Cinta Lewat SMS // Part 2

RAKSASAPOKER Pelukan hangat Mas Hengki segera menyergap. Memeluk dari belakang, sebabkan tangannya bebas-puas menggerayangi payudaraku. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Sambil mendesis-desis, bibirnya yang seksi menjadi melumat leher dan belakang kupingku. Pantas saja Mbak Cilla betah di kamar.

Mas Hengki memang paling jago memanjakan cewek. Permainannya lembut dan halus. Baru kali ini aku merasakan sentuhan-sentuhan seorang laki laki yang membuatku nikmat keenakan


Tidak layaknya Joko pacarku, Mas Hengki terlampau sabar menelusuri semua bagian tubuhku. Dia begitu menikmati jengkal demi jengkal lekuk tubuhku. Aku terlampau menikmati permainan jilatan lidah dan remasan jari-jarinya yang nakal. Kini aku hanya menyisakan celana di dalam saja. Pakaian tidur dan BH sudah dicampakannya. Entah kenapa, Mas Hengki belum termasuk menjamah bagian paling sensitif dari tubuhku. Padahal aku sudah terlampau menginginkan jilatan demi jilatan merambah bibir kemaluanku yang sudah menjadi membasah.

Ternyata, kesabaran Mas Hengki menjelajahi bagian tubuhku berhenti hingga disitu. Tiba-tiba dia mengangkat tubuhku ke area tidur. Dengan sedikit tergesa-gesa, dia membaringkan tubuhku di tepi area tidur. Buru-buru dia melepas celana dalamku dan CD-nya. Dengan berlutut di tepi area tidur, Mas Hengki sudah mengeluarkan senjata pamungkasnya. Sebatang daging keras memanjang sudah mendekati selangkanganku.

“Jangan pernah Mas..!” sahutku lirih.
Aku kecewa berat. Kenapa sih setiap laki laki selalu menginginkan cepat-cepat memasukkan batangnya ke lubang kemaluannya wanita. Padahal aku tetap butuh foreplay yang lama. Kenikmatan tidak hanya didapat kala batang itu ada di dalam lubang kemaluan.
“Mas sudah ngga tahan, sayang..!” katanya.
Batang kokoh berurat itu menjadi menekan-nekan. Aku meringis kesakitan.
“Ahh.., perlahan dong Mas..!” aku menghambat sakit.

Seperti tidak mendengar permintaanku, Mas Hengki makin kencang menekan. Kedua tangannya menyangga tubuhnya di bibir area tidur. Sementara kedua lututnya bertekuk di lantai. Gaya layaknya ini pernah aku lihat di film biru. Kedua kakiku ditekuknya layaknya kecoa kepanasan. Menurut cerita teman-temanku, posisi inilah yang didambakan setiap wanita. Dalam posisi layaknya ini, penetrasi alat penting pria dapat maksimal. Sementara kedua tangannya dapat bebas meremas payudara si wanita. Tetapi semua itu tidak kuperoleh dari Mas Hengki. DAFTAR ID PRO PKV


Tidak layaknya yang kuduga, sudah hampir tiga menit Mas Hengki belum berhasil menembus keperawananku. Puluhan kali dia mendorong batang kemaluannya, aku belum merasakan nikmatnya batangan daging mencukupi rongga vaginaku.
Tiba-tiba Mas Hengki berkata, “Mau muncul nih Cilla..!” sambil meringis menghambat sakit.
Aku tersenyum mendengar ucapannya. Mas Hengki tidak paham jikalau tubuh yang dihimpitnya adalah tubuhku, adik iparnya, bukan Mbak Cilla istrinya.
Dan, “Cret.. cret.. cret..” cairan putih kental menghujam perutku.

Aku tetap telentang kala Mas Hengki mengenakan celananya. Tanpa permisi, dia segera meninggalkanku. Cairan sperma Mas Hengki menjadi meleleh ke bawah. Kemudian terhenti dan menggumpal di sela-sela bulu kemaluanku yang lebat. Seperti tidak percaya, aku mengenang kejadian beberapa menit yang lalu. Bukan tidak yakin pada perihal yang kami berdua lakukan, namun pada ‘kemampuan’ Mas Hengki. Mungkin aku terlampau tinggi menghayal dan meminta Mas Hengki sebagai laki laki perkasa, supaya aku menjadi kecewa di dalam kenyataannya.

Padahal, jikalau Mas Hengki tidak terburu-buru, dapat kuberikan pertama kali kenikmatan untuknya. Biarlah, Joko pacarku mengambil sisanya, gara-gara memang aku tidak meminta banyak dari Joko. Hubunganku sepanjang ini dengannya lebih gara-gara aku menuruti permohonan Mama saja. Maklum sudah tua, menjanda pula. Mama ingin, aku Lika, hanya satu anak perempuan yang single, berjodohan bersama dengan keponakan Papa almarhum.

Paginya aku bangun kesiangan. Seluruh badan menjadi pegal, bisa saja gara-gara permainan semalam yang tidak tuntas. Kusambar handphone-ku, lagi-lagi SMS dari Mas Hengki. Tidak layaknya biasanya, kali ini pesannya agak panjang. Intinya, dia minta maaf atas ‘happy ending’ yang tidak cukup bagus tadi malam.

Menurut pengakuannya di dalam SMS yang berturut-turut, sebelum akan tubuhku dibawanya ke atas area tidur, dia sudah menjadi khawatir jikalau Mbak Cilla atau Mama paham kejadian itu. Dasar lelaki, Mas Hengki tidak senang melepas kesempatan itu begitu saja. Maka yang berjalan adalah dia buru-buru mengarahkan batang kemaluannya ke liang keperawananku. Dia tetap sempat menikmati ejakulasi. Sementara aku, hanya sanggup pegal dan kecewa saja. Tapi sudahlah.

Hari-hari berikutnya, kami tetap kerap ber-SMS ria. Isinya lebih-lebih jikalau bukan saling memancing birahi. Belajar dari film “Mission Impossible,” kami selalu segera menghapus setiap pesan SMS. Bahkan, jikalau tengah tiduran di samping Mbak Cilla pun, Mas Hengki sengaja menyimpan handphone-nya di bawah bantal, supaya dering atau vibrasinya tidak terdengar istrinya.

Pernah suatu ketika, melalui SMS Mas Hengki memberitahu jikalau dia senang ‘main’ sama Mbak. Dia menantangku jikalau senang mengintip permainan ‘bola’-nya. Pintu kamarnya sengaja dibuka sedikit, memberi celah bagiku menikmati permainan seru mereka.

Penasaran, kuturuti tantangannya. Dan alamaak, Hengki di atas ranjang memang layaknya yang kudambakan sepanjang ini. Kakakku hingga kewalahan mengimbangi irama permainan suaminya. Dari wajahnya, muncul mereka lemas kelelahan. Kenikmatan duniawi pada akhirnya mereka renggut berdua malam itu. Sementara aku hanya sanggup menelan ludah.

Ada termasuk lucunya Mas Hengki ini. Masih bersama dengan SMS, dia ‘melaporkan’ hasil permainan bersama dengan kakakku Cilla.

Ternyata mengisi di dalam SMS-nya adalah, “Aku mengayalkan tubuh Lika kala menindih Mbak Cilla.”
Gila..! Aku balas SMS itu, “BUKTIKAN DENGANKU MAS, JANGAN HANYA MEMBAYANGKAN.” aku menjadi memancing dia lagi.