Bercinta Dengan Tante Mila // Part 2

RAKSASAPOKER “Mila rela segera ke atas? Ini kamar suitenya bagus lho, ada istri Ane juga, biar Ane kenalkan sekalian!”

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“Oh ya, kebetulan Ane belum dulu lihat kamar suite di hotel ini, sebentar aja ya Pak” sahut dari seberang telpon.Sampai di suite roomku, aku silakan Mila duduk.

Mila terlihat sangat manis bersama senyumnya yang mempesona. Hari ini Mila mengenakan blus berwarna biru terang mengkilap berlengan panjang bersama style kerah shanghai bersama kancing putih yang berbaris rapih dari leher sampai nyaris ujung bajunya,


kenakan rok hitam dan juga menggenggam HP Nokia 3650 warna Biru Kuning, di pergelangan tangan kirinya ada arloji berupa gelang. Di tangan kanannya ada karet pengikat rambut berwarna hitam, dan kutawarkan minuman, dia menentukan apple juice kesukaannya. Kutuangkan didalam gelas yang telah kucampur obat tidur yang kubeli tempo hari dari toko obat Eng Tay Ho di Malioboro.
“Ibu di mana Pak,” tanya Mila seraya meminum juicenya
“Oh, ada di kamar mandi..”
“Buu,.. buu..!” teriakku seolah-olah ada dia di sana.

Mila meneguk ulang minumannya sampai nyaris habis dan betul termasuk kata si engkoh, Mila segera tertidur di sofa ruang tamu.

Setelah pintu kukunci, aku segera beraksi, pertama kubuka bajunya yang selalu terlihat ketat, jadi kancing bawah sampai ke atas selanjutnya BH Triump nya yang nomor 36, rok hitam yang 10 cm di atas lutut, dan terakhir CD merek Sloggy yang terlihat bersih. Selanjutnya aku jadi menerapkan cara ikatan yang kuintip dari internet. Katanya yang paling canggih itu yang dari Jepang namanya Karada. Teorinya dari badan dulu, tetapi aku cemas dia terbangun, menjadi biaraman tangannya dulu.

Tangan kiri kuikat erat pergelangannya, termasuk tangan kanan. Lalu ke dua tangannya dibawa ke punggung dan satu mirip lain diikat bersama style yang mengunci (seperti laso, makin bergerak makin erat) dan dihubungkan bersama tali ulang ke leher ah jangan kasihan nanti bisa tercekik. Walaupun nggak ada di teori tali yang mustinya ke leher kuteruskan dari leher ke depan lewat susu dan di bawah buah dada di lingkarkan dan diikat erat sampai dadanya membusung seperti gunung merapi rela meletus.

Agar kakinya nggak menendang walaupun tetap menggunakan sepatu Edward Forrer dari Bandung bersama hak 7 cm dan ada talinya melingkar manis di pergelangan kaki itu termasuk diikat erat menggunakan tali lain. Sepatu ini yang dinamakan dia sepatu sexy.. didalam lebih dari satu e-mailnya. Trus ikut teori aja, tali yang di buah dada diteruskan kebawah melalui vagina dan keatas ulang di belakang dan diikatkan ke tangannya yang dipunggung. Memastikan Mila telah terikat erat, aku segera menggendongnya DAFTAR ID PRO PKV


“Oops, lumayan termasuk beratnya..!” selanjutnya meletakkannya di daerah tidur didalam posisi miring, dikarenakan tangannya terikat ke belakang. Aku tutup dan mengunci pintu yang menghubungkan ruang tamu bersama kamar tidurku. Aku cape termasuk mengerjakannya dan menggendongnya, sampai tertidur di sebelah Mila.

Aku terbangun oleh nada makian wanita.

“Shit, ugh! Apaan ini!?”

Mila bersama muka kegalauan lihat tubuhnya yang berbusana tali. Yes my dream comes true! Pikirku. aku sukses mengikat Mila, dan ia terbangun sambil memaki-maki,

“Pak, sadar Pak.. Ibu ada di kamar mandi.. berani-beraninya berbuat begini terhadap Ane” teriak Mila sambil meronta-ronta mengupayakan membuka ikatannya.

“Lepaskan aku, let me go! To..”

Takut terdengar kamar sebelah sebelum saat Mila sukses berteriak minta tolong, bersama gerak cepat kuambil lakban perak di meja daerah tidurku,

“..srett” dan kusumbatkan ke mulutnya, “mmhh!! mmhh!!”.

Mila jadi mengeliat mencoba melepas dirinya, akan tetapi makin tangannya bergerak maka makin kencang termasuk ikatan yang ada di buah dadanya yang gede itu. Matanya melotot marah, ia terlihat kesakitan tetapi bisa saja ia menikmati juga.

