Di Perkosa Sahabat Sendiri // Part 2

RAKSASAPOKER “Hahaha.. kitik kitik kitik. Hahah” nada mereka bergantian, sambil konsisten menggelitik ketiakku agar saya membebaskan pegangan celana dalamku ini. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Tentu saja saya bergeliat, menghambat geli, meronta sambil konsisten kupertahankan peganganku pada celana dalam. Mereka seolah bercanda denganku. Padahal saya menangis selagi itu.

Akhirnya saya tidak kuat. Tanganku sebentar saja terlepas, langsung Jeksen menarik turun celana dalamku bersama dengan cepat, sampai kukunya menggaruk pahaku.


Bongkah pantatku yang besar dan pahaku bergoyang seketika. Aku cuma sanggup melotot ke Jeksen. Dan belum selesai kagetku, tiba2 saja saya merasakan tangan yang gesit dipunggungku membebaskan kait bra ku, dan langsung saja payudaraku menggantung bebas.

Aku malu sekali.. saya menutup dadaku bersama dengan kedua tangan melipat. Saat itu pula saya lihat mereka bertiga seperti serigala kelaparan. Aku cuma mendengar Alex dan Jeksen saling berbisik sambil memegang kakiku. Sedih sekali rasanya. Aku cuma menunduk dan menangis sejadi2nya.

Tidak lama sesudah itu kedua tanganku ditarik keatas sampai badanku jatuh merebah pada kasur.. lantas kakiku dipegangi oleh Alex. Aku meronta sekuat tenaga. Badanku sudah telanjang bulat di kasur itu.

“Pleaseeeee…. jangann.. pleaseee” saya konsisten merengek sambil menangis. Tangan Jeksen meremas payudaraku

Mungkin sebab saya tambah bertenaga meronta. Mereka jadi tambah kompak. Aku terlentang bersama dengan posisi kepalaku dipangku oleh Toni yang duduk bersila, kedua tangannya menghambat tanganku, sambil saya konsisten meronta. Agak susah memang, tenagaku kalah oleh Toni. Sementara kakiku yang meronta dipegangi oleh Alex.. saya menendang kesana kemari, menyebabkan Alex agak kewalahan memegang kakiku. Lalu Jeksen membantu memegangi kakiku.

“Jangan dong Jek. Tolongin guee..” berulang kali saya konsisten memelas kendati rasanya sia2 saja. Tapi saya tidak menyerah untuk menyadarkan sahabatku.

Mereka bertiga tambah tidak berbicara.. cuma terdengar nada nafas mereka yang menggebu. Suara nafas yang bertenaga menghambat tubuhku yang meronta.

Badanku meronta seperti meliukdan menggeliat bersama dengan posisi kedua tangan dan kedua kakiku terkunci oleh tenaga mereka yang kuat sebab nafsu.

Dan tidak disangka.. Alex naik ke kasur, mengangkangi aku, lantas jongkok membelakangiku, pantatnya duduk di perutku, menghadap ke arah Jeksen, lantas dia memegang kedua kakiku keatas, kedua pahaku dipeluk erat di dadanya.

Aku menjerit sejadinya.. yang kutakutkan benar2 terjadi.. saya tidak sanggup lihat sebab terkendala badan Alex.. yang menyadari saya merasakan vaginaku merasa dimasuki benda tumpul..

Saat itu saya kaget bukan main. Sudah lama sekali tidak lakukan seks… rasanya sakit.. penis itu menembus tambah dalam.. tambah dalam.. dan tambah ke dalam liang vaginaku. Ada sedikit rasa nikmat.. saya merasakan daging batangan yang tegang dan berdenyut masuk di dalam vaginaku. Aku merasakan itu berdenyut pelan…

Kedua tangan dan kakiku sudah terkunci dan sudah tidak bertenaga lagi.. sisa tenaga cuma ku fokuskan untuk menghambat sakit di vaginaku. Penis itu konsisten menyodok.. keluar masuk. Aku cuma sanggup mendesah menghambat sakit tiap kali penis disodokkan. “Ughh… ughh..sshhh” sambil sesekali saya mendesis. Otakku serasa berputar merasakan hal ini menimpa diriku. Pikiranku gak karuan melayang.. tetap sedikit merasa on dan disetubuhi.

Kedua tanganku yang dipegang keatas oleh Toni menyebabkan kepalaku terapit oleh kedua lenganku yang montok ini. Dan saya termasuk merasakan penis Toni dibelakang kepalaku berdenyut menyenggol kepalaku.
Badanku terguncang oleh sodokkan Jeksen.. pandanganku cuma langit2 kamar. Dan sesekali berusaha lihat Jeksen tapi cuma punggung Alex diatas perutku menghalangi.

