Wanita Indonesia Titin // Part 2

RAKSASAPOKER Kamipun membuka baju kami masingmasing. Setelah telanjang bulat, segera kubaringkan ia. Kuciumi senti demi senti tubuh mulusnya.

RAKSASAQIU SITUS JUDI PKV GAME TERPERCAYA



   
Dari atas ke bawah sampai kepada paha dalamnya. Kurenggangkan kedua pahanya. Tercium aroma khas yang dipunyai seorang wanita.

Kurenggangkan labia mayora dan labia minoranya bersama jempol dan telunjukku.


Ayo sayang.. Puaskan.. Aku.. Ya.. Ohh. Oohh. Katakatanya tetap meracau, apalagi kala aku melahap habis biji kacangnya bersama mulutku, kadang kusedot, kuhisap, dan kugigit bersama lembut.

Ah.. Ennak ssayang.. Kamu ppinnttarr. Ohh.. Oohh

Aku sudah tidak mempedulikan katakatanya. Aku makin lama asyik bersama mainanku. Kulepaskan mulutku dan kutindih dia.

Kumasukkan jari sedang kiriku ke di dalam lubang perlahan lahan. Tubuhnya merontaronta layaknya orang kesetanan, kedua payudaranya bergoyang kencang.

Aku pun meraih payudaranya itu. Dengan tangan kananku, kupelintir puting susunya yang sebelah kiri dan mulutku kini menggigit halus puting kanannya.

Sementara jari kiriku tetap mengocok lubang vaginanya. Semakin cepat kocokanku, makin lama cepat pula ia meronta.

Kuhentikan permainan tanganku dan kuarahkan kejantananku untuk memasuki liang kenikmatannya. Tanpa kesulitan aku segera menembus guanya.

Terasa basah dan hangat. Kugerakkan pinggulku dan ia membalas bersama memutar pinggulnya dan menaik turunkan pantatnya mengimbangiku.

Satu kakinya menjepit pahaku dan kaki lainnya dibuka lebar dan disandarkan ke dinding kamar. Kuciumi leher dan dadanya.

Beberapa kali kugigit kecil kulit dadanya sampai meninggalkan bekas kemerahan.

Ciumi leher dan pundakku! Aku benar-benar terangsang kalau dicium di situ, rintihnya.

Kuikuti kemauannya dan sampai selanjutnya ia menggelinjang hebat, kedua tangannya mencengkeram keras kepalaku. Pinggulnya naik menjemput kejantananku.

Kutekankan kejantananku dalamdalam dan selanjutnya ia meraih orgasmenya. Ia terkulai lemas. Ditekantekannya pantatku ke bawah bersama tangannya.

Kemudian aku turun dari tubuhnya dan membiarkannya beristirahat sebentar. Setelah napasnya sembuh ia naik ke atas tubuhku dan mulai mencium bibir, leher dan telingaku.

Mulutku menghisap kedua payudaranya. Terkadang kugigit putingnya bergantian. Ia hanya mengeluh merasakan nikmatnya. Beberapa menit sesudah itu ia sudah terangsang lagi.

*** Cerita Dewasa ***

Ayo sayang. Aku sudah siap memuaskanmu di babak kedua..

Kita melaksanakan bersama berdiri, kataku berbisik di telinganya. Ia hanya tersenyum dan mengangguk.

Kuangkat tubuhnya berdiri di samping ranjang. Kami tetap saling berciuman bersama ganas.

Ia sesudah itu mengangkat kaki kirinya ke atas ranjang, kudorong sedikit sampai ia mepet ke dinding kamar. Tangannya membimbing meriamku memasuki guanya.

Pantatnya sedikit disorongkan ke depan dan perlahan lahan meriamku masuk, sampai..

Blesshh.. DAFTAR ID PRO PKV


Semuanya sudah terbenam di di dalam guanya. Oh hangatnya.

Ayo sayang, goyang.. Sayang ohh.. Ohh

Kedua tangannya memegang pantatku dan menopang gerakan pinggulku maju mundur. Rasanya nikmat sekali bercinta sambil berdiri.

Badannya ia lengkungkan ke belakang supaya meriamku bersama leluasa menobrakabrik guanya. Pinggangnya juga bergerakgerak mengimbangi gerakanku.

Mulutku tetap melaksanakan aktivitas di anggota atas tubuhnya. Kadang berciuman, kadang menyedot dan mengulum putingnya.

Cukup lama aku mengocoknya, selanjutnya kupercepat kocokanku kala kurasakan lahar panas akan keluar.

Tin, oh.. Aku rela keluar. Di keluarin di mana nih ohh. Oohh.
Tunggu sebentar. Aku juga rela keluar, ohh. Ooohh samasama ya sayang.. Ohh.. Di di dalam aja nggak apaapa. Ohh barengan yah.

Akhirnya kutumpahkan spermaku di di dalam guanya. Aku meraih klimaks duluan.

Titin tidak mampu meraih klimaks yang kedua biarpun ia tetap mengusahakan mobilisasi pantatnya maju mundur sebab meriamku sudah berangsurangsur melemas dan selanjutnya lepas sendiri dari di dalam guanya.

Kami rebah berdampingan di ranjang. Ia memelukku dan menciumku. Kuakui wanita satu ini sesungguhnya luar biasa.

Tidak bersama tiap tiap orang aku mampu melakukannya bersama berdiri. Aku sudah coba. Tapi bersama Titin biarpun dia jauh lebih pendek dariku ternyata aku mampu melakukannya.

Sorry Tin. Aku nggak tahan lagi. Nanti kami akan mulai lagi bersama enjoy dan saling menanti supaya mampu meraih klimaks bersamasama. Terima kasih ya sayang. Kamu benarbenar hebat.

Nggak apaapa. Aku sudah mampu duluan. Kamu juga hebat. Malam ini tetap panjang. Kita tidak usah tidur sampai pagi supaya dahagaku terpuaskan.

Akhirnya sisa malam kami lalui bersama berpelukan. Ia tersenyum sesudah itu menciumku dan merebahkan kepalanya di dadaku.

Malam itu kami tetap melakukannya lagi tiga kali sampai pagi. Sekali kami melaksanakan di lantai beralaskan selimut.

Ternyata kala bermain di lantai kami mampu merasakan nikmat yang luar biasa. Gairah kami seakanakan meledak sampai semua badan mulai sakit dan ngilu.

Tetapi sesudah mandi pagi gairahku lagi menyala dan aku tetap sempat sekali lagi bergumul dengannya.

Kami pulang bersama membawa kepuasan dan rasa capek yang luar biasa. Seharian kuhabiskan bersama tidurtiduran.

Bahkan aku tidak sempat makan siang. Setelah itu aku tetap sempat di dalam dua pertemuan merasakan kehebatannya bercinta di dalam posisi berdiri.

Akhirnya dia rubah kos dan aku kehilangan jejak.