Berselingkuh Dengan Tanteku Dirumah Sakit // Part 2

RAKSASAPOKER Entah artinya yang sengaja dibolak-balik atau sesungguhnya ini anggota dari kelihaiannya membujuk Gue. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Mungkin karena Gue tetap berdarah muda, meskipun telah punya kebiasaan menghadapi perempuan namun kecuali dirangsang di dalam situasi begini tentu saja cepat batang kemaluan Gue naik mengeras.

Kalau telah hingga di sini telah lebih ringan ulang bikin dia.


“Wihh, besar sekali gundukanmu Don.. boleh memandang dalamnya punyamu..? Ayo bantu tante untuk membuka celanamu..!” katanya tanpa menanti persetujuan dari Gue, dia telah langsung bekerja membuka celana Gue dan membebaskan burung kaku Gue.

Memang, selagi batang kejantanan Gue terbuka bebas, matanya setengah heran setengah takjub memandang ukurannya. Terutama kepalanya yang menyerupai helm tentara “NAZI”.
“Bukan main kontolmu Doni.. besar dan keras banget punyamu..” katanya memuji takjub namun justru memandang yang begini jadi memburu nafsunya.

“Tapi masak sih Don, benda seindah begini belum pernah dipake ke memeknya cewek. Kalo gitu sini tante boleh nggak ngerasain sedikit ulang biar mampu tante tempelin di sini.” lanjutnya, lagi-lagi tanpa menanti komentar Gue, dia dgn sebelah tangan bekerja cepat membebaskan CD-nya.

Terlihatlah hutan kemaluannya yang menggoda itu, lantas dia menyuruh Gue untuk naik ke ranjang dan menyuruh Gue untuk menempelkan kepala kemalua Gue di mulut lubang senggamanya. Di situ Gue disuruh menggosok-gosokkan ujung kemaluan Gue di celah liang senggamanya.

Lalu dgn menggosok-gosokkan sendiri ujung kepala batang kejantanan Gue di mulut lubang senggamanya yang telah terbuka lebar itu, meningkatkan jadi tegang di dalam nafsu diri Gue.
“Ahh.. aduh.., Don.. nikmatnya..,” katanya menjerit geli.
“Udah Don, tante nggak tahan. Sekarang giliran tante bikin nikmat kamu.., ok Gueng..?” katanya menyuruh Gue berdiri.
Lalu dia dgn satu tangannya langsung memegang batang kemaluan Gue dan jadi menjilati seputar batangnya, sambil sesekali mengulum kepalanya.

Beberapa selagi kemudian, dia menarik Gue lagi, tubuh Gue berlutut di atas ranjangnya, dan ulang liang senggamanya memperlihatkan celah kenikmatan yang siap untuk Gue masuki. Dalam situasi seperti itu, Gue benar-benar telah lupa bahwa dia adalah tante Gue sendiri. Lalu, ujung batang kejantanan Gue jadi .

Gue tusukkan di lubang kenikmatannya yang langsung Gue mengikuti dgn gerakan maju-mundur, putar kanan-kiri untuk menusuk lebih dalam. Tante sendiri ikut mendukung Gue dgn jari-jari tangan kanannya. Dia memperlebar bibir kemaluannya agar jadi lebih terbuka untuk lebih mempermudah masuknya batang kemaluan Gue.
Terus Gue genjot batang kemaluan Gue ke di dalam liang kenikmatannya yang indah itu.

Dan akhirnya, “Hghh.., oo.. Donn.. yeess.., oohh..!” dgn erangannya, dia membuka orgasmenya yang terhitung disusul oleh Gue hanya berselang sebagian detik kemudian.
“Gimana Don rasanya barusan..?” katanya menguji Gue sambil tangannya mengusap, menyeka-nyeka keringat di dada Gue. Cerita Seks dengan Tante
“Aduh tante sedap sekali, belum pernah Doni ngerasain yang seperti ini. Tapi tante sendiri, gimana rasanya..?” kata Gue balik bertanya. DAFTAR ID PRO PKV


“Tante baru saat ini lho ngerasain digituin cowok dgn kelembutan, namun terhitung tidak meninggalkan kejantanannya yang perkasa, seperti punyamu ini, ‘Si Buta Dari Gua Memek’, tante menjadi melayang ke langit yang ke-7. Ohh.. endangg..?” katanya.

Begitu selesai, Gue diajak tante ke kamar mandi. Dan selagi itu Gue bantu tante membersihkan kemaluannya. Sambil menyiram kemaluan tante, Gue mendekap dia dari belakang, dan tante yang sedang berdiri menjadi kegelian karena batang kejantanan Gue menyentuh bukit pantatnya. Seketika batang kejantanan Gue naik ulang karena yang Gue memandang saat ini lebih keluar montoknya.

Dan seketika itu, tangan lembut tante memegang batang kemaluan Gue. Gue gemetar karena pengalaman seperti ini luar biasa bikin cowok perjaka seperti Gue ini. Buah dada tante menjulang, menantang dan tegar, tampak pori-porinya meremang karena udara terlalu dingin di kamar mandi, bahkan ini telah sedang malam. Dan bukit kemaluannya agak merekah merah terbuka bekas kelakuan yang tadi.

Gue tidak mengetahui mesti berbuat apa tidak cuman meraba buah dadanya ulang yang kali ini dari depan. Tante menarik Gue dan mencium bibir Gue, Gue menurut saja. Tubuh kami saling merapat. Tangannya konsisten mengurut-urut batang kejantanan Gue. Dan Gue meraba pantatnya yang bulat dan sintal kencang. Buah kejantanan Gue pun diremas-remasnya pelan-pelan. Kemudian, tante jadi meningkatkan kakinya yang sebelah ke atas bak dan dimasukkannya ulang kemaluan Gue ke liang senggamanya. Ngilu dan agak panas jadi di batang kejantanan Gue.

Tante jadi bergoyang maju mundur dan pantat Gue terhitung ditekannya dgn tangan kanannya agar Gue mampu mengikuti irama. Gue ikut saja menggoyangkan sambil memeluk, mengisap putingnya, mencium bibirnya. Beberapa selagi kami bergoyang sama-sama, namun paha tante jadi pegal rupanya, dan dicabutnya batang kemaluan Gue.

Kemudian dia berbalik dan menungging sambil berpegangan dgn tangan kanannya ke bibir bak mandi. Gue gosokkan batang kejantanan Gue ke bibir kemaluannya. Benar-benar jadi panas bibir kemaluannya itu.

Kemudian Gue mendesak maju dan, “Bless..” Rudal punya Gue masuk bergesek-gesek dgn dinding lubang senggamanya.
Tante terhitung bereaksi dan pinggulnya berputar seperti penari ular. Aduh luar biasa sekali, Gue jadi keenakan dan tidak mampu berpikir jernih lagi.

Pantat Gue maju mundur, rudal panjang Gue menggaruk-garuk lubang kenikmatannya. Dari posisi ini, Gue mampu memandang dgn mengetahui batang kejantanan Gue basah kuyup dan bibir kemaluan tante tertarik keluar masuk. Tangan Gue menjangkau ke depan, meremas buah dadanya yang menggantung besar dan bergoyang menggeletar, nafas tante mendengus desah.
“Ohh.. yess..!”

Akhirnya Gue meledak-ledak ulang dan tante rupanya telah lebih pernah mengalami orgasme.
Setelah itu Gue mandikan tante Gue tersayang. Mulai detik itu, Gue miliki tugas tambahan baru.