Uuhh… uuh… aduh.. aduh… aduhh.. uhh… terus.. terus.. cepat… cepat aduhhh..!” Sementara nafas aku seolah memburunya, “Ehh… ehhh… ehh..” “Uhhh… uhhh…. aduh… aduh… cepat.. cepat Ommm… aduh..!” “Hehh.. eh… eh… ehhh..” “Aachh… aku mau keluar… oohh… yes,” dan… “Creeet… creeet… creeet…” “Aaaoooww… sakit… ooohhh… yeeaah… terus… aaahhh… masukkin yang di dalam Ommm ooohhh… aku mau keluar… terus… aahhh… enak benar, aku… nggak tahaaan… aaakkhhh…”

Setelah Venti orgasme aku makin lama bernafsu memompa penisku kedalam memiawnya, aku tidak sadar kembali bahwa cewek yang aku nikmati ini masih ABG berumur 12 tahun. Venti pun makin lama lemas dan cuma pasrah memiawnya aku sodok. Sementara itu … aku dengarkan lirih … suara Venti menghindar sakit sebab tekanan penisku kedalam liang memiawnya yang makin lama di dalam menembus rahimnya. Aku pun makin lama cepat untuk mengayunkan pinggulku maju mundur demi tercapainya kepuasan. Kira-kira 10 menit aku laksanakan gerakan itu.

Tiba-tiba aku merasakan denyutan yang makin lama keras untuk menarik penisku lebih di dalam lagi, dan.. “Terus.., Omm.., terus.. kan..! Ayo.., teruskan… sedikit lagi.., ayo..!” kudengar pintanya bersama dengan suara yang kecil sambil ikuti gerakan pinggulku yang makin lama menjadi. Dan tidak lama kemudian badan kami berdua menegang sesaat, lalu.., “Seerr..!” menjadi spermaku mencair dan muncul memenuhi memiaw Venti, kami pun lemas bersama dengan keringat yang makin lama membasah di badan.

Aku langsung memeluk Venti dan membisikan “Kamu hebat sayang, apa anda puas..?” diapun tersenyum puas, kemudian aku menarik penis aku berasal dari memiawnya supaya sebagian cairan sperma yang aku tumpahkan di di dalam memiawnya muncul bersama dengan darah keperawanannya, yang memicu nafsuku naik kembali, dan akupun memompa memiaw Venti kembali dan ini aku laksanakan hingga sore hari dan memiaw Venti menjadi jadi biasa dan sudah sanggup mengimbagi seluruh gerakanku dan akupun mengajarinya sebagian tipe di dalam bercinta.

Sambil bertanya sebagian hal kepadanya “Kok anak SMP kaya anda sudah mengenakan G string dan BH seksi” Venti pun menjelaskannya “bahwa ia diajar oleh kakak dan sepupunya” bahkan katanya ia punya daster tembus pandang (transparan). Mendengar cerita Venti aku langsung berfikir adiknya saja sudah hebat gimana kakak dan sepupunya, tentu hebat juga.

Kapan-kapan aku akan menikmatinya juga. Setelah kejadian itu aku dan Venti sering laksanakan Sex di rumah aku dan di rumahnya dikala ortu dan kakanya pergi, yang biasanya kami laksanakan di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, meja kerja, meja makan, dapur., halaman belakang rumah bersama dengan beragam macam tipe dan hingga sekarang, sekiranya aku sudah horny tinggal telephone sama dia dan begitupun bersama dengan dia. Nonton Bokep

Venti saat ini sudah berumur 14 th. dan masih suka dateng mengunjungi rumah saya, bahkan Venti tidak keberatan sekiranya aku suruh melayani temen-temen aku dan pernah sekali ia melayani empat sekaligus temen-temen aku yang memicu Venti tidak sadarkan diri selama 12 jam, tapi sesudah sadar ia menghendaki supaya sanggup melayani lebih banyak kembali katanya. Yang memicu aku berpikir bahwa anak ini maniak sex, dan itu memicu aku suka sebab sudah tersedia ABG yang memuaskan aku dan temen-temen aku, dan aku akan manfaatkan dia untuk sanggup mendekati kakak dan sepupunyaa.