Kenikmatan Anak PKL // Part 2

RAKSASAPOKER Sepertinya dia mulai terangsang dengan adegan-adengan film tersebut. “Kalau gitu saya matiin saja, ya Sus? Nanti anda marah lagi..” 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
kataku pura-pura sok suci tetapi senantiasa mengelus-ngelus pundaknya. “Aah ngga apa-apa kok Mas, sekalian bikin pelajaran, tetapi Susy jangan dimacem-macemin, ya Mas?” dia kuatir “Iya.. iya..” kataku untuk menyakinkan, padahal di dalam hati, si otong telah tidak tahan.

Secara perlahan-lahan tangan saya mulai memegang dan mengelus tangannya, dia diam saja dan tidak tersedia gejala penolakan.


Yang anehnya, dia diam saja saat saya merapatkan duduknya dan saya pegang tangannya yang berbulu halus dan saya taruh di atas pahasaya. Matanya senantiasa tertuju terhadap adegan film dan suaranya sebetulnya sengaja saya bikin agak keras terdengar supaya lebih nafsu menontonnya. Terdengar suara rintihan dan erangan berasal dari di wanita, saat kemaluannya di sodok-sodok oleh si negro dengan kemaluan yang terlalu besar dan panjang, sedang mulutnya dengan lahap mengulum batang kemaluan si Bule. Kini Susy jadi tidak tenang duduknya dan terdengar nafasnya agak berat bertanda nafsunya tengah naik. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan.

Tangan Susy senantiasa berada di atas paha saya, lantas tangan kiri saya mulai beraksi membelai rambutnya, konsisten ke arah lehernya yang jenjang. Susy tampak menggelinjang saat lehernya saya raba. “Acchh.. Mas bimo, jangan, Susy merinding nih..” katanya dengan suara mendesah membuat saya jadi bernafsu. Saya senantiasa tidak peduli dikarenakan dia termasuk tidak menepis tangan saya, tambah agak meremas paha saya. Tangan kiri saya termasuk tidak diam, saya remas-remas tangan kanan Susy dan sengaja saya taruh pas di atas kemaluan saya. “Sus, anda cantik deh, kayak bintang film itu” kata saya mulai merayu. “Masa sih Mas?” sepertinya dia terbuai dengan rayuan saya. Dasar anak tetap 17 tahun. “Bener tuh, era saya bohong, apalagi payudaranya sepertinya sama yang di film.” “Ih.. Mas bimo dapat aja” katanya malu-malu. Adegan film berubah cerita di mana seorang wanita mengulum 2 batang kemaluan dan kemaluan wanita itu tengah dijilati oleh Laki-laki lain. Tangan susy jadi keras memegang paha dan tangan saya. “Kamu terangsang ngga Sus?” tanyaku memancing. Dia menoleh ke arah saya lantas tersenyum malu, wah.. wajahnya terlihat kemerahan dan bibirnya terlihat basah, apalagi di tambah wangi parfum yang di pakainya.

“Kalau Mas, terangsang ngga?” dia balik bertanya. “Terus terang, saya sih terangsang, ditambah lagi nonton sama anda yang terlalu cantik ” rayu saya, dan dia hanya tertawa kecil. “Saya termasuk kayaknya terangsang Mas,” katanya tanpa malu-malu.
Melihat kondisi ini, tangan saya mulai meraba ke arah lain. Perlahan-lahan saya arahkan tangan kanan saya ke arah payudaranya berasal dari luar busana seragam sekolahnya. Sedangkan tangan kiri, saya jatuhkan ke atas pahanya dan saya raba pahanya dengan penuh perasaan. Susy jadi menggelinjang keenakan. Mulus sekali tanpa cacat dan pahanya agak merenggang sedikit. “Aaahh, jangan Mas, Susy takut, Susy belum dulu beginian, nanti tersedia orang masuk mass.. oohh..” katanya sambil tangan kanannya memegang dan meremas tangan kanan saya yang tersedia di atas pahanya yang tengah saya raba, sedang tangan kirinya memegang sandaran kursi. Terasa sekali bahwa Susy termasuk terangsang akibat saya perlakukan seperti itu, apalagi ditambah dengan adegan film siswi anak sekolah Jepang yang dimasuki vaginanya berasal dari belakang oleh seorang gurunya di ruangan kelas

Saya yang telah tidak tahan lagi, tidak peduli dengan kalimat yang diucapkan Susy. Karena saya mengerti bahwa dia sebetulnya termasuk ingin menikmatinya. Tangan kanan saya jadi meremas-meremas payudara sebelah kanannya. “Oohh Maass.. jaangaan Maas.. ohh..” Susy jadi mendesah. Badan Susy jadi menggelinjang dan dia rapatkan badan serta kepalanya ke dada saya. Tangan kiri saya pindah untuk meraba wajahnya yang terlalu cantik dan manis. 

