Perjakaku Hilang Diambil Tante Muda // Part 2

RAKSASAPOKER “Enak, Tan rasanya.” kataku sambil mendesah.

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“Berdiri konsisten ya, Yan..” perintahnya sambil tersenyum nakal kepadaku.

Aku pun menuruti permintaannya.


“Penis kamu enak banget, Yan..”

Dia langsung melahap kemaluanku dan mengocok-ngocok memanfaatkan mulutnya.

“Aaah..” desahku yang sedang keenakan.”

Gerakannya tak cuma maju mundur, sering kadang penisku di arahkan ke kiri kanan kala berada di dalam mulutnya.

“Aaaahhh, pelan-pelan mbak..” pintaku kala hisapannya semakin cepat.

Dia tidak memperdulikan ucapanku dan meneruskan kegiatannya. Hisap, lepas, hisap, lepas, konsisten menerus sampai ia kelanjutannya jadi pegal.

“Penis kamu enak banget Yan.” katanya sambil mengelap bibirnya yang penuh lendir.

Sorot matanya penuh nafsu, memperlihatkan bahwa dirinya kala itu sedang bernafsu.

“Udah lama banget Cika ga ketemu beginian, Yan..”

Ia lagi menjilati penisku diiringi dengan permainan lidahnya ya dahsyat, sambil mengusahakan mengakses kaosku, jilatannya menjalar sampai ke perutku. Aku pun tidak mau diam saja, saya termasuk mengakses bajunya. Menyembul lah ke-2 payudaranya, kebetulan kala itu ia tidak mengenakan bra.

“Diliatin aja, Yan..?” desahnya sambil mengarahkan kepalaku ke payudaranya.

Kali ini tanpa tunggu perintah selanjutnya, langsung kusambar payudara itu dengan mulutku sambil tanganku meremas-remas payudara yang satunya lagi.

Cika keenakan sampai duduk di ranjang, kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa kulepas serupa sekali mulut dan tanganku berasal dari payudaranya.

“Aaah.. konsisten Yan.. sedot teruss, putingnya termasuk Yan.. Oooohh.. Aaaahh..”

Hisapanku sesekali kuselingi dengan gigitan halus pada putingnya.

“Aaaaahh.. Terus Yan.. Enak. Aaaahhh..” Desahnya sambil badannya menggelinjangkan

Melihat Cika yang semakin terbuai udara nafsu, tanganku jadi mengarah ke kemaluannya yang kala itu masih dibalut dengan celana dalam. Rupanya vagina Cika udah basah, tak lama kumainkan berasal dari luar celana dalamnya.

Tanganku jadi kumasukkan ke di dalam celana dalamnya, kelanjutannya kini saya memainkan vaginanya langsung tanpa terganggu apapun. Cairan kewanitaannya jadi betul udah membasahi keseluruhan vaginanya.

Pinggul Cika naik turun kala jariku bermain di vaginanya. Adegan ini pun semakin memanas kala jariku menyentuh klitorisnya, tubuhnya bergoyang hebat. Tangannya memegang tanganku berikan arahan agar konsisten bermain di daerah itu.

”Terus Yan. Di situ enaaak.. Aaaaahhh..” Desahnya.

Ciumanku kupindahkan ke daerah lehernya yang sedari tadi terpampang jelas gara-gara Cika konsisten mendongak akibat permainan jariku. Prediksi Bola

“Yan, Tante uda ga tahan.. Aaah..”

Ia membalik posisi kami, kini giliran diriku yang rebahan di atas ranjang. Setelah saya di dalam posisi terlentang, ia mengangkangi tubuhku dan mengarahkan kemaluannya ke wajahku, dan jadi mengakses celana dalamnya. DAFTAR ID PRO PKV


Begitu terbuka, tercium jelas aroma daerah kemaluannya itu yang membuatku semakin terangsang. Nampak vaginanya berlendir kala itu.

“Bau nya enak sekali Tante..”

“Kalau bahagia jangan cuma dilihat donk, jilatin nih..” ia berbicara sambil menurunkan pinggul dan mengarahkan vaginanya ke mulutku.

Tentu saja saya langsung melaksanakan tugas yang diberikan kali ini dengan sigap. Kujilati bibir vaginanya sambil sesekali lidahku menyelinap masuk berasal dari sela-sela bibir vaginanya itu, sampai kelanjutannya kala kujilat klitorisnya.

“Terus jilat Yan, itu disitu.. aaaaahhh..aaahh.. jilatin Yan… ooohh..” desahnya sambil memegang kepalaku dan menggoyangkan pinggulnya maju mundur sambil sering kadang melaksanakan gerakan berputar-putar.

Tak lama kemudian Cika memengaruhi posisi kami, ia berbalik untuk rebahan saya pun mengikuti gerakannya sambil konsisten menjilati kemaluannya, kini posisiku telungkup di depan vaginanya.

Tanganku memeluk ke dua pahanya yang mengangkang dan konsisten kujilati vaginanya dengan ganas, naik turun kiri kanan konsisten kusapu kemaluannya dengan lidahku. Cika konsisten menggelinjang dan menyentak-nyentakkan badannya setiap kali klitorisnya kujilati.

