Gejolak Birahi Mamang Si Tukang Sayur // Part 1

RAKSASAPOKER Aku Sintia, sehabis lulus smu aku dinikahkan ortu ke temen ortu, dah agak berumur si, tetapi suamiku itu tampan, 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
tajir kerna meiliki sebagian perusahaan yang berhasil dalam bisnisnya, dan termasuk terlalu workaholik. Aku terlalu menikmati kehidupan suami istri disaat berbulan madu.

Suamiku menggarap aku tiap tiap selagi dia bernapsu, tetapi begitu lagi ke dunia nyata, diapun lagi ke kebiasaannya yaitu workaholik, dia terlalu repot ngurusi seluruh perusahaan.


Aku secara materi berkecukupan, tetapi secara batin terlalu kesepian. Apalagi aku menikah masi umur belasan dan ini tahun pernikahanku yang kedua.

Aku sesungguhnya nurut aja apa kata ortu sehingga disaat dijodohkan ya iya aja. Kebetulan aku sejak kecil suka ikut matang ma ibuku sehingga formalitas itu terbawa sampe saat ini walaupun aku matang cuma untuk diriku sendiri kerna suami gak dulu makan dirumah. Pulang selamanya dah larut malem sehingga dah cape dianya dan gak ada kemauan menyentuh aku. Kalo weekend dan dia ada dirumah, kami selamanya makan diluar. Itupun jarang kami bermesraan kerna abis makan malem biasanya dia tenggelem ma kerjaannya sampe aku tertidur duluan dan dia nyusul karna dah ngantuk berat.

Aku suka makanan segar sehingga bahannya termasuk perlu segar, kalo beli di supermarket itu sudah tidak segar kerna dah lama dipetiknya, makanya aku nunggu tukang sayur aja kalo sudi masak. Aku si gak mempunyai langganan tukang sayur yang tetep, tetapi suatu pagi kuliat ada tukang sayur yang gi berdiri depan rumahku, dia menghadap ke rumahku, rupanya dia lagi kencing. Aku kaget banget liat kon tolnya, item besar panjang padahal lagi gak ngaceng. Palagi kalo gi ngaceng tu, kaya apa gedenya. membayangkan itu memekku menjadi basah.

Kerna gak mo mempermalukan si tukang sayur, ku nunggu dia slesai pipis baru kluar rumah. Tu papa tampangnya kaya orang timteng, pantes kon tolnya gede panjang gitu, tetapi logat ngomongnya sunda pisan. Ku panggil ja mamang. “Mang orang sunda ya, atau orang arab”. “Bapak aku arab tetapi ibu sunda pisan neng, kenapa nanya gitu”. “Gak apa, iseng ja nanya mang”. Aku beli sebagian sayuran dan dia nawarain nanas jualannya. Kubilang aku males ngupasnya, trus dia jawab nti dia kupasin, cuma sehabis dia dagang nti dia balik lagi.

Wah peluang ni, pikirku. Kali2 mampu menikmati kon tol jumbonya, aku menjadi ngeres kerna masih terbayang terus kon tolnya yang besar panjang dalam suasana lemes gitu. “Ya boleh deh mang, nanasnya aku ambil semua, tetapi bener ya nanti mamang balik lagi bikin ngupasin nanasnya”.

Transaksi selesai dan dia pergi selagi aku masuk dan mulai produksi sayur yang kubeli dilengkapi sebagian bahan laen dari lemari es, sehingga tersajilah sebagian lauk untuk aku makan siang dan makan malem, nasi masi ada sisa kemaren sehingga memadai diangetin aja.

Makan siang selesai, dia blon dateng juga, aku ngantuk dan tertidur, sampe aku bangun rasanya gak ngedenger ada orang ngetok pintu pager. Aku mandi, disaat ditengah acara cuci rambut terdengar ada bel berbunyi, wah nanggung ni, cuci rambut lon beres dia dah datang.

Ya dah ku balut tubuhku pake jas kamar dan membungkus rambutku bersama anduk, Aku gak pake apa2 di bawah jas kamar, ikat pinggang ku ikatkan asal aja sehingga bagian dada tersingkap jika ku bergerak. Aku terlihat membukakan pintu pagar dan langsung lagi masuk rumah. Kuminta dia ngunci pintu pager dan kupersilah kan dia masuk langsung ke dapur area aku meletakkan nanas2 yang tadi kubeli.