Turun ke leher konsisten turun ke bawah dan terhubung dua kancing seragamnya. Terlihat gundukan belahan payudaranya yang putih dan mengencang di balik BH-nya. Tangan saya bermain di kira-kira belahan dadanya sebelah kiri, saya remas-remas lantas pindah ke payudaranya yang sebelah kanan. “Ooohh.. Maas Bimoo.. oohh.. jaangaann.. mmhh..” saya jadi bernafsu mendengar suara rintihannya menghindar birahi yang bergejolak. Dadanya jadi bergetar dan membusung saat saya jadi meremas dan menarik BH-nya ke atas. Terlihat putingnya yang kecil dan berwarna merah yang mulai mengeras. Tangan kanan saya yang sejak tadi meraba pahanya, secara perlahan-lahan masuk ke balik roknya yang tersingkap dan meraba-raba celananya, yang saat saya pegang ternyata telah basah.
“Ooohh.. Mass enakk.. teerruuss.. aahh..”

Kepala Susy mendongak menghindar birahi yang telah jadi meninggi. Terlihat bibir merah membasah. Secara spontan, saya cium bibirnya, ternyata dibalas dengan buasnya oleh Susy. Lidah kita saling mengulum dan saya arahkan lidah saya terhadap langit-langit bibirnya. Semakin tidak menentu saja getaran badan Susy. Sambil berciuman saya pegang tangan kirinya yang di atas selangkangan dan saya suruh dia untuk meraba batang kejantanan saya yang telah menegang dan kencang di balik celana panjang.
“Mmmhh.. mmhh..” saya tidak mengerti apa yang akan dia ucapkan dikarenakan mulutnya konsisten saya kulum dan hisap. Segera saya lepas semua kancing seragamnya sambil senantiasa menciumi bibirnya. Tangan saya terhubung BH yang kaitannya berada di depan, terlihat payudaranya yang putih bersih dan besar dan perutnya yang putih tanpa cacat. Saya raba dan saya remas semua payudaranya. Hal ini membuat susy jadi menggelinjang. Tiba-tiba, Susy menarik diri berasal dari ciuman saya. “Mas.. jangan diterusin, Susy ngga dulu berbuat seperti ini.” sepertinya dia mengerti akan perbuatannya. DAFTAR ID PRO PKV


Dia menutupi payudaranya dengan seragamnya. Melihat seperti ini, perasaan saya was-was, jangan-jangan dia tidak mau meneruskan. Padahal saya tengah hot-hotnya berciuman dan meraba-raba tubuhnya. Tetapi birahi saya yang tinggi telah meremehkan segalanya, saya melacak akal supaya Susy mau melampiaskan birahi yang telah sampai ke ubun-ubun. “Jangan kuatir Sus, kita kan ngga akan berbuat jauh, saya hanya mau merasakan keindahan tubuh kamu.” “Tapi bukan seperti ini caranya.” “Bukannya anda termasuk menikmati Sus?” “Iya, tetapi Susy kuatir jikalau sampai keterusan, Mas!” “Percaya deh, Mas tidak akan berbuat ke arah sana.” Susy terdiam dan memandangi muka saya, lantas saya membelai rambutnya. 

Saya tersenyum dan dia pun ikut tersenyum. Sepertinya dia yakin akan kalimat saya. Film telah habis dan saya mematikan komputer. Saya berdiri dan secara tiba-tiba, saya mengangkat tubuh Susy. “Maass, Susy mau dibawa kemana?” dia berpegangan terhadap pundak saya. Baju seragamnya terbuka lagi dan terlihat payudaranya yang montok. “Kita duduk di sofa saja.” Saya angkat Susy dan saya pangku dia di sofa yang tersedia di di dalam ruangan bos. “Sus anda cantik sekali..” rayu saya dan dia hanya tersenyum malu.

