Cerita Sex Office Boy // Par 2

RAKSASAPOKER Bunga pun kaget. “Ihhh ngapain sih Ga??”. “Non suka ngga??” sahut Stiven. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Tanpa diberi peluang untuk menjawab Stiven segera memegang tangan Bunga dan menyuruhnya memegang penisnya yang panjang itu.

Bunga pun menolak. Viery dan Putra segera membiarkan seluruh pakaiannya sendiri-sendiri. Bunga pun tampak kaget dengan seluruh itu.


Dihadapannya sudah ada 2 pria dengan penisnya yang sudah lama berdiri dari tadi.

Tanpa mengetahui tangan Bunga sudah menyentuh penis Stiven. Tinggal Bunga saja yang masih berpakaian lengkap di ruangan itu. Bunga pun segera berdiri dari kursinya, ia teriak dan berlari menuju pintu keluar. Tapi dengan cepatnya Viery dan Putra menahannya. Bunga pun berteriak saat badannya dipeluk erat oleh Viery. Payudaranya yang kenyal itu berdempetan dengan dada bidangnya Viery. “Tenang aja Non… Nikmatin aja dehhh”tegas Stiven. “Ihh apa-apaan sih kalian??”sahut bunga dengan teriakannya.

Tanpa mengihraukan, Bunga di senderkan ke tembok. Dihadapannya keluar 3 orang pria yang sudah nafsu daritadi. Tampak ada perasaan jengkel dan ada perasaan menginginkan melakukannya di wajah Bunga. Dengan cepatnya Putra menciumi bibirnya. Bunga pun terpaksa mengikutinya. Ternyata Bunga sebetulnya sudah berpengalaman ciuman, di film-film layar lebarnya. Dengan ganasnya Putra menikmati momen itu. Sementara Stiven mendekati Bunga dan segere meremas-remas Payudara Bunga itu yang kenyal masih terbalut BH berwarna hitam yang masih tampak walau ia memakai bajunya gara-gara busana nya berwarna putih, jadi kontras sekali BH warna hitam itu. Sesekali Bunga membiarkan ciumannya dan mendesah. “auhhhh…. auhhhhh…”

Bunga konsisten mendesah gara-gara Stiven meremas kedua bukit kembarnya itu. Tak mengetahui Viery sedang mengusahakan mengakses seleting jeans Bunga. Bunga pun sepertinya jadi menikmati adegan itu. Tak lama selanjutnya resletingnya terbuka dan Viery menarik jeans nya untuk dilepaskannya. Tak menyangka Bunga Segera menolong dengan menaikan kakinya satu persatu. Akhirnya paha mulus Bunga tampak di depan mata Viery. Bunga pun menghentikan ciumannya dan mengizinkan Stiven untuk mengakses busana nya itu. Dengan ganasnya mereka melucuti busana Bunga satu per satu.

Tak disangka, seorang bidadari berada di hadapan mereka. Tubuh Bunga begitu mulus dan terdapat goretan di dekat pinggulnya. Bunga pun tambah menikmati, ia lansung jongkok dan mengulum penis Putra yang paling besar satu diantara mereka ber-3. Viery dengan cepatnya jalankan pekerjaannya lagi, meremas kedua bukit Bunga dengan cepat. Sedangkan Stiven menjilati pinggiran vagina Bunga. Dengan nafsunya Bunga memaju mundurkan kepalanya. Dibantu Putra memegang kepala Bunga dan memaju mundurkan nya dengan cepat.

Bunga pun tampak hendak muntah gara-gara ujung tenggorokan bunga bulak balik disentuh oleh ujung penisnya Putra. “ahhhh…. ahhhhh…. konsisten non” ujar Putra. Bunga konsisten mengulum dengan mata tertutup. Setelah lebih kurang 15 menit adegan itu konsisten berlanjut. Bunga bergeser posisi, kedua tangannya menghindar berat badannya, ia seperti domba yang hendak diperkosa saja

Kembali Bunga mengulum penis Putra, dibelakang Stiven pelan-pelan memasuki lubang anusnya Bunga. “Ahhhhhhhhh……. Pelan-pelan !!!!!” teriak Bunga sambil lagi mengulum penis Putra. Viery repot mlintir-mlintir kedua puting Bunga. “ashhh.. ashhhhhhhhh….”. “Nikmat kan Neng ??”ujar Stiven sambil konsisten menggenjot dengan cepatnya. Akhirnya lubang anus Bunga sudah tambah melonggar. Stiven konsisten menggenjot Bunga dari belakang.

