Bercinta Dengan Polwan Cantik Penuh Nafsu // Part 1

RAKSASAPOKER Akhirnya sirine yang kutunggu itupun berbunyi. Dengan iramanya yang khas, sirine itu menjadi tanda untuk kami supaya segera jalankan apel sore dan bersiap untuk pulang ke asrama.

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“Jaga kondusifitas keamanan kurang lebih dan tiap tiap bagian harus memberi tauladan yang baik kepada masyarakat”, kata komandan regu kami mengakhiri amanatnya pada sore hari yang mendung itu.

Akhirnya sehabis rutinitas isi daftar hadir, saya segera berlari kecil untuk bergegas keparkiran motor, untuk mengambil kendaraanku. Rasanya birahuku sudah sampai diubun-ubun menginginkan segera menyalurkan keinginan bilogisku yang begitu bergelora.


Namaku Tantri seorang polisi wanita yang bertugas di sebuah kabupaten kecil di negeri ini. Seperti layaknya bagian polwan, tubuhku langsing dan kencang gara-gara hasil latihan fisik teratur yang senantiasa di jalankan tiap tiap hari. Warna kulitku kecoklatan khas negeri ini, banyak orang yang mengatakan warna kulitku eksotis. Tinggiku 169 dan tergolong tinggi semampai, rambutku tentu saja pendek sampai ke tengkuk. Banyak orang yang bilang, semula tidak kupercayai, bahwa saya tergolong wanita bersama dengan keinginan seksual yang besar. Mereka mengatakan ini gara-gara sosok tubuhku agak bungkuk layaknya bongkok udang. Tentu seluruh omongan ini cuma kuanggap omong kosong. Namun perlahan saya layaknya membuktikan sendiri kebenaran omongan ini.
“rrrrrrrt,rrrrrrrrrrt”

Tanda getar di ponsel pertanda tersedia tanda sms masuk.

Sambil duduk di jok motor saya membuka hp dan membaca isinya , “ Hai Mbak sexy kutunggu anda di kontrakkan sudah kusiapkan kejutan yang manis membuat kamu”.

Itu sms dari laki-laki misterius yang sudah berhasil membuatku jatuh hati dan menyerahkan segalanya.

Naluri kewanitaanku secara alamiah bangkit lebih-lebih cuma bersama dengan membaca sms ini. Betapa mahirnya laki-laki yang bernama si Alex ini membuatku ketagihan secara seksual.

Dengan hati yang berdegup secara kencang, saya pacu sepeda motorku untuk menuju kontrakan Alex yang terdapat tidak jauh dari asrama tempatku tinggal. Sebagai wanita, kami dibudayakan tertutup secara seksualitas. Bahkan kami tidak diajarkan oleh leluhur kami untuk nikmati aktifitas bersenggama dan berhak memperoleh kenikmatan yang serupa layaknya halnya laki-laki. Namun Alex perlahan namun tentu mengajarkanku makna nikmatnya terjalin badan.

10 menit sesudah itu sampailah saya di kediaman Alex yang lumayan mewah untuk ukuran warga kabupaten ini. Alex sendiri adalah seorang mahasiswa anak dari orang tua yang lumayan berada. Tubuhnya cuma sedikit lebih tinggi dariku dan dia berkulit putih. Usianya 4 tahun dibawahku, Posturnya sangat terjaga gara-gara dia rajin berolahraga. Awal pertemuan kami terjadi di sana.

Sebagai bagian kami diharuskan untuk menjaga wujud tubuh. Apalagi untuk wanita, bulliying dari senior bakal sangat sadis seandainya kedapatan tubuh kami sedikit berlemak. Sejak lulus dari asrama, olahraga pagi adalah makanan sehari-hari. Secara teratur saya berlari, fitness dan ikuti aerobik yang diadakan di gor olahraga ataupun stadion kabupaten.

tempat fitnes Jos Gym yang menjadi saksi awal pertemuanku bersama dengan Alex. Saat itu, ditengah keasyikan berlatih tersedia seorang laki-laki yang berkunjung ke dan menyapa.

