Bercinta Dengan Keluarga Hyperseks // Part 2

RAKSASAPOKER Sambil menelan ludah, aku melihat ayahnya menjilati klitoris mungilnya yang berwarna merah darah itu bersama terlampau ganasnya.

MAINRAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Novi terlihat serius menikmatinya, gara-gara dia berteriak-teriak, "Aach.. ahh.! Pahh..! Terus Pahh..! Jilat tetap Pahh, ahh.. uhh.. ahh..! Aduh.. enakk.. enakk.. Novi.. ampiirr.. keke.. kekeeluarr.. Aahh..!"

Lalu Om Subi membalik tubuh novi jadi posisi doggy style dan merenggangkan paha Novi sehingga aku pun bisa melihat bersama mengetahui terlihat didalam vagina Novi yang terlampau mengundang selera itu.


Karena barangkali telah tidak tahan, Om Subi langsung menyogok vagina Novi bersama terlampau kerasnya sehingga Novi pun berteriak menahan sakitt, "Ahh..! Sakitt.. Pahh..!"
Om Subi tidak memperdulikan teriakan anak gadisnya dan tetap memompa batang kemaluannya ke didalam vagina Novi secara tertata dan mengeluarkan erangan-erangan tertahan.
"Ahh.. ahh.. ahh.. sedap Vii.. tempikmu sungguh enak..! Lebih enak.. daripada Mamimu waktu perawan."

Dia lalu berpindah posisi ulang jadi posisi 'climbing a tree', dan memompa Novi berasal dari bawah sambil memeluk tubuh mungil Novi bersama kencang, lalu pada akhirnya mereka berpindah posisi ulang jadi model 69 dan dia menjilati vagina Novi lagi.. dan lagi. Novi sendiri pun menikmati sensasi selanjutnya dan merasa mengulum batang kemaluan ayahnya.

Hingga pada akhirnya Om Subi pun tidak bisa menahan stimulan berasal dari didalam batang penisnya dan berteriak, "Aahh.. akuu keluarr.. nikkmaatt.. sekallii.. ahh..!"
Novi pun terlihat kaget, namun gara-gara kepalanya tetap ditekan oleh ayahnya, maka sudi tidak sudi dia harus meminumnya sampai habis.
Novi cuma berkata, "Gurih Pah.., aku terhitung telah keluar ya..?"
Om Subi menjawab, "Iya Nov, punyamu terhitung gurih banget."
Lalu mereka tertidur bersama, barangkali gara-gara kelelahan.

Ketika aku ingin berbalik dan bermaksud meninggalkan daerah ini bersama perasaan terlampau bingung, ternyata aku baru mengetahui bahwa telah berasal dari tadi Mamanya Novi mengawasi berasal dari sofa di belakang aku tanpa sepengatauan saya.
Dia berkata, "Ryo, bagus ya pertunjukkannya..?"
Saya pun termenung tanpa bisa menjawab gara-gara terlampau ketakutan.

Tapi tanpa diduga, ternyata dia mendekat lalu membebaskan celana aku dan merasa mengulum batang kemaluan saya. Terang saja aku yang telah berasal dari tadi menahan nafsu gara-gara pertunjukkan ayah dan anak selanjutnya terlampau menikmati kulumannya.
Saya pun mendesah tidak karuan, "Ahh.. ahh.. Taan.. Tee.. enaakk.. bangett.. sih.. kuluman.. nyyaa.. ahh..!"
Dan dia pun jadi mempercepat frekuensi kulumannya sambil membuka bajunya sendiri satu-persatu.

Lalu aku diajaknya ke ruang kerja yang terdapat di depan bersama alasan sehingga tidak membangunkan Om Subi dan Novi. Saya pun menurut layaknya dihipnotis dan mengikutinya berasal dari belakang. Lalu di sana dia langsung mengocok-kocok batang kemaluan aku sambil membimbing tangan aku yang satu ulang untuk dimasukkan ke lubang senggamanya. Maka aku pun merasa mengocok liang senggamanya yang telah terlampau becek itu keluar masuk.
Dia pun menggelinjang-gelinjang tidak karuan dan berteriak-teriak kecil was-was kedengaran, "Ahh.. achh.. enak.. Ryo.. enakk.. teruuss..! Lebih cepet..!" DAFTAR ID PRO PKV


Saya pun mempercepat temponya dan dia mempercepat tempo kocokannya terhadap batang penis aku dan meremasnya keras-keras. Akhirnya dia bilang telah tidak tahan dan minta sehingga batang kemaluan aku dimasukkan saja, padahal aku sendiri pun jadi telah hampir keluar. Dia pun membimbing penis aku dan diarahkan ke lubang senggamanya. Masuknya kemaluan aku ke lubang senggamanya diiringi bersama teriakan kita berdua.

Saya tidak bisa melukiskan situasinya waktu itu, yang pasti vaginanya memang telah lebar dan sangat-sangat basah. Tapi aku cuek saja gara-gara aku pikir kapan ulang aku bisa membawa kesempatan layaknya saat ini ini, yang perlu kan telah ngerasain begituan.

Akhirnya aku keluar duluan di dalam, gara-gara aku memang telah tidak kuat. Karena Tante belum puas, dia meminta aku untuk menjilati vaginanya itu. Maka aku turuti saja menjilati vagina Tante sampai dia kejang-kejang kenikmatan gara-gara telah puas, walau banyak putih-putih di dalamnya dan berbau busuk yang aku sendiri tidak mengetahui itu apa sampai sekarang.

Setelah itu aku disuruh pulang oleh Tante gara-gara hari telah merasa malam. Saya pulang bersama perasaan yang lebih-lebih lebih kacau daripada pengalaman aku sebelumnya bersama guru-guru BP itu. Akhirnya aku pun mengambil keputusan untuk tidak berhubungan bersama Novi dan kerabat-kerabatnya ulang gara-gara mereka terlampau keluarga gila.

Saya saat ini telah di SMU kelas 3, dan kabar terakhir yang aku dengar berasal dari rekan aku di sekolahnya Novi ternyata sampai saat ini Novi dan guru-guru BP selanjutnya tetap sering melanjutkan aksi gila mereka. Dan yang lebih gila lagi, Om Subi pun ikut-ikutan juga. Kalau tentang Mamanya Novi, dia saat ini jarang pulang tempat tinggal dan hunting gigolo-gigolo muda di Jakarta.

Saya cuma bisa mendesah gara-gara kecewa bersama mereka, aku mau mereka bisa bertobat. Ingin rasanya melaporkan kelakuan bejat guru-guru BP selanjutnya dan terhitung Om Subi terhadap yang berwajib. Tapi apa daya, aku sendiri terlampau penakut, lebih-lebih sampai saat ini pun tetap terlampau penakut. Biarlah Tuhan yang beri salam mereka, aku cuma bisa duduk di sini sambil mengocok membayangkan Tante (Mamanya Novi) di didalam WC