Terlihat Bunga tambah menikmati. Bunga dengan nafsunya melumat buah zakar Putra yang lagi mengelus-ngelus rambutnya. Putra membiarkan penisnya. Ia bergerak ke belakang Bunga. Dari samping keluar gerakan maju mundur yang cepat. Setelah sebagian kala semuanya berhenti. Mereka ber-3 berikan kala Bunga sehingga dapat sesuaikan nafasnya kembali. Bunga lagi berdiri dan sedikit tertawa. “Awas yah kalian…”ujar Bunga.

Mereka ber-3 turut tersenyum. Tak lama lantas Viery mengankat Bunga ke Sofa yang lumayan besar dan menelentangkan Bunga disana. Viery segera memasuki vagina nya pelan-pelan. Dengan cepatnya Viery menggenjot vagina Bunga yang sudah keliatan akrab dengan penis Viery. “ahhh … teruss !!!”ujar Bunga dengan penuh nafsunya. DAFTAR ID PRO PKV


Seletah sebagian lama, di lebih kurang vagina Bunga tidak tampak percikan-percikan darah. Sepertinya Bunga sebetulnya sudah dulu jalankan seks sebelumnya. Tangan kanan Bunga mengocok Penis Putra yang sebentar lagi berkenan keluar itu. Stiven Pun mengocok penisnya sambil ujung penis ditempelkan ke puting Bunga. Tampak ketiganya sudah hampir klimaks. Dan pada kala waktunya, mereka bersama-sama mengeluarkan sperma nya di wajah Bunga.

DOMINO QQ

Wajah Bunga terselimuti oleh sperma yang begitu banyaknya. Ke-3 Pria itu tampak suka sekali dan lelah sekali. Karena belum puas, mereka menginginkan menyaksikan Bunga orgasme. Bunga digendong oleh Putra, Andi membukakan selangkangan Bunga, Dan Viery memasukan ketiga jarinya ke vagina Bunga. “ahhhhhhh………ahhhhhhhh”teriak Bunga di ruangan tersebut. Setelah kurang lebih 3 menit Bunga mendesahhh. Akhirnya Bunga mengalami orgasme nya. Dengan wajah lemas Bunga tertidur di sofa. Mereka ber-3 pun turut terlelap di atas tubuh Bunga.

Sekitar jam 08.00 pagi mereka terbangun dan menyaksikan Bunga masih tertidur lelap. Mereka menggoyangkan badan Bunga. “Non.. Bangun non sudah pagi..”sahut mereka. Bunga pun tersadar, dimukanya bagaikan ada sebuah jaring laba-laba. Sperma ke-3 Pria tersebut masih lengket berada di wajah Bunga. Akhirnya Bunga menuju ke WC dan membersihkaan seluruh tubuhnya yang lengket itu. Bunga pun bergegas untuk pulang. Menelfon supirnya sehingga diantarkan pulang. Bunga lagi keruangan tempat terjadinya hubungan seks semalam.

Ke-3 pria itu sudah lagi berpakaian lengkap dan memberikan senyum ke Bunga. “awas jikalau kalian berani lagi ya.. kali ini saya maafkan, tetapi lain kali saya akan laporkan ke pihak yang berwajib!!”. “ehh… iya non maafkan kami semalam”. Bunga pun segera bergegas keluar dari ruangan itu dan menanti supirnya di depan jalan.

Untungnya syuting diadakan 3 hari sekali, jadi hari ini Bunga libur. Kalau saja hari ini ada jadwal Syuting kemungkinan Bunga sudah kepergok oleh Kru Film. Tak lama lantas Bunga masuk mobilnya dan lagi tertidur. Sampainya di tempat tinggal Bunga segera tertidur di kasurnya. Bunga sangat lelah sekali atas kejadian semalam. Tapi Bunga merasakan kepuasan yang tidak ada duanya.