Bercinta Dengan Tunangan Teman // Part 2

RAKSASAPOKER Belum juga kusempat meneruskan kata- kataku, telunjuknya langsung ditempelkan ke bibirku, lantas dia membelai pipiku, lantas bersama lembut dia juga mencium bibirku. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Aku hanya mampu diam saja mendapat perlakuan seperti itu. Walaupun ini bisa saja bukan yang pertama kalinya bagiku,

tetapi jika yang seperti ini saya baru yang pertama kalinya merasakan bersama orang yang baru kukenal. Begitu lembut dia mencium bibirku, lantas dia berbisik kepadaku.


“ Aku pengen bercinta sama Kamu, Dod..! Puasin Aku Dod..! ” Lalu dia mulai mencium telinganku, lantas leherku, “ Aahh..! ” saya mendesah.
Mendapat perlakuan seperti itu, gejolakku pada akhirnya bangkit juga. Begitu lembut sekali dia mencium kira-kira leherku, lantas dia ulang mencium bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku. Akhirnya ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak beraturan. Cukup lama juga kita berciuman, lantas kulepaskan ciumannya, lantas kujilat telinganya, dan menelusuri lehernya yang putih bak pualam. Ia mendesah kenikmatan.

“ Aahh Dod..! ” dessahnya,
Mendengar desahannya, saya makin lama bernafsu, tanganku mulai menjalar ke belakang, ke dalam Kaosnya. Kemudian kuarahkan menuju ke pengait BH-nya, bersama sekali sentakan, pengait itu terlepas. Kemudian saya mencium bibirnya lagi, kali ini ciumannya sudah mulai agak beringas, bisa saja karena nafsu yang sudah raih ubun- ubun, lidahku disedotnya hingga mulai sakit, tetapi sakitnya sakit nikmat.
“ Dod.., buka dong bajunya..! ” katanya manja.
“ Bukain dong Dev.., ” kataku. Sambil menciumiku,
Devinta terhubung satu persatu kancing kemeja, lantas kaos dalamku, lantas dia lemparkan ke samping area tidur. Dia langsung mencium leherku, tetap ke arah puting susuku. Aku hanya mampu mendesah karena nikmatnya.

“ Akhh.., Dev. ” desahku,
Kemudian Devinta mulai terhubung sabukku dan celanaku dibukanya juga. Akhirnya tinggal celana dalam saja. Dia tersenyum saat Melihat kepala kemaluanku off set dengan sebutan lain menyembul ke atas. Devinta Melihat wajahku sebentar, lantas dia cium kepala kemaluanku yang menyembul muncul itu. Dengan perlahan dia turunkan celana dalamku, lantas dia lemparkan seenaknya. Dengan penuh nafsu dia mulai menjilati cairang bening yang muncul dari kemaluanku, rasanya nikmat sekali. Setelah suka menjilati, lantas dia mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya.

“ Okhh.. nikmat sekali, ” kataku dalam hati,
Sepertinya kemaluanku mulai disedot-sedot. Devinta terlalu menikmatinya, sekali- sekali dia gigit kemaluanku.

“ Auwww.., sakit dong Dev..! ” kataku sambil agak meringis.
Devinta seperti tidak mendengar ucapanku, dia masih senantiasa saja memaju- mundurkan kepalanya. Mendapat perlakuannya, pada akhirnya saya tidak kuat juga, saya sudah tidak kuat ulang menahannya,#AGEN BOLA TERPERCAYA
“ Dev, Aku berkenan keluar.. akhh..! ” Devinta cuek saja, dia tambah menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, hingga akhirnya, DAFTAR ID PRO PKV


“ Croott.. croott.. croott.. !!! ”
Aku menyemburkan Spermaku ke dalam mulut Devinta. Dia menelan seluruh cairan spermaku, mulai agak ngilu juga tetapi nikmat. Setelah cairannya terlalu bersih, Devinta lantas berdiri, lantas dia terhubung seluruh pakaiannya, hingga pada akhirnya dia telanjang bulat.
Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku.

“ Puasin Aku Dod..! ” katanya sambil memeluk tubuhku,
Kemudian dia menuju area tidur. Sampai disana dia tidur telentang. Aku lantas mendekatinya, tubuhnya yang elok, kuciumi bibirnya, lantas kujilati belakang telinga kirinya. Dia mendesah keenakan,
“ Ssss Uhhhh Aahh. ” Mendengar desahannya, saya tambah bernafsu, lantas lidahku mulai menjalar ke payudaranya. Kujilati putingnya yang sebelah kiri, tetapi tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kiri, sambil kadang kupelintir putingnya.

