Nikmatnya Menyetubuhi Gadis Perawan // Part 1

RAKSASAPOKER Minggu sore nyaris pukul empat. Setelah memirsa CD porno sejak pagi penisku tak rela diajak kompromi. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong.

Istriku pulang kampung sejak kemarin hingga dua hari mendatang, dikarenakan ada kerabat punyai hajat menikahkan anaknya.


Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku selamanya tak menyusut ereksinya. Malah sekarang menjadi berdenyut-denyu­t bagian pucuknya. “Wah kritis kritis nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian “, gumamku.

Aku bangkit dari tiduran menuju area tengah. Mengambil segelas air es lalu memunculkan tape deck.Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi disaat ada video klip musik barat agak seronok, penisku kembali berdenyut-denyut. Nah, belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin.

Salah-salah dapat ketularan HIV yang belum ada obatnya hingga sekarang. Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai untuk menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu. Pantas kini adik kecilku uring-uringan tak karuan. Soalnya dua hari sekali perlu nancap. “Sekarang minta jatah..”. Sambil konsisten berusaha menenangkan diri, saya duduk-duduk di teras depan membaca surat kabar pagi yang belum tersentuh.

Tiba-tiba pintu pagar berbunyi diakses orang. Refleks saya mengalihkan pandangan ke arah suara.Renny anak tetangga mendekat. “Selamat sore Om. Tante ada?” “Sore.. Ooo Tantemu pulang kampung hingga lusa. Ada apa?” “Wah gimana ya..” “Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada kepentingan apa”, kataku ramah. ABG perawan berusia kira-kira lima belas th. itu menurut.Dia duduk di kursi kosong sebelahku. DAFTAR ID PRO PKV


“Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om dapat bantu”, tuturku sambil menelusuri badan gadis perawan yang menjadi mekar itu. “Anu Om, Tante janji rela minjemi majalah terbaru..” “Majalah apa sich?”, tanyaku.Mataku tak terlepas dari dadanya yang nampak menjadi menonjol. Wah, udah sebesar bola tenis nih. “Apa saja. Pokoknya yang terbaru”. “Oke silakan masuk dan memilih sendiri”. Kuletakkan surat kabar dan masuk area dalam.

Dia agak ragu-ragu mengikuti.Di area sedang saya berhenti. “Cari sendiri di rak bawah televisi itu”, kataku, sesudah itu membanting pantat di sofa. Renny segera jongkok di depan televisi membongkar-bong­kar tumpukan majalah di situ. Pikiranku menjadi usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya terlalu bagus untuk ABG perawan seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya. Kulitnya putih bersih.

Ah betapa asyiknya kalau saja dapat menikmati tubuh yang menjadi berkembang itu. “Nggak ada Om. Ini lama semua”, katanya menyentak lamunan nakalku. “Nggg.. bisa saja ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana” Selama ini saya tak begitu memperhatikan anak itu meski kerap main ke rumahku. Tetapi sekarang, disaat penisku uring-uringan tiba-tiba baru kusadari anak tetanggaku itu ibarat buah mangga udah menjadi mengkal. Mataku ikuti Renny yang tanpa sungkan-sungkan­ masuk ke kamar tidurku.

Setan berbisik di telingaku, “inilah kesempatan bagi penismu agar berhenti berdenyut-denyut.Tapi dia masih kecil dan anak tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua, yang mutlak birahimu terlampiaskan “. Akhirnya saya bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat anak itu berjongkok membongkar majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci pelan-pelan. “Sudah ketemu Ren?” tanyaku. “Belum Om”, jawabnya tanpa menoleh. “Mau memandang CD bagus nggak?” “CD apa Om?” “Filmnya bagus kok. Ayo duduk di sini.” Gadis perawan itu tanpa sangsi segera berdiri dan duduk pinggir ranjang.