Ku liat dia rapi gak acak2an kaya selagi dagang tadi, rambutnya termasuk rapi disisirnya, kayanya dia dah mandi dulu seblon ke tempatku. Biat tukang sayur dia memadai kerenlah sebagai lelaki. Matanya membelalak meliat aku yang cuma terbungkus jas kamar yang mini banget. Dadaku tersingkap memadai lebar kerna ikatan dipinggang longgar aja, sehingga belahan toketku nampak. Biar aja deh dia napsu ma aku, kali ja dia sudi garap aku sehabis beres kupas nanasnya. aku balik ke kemar mandi untuk menuntaskan acara keramasku. Aku menjadi horny sendiri, sambil mandi aku menggosok2 toketku sampe pentilku mengeras. aku ngilik itilku sendiri sampe aku nyampe. 

Aku kaget gara-gara memadai lama aku berswalayan, sampe lupa si tukang sayur gi motongin nanas. Segera aku kenakan daster tanpa daleman mirip sekali dan keluar. “Sori ya mang, lama ya, sekalian nyuci sih”, kataku. “Nyuci apaan neng, kan ada mesin cuci”. “nyuci yang gak mampu pake mesin cuci. Dah beres ya mang ngupasnya”, kataku. “Udah neng, tinggal dipotong kecil2 aja kalo mo dimakan.

Mo sekalian dipotong2”. “Gak usah deh mang, biar nanti ku potong sendiri kalo mo dimakan”. “Prempuan kan gak bole makan nanas banyak2 neng”. “Mangnya kenapa mang”. “Bisa becek”, jawabnya sambil nyengir. “becek apanya mang”, tanyaku pura2 gak ngerti. “Itunya neng, menjadi gak seret lagi kan kalo becek”. “apanya yang becek dan seret si”, aku masi terus bersandiwara. Dia mandangi dadaku terus, emang si dasternya tidak tebal menjadi pentilku membayang memahami di dasterku. aku cuma mengenakan daster mini, sehingga paha mulusku menjadi tersingkap, matanya bergantian menelusuri dada dan pahaku. “Ih mamang matanya jelalatan gitu”. “Bisnya neng ngasi liat gitu si”. Wah dah konak ni, itu yang kutunggu2, ku menjadi nunggu aja ni apa tindakan dia lebi lanjut. DAFTAR ID PRO PKV


Aku memasukkan nanas yang sudah dikupas ke lemari es, kemudian menarik tangannya untuk duduk di sofa. Ketika duduk dasterku naik keatas. Aku melepas disaat tangannya diletakkan perlahan didengkulku. Dia mulai mengelus2 pahaku. Makin lama elusannya makin keatas, dasterku disingkapnya sehingga pahaku terkespose semuanya.

Elusannya mengarah ke selangkanganku, aku mengangkangkan pahaku secara otomatis. Ketika jarinya mulai mengelus memek dari luar cdku, aku melenguh nikmat, “maaang”. “Napa neng”, katanya sambil mencium pipiku. “Geli mang”. Elusannya menjadi gerakan mencongkel, memekku basah bersama sendirinya dan nyerep ke cdku. itilku menjadi sasaran berikutnya. “Neng dah basah gini, kamu dah napsu ya”, lagi dia mencium pipiku. “Mamang nakal sih tangannya”, jawabku manja. Akhirnya dia menghadapkan tubuhnya ke arahku. kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku.

Tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya bersama penuh napsu. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, kurasakan tangan besarnya mengakses kancing daster ku dan kemudian menyelusup kedalam dan meremas toketku. toketku tercakup sepenuhnya dalam tangannya. aku rasanya sudah tidak kuat mencegah gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepas dasterku, leherku dikecup, dijilat kadang digigitnya.

Aku mengangkat tanganku keatas untuk mempermudah dia melepas dasterku. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Dan mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus ubah ke pentil kanan.

