Dengan Perawan Kampung Yang Bahenol // Part 2

RAKSASAPOKER Tanganku bergerak berasal dari punggungnya berubah ke pantatnya yang bulat untuk saya remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
bibir dan lidah saling mengulum. Lama kita pada posisi berdiri "Eeehh.. mmaas eehh eegh enaak sayang ngg.., teruss, teruss.. gelii.. egghh eenaak"

erangnya yang tiap tiap sementara nampak berasal dari mulutnya.


Kegairahan pagi itu kita lanjutkan di lantai kamarku untuk saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kita yang pertama kali di lantai kamarku. Maklum kamar indekost dengan area tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang pasti kurang tepat untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu.

Dengan leluasa tangan kita saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu perihal sepanjang ini yang jadi obsesiku adalah permohonan yang terpendam untuk mengemot puting misalnya melihat buah dada wanita yang sedemikian montok dan menggairahkan, maka saya tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya. "Mass sayang terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,.. eehm Mas nikmat.. terus jilatin pentilku teruss saya peengin di jilatin terus pentilku..". Dengan penuh gairah pertama saya puaskan menjilati putingnya yang saya rasakan jadi menegang dan demikian juga dengan penisku, sambil saya gesek-gesekkan ke tonjolan daging di selangkangannya.

Aku kembali agak kaget kala batang penisku terasa basah sementara saya gesekkan di tonjolan daging selangkangan Nina yang tetap kenakan CD, yang apalagi penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba selangkangan Nina satu diantara belahan daging, namun tiba-tiba dia memekik "A'aa ehh jangan dulu Mas nggak tahan gelinya". Maka sementara saya lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremas buah dadanya sambil memilin-milin putingnya "Mass.. he'eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re'eemas.. e'eenak eeh.. ehghhm.. yangg geli..". Penisku terus saya gesek-gesekkan dicelah selangkangan Nina, "eeh, eehh.. eehh.. eehh.. eeheh.. eh". Demikian lenguhannya tiap tiap saya gesek selangkangannya.

 "Mas.. tarik CD-ku dan lepaskan celanamu..", hingga pada ucapan Nina berikut maka sementara kita lepas pergumulan itu sambil saya dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang tetap didalam suasana telentang sementara saya duduk dan dia terasa angkat kakinya ke atas sementara CD-nya terasa berganti meninggalkan pantatnya, sambil terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata dan juga senyum-senyumnya yang nakal, maka saya dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, lepas sudah CD-nya tinggalah celah rapat-rapat menganga semu pink dan semu basah dengan sedikit leleran lendir berasal dari lubang kenikmatan itu. "Nin.. kenapa sih" tanyaku nakal, 

"Apanya.. Mas" sahutnya sambil senyum, "Kalau dikemot-kemot payudaranya serupa pentilnya tadi". "Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya rela mati saja namun nikmat iih geli". "Enggak sakit dikemot dipentilnya tadi" tanyaku, "Enak.. Mas, rasanya ingin terus, terkecuali sudah yang kiri, terus ingin yang kanan, rasanya ingin dikemot bareng-bareng serupa mulut Mas. Terus di liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan hingga saya eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm" akunya. DAFTAR ID PRO PKV


"Terus ingin kembali nggak dikemot-kemot?" tanyaku penasaran. "Iiih.. Mas nakal, ya.. Pingin kembali dong", sambil tangannya merayap ke selangkanganku yang tetap memanfaatkan CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas. "Kalau adik Mas rasanya gimana tuh terkecuali kupegang-pegang gini?, geli nggak?" keingin-tahuannya besar juga. "Sama nikmat rasanya, pengin terus dielus-elus serupa Nina terus, geli eh-eh.. eh" dengan penasaran dia mengesek-gesek tepat lubang penisku, jadi geli rasanya. "Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?" sambil dia pegang dan raba-raba buah pelirku." Yah nikmat juga" tegasku sambil saya elus-elus pahanya yang tidak begitu putih namun mulus. "Eh.., Mas tadi kutipu, pura-pura sakit, habis Mas kelihatannya cuek saja", sambil dia senyum nakal menggoda. 

Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain aku. "Mas.. sepanjang seminggu ini kita hanya berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas?" tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang tetap tegak sedang saya memilin-milin puting susunya yang juga tetap tegang, "Kita kelonan terus saja seminggu ini siang ataupun malam". Kebetulan kerjaku sepanjang ini hanya hingga jam 14.00 sudah pulang. Dia menggoda "Terus nanti terkecuali kelonan terus Mas nanti nggak tersedia yang nyediain makan gimana dong".

 "Yah nggak usah makan asal kelonan terus serupa Nina entar kenyang". Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melewatkan dia bicara "Mas kita kelonan kembali yuk hingga sore, terus nanti mandi bareng". Tanganku terasa mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan kembali dia telentang di lantai dan saya terasa menindihnya "Mas.. terkecuali gini terus saya rasanya rela pingsan kenikmatan eehh.. M eghhmm.. aduuh.. nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh.. eghh". 

Dan saya rasakan clitorisnya jadi basah, dan dengan lahapnya jari tengahku saya cabut berasal dari clitnya untuk kujilati jariku dan saya rasakan nikmat gurihnya lendir seorang perempuan pertama kalinya. "Eeehh.. eennak.. aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh.. ehhehh" sementara jariku kembali menelusup kedalam lubang clitorisnya. Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang kian meningkat namun saya ragu untuk menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya.

Maka sementara saya tahan walupun penisku pun juga sudah jadi basah oleh lendirku juga. Aku terasa merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa dia memahami sebab matanya terpejam nikmati gairah yang dirasakan, sementara lidahku terasa menjilatlubang clitorisnya, kembali dia terpekik "aahhuughh huu.. hu.. egghh aduh.. eggh nikmat, aduhh saya gimana nih Mass aahh saya nggak kuat, Mass.. Mas.. eghh.. egh hhgeehh.. Mas." sambil dia saya mencermati pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan namun saya ragu terkecuali dia sakit, dan malahan kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak "hehehggheh ahh.. ehhehh.. huhh.. mass.. aku.. akuu rasanya.. eghh" dan dia bangkit sambil menarik CD-ku yang tetap saya kenakan, dan blarr, penisku menantang tegak "Mas masukkan Mas.. eeghheghh" dan dia angkat kakinya sambil telentang dia bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya.

 "Mas.. kocok Mas eghh Mas yang dalam.. kocok terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk". Sambil menekuk kaki, sementara tanganku sebagai tumpuan dan dengan berat tubuhku saya tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yang sedari tadi sudah menunggu, dan saya rasakan sedotan lubang yang benar-benar kuat pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot. "Eehhgehhg.. teruss. teruss Mas.. maass nikmat kocok terus aduuh rasanya saya nggak kuat mass tersedia yang nampak eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass.." "ahhgg-agh.. Nani saya aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm.. nikmat.. terus sedot" "Mass nikmat.. sekali nikmat.. didalam sekali. Aahh aduh.. hhaghhah Mass.., saya rela keluarr".

 "Aku juga Nan.. ahhgh saya sudah rela keluar.. ahgghhah". Dan saya cabut penisku sementara dia demikian bergetar dan menyedot sedot penisku supaya saya tak tahan kembali untuk menyemburkan spermaku dan sementara itu saya terasa dia lepas berasal dari penisku, dia bangkit dan menyambut batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya "Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek" bunyi mulutnya mengemot dan menyedot penisku sementara saya terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, hingga dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih. 

Sesaat sesudah itu saya tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yang tidak terasa sudah jam 3 sore, dan baru sesudah itu bangun dengan badan terasa agak pegal. Kami kembali berpagut lama dengan saling rabaan dan remasan tetap didalam suasana tanpa busana. Akhirnya kita mandi dengan dengan air yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman pertama kaliku nikmati jalinan seks dengan seorang gadis kampung bernama Nani.