Cinta Lewat SMS // Part 1

RAKSASAPOKER mas, komputernya hang ulang nih..!” teriakku. Tidak berapa lama, Hengki masuk ke kamarku. “Kamu emang gatek, Lika..” celetuk Hengki kakak iparku. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Belum sempat aku bangun dari area duduk, ke dua tangan Hengki sudah berada di bawah ketiakku. Jemarinya yang berbulu, begitu cepat menghimpit tombol ‘Ctrl-Alt-Del’.

Komputer di depanku ulang berfungsi. Aku terhenyak. Hengki tetap berdiri menunduk di belakangku. Dengan sengaja ke dua tangannya menyentuh payudaraku. Aku tidak bereaksi.


Memang ini yang kuinginkan. Jujur saja, aku sebetulnya sanggup menangani masalah computer ‘hang’. Sebenarnya yang tadi hanya trik saja untuk ‘memancing’ Mas Hengki masuk ke kamarku.

“Lembut banget Lika..,” bisiknya lirih.
Tidak lama lantas dia nampak kamar. Hampir aku tidak mendengar ucapannya. Pikiranku jauh menerawang.
“Seandainya Mas Hengki menjadi milikku..,” gumanku dalam hati.

Aku tetap memikirkan bagaimana bahagianya Priscilla, kakak sulungku, bersuamikan seorang Hengki. Badannya tinggi tegap. Kulitnya yang putih bersih, ditumbuhi bulu-bulu halus. Mas Hengki yang peranakan Jawa-Pakistan, sudah satu setengah th. tinggal di tempat tinggal kami. Karena Cilla, panggilan kakak sulungku, sedang mengandung, Mama berharap mereka tinggal saat di tempat tinggal ini.

Dering handphone membuyarkan lamunanku. Ahh, rupanya hanya SMS saja. Tapi, wooww ternyata itu pesan dari Mas Hengki.
Isinya singkat, “LIKA, TOKETNYA INDAH BANGET, SORRY YA NGACENG AJA.”
Aku tersenyum membacanya. Aku memahami maksud kata-kata terakhirnya, bukan ngaceng aja, tetapi ngga sengaja. Kalaupun Mas Hengki terlalu terangsang saat berada di kamarku, sebetulnya wajar. Bukan hanya dia yang menyatakan buah dadaku indah, bahkan teman-teman cewek di kampus pun iri menyaksikan punyaku ini. Apalagi sebelum saat Mas Hengki masuk kamarku, aku sengaja hanya mengenakan kaos oblong tanpa BH.

Malamnya, Mas Hengki SMS lagi. Dia sedang asyik menonton liga Italy di home theatre rumahku. Dalam pesannya, dia minta ditemani nonton bola. Kujawab tidak. Aku sebetulnya tidak senang menonton bola. DAFTAR ID PRO PKV


“KALO BOLA YANG LAIN MAU.” pancingku me-reply pesannya.
Sebetulnya aku menghendaki sekali berdua dengannya di malam layaknya ini. Tetapi yang menjadi masalah adalah letak home theatre yang di pojok dekat taman persis bersebelahan bersama kamar tidur Mamaku. Kalau ketahuan kan menjadi kacau semua. Kamar Mas Hengki sendiri ada di lantai atas, bersebelahan bersama adikku yang bungsu. Tetapi, kalau nonton TV Mas Hengki lebih senang di bawah. Mbak Cilla sudah memahami tradisi suaminya menonton bola di bawah. Kesempatan ini kumanfaatkan sekalian. Tetap melalui fasilitas SMS, kupancing Mas Hengki masuk kamarku.

Gairah seksku sedang memuncak-muncaknya malam itu. Mungkin sebab mau sanggup mens. Aku mesti berterima kasih banyak pada fasilitas SMS lintas operator ini. Sudah dua minggu lebih, aku dan Mas Hengki saling kirim pesan rahasia. Padahal kami sama-sama berada di rumah. Kalau berbicara langsung atau telephone kan beresiko ada yang menguping. SMS terlalu menghubungkan cintaku padanya.

Pintu kamar terkuak perlahan. Dengan sedikit berjinjit Mas Hengki masuk kamarku. Mengenakan celana pendek dan masalah oblong. Kumis dan cambangnya baru dicukur. Birahiku menggelora menyaksikan muka Mas Hengki di depanku. Bahunya yang lebar mendatar disempurnakan dadanya yang bidang membuatku menghendaki langsung menggelayutinya manja.
“Blom tidur Lika..?” tanyanya berbasa-basi.
Tidak kujawab. Aku hanya tersenyum manja sambil mengibas rambutku. Malam itu aku Mengenakan baju tidur jenis ‘you can see’ dan celana selutut. Agak lama kukibaskan rambutku. Mas Hengki pasti tidak melepaskan peluang emas ini. Dengan kaos ‘you can see’, memahami nampak olehnya payudaraku yang putih menyembul.