Kadang-kadang seolah seluruh toketku dapat dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, mulai geli tetapi nikmat, napsuku makin berkobar gara-gara elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. memekku yang pasti sudah basah sekali. Dibelainya celah memekku lagi bersama perlahan. Sesekali jarinya lagi menyentuh itilku. Bergetar seluruh rasanya tubuhku, kemudian CD ku yang sudah basah itu dilepaskannya.

Aku mengangkat pantatku sehingga dia mampu melepas pembungkus tubuhku yang terakhir. Jarinya mulai sengaja memainkan itilku. Dan kelanjutannya jari besar itu masuk ke dalam memekku. Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan kelanjutannya sampailah ke memekku. Kali ini diciumnya jembutkudan aku rasakan bibir memekku diakses bersama dua jari.

Dan kelanjutannya lagi memekku dibuat mainan oleh bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, tetapi yang memicu aku tak tahan adalah selagi lidahnya masuk di pada ke-2 bibir memekku sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan memekku. Hanya dalam sebagian menit aku terlalu tak tahan.

Dan.. Aku mengejang dan bersama sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku sehingga merapatkan itilku bersama mulutnya, kuremas-remas rambutnya. Dia terus mencumbu memekku, rasanya belum suka dia memainkan memekku sampai napsuku bangkit lagi bersama cepat. “Mamang pinter banget ngerangsang aku. Biasanya mirip siapa mang maennya. Aku sudah pingin dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar.

Dia tidak menjawab, bangkit dan mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke kamarku. Aku dibaringkan di ranjang dan dia mulai mengakses bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut memandang kon tolnya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDnya. Kemudian dia termasuk melepas CD nya.

Cerita Sange 2017 | Sementara itu aku bersama berdebar terbaring menunggu bersama makin berharap. kon tolnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak nyaris melekat ke perut. Aku merinding apakah muat kon tol segitu besarnya di memekku. Dan selagi dia pelan-pelan menindihku, aku mengakses pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar memekku menunggu masuknya kon tol extra gede itu. Aku pejamkan mata.

Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir memekku mulai tersentuh ujung kon tolnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir memekku terdesak menyamping. Terdesak kepala kon tolnya yang besar itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang memekku dimasuki kon tolnya. Aku mencegah nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kon tolnya. Aku mendesah tertahan gara-gara rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Akhirnya ujung kon tol itu menyentuh bagian dalam memekku. Terasa terlalu mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku.

Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku. Tapi konsentrasi kenikmatanku selamanya pada kon tol besar yang mulai dienjotkan halus dan pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum dulu kualami. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kon tol besar itu. Maka cuma dalam selagi yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia memahami bahwa aku makin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku makin kuat.

Dengan tusukan kon tolnya yang agak kuat dan dipepetnya itilku bersama menggoyang goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, terlalu puncak kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi jika kenikmatan dan kenikmatan. “Maang, aku nyampe maang”, Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku. Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas.

Setelah dua kali aku nyampe dalam selagi relatif singkat, tetapi mulai nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku penuh napsu, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan. Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat.

Napsuku naik lagi bersama cepat, selagi lagi dia mengenjotkan kon tolnya makin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang cuma selang sebagian menit, dan lagi aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus mengenjotkan kon tolnya dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menghimpit toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam memekku, menyembur berulang kali.

Oh, mulai banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan mencukupi memekku, hangat sekali dan mulai sekali peju yang terlihat seolah menyembur seperti air yang memancar kuat. Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya selamanya meremas lembut toketku sambil mencium wajahku. “Neng luar biasa, memeknya peret dan nikmat sekali. Gak apa kan aku ngecret didalem”, pujinya sambil membelai dadaku. “Gak apa kok mang, lebih nikmat lagi kesemprot peju anget. Mamang termasuk hebat. Bisa memicu aku nyampe sebagian kali, dan baru kali ini akubisa nyampe dan merasakan kon tol raksasa. Hihi..” “Jadi neng suka bersama kon tolku?” godanya sambil menjalankan kon tolnya dan membelai belai wajahku. “Ya mang, kon tol mamang nikmat, besar , panjang dan keras banget” jawabku jujur. Dia sesungguhnya terlalu pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut kontolnya, tetapi tambah mengajak mengobrol sembari kon tolnya makin mengecil.

Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang bercampur bersama cairan memekku mengalir keluar. Setelah memadai mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan kon tol yang sudah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku. Tak lama kemudian tertidurlah aku dalam pelukannya, mulai nyaman dan terlalu aku terpuaskan dan merasakan apa yang sepanjang ini cuma kubayangkan saja. 

Aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Hari dah menjelang sore. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lantas mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, selagi terjadi rasanya masih ada yang mengganjal memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia memelukku terlalu erat sampai dadanya menghimpit toketku.

Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan bersama dadanya yang berbulu dan dipenuhi busa sabun. Pentilku makin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat tersenggol2 kontolnya. Hal itu memicu napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya sehingga melekat lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur sampai tenggelam ke dalam air. Dia mengusap-usap pantatku dan diremasnya. kon tolnya pun mulai ngaceng disaat menyentuh memekku. Terasa bibir luar memekku bergesekan bersama kon tolnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia mengusap sebagian kali sampai ujung jarinya menyentuh lipatan daging pada lubang pantat dan memekku. “mamang nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

Cerita Sange 2017 | Walau tengkukku basah, aku mulai bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari memekku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir memekku. Tak lama kemudian, tangannya makin jauh menyusur sampai kelanjutannya kurasakan lipatan bibir luar memekku diusap-usap. Dia berulang kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit bersama gemas. ”Aarrgghh.. Sstt.Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit dari pangkuannya. Aku tak ingin nyampe cuma gara-gara jari yang mulai kesat di memekku.

Tapi disaat berdiri, ke-2 lututku mulai goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan langsung membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku bersama dadanya. Lalu diusapkannya lagi cairan sabun ke perutku. Dia menjalankan tangannya keatas, meremas bersama lembut ke-2 toketku dan pentil ku dijepit2 bersama jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan.

Lalu dia mengusap makin ke atas dan berhenti di leherku. “Mang, lama terlalu menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku. Aku merasakan kon tolnya makin keras dan besar. Hal itu mampu kurasakan gara-gara kon tolnya makin dalam terselip di pantatku. Tangan kiriku langsung meluncur ke bawah, lantas meremas biji pelernya bersama gemas. Dia menjalankan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku.

Sesaat dia mengusap usap jembutku, lantas mengusap memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip di pada ke-2 bibir luar memekku. Dia mengusap berulang kali. itilku pun menjadi sasaran usapannya. “Aarrgghh..!” rintihku disaat merasakan kon tolnya makin kuat menghimpit pantatku. Aku mulai lendir membanjiri memekku. Aku jongkok sehingga memekku terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir memekku bersama mengusapkan 2 jariku.

Ketika menengadah kulihat kon tolnya sudah berada persis didepanku. kon tolnya sudah ngaceng berat. “Mang, kuat banget sih, baru aja ngecret di memekku saat ini sudah ngaceng lagi”, kataku sambil meremas kon tolnya, lantas kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung kepala kon tolnya. Tubuhnya bergetar mencegah nikmat disaat aku menjilati kepala kon tolnya. Dia mencapai bahuku gara-gara tak mampu lagi mencegah napsunya. 

Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan meletakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala kon tolnya ke celah di pada bibir memekku. ”Argh, aarrgghh..,!” rintihku. Dia menarik kon tolnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya lagi perlahan-lahan pula. Bibir luar memekku ikut terdorong bersama kon tolnya. Perlahan-lahan menarik lagi kon tolnya sambil bicara “Enak neng?”. ”Enaak banget mang”, jawabku!” Dia mengenjotkan kon tolnya bersama cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku. “Aarrgghh..!” rintihku disaat kurasakan kon tolnya lagi menghunjam memekku. Aku terpaksa berjinjit gara-gara kon tol itu mulai seolah membelah memekku gara-gara besarnya. Terasa memekku sesek kemasukan kon tol besar dan panjang itu.

Kedua tangannya bersama erat memegang pinggulku dan dia mengenjotkan kon tolnya terlihat masuk bersama cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ tiap tiap kali pangkal pahanya berbenturan bersama pantatku. “Aarrgghh.., aarrgghh..!Mang.., aku nyampe..!” Aku lemas disaat nyampe lagi untuk kesekian kalinya.