Bercumbu Dengan Perawan Pilihan // Part 2

RAKSASAPOKER Agak lama setelah itu baru dia ngomong, pelan sekali,“ Kalian tau Ren, semenjak kemarin berjumpa, kayaknya saya merasa pengen memandang kalian terus, ngobrol terus. Ren, saya suka sama kalian.”

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“ Tetapi khan kemarin kalian dikenalkan ke Paman saya, apa kalian enggak merasa kalo kalian itu dijodohin ke Paman saya, apa kalian enggak amati respon Paman saya ke kalian..?”

“ Iya, tetapi saya enggak ingin dijodohin sama Paman kalian, soalnya usianya aja beda jauh, saya pikir- pikir, mengapa hari itu bukannya kalian aja yang dijodohin ke saya..?” kata Nadine sembari mendesah.


Saya juga menanggapi,“ Saya sesungguhnya pula suka sama kalian, tetapi saya enggak lezat sama Paman saya, entar dikiranya saya kurang ajar sama yang lebih tua.”

Nadine diam saja, demikian pula saya, sedangkan itu film terus menjadi meningkat panas, tetapi Nadine tidak membebaskan genggamannya. Kemudian secara tidak siuman otak pornoku mulai bekerja, soalnya kupikir saat ini kan tidak terdapat orang lain ini. Kemudian mulai kuusap- usap tangannya, kemudian dia menoleh padaku, kutatap matanya dalam- dalam, sembari mengatakan dengan pelan,“ Nadine, saya cinta kalian.”

Dia tidak menanggapi, tetapi memejamkan matanya. Kupikir ini saatnya, kemudian pelan- pelan kukecup bibirnya sembari lidahku menerobos berjumpa lidahnya. Nadine juga kemudian membalasnya sembari memkamukku erat- erat. Tanganku tidak tinggal diam berupaya buat meraba- raba buah dadanya, nyatanya agak besar pula, meski tidak sebesar punyanya bintang film porno. Nadine menggeliat semacam cacing kepanasan, mendesah- desah menikmati rangsangan yang diterima pada buah dadanya. Bokep jepang

Setelah itu saya berupaya membuka satu persatu kancing bajunya, kemudian kuremas- remas buah dada yang masih terbungkus BRA itu.

“ Aaahh, buka aja BH- nya Ren, kilat.., oohh..!”

Kucari- cari pengaitnya di balik, kemudian kubuka. Wah, nyatanya cukup pula, masih padat serta kencang, meski tidak begitu besar. Langsung kusedot- sedot putingnya semacam anak balita kehausan.

“ Esshh.. ouwww.. aduhh.. Ren.. nikmat sekali lidahmu.., teruss..!”

Sehabis bosan dengan payudaranya, kemudian kubuka segala pakaiannya hingga bugil total. Dia pula tidak ingin kalah, kemudian membebaskan seluruh yang kukenakan. Buat sesaat kami silih berpandangan mengagumi keelokan tiap- tiap. Kemudian dia menarik tanganku mengarah ke kamarnya, tetapi saya membebaskan pegangannya kemudian menggendongnya dengan kedua tanganku.

“ Aouww Ren, kalian romantis sekali..!” katanya sembari kedua tangannya menggelNadinet manja melingkari leherku. DAFTAR ID PRO PKV


Setelah itu kuletakkan Nadine pelan- pelan di atas ranjangnya, kemudian saya menindih badannya dari atas, buat sesaat mulut kami silih pagut memagut dengan mesranya sembari berpelukan erat. Kemudian mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat- jilat dengan lembut, Nadine mendesah- desah nikmat. Tidak lama saya bermain di dadanya, mulutku pelan- pelan mulai menjilati turun ke perutnya, Nadine menggeliat kegelian.

“ Aduh Ren, kalian ngerjain saya yah, awas kalian nanti..!”

“ Tetapi kalian suka khan? Geli- geli nikmat..!”

“ Udah ah, jilati aja memek saya Ren..!”

“ Oke boss.., siap laksanakan perintah..!”

Langsung saja kubuka paha lebar- lebar, tanpa menunggu lagi langsung saja kujilat- jilat klitorisnya yang sebesar kacang kedele. Nadine menggoyang- goyangkan pinggulnya dengan liar seakan- akan tidak ingin kalah dengan game lidahku ini.

“ Oohh esshh aaouuw uuhh teeruss.., lebih dalemm, oohh.. nikmat sekali..!” Agak lama pula saya bermain di klitorisnya sampai- sampai nampak banjir di dekat vaginanya.

“ Ren, masukkin aja titit kalian ke lobang saya, saya udah enggak tahan lagi..!”

