Lily Ibu Kost Yang Sangat Menggairahkan // Part 1

RAKSASAPOKER konsisten ngobrol sebentar, kebetulan Zaki lagi cari tempat kost yang baru dan bu Lily menjelaskan dia mempunyai tempat kost atau mampu di bilang rumah bedengan yang dikontrakkan, 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
yah menjadi deh tinggal di kost-an bu Lily.Bu Lily memadai baik terhadap Zaki, kelewat baik malah, sebab hingga sementara ini Zaki udah telat bayar kontrak rumah 3 bulan, dan bu Lily masih adem-adem aja.

Mungkin masih teringat pertolongan sementara itu. Tapi justru Zaki yang gak enak, namun berkenan gimana, lha emang duit lagi seret. pada akhirnya Zaki lebih banyak menghindar untuk ketemu langsung dengan bu Lily.


Sampai satu hari sementara itu masih sore jam 4. Zaki masih tidur-tiduran dengan malasnya di kamarnya. Tempat kost itu berwujud kamar tidur dan kamar mandi di dalam. Terdengar pintu kamarnya di ketok tok..tok..tok.. selanjutnya suara bu Lily yang manggil,”Zack Zaki tersedia di dalem gak?” Sontak Zaki bangun, wah mampu berabe kalo nanyain duit sewa kamar nie, pikir Zaki. Dengan cepat menggapai handuk, pura-pura lagi mandi aja ah, ntar juga bu Lily pergi sendiri. Setelah masuk kamar mandi lagi terdengar suara bu Lily,” Zaki lagi tidur ya..?” dan berasal dari kamar mandi Zaki menyahut sedikit teriak,” lagi mandi bu.”

Sesaat tidak tersedia sahutan, namun kemudian suara bu Lily menjadi dekat,”ya udah mandi aja dulu Zack, ibu menunggu di sini ya” eh ternyata masuk ke kamar, Zaki tadi gak mengunci pintu. “busyet dah, terpaksa bener-bener kudu mandi nie,”pikir Zaki.

Sekitar lima belas menit Zaki di kamar mandi, sengaja mandinya agak dilamain dengan maksud siapa tau bu Lily jenuh trus gak menjadi nunggu. Tapi rasanya percuma lama-lama toh bu Lily sepertinya masih menunggu. Akhirnya muncul juga Zaki berasal dari kamar mandi, dengan hanya handuk yang melilit di pinggang, tidak manfaatkan celana dalem lagi, maklum tadi gak sempet ambil sebab terburu-buru.

Bu Lily tersenyum manis memandang Zaki yang tidak benar tingkah,”lama juga anda mandi ya Zack” bu Lily membuka pembicaraan. “pasti bersih banget mandinya ya” gurau bu Lily sambil sejenak melirik dada bidang Zaki. “ah ibu mampu aja biasa aja kok bu.., oia tersedia apa ya bu..?” jawab Zaki sekenanya saja sambil mengambil alih duduk di pinggiran tempat tidur. Bu Lily mendekat dan duduk di samping Zaki, “Cuma berkenan ngingetin aja, duit sewa kamarmu dah telat 3 bulan lho trus berkenan ngobrol-ngobrol aja mirip kamu, kan dah lama gak ngobrol, anda sie pergi mlulu”ucap bu Lily. Zaki menjadi kikuk,”wahduh kalo duit sewanya ntar aku bayar cicil boleh gak bu? Soalnya lagi seret nie” jawab Zaki dengan sedikit memohon.

Bu Lily muncul sedikit berpikir”mmmm boleh deh, namun jangan lama-lama ya emang uangmu di manfaatkan untuk apa sie?” muncul bu Lily sedikit menyelidik. “hmmm pasti bikin cewe mu ya”dia muncul kurang senang. DAFTAR ID PRO PKV


“ah nggak juga kok bu.. aku emang lagi tersedia keperluan,” jawab Zaki hati-hati memandang raut wajah bu Lily yang kurang senang.

“huhlaki-laki mirip aja, kalo lagi tersedia maunya, apa aja pasti di kasih terhadap perempuan yang lagi di dekatinya, hhhh mirip aja dengan suamiku.”keluh bu Lily dengan suara kesal.