Kupeluk erat ke dua pahanya itu agar mulutku tak lepas berasal dari vaginanya, sehabis lebih dari satu kala kuhisap dan kujilat klitorisnya Cika mengerang dan mendesah hebat, pahanya dirapatkan sampai kepalaku terjepit oleh ke dua pahanya.

“Aaaahh.. Ooooohh.. Aaaaahh.. Tante mau keluaaaar.. Aaaaahh….” desahnya.

Akhirnya Cika mengalami orgasme, jadi cairan hangat keluar berasal dari vaginanya membasahi mulutku. Sementara tubuhnya menyentak dan menggeliat hebat. Untuk sesaat kubiarkan dirinya menikmati klimaksnya.

Setelah selesai menikmati orgasme, Cika bangun dan merubah posisiku jadi posisi duduk. Tanpa diberi aba-aba, ia langsung duduk menghadapku di atas pahaku. Ia mengangkat kepalaku yang berada tepat di depan payudaranya, sambil memegang pipiku ia jadi menciumi bibirku yang masih basah dengan cairan kewanitaan.

Kami berciuman dengan liar, Cika pun menjalankan pinggulnya maju mundur agar vaginanya bergesekan dengan penisku. Sedang asyik-asyiknya berciuman, tangan Shella mencapai penisku dan mengarahkannya ke vagina Cika. Perlahan tetapi tentu penisku jadi melesak masuk ke di dalam vaginanya.

Setelah dirasa udah masuk, Cika jadi bergerak naik turun penisku keluar masuk berasal dari vaginanya. Benar-benar kenikmatan yang tak mampu kugambarkan dengan kata-kata untuk dijelaskan lagi. Sementara itu di depan mataku tampak payudara montoknya bergerak naik turun mengikuti irama goyangannya.

“Ooohh.. ooohhh.. Penis kamu enak sekali Yan.. aaaahhhh….”

Aku tidak berikan tanggapan apa-pun pada racauannya itu, gara-gara saya sedang repot menikmati payudaranya. Kujilati putingnya dengan penuh nafsu.

“Terus yan, jangan berhenti.. Aaaaaahhh.. Aaaahhh… Nikmatnya Yan.. Ooohhh…”

Terkadang saya menyentakkan pinggulku ke atas mengimbangi gerakan tubuhnya yang naik turun. Cika terlampau menikmati setiap hentakan yang kulakukan. Cika semakin liar, tubuhku tiba-tiba di dorong olehnya sampai rebahan. Aku pasrah tak berdaya seperti orang yang sedang diperkosa.

Begitu saya rebahan, Cika melanjutkan goyangannya, tetapi kali ini semakin ganas. Maju mundur, naik turun dan konsisten menerus tanpa henti. Tanganku diraih dan ditempatkan di payudaranya, kuremas-remas payudaranya. Terkadang Cika keluar mendongakkan kepala ke atas sambil bergoyang maju mundur.

“Aaaahhhh…. AHhhhhh.. ooooohh.. Aaaahhhh..” desahnya semakin tidak karuan.

15 menit lamanya saya digempur seperti itu, saya jadi akan mencapai klimaks. Vagina Cika termasuk jadi berkedut-kedut memijat penisku, hal selanjutnya berarti dirinya udah dekat dengan klimaks. Vaginanya jadi semakin basah, terdengar berasal dari nada kecipak yang dihasilkan di dalam setiap goyangan Cika.

“Aaahhh.. Tantee.. Yanto mau keluuaaarrr… Aaahhh”

“Tante juga, yan… Aaaaahhh.. barengan yaaaa… ooohhhh…”

Tangannya memeluk erat tubuhku.

“Aaaaaahhhhh… Aaaaaaaaaahhhhh..” Desahnya panjang.

“Tanteee keluaaar Yan…. Ooooohhh….”

Dia mengerang sambil menghentak dengan liar. Penisku terlampau jadi diperah oleh vaginanya yang menegang. Tak lama berselang, penisku jadi dialiri oleh cairan vaginanya yang keluar.

“Tan,,Yanto termasuk mau keluaaaar… Aaaahhhh..”

“Keluarin di di dalam aja Yan…”

Crooottt.. crooot.. crooot..

Akhirnya spermaku menyembur di di dalam vaginanya. Kini cairan kewanitaannya bercampur dengan spermaku, sungguh menghasilkan kehangatan untuk penisku dan vaginanya.

Untuk lebih dari satu kala kami berdua tak mengeluarkan sepatah kata pun dan cuma terdengar nada nafas kami yang tak karuan iramanya. Kami sama-sama menikmati orgasme. Cika lemas sampai kelanjutannya rebahan disamping diriku, keluar spermaku mengalir keluar ke pahanya, tetapi hal itu tidak lagi dihiraukan oleh Cika.

Melihat dirinya yang lemas, saya mengambilkan bantal dan letakkan di bawah kepalanya. Setelah itu kucium keningnya dan bibirnya kuberi kecupan mesra. Ia cuma tersenyum lihat perlakuanku kepadanya. Akhinya kami berdua tertidur, gara-gara capek dengan pertempuran kami barusan.