Sambil menghambat sakit, badanku konsisten terguncang. Aku sanggup merasakan kedua payudaraku bergoyang seperti puding.  Duh.. rasanya malu campur sedih.. tapi agak sedikit nikmat. Vaginaku merasa enak lama2.. dan dadaku berdebar merasakan kenikmatan yang konsisten kusangkal dalam diriku. DAFTAR ID PRO PKV


Karena tetap mabuk yang kurasakan. Aku seperti nge fly.. mataku cuma terpejam. Mendengar nada desahan Jeksen.
“Shhh.. agh… sshhhh..”. Sementara Alex dan Toni cuma terdengar nafas yang memburu.
“Sshh… enak baget Mel.. ssshh.. enak banget memek lo… ssh” desah Jeksen berulang kali.
Suara tepukan pada pantatku dan pahanya isikan ruangan kamar hotel.. diiringi desahan nafsu.

Sungguh hancur hatiku. Dipikiranku cuma terbayang Febrian. Bagaimana barangkali saya sudah menambahkan mahkotaku ini pada sahabatku sendiri. Aku memikirkan bagaimana kalau Febrian menyadari saya sedang diperkosa.. saya termasuk merasa memikirkan bagaimana nanti terkecuali saya hamil.. saya konsisten memikirkan segala barangkali yang buruk.

Lumayan lama saya disetubuhi.. sampai tangan Toni membebaskan tanganku dan meremas payudaraku, memilin pentil toket. Aku tambah keblingsatan rasanya. Putingku di stimulasi, sedangkan vaginaku digenjot. Rasanya membakar libidoku… saya merasa merasa kenikmatan.. rasanya seperti senang pipis. Sampai tersedia bunyi kecipakan di vaginaku. Aku malu sekali rasanya.

Setelah saya merasa merasa senang pipis, saya panik.. saya merasa pipisku tidak sanggup kutahan.. saat itu juga senang pipis rasanya seperti nikmat tiada tara… darahku naik ke ubun2.. saya tidak sanggup menghambat pipis ini dan mengalir saja rasanya disertai kejutan nikmat banget.. yang akhirnya saya ketahui bahwa itu adalah ejakulasi pada wanita.

Genjotan Jeksen merasa pelan. Dan tidak kusangka saya dalam hati malah kecewa.. saya tidak inginkan genjotan berhenti. Yah. Nafsuku merasa memperbudak diriku. Makin pelan dan tambah pelan.. ternyata saya merasakan cairan hangat menyemprot dinding rahimku. Aku kaget banget.. saya cuma sanggup melotot entah ke siapa. Kurasakan itu konsisten menyembur seperti semprotan pistol air beberapa kali di dalam vaginaku. Rasa cairan itu agak panas disertai daging penis yang berdenyut. Sebelumnya saya tidak dulu merasakan yang namanya ‘keluar di dalam’.

“Inikah ejakulasi pria dalam vagina?.. inikah langkah menyebabkan anak? Lalu bagaimana terkecuali saya hamil” saya konsisten membatin dan beranggap macam2.

Lalu Jeksen mengeluarkan penis dari vaginaku diiringi cairan yang keluar, saya merasakan luber di kemaluanku. Ga tau deh kenapa.. saya tidak tersedia rasa malu lagi. Padahal saya telanjang bulat dihadapan mereka. Aku sudah tidak menyadari sepenuhnya, kepalaku pusing dan berat.. rasanya ngantuk sekali. Lalu saya memejamkan mata. Tangan, kakiku seluruh lemas.. senang meronta pun sia-sia pikirku. Aku cuma sanggup merasakan badanku digeser kesana kemari. Tidak menyadari kini saya menghadap kemana. Yang pasti saya tetap terlentang…

Kemudian saya merasakan penis masuk kembali ke dalam liang vaginaku. Aku cuma sanggup membuka sedikit mataku.. pandanganku pun agak buram. Aku sanggup lihat sosok itu adalah Alex. Ya.. dia yang menyita giliran menyetubuhiku. Sesaat sesudah itu badanku merasa bergoncang, payudaraku bergoyang, saya memejam mata dan merasakan desiran darahku.

Ya ampun.. saya bener2 jadi ikutan nafsu. Aku menikmati sekali persetubuhan yang kedua ini. Tapi otakku menyebutkan tidak. Ini salah.. ini tidak boleh terjadi. Aku cuma menggelengkan konsisten kepalaku di kasur.

“Eghh… ssshh ughh… shhh”.. seperti itu kira2 saya mendesah sambil membanting kepalaku di kasur, dan tanganku mencengkram sprei. Setiap sodokan, saya mendesah menghambat nikmat.

Genjotan demi genjotan di dalam vaginaku menyebabkan libidoku meninggi. Dan saat itu, tetap sambil menggenjot, Alex merebahkan badan ke arahku. Dia mengulum puting payudaraku.. saya merasa horny.. sialan.. brengsek. Aku mengumpat diriku sendiri dalam hati. Tangan Alex meraba pinggangku, leherku, payudaraku tak berhenti diremas dan dikulum. Dijilati konsisten putingku sampai saya menggelinjang.

“Sshh. Enakk deh memekmu say… shhhh ahh sssh”. Alex konsisten mendesah sambil konsisten memuji diriku. Entah itu pengakuan atau penghinaan buatku.