“Boleh saya mencium bibir kamu..?” dia diam saja dan tersenyum lagi. Semakin cantik saja wajahnya. “Tapi janji ya Mas bimo ngga akan berbuat seperti di film tadi?” “Iya saya janji” Susy terdiam lantas matanya terpejam. Dengan spontan saya dekati wajahnya lantas saya cium keningnya, konsisten pipinya yang kiri dan kanan, setelah itu saya cium bibirnya,ternyata dia membalas. Saya masukkan lidah saya ke di dalam rongga mulutnya. Birahinya mulai bangkit lagi. Susy membalas ciuman saya dengan ganas dan nafsunya melumat bibir dan lidah saya. 

Tangannya meremas-remas kepala dan pundak saya. Ciuman berlangsung lumayan lama kira-kira 20 menit. Sengaja tangan saya tidak berbuat lebih jauh supaya Susy yakin dulu bahwa saya tidak akan berbuat jauh. Setelah saya yakin Susy telah lupa, tangan saya mulai meraba perutnya yang telah terbuka. Lalu perlahan-lahan naik ke payudaranya. “Aaahh.. Mass teruuss..” desahnya. Ternyata birahinya mengalahkan kekuatirannya. Dengan penuh kelembutan saya sentuh putingnya yang telah mengeras. “Aaahh.. aahh.. mmhh..” saya jadi menaikkan kreatifitas saya. Putingnya saya pilin-pilin. Badan Susy menggelinjang keenakan, bibir saya turun ke bawah, saya jilati lehernya yang jenjang.

“Ooouuhh Mass, teruuss, enaak Maass.” Susy konsisten mengeluh keenakan membuat libido saya jadi meningkat. Kemaluan saya mulai tegang sekali dan mulai sakit dikarenakan tertekan pantat Susy. Lalu saya rebahkan dia di sofa sambil senantiasa menciumi semua wajahnya. Lalu saya jilati payudaranya sebelah kanan. “Maass Bimoo..” Susy berteriak keenakan. Saya jilati putingnya dan saya hisap dengan keras. “Aahh.. oouhh.. terruuss oohh.. enaakk.” Nampak putingnya jadi memerah. Lalu gantian putingnya yang sebelah kiri saya hisap. 

Seperti bayi yang kehausan, saya menyedotputingnya jadi keras. Susy jadi menggelinjang dan berteriak-teriak. Tangan kiri saya lantas mulai meraba pahanya, saya membuka pahanya, konsisten tangan saya meraba-raba ke atas dan ke arah selangkangannya. Jari saya menyentuh kemaluannya di atas celana di dalam yang telah basah. Awalnya dia bilang “Oouhh Maass jangaann..” tetapi kemuidan,
“Oouughh Maass terruuss..” Saya masukkan jari tangan saya ke mulut Susy, lantas dihisapnya jari saya dengan penuh nafsu. “Mmmhh..” mulut saya konsisten ga ada henti menghisap-hisap puting payudaranya secara bergantian.

Tangan saya konsisten menekan-nekan kemaluan Susy. Sambil saya hisap, tangan kanan meremas-remas payudaranya, sedang tangan kiri,saya masukkan jari telunjuk ke sela-sela celana dalamnya. “Maass.. oohh.. janggaan oughh.. mmhh..” Susy konsisten mendesah-desah. Tangannya meremas-remas sofa. Setelah senang meremas-remas payudaranya, saya pegang dan saya tuntun tangannya untuk memegang kemaluan saya yang telah tegang di balik celana panjang. 

Tanggan Susy diam saja di atas celana saya, lantas tangannya saya dekap di kemaluan saya. Lama-kelamaan Susy mulai meremas-remas sendiri kemaluan saya. “Oohh Sus.. enak Sus.. konsisten Sus..” walau kaku mengelusnya tetapi mulai nikmat sekali. Jari tangan kiri saya pun konsisten meraba kemaluannya, mulai bulu-bulu halus dan tetap jarang. Jari tangan saya pas berada di atas vaginanya yang telah terlalu basah, saya tekan tangan saya dan jari telunjuk saya masukkan perlahan-lahan untuk melacak clitorisnya. Tubuh Susy jadi menggelinjang, pantatnya naik turun.