“ halo, selamat sore, maaf mengganggu Mbak ini aparat ya?”
“ iya benar, Mas siapa ya??”
Jawabku bersama dengan nada tegas dan ketus gara-gara kami memang dilatih demikian.
“ perkenalkan nama saya Alex” sambil menjulurkan tangan, tanda ia menginginkan berkenalan.
“ Tantri” jawabku sambil menjabat tangan Alex
“ Mbak maaf ya gerakannya sudah bagus kok, namun tidak cukup tepat, ini saya membuktikan gerakan yang benar”
Alex sesudah itu mengambil dumbel tersebut dan mencontohkan gerakan yang pas dibandingkan gerakan yang tadi saya lakukan.
“ Untuk latihan kaki gerakan yang benar layaknya ini Mbak, harus jongkok sampai kebawah ,dengan ini Mbak mampu membentuk pantat, betis, tungkai dan tumit sekaligus”

Aku memperhatikan bersama dengan seksama, sambil menyimpan kesan awal yang baik kepada pemuda ini. Bahasanya baik, sopan, tempangnya ganteng, dan yang paling utama dia berani untuk mengajak ngobrol seorang anggota. Bukan rahasia umum, banyak laki-laki yang senantiasa melirik atau terpesona bersama dengan kecantikan maupun kesexyan polwan yang biasa berbalut baju kerja ketat, namun sayang tidak mempunyai KEBERANIAN untuk mendekati kami. itulah yang menyebabkan sebagian salah satu kami ada masalah untuk menemukan pasangan hidup.

Tapi pemuda ini berbeda. Dia mampu mendekatiku bersama dengan lembut dan sopan layaknya gentleman. Mungkin itu alasan dia segera memperoleh tempat di hatiku. Sore itu kami lalui bersama dengan penuh senyum dan canda. Obrolan salah satu kami begitu cair dan akrab. Kuperhatikan dari kaca yang bertebaran di tempat fitnes ini bagaimana Alex mencuri-curi pandang pada kesintalan tubuhku. Hari itu memang saya mengenakan baju yang biasa saja. Aku mengenakan kaos ketat tanpa lengan warna merah yang menampilkan keeksotisan warna kulitku. Mungkin gara-gara ketatnya kaos yang kukenakan, buah dadaku yang tergolong lumayan memuat termasuk terekspose secara maksimal. Untuk bawahan saya Mengenakan celana training panjang yang menutup rapat sampai mata kaki. DAFTAR ID PRO PKV


“ sekarang kami latihan trisep ya Mbak Tantri” alex berkata sambil mengambil barbell ukuran 4 kg yang berada di rak.
“ bagaimana gerakannya??” tanyaku
Jujur olahrafga fitnes memang baru buatku. Di asrama saya biasa olahraga lari memutari asrama, push up, sit up, atau berlatih bela diri karate yang memang diajarkan.
“ pegang barbell bersama dengan kedua telapak tangan Mbak di ujungnya, Seperti ini. Kemudian angkat kedua tangan Mbak rapat di kepala, trus lengan ditahan, barbell diturunkan kebelakang kepala, satu set hitungan 10 kali”

Gerakan ini saya jalankan menghadap kaca besar di salah satu sudut Gym. Pada pantulan kaca saya mampu menyaksikan kedua tanganku terangkat. Kaos tanpa lengan yang kukenakan menyebabkan ketiakku mampu nampak tahu oleh Alex. Dia berdiri pas dibelakangku untu menahan kedua lenganku supaya senantiasa lurus. Alex nampak sangat terpesona bersama dengan kedua ketiakku yang mulus tanpa bulu itu. Selain itu posisi ini menyebabkan bulatnya dadaku tambah menonjol gara-gara kedua tanganku terangkat tinggi keatas.
“ ayo jadi Mbak 1……2………3”

Gerakan latihan trisep itupun diawali bersama dengan sebuah pantulan cermin yang lumayan menyebabkan jantungku berdebar. Posisi kami sangat menempel. Dapat kurasakan nafas Alex yang berderu lebih cepat. Bahkan tanpa Dia mengerti tersedia benda yang tiba-tiba menonjol di bawah celana trainingnya. Alex terangsang batinku.

“ Mbak Tantri harum, saya puas bau badan Mbak….10 cukup”
Bisik Alex ketelingaku sambil mengambil barbell yang lumayan berat untuk kuangkat .
Sambil mengambil nafas gara-gara kelelahan dan sedikit horny kami lanjut ngobrol. Entah kenapa saya ringan sekali horny. Saat inipun wajahku bersemu merah, orang awam tentu menyaksikan lumrah wajahku merah gara-gara habis olahraga namun jujur memang saya terangsang. mungkin gara-gara menyaksikan seorang pria tampan yang berdiri pas dibelakangku sambil pandangannya sangat mengagumi kemolekan tubuhku membuatku sangat terangsang. Atau termasuk gara-gara tingkat stress di lingkungan kerjaku yang sangat tinggi yang membuatku ringan terangsang, entahlah.

