Tante Sekdes Yang Mempunyai Hasrat Seks Yang Kuat // Part 2

RAKSASAPOKER Nafas Mbak Yati jadi memburu, lama kutempelkan pipiku terhadap perutnya. Perasaan bahagia luar biasa menyelimutiku. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Sambil tanganku tetap meremas-remas payudaranya. Kuturunkan kepalaku ke bawah, kuciumi paha sebelah dalam Mbak Yati, sampai sampailah ke jaringan lunak yang berada di sedang selangkangannya.

Kujilati benda itu, sampai Mbak Yati menjerit kecil sambil mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, seakan-akan mengidamkan aku menjilatinya.


Liang kewanitaan Mbak Yati telah terlampau basah, aku tetap menjilati daging kecil yang tersedia di bagian atas kemaluannya, yang menurutnya bernama “itil” ya barangkali bhs kerennya ya “klitoris” itu.

Setelah suntuk aku menjilati liang kewanitaannya, aku bersiap-siap mengarahkan batang kejantananku ke liang senggamanya, Dengan tangkas ia bimbing batang kejantananku sampai di depan gerbang kewanitaannya. Dengan sekali sentak masuklah kepala burungku. Tampak tetap memadai seret, supaya tidak seutuhnya langsung sanggup menghujam ke dalam liang kewanitaannya. Setelah lebih dari satu kali maju mundur barulah seutuhnya tenggelam sampai kurasakan ujung kemaluanku menyentuh dinding kewanitaannya yang paling dalam. 

Mbak Yati melenguh, menjerit dan jadi memelukku bersama kuat. “Terus Dik.. tetap Dik.. Tahan Dik, aku.. mau.. keluar, Ohhh…” Dia memelukku bersama kuat sambil meluruskan kakinya, sampai batang kejantananku terasa terjepit. Dengan nikmatnya. Hingga akupun tidak tahan ulang membendung air maniku bertahan. Aku langsung mencabut kejantananku dan kukocok-kocok sampai muncratlah air maniku di atas perutnya.

Beberapa detik sesudah itu heninglah kondisi di kamar itu. Tampaknya hari telah terasa malam, hujan tetap turun bersama derasnya. Namun nafas Mbak Yati yang memburu dan tubuhnya terbaring bersama lunglai. Aku terlentang di sampingnya. Dia langsung tertidur bersama kepala di atas perutku, menghadap ke kemaluanku. Akupun tampaknya terlena juga. Pada saat Mbak Yati membangunkanku, untuk makan malam. Aku kenakan piyamaku dan menuju ke ruang makan, Mbak Yati mengenakan daster yang tipis. Ketika kurogoh berasal dari bawah dasternya, ternyata ia tidak kenakan celana dalam. Mbak Yati mengelak bersama genit meskipun sempat tersentuh juga.

Dalam pembicaraan sepanjang makan malam, baru kutahu bahwa dia mempunyai anak perempuan yang sedang sekolah di Sekolah Pekerja Sosial di Semarang. Setiap minggu ia pulang ke rumah. Nani, anak Mbak Yati, sebetulnya manis dan supel. Pada suatu hari minggu ia sebetulnya berkunjung dan aku sempat ngobrol bersama Nani. Waktu itu ibunya sedang tersedia tugas mendampingi Pak Kades terima kunjungan bagian DPRD. 

Saking akrabnya aku ngobrol bersama Nani, sampai tidak canggung-canggung ulang ia masuk keluar kamarku maupun sebaliknya. Bahkan ketika Nani memintaku untuk mengakibatkan tidak benar satu tugas teks pidato, aku tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamarnya. Secara tidak sengaja aku mendapatkan amplop kecil di atas meja belajarnya. Ketika kubuka ternyata gambarnya adalah gambar porno kategori XXX. Nani cuek saja ketika kuamati gambar-gambar tersebut. Tidak terasa bagian bawahku terasa berontak. DAFTAR ID PRO PKV


Tiba-tiba Nani membungkukkan badan di depanku, sambil ikut lihat gambar-gambar porno tersebut. “Nani, nggak menggunakan BH lho..” Aku kaget bukan kepalang, mendengar nada manja itu, dan kulihat wajahnya telah terlampau dekat bersama wajahku. Dan yang lebih dahsyat ulang adalah, bersama posisi menduduk itu maka payudaranya yang bebas tidak terbungkus BH itu bergantung indah.

