Gejolak Birahi Mamang Si Tukang Sayur // Part 2

RAKSASAPOKER Rupanya dia terhitung tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi. “Aarrgghh.., neng”, kata nya sambil menghunjamkan kon tolnya sedalam-dalamnya. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
“Mang.., sstt, sstt..” kataku gara-gara berulangkali ketika jadi tembakan pejunya dimemekku. “Aarrgghh.., neng, enaknya!” bisiknya ditelingaku.

“Mang.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien tot mamamng”, jawabku gara-gara nikmatnya nyampe. Dia tetap mencengkeram pantatku selagi kon tolnya tetap nancep dimemekku.


Beberapa selagi kita diam di daerah bersama dengan kon tolnya yang tetap menancap di memekku. Kemudian dia membimbingku ke shower,menyalakan air hangat dan kita berpelukan mesra di bawah kucuran air hangat.

Setelah selesai aku muncul duluan, sedang dia tetap menikmati shower. Selesai bersama dengan rambut yang tetap basah dan tetap bertelanjang bulat, aku muncul dari kamar mandi. Hari dah jadi gelap. Aku buat persiapan makan malem sambil tetep bertelanjang bulat. Masakanku tadi siang kuangetin lagi, demikian terhitung nasinya. Diapun muncul kamar bertelanjang bulat juga, sepertinya dia tetap sudi sekali lagi. Kami nyantap makanan sambil ngobrolin kenikmatan yang baru kita nikmati. “Mamang pengalaman sekali ngegarap tubuhku, sampe aku klojotan berkali2, umumnya garap siapa mang?. “Iya neng, umumnya aku suka maen ma pembantu2 aja yang pingin kugarap, baru sekali ini maen ma yang memiliki rumah. jau lebi nikmat lah ma neng, neng mana cantik, putih, mulus lagi”.

Setelah makan, aku ngajak duduk di sofa. dia memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Sambil mengobrol, aku dimanja bersama dengan belaiannya. Diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku bersama dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya. Dan seterusnya kurasakan tangannya jadi meremas gemes toketku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, namun aku jelas bahwa sesuatu yang aku duduki jadi jadi agak mengeras. Ohh, segera aku bangkit.

Aku bersimpuh di depannya dan ternyata kon tolnya telah jadi ngaceng, walau tetap belum begitu mengeras. Kepala kon tolnya ku raih, ku belai dan sebelum penuh ngacengnya segera aku kulum kon tolnya. Tapi cuma dapat sesaat, gara-gara bersama dengan cepatnya kon tolnya makin membengkak dan dia jadi menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan memicu mulutku makin penuh. “Mamang hebat ya telah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mang”, kataku yang terhitung telah terangsang. Rupanya dia makin tak tahan terima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke kamar.

Aku berbaring diranjang yang tetap berantakan sisa pertempuran seru tadi. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, diteruskan bersama dengan mengakses kakiku dan dia segera menelungkup di antara pahaku. “Aku suka lihat memek neng” ujarnya sambil membelai bulu jembutku. Aku merasakan dia tetap membelai jembutku dan bibir memekku. Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka memekku dimainkan berlama-lama, aku kadang-kadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya bersama dengan dua jarinya mengakses bibir memekku, aku makin terangsang dan aku merasakan makin banyak muncul cairan dari memekku. Dia tetap memainkan memekku seolah tak puas-puas memperhatikan memekku, kadang kadang disentuh sedikit itilku, memicu aku penasaran. Tak jelas pinggulku jadi menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka selagi aku mengangkat pinggulku, segera disambut bersama dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang memekku yang telah penuh cairan. Lidahnya turut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk memekku, dan selagi dihisapnya it ilku bersama dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku, benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, memicu aku tak jelas berteriak..“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku telah tak tahan lagi. “Ayo dong mang, aku pingin dientot lagi” ujarku.