Alex konsisten mengulum putingku, menjilat payudaraku.. “sshh ahh.. Toket lo enak sayang.. sshh.. ahh. Toket lu bagus deh.. heheheh” bisiknya mendesah sambil mencium leherku, telingaku.

“Sshhh.. ahh.. sumpah… enak banget memekmu say… sshh.. ahh” konsisten dia mengulangi desahan kata2 kotor seperti itu. Aku seperti pelacur malam itu.

Lalu badanku diangkat oleh Alex sampai posisiku duduk berhadapan dengannya.. penisnya tetap tenggelam di dalam vaginaku. Aku dipeluk, dan Alex menggenjotku sambil berdiri.. payudaraku terjepit bersama dengan pelukan kami.. entah kenapa saya termasuk memeluk dia, tanganku melingkar di lehernya. ohh aduhh.. ampun deh.. rasanya nikmat.. penisnya serasa mentok senang menembus ke perutku. Kedua kakiku melingkar di pinggangnya.. saya menyembunyikan muka di bahunya. Enak banget rasanya. Aku sampe pipis selagi itu. Iya.. saya keluar. Duh.. enak banget, saya membatin sendiri. 

Genjotan Alex tambah lama tambah cepat.. dia menjatuhkan badanku di kasur bersama dengan posisi penisnya yang tetap menancap di kemaluanku. Aku kembali terlentang.. dia tetap posisi berdiri di pinggir kasur. Dia menggenjotku penuh nafsu.. payudaraku yang bergoyang ditahan, diremas oleh Alex.

“Ssshh… ohh.. shh. Oh… aghh.. ” Alex konsisten mendesah sambil menyodokku bersama dengan cepat. Kupikir dia sudah senang keluar. Sodokan yang cepat ini menyebabkan saya tambah enak rasanya.. sungguh. Aku tetap memejamkan mata sambil menggigit jari2 tanganku. Dari tadi saya nahan nikmat susah sekali.. kerap saya mendesah. Aduhh ampun deh.. rasanya enak banget. Aku hampir gak menyadari diri.. saya meremas payudaraku. Aku tidak inginkan terlihat menikmati.. tapi tidak bisa. Aku mendesis kenikmatan.

Akhirnya kedua kalinya saya merasakan semprotan air mani di dalam vaginaku. Rasanya tidak terlampau deras. Tapi lagi2 saya merasakan sensasi cairan panas yang menyemprot dinding rahimku. Aku terlampau lelah. Aku mengantuk sekali rasanya.. kepalaku tetap pusing. Seluruh badanku lemas. Permainan Alex tidak lama seperti Jeksen. Tapi saya ingat betul persetubuhan itu sesungguhnya terjadi lebih kurang 1/2 jam masing2 orang. Kami seluruh mabuk dan tidak merasakan waktu. Ya.. sebab beberapa kali saya lihat jam dinding kamar hotel.

Dan selanjutnya saya tidak ingat betul saya seperti pingsan. Entah pingsan atau tidur.. rasanya saya inginkan melayang dan tidur.

Terakhir sebelum saya kehilangan ingatanku malam itu.. saya lihat Toni mendekat. Pandanganku tambah buram. Aku merasakan dia membalik badanku dan saya pasrah tengkurap… dia menindihku dari belakang.. penisnya digesekkan dibelahan pantatku.

Terakhir saya ingat kata2nya.. “ouhh.. sshhh pantat lo besar banget Mel. Enak… shhh..” dia mendesah. Aku merasakan penisnya menggesek perihal bibir kemaluanku. Dan tidak lama, penisnya menerobos seperti ular.. merasa masuk ke bibir kemaluanku. Dengan gesekan konsisten menerus penisnya tambah lama tenggelam kedalam vaginaku.. aduh saya gak tahan. Aku ingin banget cepet digenjot.

Aku memejamkan mata lagi.. dan saya cuma merasakan badanku dibolak balik atau apalah.. saya cuma merasakan penis di kemaluanku konsisten menyodok. Suara desahan mereka tambah lama tambah tidak menyadari terdengar olehku.

Aku sudah hilang ingatan sehabis itu. Aku cuma ingat selagi itu saya dimangsa oleh sahabatku. Kemudian saya baru benar2 menyadari sehabis bangun siangnya. Kami beres2 dan pulang. Aku diantar oleh mereka. Sepanjang perjalanan saya diam. Beberapa kali Jeksen minta maaf.. dia mengaku tidak sadar.. yang lainnya juga.

Entah.. saya tidak menyadari kudu menjawab apa. Aku sendiri bingung. Aku malu. Aku cuma diam.

Menulis ini aku.. mengenang peristiwa itu. Terus terang sekarang saya horny.

Setelah kejadian itu, saya tidak dulu kembali senang dekat bersama dengan Jeksen dan Toni.. saya tidak dulu menghubungi dia lagi. Beberapa kali Jeksen atau Toni menghubungiku.. saya tidak menggubris.
Aku sudah berdosa pada Febrian.