“ Okkhh..! Dodi sayang, tetap Dod..! Okhh..! ” desahnya mulai tidak menentu.
Puas bersama bukit kembarnya, badanku kugeser, lantas kujilati pusarnya, jilatanku makin lama turun ke bawah. Kujilati kira-kira pangkal pahanya, Devinta mulai Devenguh hebat, tangan kananku mulai mengelus Vaginanya, lantas kumasukkan, mencari sesuatu yang bisa saja kata orang itu adalah Itil. Devinta makin lama Devenguh hebat, dia menggelinjang bak ikan yang kehabisan air. Kemudian saya mulai menjilati bibir kemaluannya, kukuakkan sedikit bibir kemaluannya, muncul menyadari sekali apa yang namanya Itil, bersama agak sedikit menghindar nafas, kusedot Itilnya. 

“ Aakkhh.. Dod.., ” Devinta menjerit agak keras,
Rupanya dia sudah orgasme, karena saya merasakan cairan yang menyemprot hidungku, kaget juga aku. Mungkin ini pengalaman pertamaku menjilati kemaluan wanita, karena di awalnya saya tidak pernah. Aku masih saja menjilati dan menyedot Itilnya.

“ Dod..! Masukin Dod..! Masukin..! ” pinta dia bersama muka memerah menghindar nafsu.
Aku yang dari tadi memang sudah menghindar nafsu, lantas bangkit dan mengarahkan kejantananku ke mulut kemaluannya, kugesek-gesekkan dulu di kira-kira bibir kemaluannya.
“ Udah dong Dod..! Cepet masukin..! ” katanya manja.
Hemmm rupanya ini cewek nggak sabaran banget ya ( kataku dalam hati ).Kemudian kutarik tubuhnya ke bawah, agar kakinya menjuntai ke lantai, muncul kemaluannya yang menyembul. Pahanya kulebarkan sFredikit, lantas kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah. Perlahan tetapi tentu kudorong tubuhku.
“ Bless..! ” pada akhirnya kemaluanku terbenam di dalam liang kemaluan Devinta.
“ Aaakkhh Dod..! ” desah Devinta.


Kaget juga dia karena sentakan kemaluanku yang langsung menerobos kemaluan Devinta. Aku mulai mengerakkan tubuhku, makin lama lama makin lama cepat, kadang- kadang sambil meremas- remas kedua payudaranya. Kemudian kubungkukkan badanku, lantas kuhisap puting susunya.

“ Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Teruss..! ” erang Devinta sambil tangannya memegang kedua pipiku.
Aku masih saja menggejot tubuhku, tiba- tiba tubuh Devinta mengejang,
“ Aaakkhh! ”

Ternyata Devinta sudah raih puncaknya duluan.
“ Aku sudah muncul duluan Sayang..! ” ucapnya,
“ Aku masih lama Dev.., ” kataku sambil masih menggenjot tubuhku.
Kemudian kuangkat tubuh Devinta ke tengah area tidur, secara spontan, kaki Devinta melingkar di pinggangku. Aku menggenjot tubuhku, diikuti goyangan pinggul Devinta.
“ Aakkhh Dev.., punya Kamu sedap sekali. ” kataku memuji,
Devinta hanya tersenyum saja. Aku juga heran, kenapa saya mampu lama juga keluarnya. Tubuh kita berdua sudah basah oleh keringat, kita masih mengayuh bersama menuju puncak kenikmatan. Akhirnya saya tidak kuat juga menghindar kenikmatan ini.

“ Aahh Dev.., Aku nyaris keluar.., ” kataku agak terbata-bata.
“ Aku juga Dod..! Kita keluarin sama- sama ya Sayang..! ” kata Devinta sambil menggoyang pantatnya yang semok dan kenyal itu.

Goyangan pinggul Devinta makin lama liar. Aku pun tidak kalah sama halnya bersama Devinta, frekuensi genjotanku makin lama kupercepat, hingga terhadap akhirnya,
“ Aaakkhh! ” jerit Devinta sambil menancapkan kukunya ke pundakku.
“ Aakhh, Devinta.., Aku sayang Kamuu..! ” erangku sambil mendekap tubuh Devinta.
Kami terdiam beberap saat, bersama nafas yang tersenggal-senggal seperti pelari marathon yang berlari lebih dari satu Kilometer.
“ Kamu strong sekali ya Dod, makasih ya Dod sudah muasin saya . emuaaachhh! ” puji Devinta sembari mengecup bibirku. Agen Poker Terpercaya Royalkartu.com

“ Iya Dev, saya juga makasih banget karena hari ini kamu sudah buat saya puass juga, emuuuuachhh ” pujiku sembari kubalas ciuman kecilnya tadi.
Singkat cerita sehabis kita melakukan interaksi intim tadi, kamipun berpelukan erat dan sejenak menghela nafas. Tak lama lantas kami-pun bergegas merapikan diri dan Mengenakan pakain kami, karena kita kuatir perihal skandal kita dipergoki tunangannya. Sejak perihal itu kamipun kerap melakukan interaksi sex di mana saja sepanjang ada kesempatan, dan hingga saat ini interaksi kita masih berlanjut.