Goyangan Maut Tante Dona Sangat Dahsyat // Part 2

RAKSASAPOKER Aku paham kecuali itu adalah reaksi dari bibir kemaluannya yang amat rapat untuk ukuran burungku.

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Dan Tante Donna merupakan wanita yang kesekian kalinya menyatakan perihal yang sama. Namun jujur saja, ia adalah wanita setengah baya tercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri.

Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani bersama kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran,


sesekali saya juga berupaya mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku bersama cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul hingga membuatnya semakin bernafsu, tapi selamanya menjaga ketahananku bersama menghunjamkan kemaluanku pada tiap-tiap hitungan kelima.

angannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras pas burungku konsisten terlihat masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang udah jadi banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil hingga wanita itu berteriak kecil merintih menghindar rasa nikmat amat hebat, menguntungkan saja kamar tidur selanjutnya terdapat di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku raih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, hingga disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran. Setelah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri semua wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin jadi membentur dasar liang senggama.

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh,” desah Tante Donna.
“Yaahh enaak juga Tante.. oohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali layaknya ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh..” kata-kataku yang polos itu terlihat begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Setiap ia menghimpit ke bawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut layaknya menyedot batang kejantananku.
Hanya sepuluh menit sehabis itu goyangan tubuh Tante Donna jadi menegang, saya paham kecuali itu adalah tanda-tanda orgasme yang bakal langsung diraihnya, “Vann.. aahh saya nngaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..” DAFTAR ID PRO PKV


“Taahaan Tante.. menanti saya pernah ngg.. ooh enaknya Tante.. tahan pernah .. jangan keluarin dulu..” Tapi percuma saja, tubuh Tante Donna menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya mencegah dari dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa mengimbuhkan remasan pada buah dadanya. Aku paham sulitnya menghindar orgasme itu, hingga saya meremas keras payudaranya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. “Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan jadi mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental jadi menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya hingga sekitar sepuluh detik kemudian ia jadi lemas dalam pelukanku.

Sementara itu semakin kupercepat gerakanku, semakin terdengar bersama paham nada gesekan pada kemaluan saya bersama kemaluannya yang udah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Donna. “Aaakhh.. enakk!” desah Tante Donna sedikit teriak.
“Tante.. saya senang terlihat nich.. eesshh..” desahku pada Tante Donna.
“Keluarkanlah sayang.. eesshh..” jawabnya sambil mendesah.
“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..” teriakku agak keras bersama bersamaannya spermaku yang terlihat dan menyembur di dalam kemaluan Tante Donna.

“Hemm.. hemm..” nada itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sedari tadi cuma memirsa kini udah bangkit dan melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau udah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,” katanya seraya mengimbuhkan segepok uang padaku.

Aku langsung Mengenakan pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Donna mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. saat ini giliran suamiku, karena ia butuh memandang permainanku bersama orang lain sebelum saat ia melakukannya.”
“Terima kasih kembali, kecuali Tante butuh saya lagi hubungi saya saja,” jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar.

“Akh.. betapa beruntungnya saya dapat ‘order’ melayani wanita layaknya Tante Donna,” pikirku puas. Ternyata tersedia juga suami yang senang mengorbankan istrinya untuk digauli orang lain untuk mencukupi hasratnya.