“Maass, jangan Maas.. Susy ngga kuat Maass.. ooughh.. aahh” Saya mengerti Susy akan mendekati klimak dikarenakan tangannya mencengkeram erat kemaluan saya. “Maass.. aahh..” tiba-tiba tubuh Susy mengejang hebat, tubuhnya bergetar kuat, sinyal dia telah mencapai klimak. Tubuhnya langsung lemas tidak berdaya, matanya terpejam. Saya kecup bibirnya dengan lembut, lantas matanya perlahan terbuka. “Mas.. Susy sayang kamu.” “Saya termasuk sayang anda Sus” Saya kecup lagi bibirnya dan dia pun membalas sambil tersenyum. 

Saya melihat di payudaranya terdapat sebagian sinyal merah bekas saya hisap. “Ihh.. Mas nakal, tete Susy dibuat merah..” dibiarkannya dadanya terlihat dengan bebas tanpa ditutupi. “Habis tete anda montok dan gemesin sih.. besar lagi.” kataku sambil mengusap wajahnya yang berkeringat. “Mas, kok anunya ngga terlihat cairan kaya di film tadi sih..?” tanyanya tiba-tiba. Rupanya dia terlalu belum mengenal seks. Kebetulan nih untuk melanjutkan jurus yang kedua. “Kamu pingin punyaku terlihat air mani?” tanyaku. “Iya, Susy pingin lihat, kayak apa sih?” Tanpa pikir panjang, langsung saja saya membuka celana panjang dan CD saya. Langsung saja kejantanan saya terlihat dengan tegaknya. Ukuran punya saya lumayan besar, besar dan panjang kira-kira 18 cm.

Susy langsung terbelalak matanya melihat senjata saya yang ingin menagih kenikmatan yang ditunggu-tunggu. “Ya ampun Mas.. besar banget punya Mas..” Saya mencapai tangan Susy dan saya suruh dia meraba dan mengocoknya. Tampak Susy agak gugup dan gemetar dikarenakan baru sekali melihat langsung dan memegang burung laki-laki.

“Aah.. Sus enak banget, konsisten Sus.. ahh..” Lama kelamaan Susy jadi biasa dan mulai pandai mengocoknya. Saya remas-remas payudaranya. “Mas, ahh.. Susy tetap lemas.. ahh..” “Sus, cium dong punyaku” pinta saya. Langsung saja dia menciumi batang kejantanan saya, barangkali dia studi berasal dari film tadi. “Terus Sus, emut Sus biar terlihat aahh.. anda pandai Sus.. emut Sus..” pinta saya lagi. “Ngga mau, Susy ngeri, lagian ngga lumayan di mulut Susy” Posisi Susy duduk di sofa, sedang saya berdiri menghadap Susy. Saya remas buah dada Susy, “Ahh Maass..” Ketika dia terhubung mulutnya, langsung saja saya masukkan batang kemaluan saya ke mulutnya dan saya terlihat masukkan batang kejantanan saya. “Mmmhh.. mmhh..” Susy sepertinya kaget, tetapi saya tidak peduli, justru Susy yang sekarang menyedot batang kejantanan saya.

“Aaahh.. Sus anda pandai sus.. konsisten ah.. enaak..” Saya yang termasuk baru pertama kali berbuat seperti itu, sebetulnya telah ingin keluar, tetapi sekuat tenaga saya coba tahan. Susy rupanya telah lupa diri, dia jadi bernafsu mengulum dan menyedot batang kemaluan saya, sedang kedua tangannya memegang pantat saya. Cepat sekali dia belajar. Saya membungkuk dan kedua tangan meremas paha Susy, lantas saya membuka kedua belah pahanya, Susy mengerti lantas merenggangkan pahanya sambil mengangkat pahanya. 

Segera saya membuka resleting roknya dan saya angkat roknya supaya terlihat CD yang berwarna putih. Tangan kanan saya langsung meraba dan menekan-nekan belahan vaginanya yang tertutup CD, telah basah. “Mmhh.. mmhh..” Susy menggelinjang dan konsisten mengulum-ngulum, tampak mulutnya yang kecil mungil agak kesusahan. Saya membuka busana seragam dan BH-nya, dia melepaskan kulumannya dan saya rebahkan tubuhnya di sofa panjang. Saya tarik roknya ke bawah supaya tinggal CD-nya yang tersisa, lantas saya terhubung busana supaya saya telanjang bulat dengan sebutan lain bugil. Mata Susy terpejam, langsung saya lumat bibirnya dan dia pun membalas.

