Nafsu Birahi Bossku // Part 2

RAKSASAPOKER Tak selang lama sesudah itu terlihat badan Nindy bergetar dengan hebat berasal dari mulutnya terdengar keluhan panjang, 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, ke dua kaki Nindy bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat terhadap pantat Richard,

Nindy mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Nindy terkulai lemas dengan ke dua kakinya tetap melingkar terhadap pantat Richard yang masih tetap berayun-ayun itu.


aah, suatu panorama yang terlalu erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh penaklukan disatu pihak dan penyerahan keseluruhan dilain pihak.

 “Dik.., ayo aku mau kamu”, suara Lillian penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Lillian mirip dengan posisi tadi, cuma saja kini senjataku yang bakal masuk ke vaginanya. Duh, rasanya kemaluan
Lillian masih rapet saja, aku merasakan adanya jepitan berasal dari dinding vagina Lillian terhadap sementara rudalku
hendak menerobos masuk.

“Lill.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos
liang vaginanya. “Aagghh”, mata Lillian terpejam, sementara bibirnya digigit. Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku terasa mendorong-dorongkan penisku dengan gerakan terlihat masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan Lillian tiap-tiap aku menyodokkan
penisku, lihat itu aku makin lama bersemangat dan makin lama kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa liang kemaluannya makin lama licin oleh pelumas vaginanya.

 “Ahh.., ahh”, Lillian makin lama keras teriakannya.
“Ayo Dik.., terus”.
“Enakk.., eemm.., mm!”.

Tubuhnya sekali ulang mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Lill.., boleh di dalam.., yaah”, aku perlu menanyakan terhadap dia, mengingat aku bisa saja setiap saat keluar.

“mm..”.

Kaki Lillian sesudah itu menjepit pinggangku dengan erat, sementara aku makin lama mempercepat gerakan sodokan penisku di dalam lubang kemaluannya. Lillian juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya. “Nih.., Lill.., menerima yaa”.

Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil ke dua tanganku memeluk badan Lillian dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan sementara bersamaan cairan maniku menyembur terlihat dengan deras di dalam lubang vagina Lillian.

Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Lillian, sementara cairan hangat maniku masih konsisten memenuhi rongga vagina Lillian, tiba-tiba badan Lillian bergetar dengan hebat dan ke dua pahanya menjepit dengan kuat pinggul aku diikuti keluhan panjang terlihat berasal dari mulutnya,

“..aagghh.., hhm!”, sementara bersamaan Lillian juga mengalami orgasme dengan dahsyat.

Setelah melalui suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan erat satu mirip lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan bahagia bakal apa yang baru kami alami.

Aku sesudah itu mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Lillian. Dengan tanda sehingga ia menjilati senjataku sampai bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati penisku sampai bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tak ada taranya aku merebahkan diri di samping Lillian. DAFTAR ID PRO PKV


Kini kami lihat bagaimana Richard tengah mempermainkan Nindy, yang terlihat tubuh mungilnya udah lemas tak berdaya dikerjain Richard, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Richard terlihat terasa terlalu kasar, hilang udah lemah lembut yang dulu dia perlihatkan. Mulai sementara ini Richard mengerjai Nindy dengan terlalu brutal dan kasar. Nindy terlalu dipergunakan

sebagai objek seks-nya. Saya terlalu takut kalau-kalau Richard menyakiti Nindy, namun dilihat berasal dari ekspressi muka dan gerakan Nindy ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan berasal dari pihak Nindy atas apa yang dilaksanakan oleh Richard terhadapnya. Richard mencabut penisnya, sesudah itu dia duduk di sofa dan menarik Nindy berjongkok satu diantara kedua

kakinya, kepala Nindy ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Nindy sambil memegang belakang kepala Nindy. Dia mendukung kepala Nindy bergerak ke depan ke belakang, sehingga penisnya terkocok di dalam mulut

Nindy. Kelihatan Nindy udah lemas dan pasrah, sehingga cuma bisa menuruti apa yang diingini oleh Richard, hal ini dilaksanakan Richard tidak cukup lebih 5 menit lamanya. Richard sesudah itu berdiri dan mengangkat Nindy, sambil berdiri Richard memeluk badan Nindy erat-erat.

Kelihatan tubuh Nindy terkulai lemas dalam pelukan Richard yang ketat itu. Tubuh Nindy digendong
sambil ke dua kaki Nindy melingkar terhadap perut Richard dan langsung Richard memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Nindy.

Ini dilakukannya sambil berdiri. Badan Nindy terlihat tersentak ke atas disaat penis raksasa Richard
menerobos masuk ke dalam lubang kemaluannya berasal dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Nindy terlihat layaknya anak kecil dalam gendongan Richard.

