Ketika Tidur Pulas Ku Intip Bibiku // Part 2

RAKSASAPOKER Bii.. memang aku benar-benar sayang sekali serupa Bibi, Bibi benar-benar cantik kembali ayu..!”Sambil bicara itu kucium kembali bibirnya selintas dan melanjutkan perkataanku, 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“Setiaap kali memandang Bibi bermesrahan bersama Paman, aku kok mulai benar-benar cemburu, seakan-akan Bibi adalah milikku,

jadi Bibi jangan marah yaa kepadaku, ini kulakukan gara-gara tidak dapat mencegah diri menghendaki memiliki Bibi seutuhnya.”


Selesai bicara itu aku menciumnya bersama mesra dan bersama tidak tergesa-gesa.Ciumanku kali ini benar-benar panjang, seakan-akan menghendaki menghirup napasnya dan belahan jiwanya masuk ke dalam diriku. Ini kulakukan bersama perasaan cinta kasih yang setulus-tulusnya. Rupanya bibi dapat terhitung merasakan perasaan sayangku padanya, agar pelukan dan ciumanku itu dibalasnya bersama tidak kalah mesra juga.

Beberapa lama kemudian aku menghentikan ciumanku dan aku pun berbaring telentang di samping bibi, agar bibi dapat memandang total badanku yang telanjang itu.”Iih.., gede banget barang kamu Ricc..! Itu sebabnya tadi Bibi mulai benar-benar penuh dalam badan Bibi.” katanya, bisa saja punyaku lebih besar dari memiliki paman.Lalu aku mulai memeluknya kembali dan mulai menciumnya.

Ciumanku mulai dari mulutnya turun ke leher dan konsisten ke dua buah dadanya yang tidak benar-benar besar tapi padat itu. Pada bagian ini mulutku melumat-lumat dan menghisap-hisap ke dua buah dadanya, khususnya pada ke dua ujung putingnya berganti-ganti, kiri dan kanan.Sementara aksiku tengah berlangsung, badan bibi menggeliat-geliat kenikmatan. Dari mulutnya terdengar nada mendesis-desis tidak hentinya.

Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus. Maklum, bibi belum pernah melahirkan. Bermain-main sebentar di sini kemudian turun tambah ke bawah, menuju sasaran utama yang terletak pada lembah di antara ke dua paha yang putih mulus itu.Pada bagian kemaluan bibi, mulutku bersama cepat melekat ketat pada ke dua bibir kemaluannya dan lidahku bermain-main ke dalam lubang vaginanya.

Mencari-cari dan kelanjutannya menyapu serta menjilat gundukan daging kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera mulai badan bibi bergetar bersama hebat dan ke dua tangannya mencengkeram kepadaku, menghimpit ke bawah disertai ke dua pahanya yang menegang bersama kuat.

Cerita Hot | Keluhan panjang keluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk.. Riic..!”Sambil masih konsisten bersama kegiatanku itu, perlahan-lahan kutempatkan posisi badan agar bagian pinggulku berada sejajar bersama kepala bibi dan bersama 1/2 berjongkok. Posisi batang kemaluanku identik berada di depan kepala bibi. Rupanya bibi maklum akan keinginanku itu, gara-gara mulai batang kemaluanku dipegang oleh tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini mulai kepala penis menerobos masuk di antara daging empuk yang hangat.

Ketika ujung lidah bibi mulai bermain-main di seputar kepala penisku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah konsisten naik ke seluru badanku, agar bersama tidak mulai keluar erangan kenikmatan dari mulutku.Dengan posisi 69 ini kita konsisten bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat seakan-akan berlomba-lomba menghendaki memberikan kepuasan pada satu serupa lain. DominoQQ DAFTAR ID PRO PKV


Beberapa saat kemudian aku menghentikan kegiatanku dan berbaring telentang di samping bibi. Kemudian sambil telentang aku menarik bibi ke atasku, agar sekarang bibi tidur tertelungkup di atasku. Badan bibi bersama pelan kudorong agak ke bawah dan ke dua paha bibi kupentangkan.

Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, agar bersama mulai penisku yang panjang dan masih benar-benar tegang itu segera terjepit di antara ke dua bibir kemaluan bibi.Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantat bibi dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku segera menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi. Amblas seluruh batangku.”Aahh..!” terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulut bibi.Aku segera menggoyang pinggulku bersama cepat gara-gara terlihat bahwa bibi udah senang klimaks.

Bibi jadi impuls terhitung turut mengimbangi bersama menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik, matanya 1/2 terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, tengah ke dua buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku.Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, terlihat pinggul bibi yang tengah berayun-ayun di atasku. Batang penisku yang besar sebentar keluar sebentar hilang ketika bibi bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi tambah terangsang.

Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalur keluar, perihal ini menyebabkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku. Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot bersama keras ke dalam lubang vagina bibi, yang pada saat seiring pula mulai berdenyut-denyut bersama kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar bersama hebat dan terlonjak-lonjak.

Kedua tangannya mendekap badanku bersama keras.Pada saat seiring kita berdua mengalami orgasme bersama dasyat. Akhirnya bibi tertelungkup di atas badanku bersama lemas sambil dari mulut bibi keluar senyuman puas.”Riic.., terima kasih Ric. Kau udah memberikan Bibi kepuasan sejati..!”Setelah beristirahat, kemudian kita bersama ke kamar mandi dan saling membersihkan diri satu serupa lain.

Sementara mandi, kita berpelukan dan berciuman disertai ke dua tangan kita yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu serupa lain, agar bersama cepat nafsu kita terbangkit lagi. Dengan 1/2 membopong badan bibi yang mungil itu dan ke dua tangan bibi menggelantung pada leherku,

kedua kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku dan bersama memasang satu tangan pada pantat bibi dan menekan, penisku yang udah tegang kembali menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.”Aaughh.. oohh.. oohh..!” terdengar rintihan bibi saat aku menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sambil menghimpit ke atas.Dalam posisi ini, di mana berat badan bibi seluruhnya tertumpu pada kemaluannya yang tengah terganjel oleh penisku, maka bersama cepat bibi capai klimaks.

“Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!” bersama keluhan panjang disertai badannya yang mengejang, bibi capai orgasme, dan selang sejenak terkulai lemas dalam gendonganku.Dengan penisku masih berada di dalam lubang kemaluan bibi, aku konsisten membopongnya. Aku membawa bibi ke area tidur.

Dalam keadaan tubuh yang masih basah kugenjot bibi yang udah lemas bersama benar-benar bernafsu, sampai aku orgasme sambil menghimpit kuat-kuat pantatku. Kupeluk badan bibi erat-erat sambil merasakan airmaniku menyemprot-nyemprot, tumpah bersama deras ke dalam lubang kemaluan bibi, isi segenap relung-relung di dalamnya.