Berselingkuh Dengan Tanteku Dirumah Sakit // Part 1

RAKSASAPOKER Cerita ini berawal sementara Gue tengah tunggu tante Gue yang dirawat di rumah sakit.

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Tangannya mesti digips, akibat kecelakaan yang menimpanya. Tante Gue terlibat kecelakaan sementara dia mengendarai mobilnya. Tangannya yang kiri luka robek akibat terkena pecahan kaca.

Yang Gue rasakan kala tunggu tante Gue ini ada enaknya juga ada tidak enaknya.


Gue ambil perumpamaan saja yang enaknya dulu, sementara tante sudi pipis, Gue pasti disuruh mengantar ke WC. Karena tangan tante sakit, dia menyuruh Gue untuk membukakan CD-nya dan Gue mampu memandang dgn memahami kemaluannya yang tertutup bulunya yang agak lebat. Dan yang tidak enaknya kala dia sudi membuang air besar, udah deh jangan diteruskan, kamu semua pasti memahami apa yang Gue maksudkan.. OK.

Malam itu, Gue sendirian menjaga tante di rumah sakit.
Tiba-tiba tante memanggil Gue, “Doni.., cepet kemari..! Tolong tante ya..?” katanya.
“Ada apa tante..?” kata Gue.
“Perut tante sakit nich.., tolong gosokin perut tante pake minyak gosok, ya..?” katanya sambil mengakses selimutnya.

Dan terlihatlah tubuh tante yang molek itu, meskipun dia tetap memakai BH dan CD. Tapi samar-samar puting buah dadanya dan bulu kemaluan tante keluar agak jelas. Melihat panorama itu, batang kemaluan Gue menjadi naik. Agar tidak keluar oleh tante, Gue mencoba merapatkan tubuh bagian bawah Gue ke pinggir ranjang.

“Lho Don.., apa yang kamu tunggu..? Ayo cepet ambil obat gosok di meja itu. Lalu gosok perut tante, awas jangan keras-keras ya..!” katanya.
“Ya tante..” kata Gue sambil mengambil obat gosok di meja yang ditunjuknya.
Setelah Gue mengambil obat gosok yang ada di meja, “Yang digosok bagian mana tante..?” tanyaku.
“Ya perut tante dong, matang memek tante.. khan nanti.. memek tante menjadi sakit kepanasan.” katanya tanpa mulai risih.
“Akh.. tante mampu aja deh.. benci aku.. uhh..!” kata Gue.
“Ayo dong cepet, tante udah nggak tahan sakitnya nich..!” katanya sambil meringis.

Lalu Gue gosok bagian perutnya yang putih mulus dan berbulu itu. Gue menggosok dgn lemah-lembut seperti kala Gue tengah menggosok tubuh cewek Gue.
“Ya gitu dong, huu.. enak juga gosokanmu Don. Belajar dimana kamu..?” katanya sambil mendesis.
“Nggak kok tante, biasa aja.” Gue jawab dgn pura-pura.
“Udahlah jangan bohong kamu.. Pasti kamu kerap gosokin tubuh cewek kamu ya khan..?” tanyanya mendesak Gue. DAFTAR ID PRO PKV


“Kan Doni belum dulu gosokin cewek Doni, tante..!” kata Gue pura-pura lagi.
“Sekalian ya Don, pijitin kaki tante, mampu khan..?” katanya manja.

Gue cuma mengangguk dan mulai memijat kakinya yang mengakibatkan naik ulang batang kemaluan Gue. Kakinya begitu dingin, mulus dan merangsang Gue.
Lalu, “Sudah tante, capek nich..!” kata Gue.
“Lhoo.., yang di atas belum khan..?” katanya.
“Ah.., tante becanda ah.., Doni menjadi malu..,” kata Gue.
“Ayo cepet dong, kamu nggak bakalan capek lagi. Coba deh pijit disini, di paha tante ini. Ayo dong, kamu nggak usah malu-malu, Doni khan keponakan tante sendiri, ayo cepet gih..!” katanya manja sambil menarik tangan Gue dgn tangan kanannya.

Sekarang Gue mampu memandang gundukan bukit kemaluanya yang menerawang berasal dari balik kain tipis CD-nya itu. Wajah Gue langsung beralih merah menyala dgn panorama yang indah ini. Tante seperti tidak memahami apa yang Gue rasakan, dia menyuruh mendekat masuk ke tengah-tengah selangkangannya dan mengambil kedua tangan Gue, meletakkan di masing-masing paha atasnya sama di pinggir gundukan bukit kemaluannya.

“Iya di situ Don..,” katanya sambil mencoba melebarkan kakinya lebih lebar lagi.
Gue disuruh memijat lebih ke di dalam lagi. Pikiran Gue mulai terganggu, karena bagaimanapun meremas-remas ‘zone eksklusif’ yang tengah terbuka menganga ini sudi tidak sudi mengakibatkan batang kejantanan Gue menjadi naik lagi.
Lalu, “Don, kamu udah mempunyai cewek..?” katanya.
“Ya tante..,” kata Gue berterus terang.
“Ngomong-ngomong Doni udah dulu ngeseks sama cewek kamu, belum..?”
“Apa itu ngeseks tante..?” kata Gue pura-pura tidak mengerti.
“Maksudnya tidur sama cewek..” katanya.
“Ngmm.. belum dulu tante..” jawab Gue berbohong.
“Ah matang sih, coba tante memandang dan pegang punyamu itu..?” katanya sambil menarik tubuh Gue sehingga lebih dekat lagi, lalu dgn tangan kanannya dia meraba gundukan di celana Gue.
“Tante pingin tau kalo anumu bangunnya cepet bermakna betul belum pernah..” katanya sambil meraba-raba batang kemaluan Gue lagi.