Kaki Nindy terlihat merangkul pinggang Richard, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Richard. Richard berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Nindy. Pantat Nindy terlihat merekah dan tiba-tiba Richard memasukkan jarinya ke lubang pantat Nindy.

“Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikianlah serunya berasal dari Richard, badan Nindy terlihat menggeliat-geliat dalam gendongan Richard. Suatu panorama yang terlalu seksi.

Ketika Richard terasa capai, Nindy diturunkan dan Richard duduk terhadap sofa. Nindy diangkat dan didudukan terhadap pangkuannya dengan ke dua kaki Nindy terkangkang di samping paha Richard dan Richard memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan Nindy berasal dari bawah.

Dari ruang sebelah aku bisa lihat penis raksasa Richard memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan Nindy yang kecil dan ketat itu. Vaginanya jadi terlalu lebar dan penis Richard menyentuh paha Nindy.

Kedua tangan Richard memegang pinggang Nindy dan mendukung Nindy memompa penis Richard secara teratur, tiap-tiap kali penis Richard masuk, terlihat vaginanya turut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk dipinggir bibir vaginanya. Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis Richard. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.

Kemudian Richard mendorong Nindy tertelungkup terhadap sofa dengan pantat Nindy agak menungging ke atas dan ke dua lututnya berharap di lantai. Richard bakal bermain doggy style. Ini sesungguhnya adalah posisi yang paling disukai oleh Nindy.

Dari belakang pantat Nindy, Richard memasang penisnya satu diantara belahan pantat Nindy dan mendorong penisnya masuk ke dalam lubang vagina Nindy berasal dari belakang dengan terlalu keras dan dalam, semua penisnya amblas ke dalam vagina Nindy. Jari jempol tangan kiri Richard dimasukkan ke dalam lubang pantat. Nindy 1/2 berteriak,

“aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Richard yang dahsyat itu. Badan Nindy dicoba ditarik ke depan, namun Richard tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan Nindy dan mengikuti arah badan Nindy bergerak.

Nindy terlalu dalam suasana yang terlalu nikmat, desahan udah beralih jadi erangan dan erangan udah beralih jadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Richard meraih payudara Nindy dan terasa meremas-remasnya. Tak lama sesudah itu badan Nindy bergetar lagi, ke dua tangannya mencengkeram dengan kuat terhadap sofa, berasal dari mulutnya terdengar,

“Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Nindy meraih orgasme lagi, sementara bersamaan Richard mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat terhadap bongkahan pantat Nindy, penisnya terbenam seluruhnya ke dalam kemaluan Nindy berasal dari belakang.

Sementara badan Nindy bergetar-getar dalam orgasmenya, Richard sambil tetap menghimpit rapat-rapat penisnya ke dalam lubang kemaluan Nindy, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya. yang berada di dalam lubang vagina Nindy turut berputar-putar mengebor liang vagina Nindy sampai kesudut-sudutnya. Setelah badan Nindy agak tenang, Richard mencabut penisnya dan menjilat vagina Nindy berasal dari belakang.

Vagina Nindy dibersihkan oleh lidah Richard. Kemudian badan Nindy dibalikkannya dan direbahkan disofa. Richard memasukkan penisnya berasal dari atas, sekarang tangan Nindy turut aktif mendukung memasukkan penis Richard ke vaginanya.

Kaki Nindy diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Richard. Richard konsisten menerus memompa vagina Nindy. Badan Nindy yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Richard, yang terlihat oleh aku cuma pantat dan lubang vagina yang udah diisi oleh penis Richard.

Kadang-kadang terlihat tangan Nindy meraba dan meremas pantat Richard, sekali-kali jarinya di masukkan ke dalam lubang pantat Richard. Gerakan pantat Richard makin tambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan cepat terlihat masuk di dalam lubang vagina Nindy, tiba-tiba,

“Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak,
Richard menghimpit habis pantatnya dalam-dalam, mememetin pinggul Nindy ke sofa, sehingga penisnya terbenam habis ke dalam lubang kemaluan Nindy.

Pantat Richard terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Nindy, sambil ke dua tangannya mendekap badan Nindy erat-erat. Dari mulut Nindy terdengar suara keluhan, “Sssh..,sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyongsong semprotan cairan panas di dalam liang vaginanya.

Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Richard sesudah itu merebahkan diri di atas badan Nindy yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya berasal dari vagina Nindy. Nindy lihat ke aku dan menambahkan tanda bahwa yang satu ini terlalu nikmat.

Aku tidak bisa lihat ekspresi Richard dikarenakan terkendala olah tubuh Nindy. Yang paham berasal dari sela-sela selangkangan Nindy mengalir cairan mani. Kemudian Nindypun layaknya kebiasaan kami bersihkan penis Richard dengan mulutnya, itu membuat Richard mengelinjang keenakan.

Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat bermain 2 ronde ulang dengan pasangan itu.-