Anak Majikan Dan Pembantunya // Part 2

RAKSASAPOKER Kami berdua tak bisa berkata-kata lagi, cuma saling melempar pandang bersama didalam tanpa jelas rasa masing-masing didalam hati. 

RAKSASAQ SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Tiba-tiba entah karena impuls rasa yang seperti apa dan bagaimana bibir Mas Anto menciumi setiap lekuk mukaku yang segera setelah hingga pada bagian bibirku,

aku membalas pagutan ciumannya. Kurasakan tangan MasAnto merambah naik ke arah dadaku, pada bagian gumpalan dadaku tangannya meremas lembut yang membuatku tanpa jelas mendesah dan bahkan menjerit lembut.


Sampai disini begitu campur aduk perasaanku, aku merasakan nikmat yang berlebih namun pada bagian lain aku merasakan nikmat yang berlebih namun pada bagian lain aku merasakan takut yang entah bagaimana aku wajib melawannya. Namun campuran rasa yang demikian ini segera terhapus oleh rasa nikmat yang mulai bisa menikmatinya, aku tetap melayani dan membalas setiap ciuman bibirnya yang di arahkan pada bibirku tersebut setiap lekuk yang tersedia di bagian dadaku. Aku jadi tak kuat menghambat rasa, aku menggelinjang kecil menghambat desakan dan gelora yang jadi memanas.

Ia mulai membebaskan satu demi satu kancing pakaian yang kukenakan, sampailah aku telanjang dada hingga buah dada yang begitu ranum menonjol dan menyatakan diri pada Mas Anto. Semakin saja Mas Anto memainkan bibirnya pada ujung buah dadaku, dikulumnya, diciuminya, bahkan ia menggigitnya. Golak dan getaran yang tak dulu kurasa sebelumnya, aku kini melayang, terbang, aku inginkan menikmati cara berikutnya, aku merasakan sebuah kenikmatan tanpa batas untuk kala ini.

Aku telah mencoba untuk memerangi gejolak yang meletup bak gunung yang dapat memuntahkan mengisi kawahnya. Namun nada hujan yang kian menderas, serta suasana tempat tinggal yang cuma tinggal kita berdua, serta bisik goda yang aku tak jelas darimana datangnya, kesemua itu menyebabkan kita berdua jadi larut didalam permainan cinta ini. Pagutan dan rabaan Mas Anto ke semua tubuhku, membuatku pasrah didalam rintihan kenikmatan yang kurasakan. 

Tangan Mas Anto mulai mereteli pakaian yang dikenakan, iapun telanjang bulat kini. Aku tak tahan lagi, segera ia menarik bersama keras celana didalam yang kukenakan. Tangannya tetap saja menggerayangi sekujur tubuhku. Kemudian pada kala khusus tangannya membimbing tanganku untuk menuju tempat yang diharapkan, dibagian bawah tubuhnya. Mas Anto dan terdengar merintih. 

Buah dadaku yang mungil dan padat tak dulu lepas dari remasan tangan Mas Anto. Sementara tubuhku yang telah telentang di bawah tubuh Mas Anto menggeliat-liat seperti cacing kepanasan. Hingga lenguhan di antara kita mulai terdengar sebagai sinyal permainan ini telah usai. Keringat tersedia di sana-sini kala pakaian kita muncul berserakan dimana-mana. Ruang sedang ini jadi begitu berantakan terutama sofa tempat kita bermain cinta denga penuh gejolak.

Ketika senja mulai datang, usailah pertempuran nafsuku bersama nafsu Mas Anto. Kami duduk di sofa, tempat kita tadi melaksanakan sebuah permainan cinta, bersama rasa sesal yang masing-masing berkecamuk didalam hati. “Aku tidak dapat mempermainkan kamu, Sarni. Aku melaksanakan ini karena aku mencintai kamu. Aku sungguh-sungguh, Sarni. Kamu berkenan mencintaiku kan..?” Aku terdiam tak bisa menjawab sepatah katapun. DAFTAR ID PRO PKV


Mas Anto menyeka butiran air bening di sudut mataku, lalu mencium pipiku. Seolah dia menyatakan bahwa kemauan hatinya padaku adalah kejujuran cintanya, dan dapat bisa membuatku yakin dapat ketulusannya. Meski aku tetap bertanya didalam sesalku, “Mungkinkah Mas Anto dapat bisa menikahiku yang cuma seorang pembantu rumahtangga?”

Sekitar pukul 19.30 malam, barulah tempat tinggal ini tak tidak serupa bersama waktu-waktu kemarin. Bapak dan Ibu umar seperti umumnya sedang menikmati tayangan acara televisi, dan Mas Anto mendekam di kamarnya. Yah, seolah tak tersedia momen apa-apa yang dulu berlangsung di ruang sedang itu.

Sejak permainan cinta yang penuh nafsu itu kulakukan bersama Mas Anto, kala yang berjalanpun tak mulai telah memaksa kita untuk tetap bisa mengulangi kembali nikmat dan indahnya permainan cinta tersebut. Dan yang pasti aku jadi seorang yang wajib bisa menuruti kemauan nafsu yang tersedia didalam diri. Tak pikirkan kembali siang atau malam, di sofa ataupun di dapur, asalkan suasana tempat tinggal kembali sepi, kita tetap tenggelam hanyut didalam permainan cinta denga gejolak nafsu birahi. 