“ Mbak kenapa turut fitnes disini?”
“ iya biar badanku gak gemuk”
“ badan sudah sexy gini kok dibilang gemuk”
“ hush badan semok gini kalo diliat seniorku masih dibilang gemuk tau”
“ berat ya pekerjaan Mbak”
“ iya makanya jarang tersedia cowo yang deketin aku”

Tanpa tahu saya mengucapkan asumsi negatif yang timbul sendiri. Mungkin gara-gara perasaan bahwa kami ini gara-gara tugas menjadi bukan layaknya wanita normal.
“ tersedia saya kok Mbak Tanti yang mau serupa anda he he” kata Alex sambil bercanda
“ ha ha nanti termasuk anda kegalauan serupa aku, kayak cowo kebanyakan”
Ujarku sambil melagkah ke ruang ganti untuk berganti baju.

Pertemuan kami hari itu diakhiri tanpa tersedia yang spesial. Kami melangkah pulang kerumah masing-masing untuk ulang beraktifitas keesokan harinya.

Namun mungkin gara-gara pertemuanku yang pertama itu bersama dengan Alex, fitnes menjadi tambah teratur kujalani. Setiap sore kudatangi Jos Gym untuk berlatih. Alex termasuk demikian, dia senantiasa tersedia di tempat latihan tiap tiap saya tersedia disana. Setelah dua mingguan teratur belatih kami baru tahu kalo memang tempat tinggal kami berdekatan. Jarak tempat tinggal kontarakan Alex cuma berjarak kurang lebih 7 menitan dari asramaku.

Selama dua minggu itu entah kenapa saya senantiasa menginginkan tampil sexy di hadapan Alex. Aku senantiasa mengenakan baju ketat tanpa lengan yang menyebabkan lekuk tubuhku terlihat. Bahkan yang termasuk membuatku malu, saya mengenakan training panjang ketat yang lebih-lebih menyebabkan celana dalamku sering kadang terlihat. Penampilanku yang demikianlah rupanya menyebabkan Alex termasuk tambah berbinar-binar matanya. Sering kala kami tengah Alex tiba-tiba ijin untuk ke kamar mandi, katanya kebelet menginginkan buang air.

Hanya dalam dua minggu perubahan sudah kelihatan di tubuhku. Pantatku tambah kencang, dan mungkin yang menyebabkan Alex tambah berbinar adalah dadaku nampak tambah memuat akibat latihan yang rutin. Gairah dan libidoku rupanya turut berubah sehabis latihan yang rutin. Kurasakan tubuhku begitu bergairah, namun sebagai wanita yang tidak tahu cara melampiaskannya, gairah ini kupendam sebisanya.

Sering terjadi kala di asrama, gairahku meninggi kususnya pada malam hari. Biasanya menjelang tidur bersama dengan libido layaknya ini, kulepas seluruh baju yangmelekat di tubuhku, kadang cd senantiasa kekenakan kadang termasuk kutanggalkan . Sering teman-teman kamar yang tinggal seasrama terperanjat kala bangun dan tahu bahwa sahabatnya tidur tanpa sehelai benangpun.

Buatku privat pengalaman tidur telanjang merupakan salah satu wujud pelampiasan pada gairah yang begitu memuncak. Sering saya tidur tengkurap supaya putingku yang tanpa penghalang bergesekan bersama dengan seprei kasur dan sensaninya luar biasa. Cd yang menempel di tempat kewanitaanku kerap kulepas dan tanganku yang nakal kerap menggeseknya bersama dengan guling atau selimut. Aku termasuk wanita yang pembersih. Setiap seminggu sekali senantiasa kucukur rambut-rambut yang tumbuh di arena intim dan ketiakku, dan melumurinya bersama dengan ramuan tradisional yang mampu membuatnya bersih dan wangi.

Pengaruh libido dan hormon seksual tahu mempengaruhiku, dan jujur akupun sudah jalankan eksperimen layaknya tidur telanjang untuk menyalurkannya, namun sampai detik itu saya masih belum tau berarti sebuah kenikmatan seksual, sampai pagi itu Alex mengajakku untuk aerobik pagi bersama.

