Perjakaku Hilang Diambil Tante Muda // Part 1

RAKSASAPOKER ini berawal berasal dari pertemuanku bersama seorang wanita bernama Cika di sebuah mall di Ibukota. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Namaku Yanto, kesibukan sehari-hariku adalah sebagai seorang mahasiswa, kebetulan hari itu aku sedang tidak ada jadwal kuliah agar aku memastikan untuk bersantai sambil minum kopi.

Karena masih siang, mall yang kukunjungi masih sepi cuma nampak beberapa orang saja yang berlalu lalang. Karena tujuanku adalah minum kopi di cafe favoritku, maka aku pun langsung saja melaju ke area tujuanku.


Saat sedang asyik berlangsung sambil melihat-lihat barang display, tiba-tiba berasal dari depanku nampak seorang perempuan muda yang menurut taksiranku berusia lebih kurang 30 tahunan, namun wujud badannya sangat proporsional, penampilan modisnya yang dipadukan bersama kecantikan wajah sungguh menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.

Aku sempat heran, wanita itu nampak seperti dapat menghampiriku, daripada nanti dikira sangat over PD maka aku pun stay cool saja. Ternyata perkiraanku tidak salah, wanita cantik itu memang berlangsung ke arahku. Tercium aroma parfum yang ia kenakan, sungguh harum dan membuatku gagal fokus untuk sejenak.

“Mas, Pull plus Bear sebelah mana ya?

Walaupun sempat kaget gara-gara disapa pas sedang asyik nikmati parfumnya, aku mengupayakan tenang dan tidak perlihatkan ekspresi kagetku.

“Ada di lantai 3, Tante..” gara-gara toko yang ditanya merupakan favoritku setiap berbelanja baju, maka aku tahu sekali letaknya. Kebetulan pas itu posisi kami berada di lantai 1.

“Bisa minta tolong anterin ga, Mas..? Kebetulan aku kembali buru-buru, daripada nyari-nyari lagi..”

“Hmmm.. Oke, Tan. Saya perlihatkan jalannya.”

Setelah percakapan itu kami pun langsung beranjak dan menuju toko yang dimaksud. Dalam perjalanan itulah kami berbincang panjang lebar, agar kami pun saling kenal. Namanya Cika, dan domisili aslinya berasal dari Surabaya pantas saja ia tidak tahu letak toko itu.

Begitu tiba di sana, aku pun bermaksud untuk pergi dan melanjutkan tujuanku. Namun aku ditahan dan dimintanya untuk menemani berbelanja, kebetulan memang ia menghendaki belanja busana untuk laki-laki, menjadi dia meminta pendapatku.

Sekitar 20 menit kami di dalam toko itu berasal dari menentukan busana hingga membayar di kasir. Setelah itu ia mengajakku untuk menemaninya makan siang, aku pun menurut saja gara-gara tidak enak termasuk meninggalkan wanita cantik sendirian gara-gara ia tidak sangat familiar bersama mall ini.

Daripada bingung kembali mencari area makan, aku merekomendasikannya untuk makan di cafe favoritku. Kebetulan tak sekedar makanan yang di tawarkan itu enak, harga yang bersahabat, tempatnya pun nyaman dan menyenangkan untuk berlama-lama di sana.

Di cafe itu lah aku mengenalnya lebih jauh lagi, dulunya dia merupakan seorang tipe majalah dan memastikan untuk berhenti berasal dari dunia selanjutnya sesudah menikah bersama seorang pengusaha. DAFTAR ID PRO PKV


Saat ini suaminya sedang berkantor di luar negeri, telah 1 bulan lamanya, yang anehnya ia termasuk menceritakan masalah penyakit disfungsi seksual yang dialami oleh suaminya, dalam hatiku sempat heran. Kenapa wanita ini begitu terbuka bersama orang yang baru dikenalnya. Namun percakapan kami konsisten saja mengalir.

Setelah selesai makan dan berbincang di cafe, Cika mengajakku untuk main ke rumahnya. Aku pun menurut saja, gara-gara toh aku pun tidak ada kesibukan apa pun hari ini. Mobil yang dikendarai adalah sebuah mobil sport mewah yang cuma sediakan 1 kursi penumpang saja, dengan kata lain 2 pintu.

Karena hari itu aku sedang malas, kebetulan aku ke mall tadi Mengenakan taksi online menjadi aku turut naik mobil Cika pas menuju rumahnya.

Rumahnya ternyata sangat megah, bergaya minimalis. Sangat mewah menurutku jika dilihat berasal dari luar. Tak lama kami berhenti di depan pagar, singgah seorang satpam membukakan pagar itu untuk kami. Sebelum hingga di rumahnya, tadi Cika telah berpesan kepadaku jika ada yang bertanya, aku disuruh mengaku sebagai saudara suaminya.

Setelah memperkenalkan diriku kepada pembantunya, ia meminta pembantunya itu untuk memasak dapat malam untuk kami.

“Silahkan Yanto duduk dulu, sebentar ya aku tukar baju.” katanya sembari meninggalkanku.

“Tan, kamar kecilnya di mana ya?” tanyaku sebelum akan Cika pergi.

“Sini, tante tunjukin.” katanya sambil menggandeng tanganku.

“Itu kamar mandinya,” Ia bicara sambil menunjuk ke arah kamar mandi yang dimaksud.

Aku pun langsung menuju ke arah yang dimaksud, dikala hendak menutup pintu tiba-tiba Cika menghindar berasal dari arah luar dan menggodaku.

“Jangan lama-lama lho..”

Saat sedang membuang air kecil, aku perhatikan barang-barang yang ada di dalam kamar mandi itu. Tanpa sengaja aku melihat sebuah benda panjang berwarna pink di belakang botol shampoo. Ketika kuperhatikan lagi, ternyata itu sebuah dildo.

Tiba-tiba Cika masuk ke kamar mandi, kebetulan pintunya memang tidak aku kunci. Sudah kaget gara-gara melihat dildo di kamar mandi itu kali ini disempurnakan kembali dikagetkan oleh pelukan Cika berasal dari belakang tubuhku.

Tangan kananku yang sedang memegang dildo itu dipegang olehnya sambil tangan kanannya menggapai kemaluanku.

“Itu mainan aku, Yan tepat kembali kepengen.” Bisiknya di belakang telingaku.

Aku diam sejenak, jantungku berdebar-debar.

“Itu masih kalah enak mirip yang asli, Yan.” desahnya manja.

Tanpa permisi ia langsung menjilat bagian belakang telingaku, mengundang rasa geli yang teramat sangat. Sambil konsisten menciumi aku berasal dari belakang ia mulai terhubung celanaku.

“Jangan, Tan..”

“Kenapa, Yan? Ga senang ya?” Tanyanya sambil menjilat leher dan telingaku.

“Yanto masih perjaka, Tan..”

“Tidak apa-apa, Yan. Nanti tante ajarin. Mau kan..? Ikut Tante ke kamar aja biar lebih tenang..”

Aku dituntun olehnya nampak kamar mandi begitu masuk kamar dan telah berada di dekat ranjangnya. Ia menoleh ke arahku dan menciumku. Mulutnya mengkulum bibirku bersama liar dan lidahnya termasuk bermain-main di dalam mulutku.

Tangannya masih mengupayakan terhubung celanaku. Aku pasrah saja sambil mendekap badannya. Setelah celanaku sukses dilepas, ciuman Cika berubah ke leher dan konsisten turun ke dada, perut hingga kelanjutannya kepala Cika berada tepat di depan kemaluanku.