Tangannya kirinya senantiasa memegang batang kejantanan saya dan tangan kanannya meremas-remas pundak saya. Sedangkan tangan kanan saya membelai-belai rambutnya dan tangan kiri senantiasa meraba CD Susy yang telah terlalu basah. Saya masukkan tangan ke di dalam CD-nya, konsisten turun ke bawah pas di belahan vaginanya, lantas jari-jari saya bermain-main di belahan vaginanya yang telah banjir. “Aaahh Maass.. oughh.. ohh..” dia konsisten menggelinjang. Pantatnya naik-turun ikuti gerakan tangan. Mulut dan tangan kanan saya langsung mengisap dan meremas-remas tetenya. “Aaahh Maass.. teruuss.. aahhgghh..” desahnya. Tangan Susy meremas-remas burung saya yang telah tegang langsung ingin masuk ke sarangya Susy. 

Segera saya membuka celana dalamnya. Dan mulut saya mulai turun ke bawah mencium perutnya dan perlahan-lahan saya ciumi bulu-bulu halus dan vaginanya. Tangan Susy meremas-remas rambut saya. Saya membuka belahan vaginanya dan terlihat kelentitnya yang mungil berwarna merah. Segera saya jilat dan hisap kelentitnya. “Aaagghh Maass oouhh.. oughh..” kepala Susy mendongak dan bergerak ke kiri dan ke kanan merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru sekali dialaminya, begitu termasuk dengan saya.

Saya sedot liang vaginanya yang tetap perawan dan berwarna merah. “Oouhh.. Mass, Susy ngga kuat mass.. oohh.. aahh..” tiba-tiba tubuh Susy bergetar hebat, pantatnya bergerak ke atas dan bergetar keras. “Aaahh..” Susy mencapai klimak yang kedua kalinya. Saya hisap semua cairan yang terlihat berasal dari lubang vaginanya. Kemudian tubuhnya lagi lemas, matanya terpejam. Segera saya membuka pahanya lebar-lebar dan arahkan batang kejantanan saya pas di liang vaginanya. Susy merasakan sesuatu yang menghimpit kemaluannya. Matanya terbuka sayu dan lemas. “Mas.. jangan maass, Susy tetap perawan.” katanya tetapi pahanya senantiasa terbuka lebar. “Katanya Susy pingin ngelihat punya Mas terlihat cairan.” “Iya, tetapi Susy ngga dulu beginian, Susy ngeri dan kuatir sakit..” “Jangan kuatir, Mas pasti pelan-pelan.” Segera saya basahi batang kemaluan saya dengan ludah, setelah itu saya arahkan ke lubang vaginanya, setelah pas, perlahan-lahan saya tekan masuk, sempit sekali rasanya. “Achh Mass sakit..” tampak wajahnya menghindar sakit “Pelan-pelan Mas, sakit!” langsung berhenti aksi saya mendengar keluhannya. Setelah dia mulai tenang, saya tekan sekali lagi. “Akhh.. Maass.. pelan-pelan.” tangannya memegang sofa dengan kuat. “Tenang Sus, jangan tegang, nanti termasuk enak.”

Kemudian saya lumat bibir Susy, dan dia pun membalas, langsung saya tekan lagi sekuat tenaga. Saya coba sekali lagi, lantas melenceng keluar. Tidak putus asa, saya coba lagi.
“Achh.. Mass Bimo, sakit!” Saya tidak peduli dengan teriakannya, dengan lebih agak keras saya tekan kemaluan saya dan, “Bless..” torpedo besar saya masuk setengah, mulai tersedia yang robek di lubang kemaluannya. kepala Susy mendongak ke atas menghindar sakit, Saya diamkan sebagian saat, lantas saya tekan lagi dan masuklah semua batang kejantanan saya ke sarang Susy. “Achh Mas.. sakiitt.. pelan-pelan Mas.” saya berhenti sebentar, lantas saya coba masukkan lagi. Semakin dia berteriak, jadi jadi tambah nafsu saya. 

