Nikmatnya Menyetubuhi Gadis Perawan // Part 2

RAKSASAPOKER Aku memasukkan CD ke VCD dan membangkitkan televisi kamar. “Film apa sih Om?” “Lihat saja. Pokoknya bagus”, 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
kataku sambil duduk di sampingnya. Dia selalu tenang-tenang tak menyimpan curiga. “Ihh..”, jeritnya begitu melihat intro berisi potongan-potongan adegan orang bersetubuh. “Bagus kan?” “Ini kan film porno Om?!”

“Iya. Kamu bahagia kan?” Dia terus ber-ih.. ih kala adegan syur berlangsung, tetapi tak mengusahakan memalingkan pandangannya. Memasuki adegan ke-2 aku tak tahan lagi.Aku memeluk gadis perawan itu berasal dari belakang.


“Kamu inginkan begituan nggak?”, bisikku di telinganya. “Jangan Om”, katanya tetapi tak mengusahakan mengurai tanganku yang memutari lehernya. Kucium sekilas tengkuknya.

Dia menggelinjang.”­Mau nggak gituan serupa Om? Kamu belum dulu kan? Enak lo..” “Tapi.. tapi.. ah jangan Om.” Dia menggeliat mengusahakan terlepas berasal dari belitanku. Namun aku tak peduli. Tanganku langsung meremas dadanya. Dia melenguh dan hendak memberontak.badannya kurebahkan di ranjang tetapi kakinya selalu menjuntai. Mulutku tak sabar lagi langsung mencercah pangkal pahanya yang masih dibalut celana warna hitam.


“Ohh.. ahh.. jangan Om”, erangnya sambil mengusahakan merapatkan ke-2 kakinya.Tetapi aku tak peduli. Malah celana dalamnya sesudah itu kupelorotkan dan kulepas. Aku terpana melihat pemandangan itu. Pangkal kenikmatan itu begitu mungil, berwarna merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya. Klitorisnya terhitung mungil.Tak menanti lebih lama lagi, bibirku langsung menyerbu vaginanya.

Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang sempit. Wah masih perawan dia. Renny terus menggelinjang sambil melenguh dan mengerang keenakan.Bahkan­ sesudah itu kakinya menjepit kepalaku, seolah-olah menghendaki dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi. Oke Non. Maka lidahku pun makin lama dalam punya ABG perawan itu kuhajar bersama dengan mulutku.

Kuhitung paling tidak dia dua kali orgasme. Lalu aku merangkak naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan. Menyusul sesudah itu BH hitamnya berukuran 32. Setelah kuremas-remas buah dadanya yang masih keras itu lebih dari satu saat, pindah mulutku bekerja. Menjilat, memilin, dan mencium putingnya yang kecil. “Ahh..” keluh gadis perawan itu.

Tangannya meremas-remas rambutku menghindar kenikmatan tidak ada tara yang mungkin baru saat ini dia rasakan.”Enak kan beginian?” tanyaku sambil menatap wajahnya. “Iii.. iya Om. Tapi..” “Kamu pengin lebih enak lagi?” Tanpa menanti jawabannya aku langsung menyesuaikan posisi badannya. Kedua kakinya kuangkat ke ranjang. Kini dia kelihatan telentang pasrah.Penisku pun sudah tak sabar lagi mendarat di sasaran. DAFTAR ID PRO PKV


Namun aku kudu hati-hati. Dia masih perawan agar kudu sabar agar tidak kesakitan. Mulutku lagi bermain-main di vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap cukup, penisku yang sudah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya. Beberapa pas kugesek-gesekka­n sampai Renny makin lama terangsang. Kemudian kucoba masuk perlahan-lahan ke celah yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-mundurka­n agar makin lama melesak ke dalam.Butuh pas lima menit lebih agar kepala penisku masuk seluruhnya. 

Nah istirahat sebentar dikarenakan dia kelihatan menghindar nyeri. “Kalau sakit bilang ya”, kataku sambil mencium bibirnya sekilas. Dia mengerang. Kurang sedikit lagi aku bakal menjebol perawannya.Genj­otan kutingkatkan meski selalu kuusahakan pelan dan lembut. Nah tersedia kemajuan. Leher penisku menjadi masuk. “Auw.. sakit Om..” Renny menjerit tertahan. Aku berhenti sejenak menanti liang vaginanya miliki kebiasaan terima penisku yang berukuran sedang. Satu menit sesudah itu aku maju lagi. Begitu seterusnya. Selangkah demi selangkah aku maju. Sampai akhirnya.. “Ouuu..”, dia menjerit lagi. Aku menjadi penisku menembus sesuatu. Wah aku sudah memerawani dia. Kulihat tersedia sepercik darah membasahi sprei.

Aku meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya untuk menenangkan. Setelah agak tenang aku menjadi menggenjot anak itu. “Ahh.. ohh.. asshh”, dia mengerang dan melenguh kala aku menjadi turun naik di atas tubuhnya. Genjotan kutingkatkan dan erangannya pun makin lama keras.

Mendengar itu aku makin lama bernafsu menyetubuhi gadis perawan itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya adalah kala kakinya dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku. “Nggak sakit lagi kan? Sekarang menjadi enak kan?” “Ouuu enak sekali Om” Sebenarnya aku inginkan mempraktekkan berbagai posisi senggama. Tapi kupikir untuk kali pertama tak kudu macam-macam dulu.

Terpenting dia menjadi dapat menikmati.mengg­erayangi dinding vaginanya yang menjadi basah. Lima menit lebih barang kenikmatan.Lain­ kali kan itu masih dapat dilakukan. Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya habis-habisan sebelum spermaku muncrat membasahi perut dan payudaranya.

Betapa nikmatnya menyetubuhi perawan. Sungguh-sungguh­ untungkan aku ini. “Gimana? Betul enak seperti kata Om kan?” tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang lunglai sesudah sama-sama meraih klimaks. “Tapi takut Om..” “Nggak usah takut. Takut apa sih?” “Hamil” Aku ketawa. “Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak mungkin hamil dong ” Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi wajahnya.

Aku tersenyum bahagia dapat meredakan adik kecilku. “Kalau pengin enak lagi bilang Om ya? Nanti kami studi berbagai model melalui CD “. “Kalau ketahuan Tante gimana?” “Ya jangan sampai ketahuan dong” Beberapa pas sesudah itu birahiku bangkit lagi. Kali ini Renny kugenjot dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi.

Penisku leluasa terlihat masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya.Beta­pa nikmatnya memerawani ABG tetangga.