Waduh nampaknya bu Lily lagi marahan nie mirip suaminya, jangan-jangan amarahnya ditumpahkan pula mirip Zaki. Dengan cepat Zaki menjawab,”tapi aku janji kok bu, dapat aku lunasi kok”

“hhhhh.”bu Lily menghela nafas,”udahlah Zack, gak apa-apa kok, gak di bayar juga kalo bikin anda ga masalah ibu Cuma lagi kesel aja mirip suamiku, dia hanya perhatiannya mirip Marni konsisten aku layaknya gak diakui lagi, mentang-mentang Marni jauh lebih muda ya.”

sedikit penjelasan bahwa bu Lily ini istri pertama berasal dari pak Kardi, sedangkan istri keduanya bu Marni. Dan sekarang sepertinya pak Kardi lebih sering tinggal di rumahnya yang satu lagi dengan bu Marni dan bu Lily tampaknya udah jadi kesepian nie

“wah kalo masalah keluarga sie aku kurang mengerti bu. “jawab Zaki kikuk

“gak apa-apa Zack, ibu hanya berkenan curhat aja mirip anda boleh kan Zack?” suara bu Lily sendu. Agak lama terdiam, terdengar tarikan nafas bu Lily jadi berat, dan sedikit sesunggukan, waduh lama-lama mampu nangis nie, gawat dong pikir Zaki.

“udah bu jangan benar-benar dipikirkan, nanti juga pak Kardi lagi lagi kok, kan ibu juga gak kalah cantiknya mirip bu Marni,”Zaki punya niat menghibur.

“ah anda Zack emang ibu masih cantik menurutmu?” bu Lily menatap sendu ke arah Zaki, muncul dua butir air mata mengalir di pipinya. Uhh. menginginkan rasanya Zaki menghapus air mata itu, pak Kardi emang keterlaluan jaman wanita cantik nan elok layaknya ini dianggurin sie, cobalah Zaki mampu berbuat sesuatu busyet Zaki memaki di dalam hati “kenapa otak gwa menjadi kotor gini.”

Dengan sedikit gugup Zaki menjawab,”mmmeeeiya kok bu, ibu masih cantik, kalo masih gadis bisa saja aku yang duluan tergoda.” Uupsss . Maksud hati menginginkan menghibur, namun kenapa kalimat yang menggoda yang muncul berasal dari mulut gerutu Zaki di dalam hati. Zaki menjadi panik, jangan-jangan bu Lily marah dengan ucapan Zaki. Tapi ternyata Zaki salah, sebab bu Lily tersenyum, manis sekali dengan deretan gigi yang putih dan rapi,”ih Zaki mampu aja menghibur. Iya juga sie, kalo masih gadis mampu aja tergoda, pantes aja suamiku gak ngelirik aku lagi, bis nya dah tua sie” rona wajah bu Lily berubah sedih lagi,”kalo menurutmu Zack, apa ibu emang gak menarik lagi?” sambil berdiri dan perhatikan tubuhnya kemudian menatap Zaki minta penilaian. Terang aja Zaki makin lama kikuk,”wah aku berkenan ngomong apa ya bu? Takutnya nanti di bilang lancang lho namun kalo berkenan jujur. Ibu cantik banget, layaknya masih 30an deh.”

Bu Lily tampaknya bahagia dengan pujian itu,”hmmm.. anda ada-ada aja saja ibu udah 43 lho.. emang Zaki liat berasal dari mananya mampu bilang begitu?”

Zaki menjadi cengar cengir,” .itu penilaian laki-laki lho bu, aku malu bilangin nya.”

Bu Lily lagi duduk mendekat, sekarang jadi benar-benar dekat nyaris merapat ke Zaki sambil berkata,” ah.. gak kudu malu. Bilang aja”

Nafas Zaki jadi sesak, badan nya jadi panas dingin menghadapi tatapan bu Lily, matanya indah dengan bulu mata yang lentik, sementara kemudian Zaki mengalihkan pandangan ke arah tubuh bu Lily mencari alasan penilaian tadi, uups baru deh Zaki perhatikan bahwa bu Lily kenakan baju terusan layaknya daster namun dengan lengan yang berwujud tali dan diikat simpul di bahunya. Hmmm .. kulit itu mulus kuning langsat dengan tali baju dan tali bra yang saling bertumpuk di bahu, pandangan Zaki berubah ke bagian depan uupss muncul belahan dada yang hmmm sepertinya buah dada itu memadai besar. Sentuhan lembut tangan bu Lily di paha Zaki yang masih dibungkus handuk cepat menyadarkan Zaki. Dengan penuh selidik bu Lily bertanya,”lho kok menjadi bengong sie..? apa dong alasannya tadi bilang ibu masih 30an”

Zaki sedikit tergagap sebab jadi ketahuan benar-benar lama memandangi tubuh bu Lily,”mmm eeemm.. ibu benar-benar masih cantik, kulitnya masih kencang masih benar-benar menggoda”