Aku langsung meraihnya, sambil kucium bibirnya. Sebagai tindakan naluri dan refleks priaku saja. Nani membalasnya bersama tidak berkenan kalah lahapnya. Kubuka T-shirtnya, dan kuciumi putingnya yang kecil tapi panjang, seperti puting ibunya. Dan kulepas semua pakaiannya, paling akhir adalah celana dalamnya. Kuraih kemaluannya, jembutnya tetap jarang, supaya belahan liang kewanitaannya yang berwarna merah jambu sanggup keluar bersama jelas. Ia susupkan tangannya ke dalam celana pendekku. Begitu mendapatkan batang pelerku yang telah terlampau tegang ia lemas dan menarikku ke tempat tidurnya.

Cerita Hot | Aku melewatkan pakaianku, sampai telanjang bulat. Aku baringkan di tempat tidurku, bersama posisi telentang, beri tambahan peluang bagi Nani untuk nikmati bagian tubuhku yang terlampau kubanggakan itu. Benar saja, ia bersama sigap capai kemaluanku dan mengulumnya, meskipun tetap terlampau tidak profesional, tapi kuhargai terhitung keberaniannya. Barangkali ia hanya mengidamkan mempraktekkan apa yang dulu ia lihat terhadap foto porno. “Jangan kena kena gigi,” seruku ketika giginya menggesek ujung kemaluanku, yang membuatku nyengir. “Eh sorry, Mas..” Lalu ia jilati semua permukaan batang kejantananku, sampai ke dua pelerku tidak luput berasal dari serangan ini. Aku hanya meringis menikmatinya

Setelah tidak tersedia ulang variasi darinya memperlakukan kemaluanku, kubimbing dia untuk terlentang. Ia menurut ketika kubuka pelan-pelan pahanya, kini bersama jelas liang kewanitaan yang manis bentuknya itu. Ketika kusibakkan, kulihat warna merah menantang, tetapi lendirnya telah banyak mengalir ke sprei batiknya. Posisiku telah siap untuk menyetubuhinya. Batang kemaluanku telah pas di depan mulut liang kewanitaannya.

“Nan, tetap perawan nggak, aku masukin ya?” pintaku.
Nani tidak menjawab tapi bersama kuat ia menarik bokongku, sampai amblaslah batang kejantananku memasuki wilayah terlarangnya. Memang baru separuh, sempit sekali, aku hampir tidak tega ketika Nani meringis sambil memejamkan matanya.
“Kenapa Nan, Mas cabut ya..”
“Jangan,” bisik Nani sambil menjepit punggungku bersama ke dua kakinya.

Kugerakkan maju mundur pelan-pelan, dikarenakan sempitnya liang kewanitaannya. Membuat Nani mengeleng-gelengkan kepalanya kekiri dan kekanan sampai sebuah jeritan panjang. Namun langsung kuciumi mulutnya supaya jeritan itu tidak terdengar tetangga.

Orgasme Nani lama sekali, seperti orang kesurupan, kepalanya kupegangi kuat-kuat supaya mulutnya tidak terlepas berasal dari ciumanku. Sehingga nada jeritan itu tertelan sendiri. Badannya kejang, pelukannya kencang sekali.

Cerita Panas | Akhirnya tumpahlah kenikmatan Nani. Aku terlampau gembira sanggup memuaskannya. Biarpun maniku belum keluar, aku bahagia sekali. Nani tertidur, aku langsung berpakaian, dan bersama berjingkat ke arah kamarku dekat kamar Mbak Yati. Di depan kamar Mbak Yati kudengar suara, saat kusingkap dan aku terkejut ternyatan tersedia Mbak Yati. Aku kegalauan dan hampir tidak sanggup bicara. Dengan nada seadanya aku mendesis, “Oh, Mbak kok telah pulang.” Tidak kusangka Mbak Yati tersenyum manis, mendekatiku dan mencium bibirku. “Jangan bikin anakku hamil, ya.”

“Jadi, Mbak jelas jikalau akau habis begituan mirip Nani?”
“He eh, anak saat ini sebetulnya lain bersama era aku dulu, baru kenal telah tidur bareng.”
Aku hampir tidak yakin ini, kemaluanku tetap belum lemas, dikarenakan sebetulnya belum keluar. Mbak Yati jelas itu. Ia lepaskan celanaku dan langsung dihisap-hisapnya kejantananku bersama lihainya sampai keluarlah maniku ke dalam mulutnya. Mbak Yati tersedak, dan langsung menuju dapur meminum air kendi. Aku hanya bengong saja. Lama tidak bergerak berasal dari tempatku berdiri. Kemaluanku bergantung bersama santainya. Dan terbayangkan hari-hariku yg terlampau indah selanjutnya…