“Oh Mila Aneng, istriku sebenarnya ada di kamar mandi, tetapi di rumahnya di Bogor,” jerit tawaku yang kubuat seram.
“Permainan baru akan dimulai Mila” kataku bersama tegas.
“Uugh, mmh, awwh!!” Mila hanya bisa mengeluh tanpa suara.

Matanya jadi berkaca-kaca dan tampak putus asa. Aku jadi bekerja jepitan busana kupasang di ke dua putingnya dan dihubungkan bersama tali kecil yang nyambung ke tangan yang dipunggung. Mila meronta-ronta menjalankan tangannya mencoba untuk melepas ikatannya, tetapi hasilnya adalah ikatan di buah dadanya makin menyakitkan, termasuk putingnya menjadi tertarik oleh jepitan busana dan tingkatkan rasa sakit. Judi Poker Online

Masih belum bahagia aku meneteskan lilin panas terhadap jarak 40 cm dari buah dadanya, ternyata ia tidak sangat kesakitan maka kudekatkan menjadi jarak 20 cm ia menggeliat, meronta mmh,.! ugh,.! makin terikat dan makin sakit dan ia telah lewat entah orgasme yang keberapa kalinya melalui tali yang melilit melalui vagina dan anusnya.

Akhirnya Mila terlihat memelas sekali seperti minta diampuni, bisa saja dikarenakan telah sangat penat meronta-ronta dan orgasme.

“Kamu akan Ane lepaskan jika rela ngemut punyaku dan minum sampai bersih, ok?”

Matanya mengedip lemah. Tapi aku belum puas, aku beralih pikiran, lebih-lebih buah zakarku yang sangat bersemangat telah menunjuk-nunjuk ke Mila! Aku membuka ritsluiting celana lantas melepas ikatan di kakinya yang rapat itu selanjutnya pergelangan kakinya yang tetap terikat bersama sepatu yang sexy itu kusambungkan ke kaki daerah tidur sehingga Mila terlentang didalam posisi tangan terikat ke belakang saat kakinya terikat terlentang.

Penisku 16cm itu masuk bersama paksa ke vaginanya yang ternyata telah bercairan. Masuk, keluar, masuk, keluar, berulang-kali sampai spermaku muncrat. Aku terbaring lunglai, di atas tubuh Mila yang berbusana tali itu, sehabis menggapai puncaknya,

“Good Girl” kataku sambil memegang kepalanya seperti aku menyayang-nyayang anjing keAnenganku si Bonci.

Mila pingsan tak sadarkan diri.

Segera aku bersihkan tubuhnya sekedarnya bersama handuk yang kubasahi, memakaikan pakaiannya lengkap bersama blus biru kerah shanghainya, mengancingi blusnya berurutan rapi. Memakaikan CD sehabis spermaku kubersihkan. Aku rubah ikatannya bersama lakban perak, meliliti tubuhnya yang berbusana, membelenggu ulang tangannya kebelakang, kakinya aku satukan ulang bersama lakban yang sama, kaki yang bersepatu yang sexy (itu sebutannya di e-mail) itu aku kulum bersama gemas. Memastikan tangan kakinya telah terikat, dan juga mulutnya telah tersumbat, aku utak atik HPnya mencari sadar nomor HPnya selanjutnya dan juga merta mematikannya, kulihat banyak miss call dan SMS, lebih dari satu dari GMnya

“Mami, telah jam 5 sore kok belum kembali. Sales Call, posisi?” ada 4 SMS yang bernada serupa. Kumatikan HPnya sehingga dia jangan sampai bisa SMS untuk minta tolong, termasuk aku cabut kabel telepon di kamarku.

Mila jadi siuman, lantas kuperlihatkan handycam yang tadi telah di pakai terhadap daerah tersembunyi. Aku mengancam jika bilang siapa-siapa, rekaman ini akan aku upload ke bondage.com, bondagegirl.com, 17tahun.com atau situs-situs lainnya, lebih-lebih bisa kuperbanyak dan kujual kuedarkan. Matanya kutatap, berkaca-kaca, Mila meronta-ronta kali ini apa kekuatan lakban perak telah mengikat erat dan merekat di tubuhnya, Mila menangis tersedu-sedu, putus asa dan pasrah. Semalaman penuh Mila kugarap sedemikian rupa, dikarenakan aku akan check out besok pagi, menjadi malamnya aku perkosa sampai dia pingsan lagi.

Keesokan harinya, saat tunjukkan pukul 6.00 pagi. Aku tinggalkan dia di kamarku bersama tubuhnya yang berbusana tetapi selalu terikat lilitan lakban perak, kubiarkan isyarat Do Not Disturb menggantung di pintu kamarku. Aku segera ulang ke Bandung bersama KA Argowilis. Di KA sambil menikmati hasil rekaman video terhadap laptopku, aku buat persiapan cerita ini dan kukirimkan kepadanya melalui email sehingga dia sadar siapa sebenarnya yang ‘telah memperkosanya’. Entah bagaimana dia bisa melepas ikatannya, menjadi misteri sendiri.