Bercinta Dengan Ibu Temanku Sendiri // Part 2

RAKSASAPOKER Kami berdua lantas terjadi menuju piano dan duduk berdampingan di kursi piano yang tidak benar-benar besar. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Karena saya mengajari pindahan jari-jari tangan otomatis saya selamanya memegang jari tante Imel yang halus bersama kuku yang terawat bersama baik.

Detak jantungku mulai semakin berdebar apalagi dilengkapi menghirup bau minyak wangi dari tubuh tante Imel yang memicu batang kontolku jadi mengeras secara perlahan.


“Lhoh Ben kenapa suaramu jadi bergetar gitu, anda kedinginan ya?” tanya tante Imel.
“Gakpap kok tante, saya hanya…” jawabku terpotong.
“Jangan-jangan anda gak mau ngajarin tante ya? Atau kemungkinan anda tersedia janji malam minggu bersama pacar kamu?” tante tanye Imel penasaran.
“Aku belum mempunyai pacar tante, gak kayak Faris dan yang lainnya” jawabku.

Duduk tante Imel semakin merapat padaku dan tiba-tiba kepalanya bersandar di bahuku dan dia menanyakan padaku,

“Ben, dulu gak Faris bercerita padamu jika ayahnya mempunyai istri kembali yang jauh lebih seksi dan muda dari tante, usianya 27tahunan kira-kira”

Baca Juga : Olin Remaja Cantik Jelita

Mendengar itu saya jadi kaget 1/2 mati masak sih ayahnya Faris mempunyai istri kembali padahal menurutku tante Imel nyaris sempurna.

“Masak sih tante, jika saya lihat sih tante serupa om mesra-mesraan terus” kataku.

Lagi-lagi duduk tante Imel semakin merapat padaku, tangannya ditempatkan diatas pahaku dan bersama tidak sengaja tanganya menyentuh batang kontolku yang sejak tadi semakin mengeras saja, tante Imel pun lantas berteriak kecil,

“Ah…”. Tante Imel segera menatapku yang menunduk malu. Dengan muka sendu dan sensual dia kembali menanyakan padaku,

“Ben, jawab jujur yaaah, anda sudah dulu terjalin intim belum?”
Dan bersama kaget dan gugup saya menjawab, “Be..be…belum dulu tante”
“Mau gak jika tante ajarin…sebagai gantinya anda ngajarin tante main piano” katanya.
Aku tak kuasa menjawab pertanyaan tante Imel berikut tapi tiba-tiba tente Imel segera menyosor mulutku secara liar. Lidahnya terus berusaha menjilat semua bagian mulutku. Tak hanya itu tangannya pun terus meremas telinga dan rambutku.

“Beni sayang, ayo kita tukar ke kamar aja yuk” ajaknya. Mendengar itu saya semakin kaget bercampur puas karena sebentar kembali saya dapat merasakan kehangatan tubuh tante Imel yang sudah lama saya idamkan.

Sesampainya di kamar tante Imel segera mendorongku ke kasur dan menindih badanku. Selanjutnya tante Imel segera melucuti pakaian tidurnya dan terbentanglah toket montok bersama puting kemerahan. Dalm kondisi masih bengong, tiba-tiba tangan tante Imel menarik tanganku dan segera dibimbingnya ke arah toketnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, saya segera meremas bersama halus sambil memilin putingnya yang semakin tegak dan mengeras.

“Sssthhh…oohhh…terus Ben, puasin tante Ben…” racaunya. Sadar saya masih memakai pakaian sesudah itu tante Imel segera melucuti semua pakaianku dan mengelus-elus selakanganku dan mulai meremas lembut batang kontolku.
“Burungmu besar termasuk ya Ben…boleh gak tante jilat?”
“Boleh saja jika tante mau…” DAFTAR ID PRO PKV


Dengan beringas tante Imel segera turun dan mulai mejilati batang kontolku. AKu merasakan kenikmatan yang luar biasa sekali. Tante Imel menjilati dan mengulum kontolku bersama mahir sekali. Kurasakan kepala kontolku hingga menyentuh ujung kerongkongannya. Tak lama sesudah itu tante Imel merubah posisinya jadi 69. Terlihatlah suatu pemandangan indah, bulu hitam bersama belahan merah dan segumpal daging merah kecil yang berkilau. 

“Ayo jilat memek tante Ben” pintanya.

Tanpa sungkan-sungkan dan membantah, segera saja kuarahkan lidahku untuk menjelajah sambil terus menghirup harumnya kemaluan tante Imel yang bagaikan candu itu.

Usai permainan saling menjilat, tante Imel segera berbaring dan memintaku untuk berdiri sambil tangannya terus menggenggam batang kontolku dan dituntunnya ke arah memeknya.

“Ayo Ben, saat ini masukan burungmu ke dalam lubang memekku” pintanya. Tante Imel membimbingku bersama menekan tubuhku hingga batang kontolku menyentuh ke bibir memeknya dan bersama sedikit impuls akhirnya ” Bleeesss….”

“Aaaahhh….” desah tante Imel memecah kesunyian.

Sambil terus menyodokkan kontolku tak lupa saya meremas-remas toket tante Imel secara bergantian. Tanpa berkata apa-apa, tante Imel tiba-tiba membantingku dan duduki tubuhku. Dia mulai bergerak turun naik memutar. Aku semakin takjub saja lihat keagresifan tante Imel ini. Untuk mengimbangi permainan tante Imel, kuangkat pinggulku supaya kontolku dapat masuk lebih dalam dan tak lupa tanganku terus memilin putingnya. Mulut kita terus meracau bersama kalimat yang membuktikan kepuasan, tante Imel memintaku untuk membalikkan badannya ke posisi awal mulanya sambil memintaku untuk menyodoknya lebih cepat. Semakin lama kurasakan batang kontolku semakin berdenyut dan memek tante Imel termasuk kurasakan perihal yang sama. Tidak lama sesudah itu tubuh kita mengejang dan seperti di komando kita berdua berteriak,

“Arrgghhh…aaahhh….oohhh….”

Dari kemaluanku kurasakan terlihat cairan nikmat bersama denyut kenikmatan dari dalam memek tante Imel dan kita saling berpelukan erat bersama nafas yang memburu sambil terus menikmati kenikmatan yang tidak dapat digambarkan bersama kalimat yang baru saja saya raih bersama tante Imel. Wanita yang sepanjang ini jadi fantasi sex ku.

Usai adegan yang tak kemungkinan kuhapuskan dari ingatanku, tante Imel bertanya,

“Gimana Ben, puas gak? jika lain kala kita kembali kembali anda keberatan gak?”
“Puas banget tante…iya saya mau, kapanpun tante perlu segera saja kontak aku”
“Makasih ya” katanya sambil mencium mesra pipiku.
Setelah itu saya dan tante kembali berbenah dan sesudah itu kita berdua duduk di teras menanti Faris pulang untuk mengantarku melacak bensin.

Usai kejadian itu kita masih terus melakukan interaksi terlarang ini secara sembunyi-sembunyi. Hal ini berakhir saat saya memastikan untuk menikah 4 th. yang lalu.

Tante Imel pun berpesan padaku, “Jangan dulu khianati istrimu, karena tante sudah merasakan bagaimana sakitnya dikhianati suami.”

Dan hingga saat ini kita masih terjalin baik, bersilaturrahmi dan saling berikan spirit di kala kita mulai jatuh. Aku benar-benar menghormati interaksi ini, karena terhadap dasarnya saya benar-benar menghormati tante Imel sebagai istri dan ibu yang baik.