Cerita Dewasa | Selalu saja setiap kali aku berkhayal sebuah gaya didalam permainan cinta, tiba-tiba nafsuku bergejolak inginkan segera saja rasanya melaksanakan gaya yang sedang melintas didalam benakku tersebut. Kadang aku pun melakukannya sendiri di kamar bersama berkhayal muka Mas Anto. 

Bahkan kala di tempat tinggal sedang tersedia Ibu umar namun tiba-tiba nafsuku bergejolak, aku masuk kamar mandi dan memberi sinyal pada Mas Anto untuk menyusulnya. Untung kamar mandi bagi pembantu di keluarga ini letaknya tersedia di belakang jauh dari jangkauan tuan rumah. Aku melakukannya di sana bersama penuh gejolak di bawah guyuran air mandi, bersama lumuran busa sabun di sana-sini yang rasanya membuatku jadi saja menikmati sebuah rasa tanpa batas tentang kenikmatan.

Walau setiap kali usai melaksanakan perihal itu bersama Mas Anto, aku tetap dihantui oleh sebuah pertanyaan yang itu-itu kembali dan bersama gampang mengusik benakku: “Bagaimana jikalau aku hamil nanti? Bagaimana jikalau Mas Anto malu mengakuinya, apakah keluarga Bapak Umar berkenan merestui kita berdua untuk menikah sekaligus berkenan menerimaku sebagai menantu? Ataukah aku dapat di usir dari tempat tinggal ini? Atau termasuk pasti aku disuruh untuk menggugurkan takaran ini?” Ah.. pertanyaan ini terlampau membuatku seolah gila dan inginkan menjerit sekeras mungkin. Apalagi Mas Anto sepanjang ini cuma berucap: “Aku mencintaimu, Sarni.” Seribu juta kalipun kata itu terlontar dari mulut Mas Anto, tidak dapat berarti apa-apa jikalau Mas Anto tetap diam tak berterus terang bersama keluarganya atas apa yang telah berlangsung bersama kita berdua.

Akhirnya terjadilah apa yang sepanjang ini kutakutkan, bahwa aku mulai kerap mual dan muntah, yah.. aku hamil! Mas Anto mulai gugup dan panik atas perihal ini.

“Kenapa anda bisa hamil sih?” Aku cuma diam tak menjawab.
“Bukankah aku telah memberimu pil agar anda nggak hamil. Kalau begini kita yang sibuk juga..”
“Kenapa wajib sibuk Mas? Bukankah Mas Anto telah berjanji dapat menikahi Sarni?”
“Iya.. iya.. namun tidak secepat ini Santi. Aku masih mencintaimu, dan aku pasti dapat menikahimu, dan aku pasti dapat menikahimu. Tetapi bukan sekarang. Aku perlu kala yang tepat untuk bicara bersama Bapak dan Ibu bahwa aku mencintaimu..”

Yah.. setiap kali aku mengeluh soal perutku yang kian makin tambah usianya dari hari ke hari dan bergeser bersama minggu, Mas Anto tetap kebingungan sendiri dan tak dulu memperoleh jalur keluar. Aku jadi jadi terpojok oleh suasana didalam rahim yang sudah pasti kian membesar.

Genap pada umur tiga bulan kehamilanku, keteguhkan hatiku untuk melangkahkan kaki pergi dari tempat tinggal keluarga Bapak umar. Kutinggalkan semua kenangan duka maupun bahagia yang sepanjang ini kuperoleh di tempat tinggal ini. Aku tidak dapat menyalahkan Mas Anto. Ini semua salahku yang tak bisa melindungi kekuatan dinding imanku.

Subuh pagi ini aku meninggalkan tempat tinggal ini tanpa pamit, setelah kusiapkan sarapan dan sepucuk surat di meja makan yang isinya bahwa aku pergi karena mulai bersalah pada keluarga Bapak Umar.

Cerita Panas | Hampir setahun setelah kepergianku dari keluarga Bapak umar, Aku kini telah menikmati kehidupanku sendiri yang tak seharusnya aku jalani, namun aku bahagia. Hingga pada suatu pagi aku membaca surat pembaca di tabloid terkenal. Surat itu isinya bahwa seorang pemuda Anto mencari dan menginginkan isterinya yang bernama Sarni untuk segera pulang. Pemuda itu kelihatan sekali meminta bisa bertemu kembali bersama si calon isterinya karena dia begitu mencintainya.

Aku jelas dan jelas benar siapa calon isterinya. Namun aku telah tidak inginkan kembali dan pula aku tidak pantas untuk berada di tempat tinggal itu lagi, tempat tinggal tempat tinggal pemuda bernama Anto itu. Aku telah tenggelam didalam kubangan ini. Andai saja Mas Anto bahagia pergi ke lokalisasi, pasti dia tidak wajib wajib menulis surat pembaca itu. Mas Anto pasti dapat menemukan calon istrinya yang terlampau dicintainya. Agar Mas Anto pun jelas bahwa hingga kini aku masih merindukan kehangatan cintanya. Cinta yang pertama dan paling akhir bagiku.