Dengan lekas kuposisikan diriku buat menembus kemaluannya, tetapi kala kutekan ujung penisku, nyatanya tidak ingin masuk. Saya baru ketahui nyatanya ia masih perawan.

“ Nadine, apa kalian tidak menyesal perawan kalian saya tembus..?”

“ Ren, saya rela jika kalian yang ngambil perawan saya, untuk saya di dunia ini hanya terdapat kita

berdua aja.”

Tanpa ragu- ragu lagi langsung kutusuk penisku dengan kokoh, rasanya semacam terdapat suatu yang robek, bisa jadi itu perawannya, pikirku.

“ Aduh sakit Ren, tahan dahulu..!” katanya menahan sakit.

Saya juga diam sejenak, kemudian kucium mulutnya buat meredakan rasa sakitnya. Sebagian menit setelah itu dia terangsang lagi, kemudian tanpa buang waktu lagi kutekan pantatku sehingga batang kemaluanku masuk seluruhnya ke dalam lubangnya.

“ Pelan- pelan Ren, masih sakit nih..!” katanya meringis.

Kugoyangkan pinggulku pelan- pelan, lama kelamaan kulihat ia mulai terangsang lagi. Kemudian gerakanku mulai kupercepat sembari menyedot- nyedot puting susunya. Kulihat Nadine sangat menikmati sekali game ini.

Tidak lama setelah itu dia mengejang,“ Ren, aa.. akuu.. ingin keluuarr.., teruss.. terus.., aahh..!”

Saya juga mulai merasakan perihal yang sama,“ Nad, saya pula ingin kkamuar, di dalam ataupun di luar..?”

“ Keluarin di dalem aja Sayang.. ohh.. aahh..!” katanya sembari kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku serta terus menggoyangkan pantatnya.

Seketika ia menjerit histeris,“ Oohh.. sshh.. sshh.. sshh..”

Nyatanya ia telah keluar, saya terus menggenjot pantatku terus menjadi kilat serta keras sampai memegang ke dasar liang senggamanya.

“ Sshh.. aahh..” serta,“ Aagghh.. crett.. crett.. creet..!”

Kutekan pantatku sampai batang kejantananku melekat ke dasar liang kenikmatannya, dan

keluarlah spermaku ke dalam liang surganya.

Dikala terakhir air maniku keluar, saya juga merasa lemas. Meski dalam kondisi lemas, tidak kucabut batang kemaluanku dari liangnya, melainkan menaikkan lagi kedua pahanya sampai dengan jelas saya bisa memandang gimana rudalku masuk ke dalam sarangnya yang dikelilingi oleh bulu kemaluannya yang menggoda. Kubelai bulu- bulu itu sembari sesekali memegang klitorisnya.

“ Sshh.. aahh..!” cuma desisan saja yang jadi jawaban atas perlakuanku itu.

Sehabis itu kami berdua bersama lemas. Kami silih berpkamukan sepanjang kira- kira satu jam sembari meraba- raba. Kemudian dia mengatakan kepadaku,“ Ren, mudah- mudahan kita dapat bersatu semacam ini Ren, saya sangat sayang pada kalian.” Saya diam sejenak, kemudian kubilang begini,“ Saya pula sayang kalian, tetapi kalian mesti janji tidak boleh meladeni paman saya kalo ia nyari- nyari kalian.”“ Oke boss, siap laksanakan perintah..!” katanya sembari memeluku lebih

erat.

Semenjak dikala itu, kami jadi sangat lengket, masing- masing malam minggu senantiasa kami bertingkah semacam suami istri. Tidak cuma di apartmentnya, kadangkala saya tiba ke tempat kerjanya serta melaksanakannya bersama di Toilet, pasti saja sehabis seluruh orang telah kembali. Kadangkala dia pula ke tempat kerjaku buat memohon jatahnya.

Katanya pamanku telah tidak sempat mencarinya lagi, soalnya masing- masing kali Nadine ditelpon, yang menjawabnya merupakan mesin penjawabnya, kemudian tidak sempat dibalas Nadine, bisa jadi kesimpulannya pamanku jadi bosan sendiri. Saya serta dia kerap jalan- jalan ke Mall, untungnya tidak sempat berjumpa dengan pamanku itu.

Hingga dikala ini saya masih jalur bersama, tetapi kala kutanya hingga kapan ingin begini, dia tidak menjawabnya. Saya mau sekali menikahinya, tetapi kayaknya dia bukan jenis wanita yang mau memiliki keluarga. Tetapi lambat- laun kupikir, tidak apalah, yang berarti saya bisa enaknya pula.