“ mbak Tantri besok aerobic pagi bareng yuk”
Itu bunyi sms Alex pada saat saya tengah bersiap tidur.
“ ayo kebetulan besok hari sabtu,kantor libur, menjadi gak tergesa-gesa untuk apel pagi” jawabku
“horeeee, o ya boleh request gak Mbak Tantri?”
“request apa ya Lex?”
“besok Mbak pake kaos merah yang sexy itu ya!”
“emang kenapa Lex?”
“gak apa Mbak , Alex senaeng aja kal lihat Mbak pake baju itu”
“yau sudah besok Mbak pake baju itu deh”
“ makasih ya Mbak, besok jam lima ditunggu ya deket stadion asrama”
“ haa jam lima??? Gak kepagian tuh Lex??”
“ enggak Mbak sudah rame kok jam segitu”
“ ya uda jam lima teng mbak sudah disitu, awas kamunya jangan telat ya mbak push up nanti”
“ siap Komandan”
Setelah tidur yang singkat, akupun bangun untuk sesudah itu sebentar menggosok gigi dan mengenakan pewangi tubuh, saya berangkat menuju stadion dekat asrama pas jam lima pagi. Betapa terkejutnya saya gara-gara stadion masih sepi sekali. Bahkan suasanapun masih gelap.
“ pagi Mbak Tantri, mari masuk” seru Alex menaymbutku di parkiran. Sikapnya masih gentel layaknya biasa.
“ Alex anda hebat pas waktu, tadinya Mbak sudah mau ngepush kamu. namun ini masih sepi sekali, katamu sudah rame??”
“ hush sini deh Mbak tersedia yang Alex mau omongin ama Mbak”

Kami sesudah itu masuk ke stadion. Dengan lapangan yang biasa mementaskan pertandingan tim tempat kami yang berlaga di divisi 2. Tribun penonton yang kosong. Lampu sorot yang berfokus menyorot ke lapangan. Sitambah hawa pagi. Tentu situasi agak horror dan menyeramkan.

Alex sesudah itu terus terjadi mengajakku kesebuah sudut stadion yang remang-remang.
“ Alex awas ya jangan macem2!!! anda kan tau siapa Mbak”
Kataku bersama dengan nada tegas gara-gara naluri polisi yanglekas sangsi bersama dengan modus Alex yang sangat meragukan ini.
“ nggak deh Mbak, Alex toh tau Mbak jago karate, mampu bonyok nantinya . Apalagi kalo dipenjara takut banget deh Mbak. Ini alex Cuma mau jujur saja…..”
“Jujur apa alex???cepet donk ngomongnya!!! Atau mbak panggi l temen-temen mbak yang ulang patroli sekarang!!!” ancamku
“ ampun Mbak jangan donk, Alex Cuma beliin ini kok membuat Mbak.” Kata Alex sambil menyodorkan satu bungkusan kado warna pink yang terbungkus sangat indah.
“ ya ampun Alex kejutan apa ini??kamu baik sekali serupa Mbak, menjadi malu nih”
“ diakses donk Mbak kadonya” kata Alex

Dalam hati saya sangat bersyukur, selanjutnya mampu termasuk kado dari seorang pria. Sudah lama saya memendam rasa iri kala tersedia hari valentine, para pasangan saling share kado, saya cuma merayakannya bersama dengan rekan sesama wanita di asrama. Ketika kubuka kado yang terbungkus indah itu, betapa terkejutnya kala menyaksikan kado ini adalah sebuah kalung emas berbandulkan tanda cinta, dan sebuah coklat import yang sudah pasti mahal.

“ Alex inikan mahal. Kamu yakin ini membuat Mbak????”
“iya Mbak sejak pertemuan pertama Alex sudah jatuh cinta serupa Mbak, kalung serupa coklat itu cuma wujud cinta serupa sayang alex serupa mbak kok”
“ anda baik banget Alex.” Kataku sambil sedikit menitikkan air mata gara-gara terharu.
“ sini mbak Alex pakein kalungnya, Alex sengaja minta Mbak pake baju merah ini biar leher Mabak yang jenjang mampu dipasangin kalung cinta ini. “
Masih bergetar rasanya perasaan ini menyaksikan sebuah kejutan dari pria tampan dihadapanku. Begitu romantis dirinya untuk membuatka terdiam kala tangannya yang kokoh mengalungkan sebuah kalung di leherku. Sangat lembut dan tekun dirinya untuk memasang kalung cinta di leherku. Masih dalam situasi spechless dan terpesona, saya terlambat tahu dan begitu pasrah lebih-lebih tanpa perlawanan kala Alex jadi memelukku dan segera mendaratkan ciuman di bibirku. Ini adalah ciuman pertama yang kualami dan rasanya begitu menggairahkan.