Dia segera menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan kon tol gedenya ke arah memekku. Aku tetap sempat melirik selagi dia memegang kon tolnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir memekku. Kembali aku berdebar gara-gara berharap. Dan selagi kepala kon tolnya telah menyentuh di antara bibir memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya. Dan dilepasnya dari pegangan selagi kepala kon tolnya jadi menyelinap di antara bibir memekku dan menyelusup lubang memekku sampai aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia jadi mencium bibirku lembut. Kali ini aku lebih dapat menikmatinya. Makin ke dalam.. Oh, nikmat sekali. kon tolnya makin masuk. Belum seluruhnya masuk, Dia menarik kembali seolah dapat dicabut sampai tak jelas pinggulku naik mencegahnya supaya tidak lepas. DAFTAR ID PRO PKV


Beberapa kali dilakukannya sampai kelanjutannya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia suka menggodaku, tiba tiba bersama dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya sampai aku kewalahan. Dan bersama dengan hentakan keras dan juga digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku. Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak.

Tak tahan aku berteriak, tetap Dia menyerangku bersama dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat terima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku bersama dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Hampir pingsan aku terima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak menyesal ngen tot bersama dengan dia, dia sesungguhnya benar-benar hebat dan mahir dalam ngen tot, dia dapat memproduksi tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.

Lamunanku terlepas selagi pahanya jadi kembali menjepit ke dua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku dan juga leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali meremas toketku. Pelan-pelan jadi dienjotkan kon tolnya. Kali ini aku dambakan lebih menikmati seluruh rangsangan yang berjalan di seluruh anggota tubuhku. Tangannya tetap menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang dadaku setiap kali bergeseran berkenaan pentilku. Dan kon tolnya dipompakan bersama dengan penuh napsu, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang pada mulanya lemas, jadi terbakar lagi. Aku mengupayakan menggeliat, namun tubuhku dipeluk memadai kuat, cuma tanganku yang jadi meraih apa saja yang kudapat.

Dia makin menambah cumbuannya dan memompakan kon tolnya makin cepat. Gesekan di dinding memekku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh batang kon tolnya dan juga digoyang-goyang untuk menambah rangsangan di itilku. Maka jebol lah bendungan, aku meraih puncak kembali. tiba tiba dia bersama dengan cepat mengenjot lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar memicu aku kewalahan. Kugigit pundaknya selagi aku dihujani bersama dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.

Sesaat dia menurunkan gerakannya, namun selagi itu dibaliknya tubuhku sampai aku di atas tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. Dengan sisa tenagaku aku keluarkan kon tolnya dari memekku. Dan kuraih batang kon tolnya. Tanpa pikir panjang, kon tol yang tetap berlumuran cairan memekku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya sampai kelanjutannya aku telungkup di atasnya kembali bersama dengan posisi terbalik. Kembali memekku yang berlumuran cairan menjadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kontolnya.

Dipeluknya pinggulku sampai sekali kembali aku orgasme. Dihisapnya it ilku sambil ujung lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya bersama dengan ke dua pahaku dan kurapatkan pinggulku supaya bibir memekku merapat ke bibirnya. Ingin aku berteriak namun tak dapat gara-gara mulutku penuh, dan tanpa jelas aku menggigit agak kuat kon tolnya dan kucengkeram kuat bersama dengan tanganku selagi aku tetap menikmati orgasme.

“Neng, aku sudi ngecret di dalam memek neng ya”, katanya sambil menelentangkan aku. “Ya, mang”, jawabku. Dia menaiki aku dan bersama dengan satu hentakan keras, kon tolnya yang besar telah kembali menyesaki memekku. Dia segera mengenjot kon tolnya muncul masuk bersama dengan cepat dan keras. Dalam sebagian enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas bersama dengan kuat supaya kon tolnya nancap seluruhnya ke dalam memekku dan kelanjutannya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam sebagian kali semburan kuat.

Herannya, ngecretnya yang ketiga tetap saja pejunya muncul banyak, sesungguhnya luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil memelukku erat2. “Neng, nikmat sekali ngen tot serupa neng, memek neng kuat sekali cengkeramannya ke kon tolku”, bisiknya di telingaku. “Ya mang, aku terhitung nikmat sekali, tentu saja cengkeraman memekku jadi kuat gara-gara kon tol mamang kan gede banget. Rasanya sesek deh memekku terkecuali mamang neken kon tolnya masuk semua”. “Sayangnya aku kudu balikl neng, kudu nyiapin dagangan sayur membuat besok lagi. Suaminya blon pulang ya neng”. “Ah dia kalo dah kerja ya lupa ma aku mang. Kalau ada kesempatan, aku dientot kembali ya mang”, jawabku.