Aku Diperkosa di Sebuah Villa // Part 2

RAKSASAPOKER Heri tampaknya menjadi jenuh mendengarkan percakapanku bersama dengan suamiku yg memadai lma, Heri pun lagi mengocokkkan penisnya di kemaluanku. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Dengan terpaksa aku hrus menutup mulutku agar suara desahanku tak terdengar oleh suami dan terhadap kala menjawab aku denganberat hati perlu menjaab sekedarnya,

dn untunglah suamiku amat pengertian, suamiku mengira aku telah mengantuk agar dia segera mengucapkan selamat tidur padaku dilanutkan menutup telepon.


Melihatku selesaimenerima telpon Heri lngsung mempercepat kocokknya, tentu saja aku menjadi kelojotan sehigga aku tak sadar dan meraca tak karuan.
“Herr.. ahhh… oohhhh… ohhhh.. penismu nikmat sekali Herr .. aku pus sekali Herrr… ” Heri terus mengocokku bersama dengan kecapatan tinggi, tampaknya Heri mau raih orgasme,
“Mirrrr… aaghhhh… aku mu keluar nihh.. oghhh.. oghhhh… aku keluarin di dalem aja ya….”
“Iya Herrrr… aku termasuk mau keluarrr… kami keluarin bareng ya…
“Iya sayangg… ”

“Slebb.. slebb.. slebb… Ogghhh… ohhh.. ” suara dari kemaluanku dan desahan kami terus terdengar bersamaan.
“Mirnaa… lubangmu nikmtsekalii… empukkk… ”
“Maksih Herr, penis kamu termasuk mantap rasanya…”
“Mirr… mantap mana di banding punya suamimu…?”
“Mantap dan nikmat punya kamu herrrr Pnismu panjang besar.. kuat.. dan nakal..” sahutku.
Dan akhirnya…,
Crett.. crettt.. cretttt.. kami berdua raih orgsme bersama.
Tubuh Heri segera terkulai lemah sambil memelukku. Persetubuhan itu sebabkan kami berdua sama-sama kelelahan sampai akhirnya kami tertidur didalam kondisi bugil.
Paginya sekitar jam enam Heri tiba-tiba membangunkanku bersama dengan menepuk dan meremas pantatku.

“Mirnaa.. telah pagi… ayo bangun… kami srapan yukk…” aku segera bangun… dan sempat terperanjat dikarenakan tubuhku hanya tertutup selimut, tetapi sementara lantas aku bru sadar terkecuali tadi malam aku bersetubuh dengn Heri sampai berkali-kali

Tampaknya aku benr-benar kelelahan akibat dari kejdian malam tadi, dikarenakan aku kebanyakan tetap bangun subuh dan tdk dulu bangun kesiangan. Aku segera bangkit dan melngkah menuju kamar mandi. Di didalam kamar mandi ku menangis menyesali perbuatanku yg sungguh terkutuk ini.

Setelah selasai aku segera berpakaian dan berharap Heri untuk segera chek out dari villa.. krena terkecuali masih bertahan di sini sampai sore aku risau Heri bakal mengajakku bersetubuh lagi. Dan syukurlah… setelah sarapan kami segera meninggalkan vill menuju ke taman safari, di sana kami menggunakan aktu sampai sore dan lantas lagi ke hotel tempatku menginap.
Setalah perihal di villa itu aku tetap menahan dari Heri bahkan aku termasuk tdk menjawab setiap sms atau telponya sampai pelatihanku selesai. DAFTAR ID PRO PKV


Namun usahaku untuk tdk berjumpa Heri gagal di hari pelatihan. Bberapa jam sebelum chek out, Heri menyelinap ke kamarku kala aku keluar untuk sarapan pagi. Saat lagi kekamar dan hendak berganti busana tiba-tiba Heri keluar dari kolong tempat tidur. Heri segera memelukku dan mengajakku bersetubuh. Tentu saja aku menolaknya, tetapi Heri mengancam bakal mengirimkan rekaman video persetubuhan kmi kala di villa kepada suamiku di semarang.
Mulanya aku mengira itu hanya gertakan saja, dikarenakan kala bersetubuh di villa aku menjadi Heri tdk merekamnya bersama dengan handycam taupun hp, nmun kala Heri mengeluarkan kepingan vcd dan menanygkannya bersama dengan video player yg tersedia di kamarku aku baru sadar terkecuali Heri telah menjebakku.

Ternyata sehari sebelum ke villa, Heri telah membokingnya dan memasangkan kamera tersembunyi di kamar tidut, agar aku tdk tau terkecuali di rekam. Pantas saja kala suamiku menelpon diaminta di load speaker agar suaranya termasuk bisa di rekam.
Ternyata sehari sebelum kami ke villa, Iwan telah membokingnya dan memasangkan kamera tersembunyi di kamar tidur, agar aku tdk tau terkecuali di rekam. Pantas saja kala suamiku menelpon dia minta di load speaker agar suaranya termasuk bisa terekam. Dan yg membuatku menyesal seumur hidup, Heri merekam seluruh adegan persetubuhan itu bersama dengan kamera hp miliknya.

Setelah selesai hERI berharap maaf padaku dan berjanji tdk bakal menggangguku lagi dan bakal segera menghilangkan rekaman itu. Aku hanya diam saja hingaa akhirnya aku lagi ke Jakarta untuk menerima sertifikat pelatihan dan lagi ke Semarang. Ternyata Heri menepati janjinya, dikarenakan sejak kala paling akhir itu dia tdk dulu menghubungiku sampai sekarang. Kini hanya tersedia penyesalan didalam hatiku.