Lalu saya tekan sekuat tenaga dan masuklah semua senjata keperkasaan saya. Saya keluarkan pelan-pelan dan saya masukkan lagi dan seterusnya. “Ahh.. ahh.. Mass sakit.. teruuss ahh.. mmhh..” Kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Rupanya dia mulai terangsang lagi. Semakin lama, saya percepat goyangan. Tangan saya meremas-meremas payudaranya. “Ohh Sus.. anda cantiik Sus..” “Mass, teruss Mass, akhh.. Susy ngga kuat Mass.. aghh..” pantatnya ikut naik turun ikuti irama pantat saya yang naik turun. Saya merasakan nikmat yang ga ada tara.

Terasa tersedia sesuatu yang kuat ingin terlihat berasal dari alat berarti saya, rupanya saya akan langsung klimaks. “Maass.. oougghh Mass, Susy ngga tahaan.. oughh Mas Bimoo.. aahh!” Susy berteriak histeris sambil tubuhnya bergetar dan terhadap waktu yang sejalan keluarlah air mani saya menyembur dengan deras ke di dalam vagina Susy. “Ooughh Sus saya keluaarr, oohh.. creet.. crreet.. creett..” sperma saya mengalir dengan kencang, tubuh saya bergetar dan berguncang hebat. Tangan Susy mencengkeram erat pundak saya dan saya mendekap erat tubuh Susy yang putih mulus. Setelah itu kita berdua langsung lemas. Terasa tersedia sesuatu yang menarik-narik dan menjepit batang kejantanan saya. 

Terasa hangat batang kemaluan saya. Banyak sekali cairan yang keluar. Mata Susy terpejam merasakan kenikmatan yang ketiga kalinya. Tubuhnya terlalu tidak berdaya dan pasrah. Tubuh kita senantiasa berpelukan dan kejantanan saya senantiasa di di dalam kemaluannya. Saya ciumi bibir dan semua wajahnya. Setelah itu saya lepas tubuhnya dan berasal dari melihat batang saya dan vaginanya tersedia cairan darah perawan yang menetes di bibir vagina dan sofa. Sesaat kemudian, terlihat Susy menitikkan air mata.

“Mas.. kenapa kita lakukan ini, Susy telah tidak perawan lagi..” dia konsisten mengeluarkan air mata. Saya terdiam, di dalam hati menyesal, mengapa saya sampai lupa diri dan betapa teganya telah menodai seorang gadis yang bukan punya saya. Saya seka air matanya sambil coba menenangkannya. “Maafkan saya Sus, saya lupa diri, saya akan mempertanggung-jawabkan kelakuan saya Sus.” “Mas, peluk Susy Mas..” langsung saya peluk dia dan cium keningnya. Dia pun memeluk saya dengan eratnya. Tubuh kita tetap bugil, “Susy sayang Mas bimo” “Saya termasuk sayang kamu” jawab saya.

Setelah itu dia tersenyum, tetapi air matanya senantiasa mengalir, saya seka air matanya. Setelah senang saling berpelukan, kita langsung Mengenakan pakaian. Bercak darah Susy perihal sofa atasan saya. Saya ambil sapu tangan dan mengelap sampai bersih.
“Mas, Susy mohon jangan ceritakan ini terhadap siapa-siapa!” “Saya ngga akan cerita terhadap siapa-siapa, ini adalah rahasia kita berdua.” Setelah semua rapih, kita lagi berpelukan. Setelah itu kita terlihat berasal dari ruangan bos. Tidak begitu lama, teman-temannya masuk dan mengajaknya pulang.

Besok paginya, Susy singgah duluan dan saat saya masuk, “Selamat pagi Mas” dia memberi salam. Ah, senyumnya manis sekali, “Selamat pagi sayang” Saya hampiri dia dan kecup keningnya lantas bibirnya. Dia membalas ciuman tadi. Ah, indah sekali hari ini. Susy tetap PKL 2 minggu lagi. Perbuatan kita kemarin bukan membuat kita insyaf, kita berdua lakukan lagi di ruangan bos, di meja, di kursi, di balik pintu, dengan posisi berdiri atau doggie style, seperti yang dulu kita melihat di film BF. Terkadang Susy saya suruh membolos dan janjian di hotel. Kami kerap melakukannya berasal dari pagi sampai sore. Ternyata Susy orang yang hiperseks dan gampang terangsang. Benar-benar kenikmatan yang ga ada tara, kita tidak dulu menyesali. Setelah 2 minggu berlalu, mereka telah selesai PKL, jalinan kita senantiasa berlanjut sampai akhirnya, dia di jodohkan oleh orang tuanya.